Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Pergi ke wilayah yang lebih besar, Beifang


__ADS_3

Konon beredar legenda di desa kecil, jika salah satu warga desa telah menganggu roh-roh jahat yang bersemayam di kedalaman hutan. Roh jahat dengan sepasang mata merah menyala mendatangi desa kecil dengan membawa kutukan turun temurun.


Setelah mengutuk sebuah desa, roh jahat itu akan meminta seorang gadis perawan di malam bulan purnama untuk mengentikan kutukannya. Sampai saat ini, legenda itu masih di yakini oleh penduduk desa dan masih memberikan sebuah tumbal kehidupan kepada kegelapan.


Namun sayangnya, malam ini adalah malam bulan purnama sebentar lagi persembahan itu akan tiba.


Sepanduk merah kematian kini terlihat menyusuri jalananan yang terlihat kelam dan juga berkabut serta hawa yang sunyi, sepanduk yang di pikul orang-orang menuju tempat perbukitan segelap malam dengan hawa dingin yang berkabut. Di belakang sepanduk merah terlihat puluhan orang bertudung berjalan mengiringi di belakangnya.


Sepanduk yang di sebelahnya terdapat peti mati yang di angkat sekitar empat orang, di dalamnya ada sosok yang tertidur yaitu seorang gadis perawan berumur enam belas tahun.


Di sebelahnya juga terlihat seorang wanita tua yang berjalan tertatih sambil berlari menyusul puluhan orang yang bertudung, dia menatap naas peti mati yang di bawa oleh mereka.


"Tidak! Feiyin!" Dia menjerit serak menatap kepergian cucu perempuannya.


Dia berlarian sekuat tenaga dengan sepasang kaki tuanya sampai beberapa kali terjatuh dan nenek itu hanya bisa menatap tanpa daya kepergian yang tidak bisa di jangkau oleh sepasang tangan tua miliknya.


Semakin berlari sampai bisa menjangkau seorang warga desa yang bertudung.


"Feiyin! Kembalikan cucuku!"


Seorang warga desa bertudung menatapnya iba, dia juga bisa merasakan pasti sakit jika satu-satunya keluarga di jadikan tumbal untuk kemakmuran desa. Kenapa dosa satu desa di pikul seorang gadis? Dunia ini tidak adil! bukan, dari awal ini memang sudah tidak adil.


"Tenanglah nenek Rong." Warga itu menenangkan Rong Su yang kini lemas hampir pingsan.


Rong Su memukul jatuh warga itu lalu berlari ke puluhan warga bertudung. "Feiyin! Feiyin!"


Seorang gadis berumur enam belas tahun terbaring di peti mati, meskipun peti mati itu kedap suara gadis itu yakin jika Rong Su pasti mengejarnya. Sudah enam belas tahun Rong Feiyin hidup bahagia dengan sederhana bersama neneknya Rong Su, dan malam ini seharusnya menjadi hari bahagia bagi Rong Feiyin dengan memakan roti kukus setiap tahun buatan Rong Su untuk mengingat hari kelahirannya, namun tidak di sangka dewa akan membuat ini menjadi malam pengingat kematiannya.

__ADS_1


"Maaf nenek, setelah hari ini aku tidak akan bisa memakan roti kukus lagi.."


Gadis itu menutup lemas sepasang mata hitamnya, dia juga terpejam bersama butiran bening yang langsung terjun dengan derasnya dari ekor matanya. Hatinya berulang kali menjerit agar Rong Su melepaskan kepergiannya dan dia tidak kuasa membayangkan kesepian wanita tua itu setelah malam ini berakhir.


"Feiyin!!"


Rong Su kini di hadang tiga warga desa bertudung menghentikan langkahnya, Rong Su tergulai lemas seketika dan jatuh ke tanah dengan keras. Lututnya terasa perih dengan darah keluar, sakit itu tidak sebanding saat melihat cucunya pergi untuk menjemput kematian. Matanya mulai samar menatap peti mati merah darah yang semakin menjauhinya, matanya terpejam pingsan satu-satunya yang di ingatnya saat Rong Feiyin tersenyum merkah sebelum malam ini tiba..


Adalah senyuman yang tidak bisa dia lepaskan.


Tiga warga bertudung itu terkejut melihat wanita tua di hadapannya yang tiaba-tiba pingsan dan salah seorang warga itu berkata. "Nenek Rong!?"


Salah satunya berujar agar Rong Su di bawa kembali ke desa. "Kamu bawalah nenek Rong kembali dan pastikan dia untuk beristirahat."


Seorang yang paling muda mengangguk mengerti. "Baik."


"Semoga kegelapan memberi kemakmuran desa! semoga kegelapan menghentikan amarahnya dengan satu gadis perawan setiap malam bulan purnama!"


Setelah mengucapkan harapan, semua warga bertudung mulai berlalu pergi menyisakan Rong Feiyin terbaring di dalam peti mati sendirian.


Rong Feiyin hanya merasakan bahwa peti matinya sudah tidak mengalami goncangan. Rong Feiyin lalu mencari celah di antara peti mati untuk mengambil udara dan dia merasa benar-benar sudah kehilangan nafasnya dan setelah berusaha keras, akhirnya peti itu bisa terbuka dari dalam.


Sepasang mata hitamnya menatap kabur sekelilingnya yang gelap gulita, dia berada di tengah hutan dengan gubuk kecil berwarna merah darah. Pasti tempat ini markas perjanjian dengan para kegelapan jadi apakah ini perjanjian dengan dunia bawah? Karena pasti tidak mungkin alam langit membuat perjanjian seperti ini.


Rong Feiyin berjalan menyusuri kegelapan malam dan karena dia tidak tahu harus melangkah ke mana dan sepasang kaki lemasnya tidak bisa berhenti sampai sosok orang di depannya menghentikan langkahnya.


Sosok yang berdiri di depannya tidak pendek juga tidak terlalu tinggi dan semua kulit-kulit perempuan itu yang bagaikan lusinan mangnolia bermekaran terlihat begitu mempesona di bawah cahaya bulan.

__ADS_1


Qiuxi melirik sedikit ke arah Rong Feiyin sebelum dia bertanya pada sistem di kepalanya. "Apa di sini sudah termasuk ke daerah Beifang?"


Sistem menganggukkan kepalanya. [Benar.]


Sistem kemudian melanjutkan untuk berkata. [Apa kau ingat perjanjian kita sebelumnya yang membuatmu bisa membunuh seorang Cheng Shuang?]


Qiuxi mengangguk sedikit dan sistem kembali berkata. [Selain pergi ke wilayah yang lebih besar dan menyembunyikan identitas agar tetap di kenal sebagai Lin Qiu Xi yang gagap, lemah dan sampah. Sistem secara pribadi mengirimmu ke daerah yang berkonflik, dan tugas mu untuk meredakan krisis itu agar mendapatkan kemampuan yang bisa menyelamatkan nyawamu meski di ambang kematian sekalipun!]


Qiuxi terlihat tertarik. "Kemampuan yang bisa menyelamatkan kematian?"


[Ya!] Sistem berkata dengan percaya diri. [Jadi lakukan tugas mu untuk mendapatkan kemampuan curang ini!]


Tanpa di perintahkan sistem menjelaskan secara terperinci. [Di sini termasuk kawasan Beifang lebih tepatnya di desa yang terkutuk dan setiap tahun desa ini akan menumbalkan seoramg gadis demi kemakmuran desa dan kejadian ini sudah berlangsung selama ratusan tahun. Jadi tugasmu untuk meredakan krisis seperti ini agar tidak terjadi lagi di masa depan!]


Qiuxi mengangguk dan langsung mengerti jika gadis di depannya mungkin yang di maksud oleh sistem.


Jadi dia segera bertanya pada gadis di depannya. "Siapa namamu?"


Melihat sosok perempuan yang bertanya padanya Rong Feiyin terbengong sejenak. "Aku.. Rong Feiyin."


Qiuxi juga tidak terlalu suka berbasa-basi, dia menyimpitkan setengah matanya dan bertanya dengan ekspreksi acuh tak acuh. "Apa kau ingin hidup?"


Di pertanyai seperti itu, wajah Rong Feiyin terlihat gelisah. "Maaf aku memang tidak tahu siapa nona sebenarnya, bohong rasanya jika aku sendiri tidak ingin hidup. Tapi jika aku tidak menjadi tumbal di sini, maka desa tidak akan pernah terbebas dari kutukan untuk selamanya."


Mendengarnya, Qiuxi mendesah nafas dan dia kemudian berkata dengan suara dingin. "Aku tidak peduli dengan kemakmuran atau keselamatan desamu."


Dia tertawa kecil, bibirnya tertarik ke atas seperti senyuman tapi juga bukan sebuah senyuman.

__ADS_1


"Ku ulangi sekali lagi, apa kau ingin hidup?"


__ADS_2