Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Dia bukan putriku


__ADS_3

Yin Yifei berjalan tenang dan dia kemudian mengambil rubah yang di bawa oleh Chen Yu.


"Lord ku mempunyai beberapa urusan dengan rubah kecil ini."


Yin Jinze menerimanya dan berkata pada Chen Yu. "Aku tidak bisa menyembuhkannya, bukan berarti rubah ini tidak bisa di sembuhkan."


Seekor Holy Beast tidak bisa di sembuhkan begitu saja oleh sembarang tabib, mereka hewan spiritual yang berada di luar pemikirkan manusia dan sangat sulit menyembuhkannya jika terluka parah. Namun ada satu Tabib Ilahi yang sangat terkenal di kultivasi dan kabarnya hanya dengan beberapa ramuan dari Tabib Ilahi seseorang yang hampir mati yang hanya menyisakan satu tarikan nafas akan hidup kembali setelah meminum obat darinya.


Cara kerja ramuan Tabib Ilahi seperti menentang aturan kehidupan, menarik jiwa yang menyebrang di jembatan ketidakberdayaan, bukan untuk bereinkarnasi melainkan untuk kembali ke tubuh semula.


"Aku akan mencari Tabib Ilahi." Kata Yin Jinze.


Yin Yifei mempertajam pendengarannya. "Tabib Ilahi? Lord ku, itu hanya cerita yang beredar dan tidak ada yang pernah bertemu dengan Tabib Ilahi, dan banyak yang tidak mempercayai keberadaannya karena seperti kemampuannya telah di lebih-lebihkan. Jika memang ada, aku tidak yakin dia masih hidup karena Beiba sudah lama hancur."


Yin Jinze tersenyum misterius. "Aku yakin dia masih hidup setelah kehancuran itu."


Dia melihat ke arah Chen Yu dan bertanya. "Bagaimana kau bisa bertemu dengan rubah ini?"


Perkataan Yin Jinze terdengar dingin karena kesal, sepertinya perasaan terusik itu tidak di tunjukkan pada Chen Yu melainkan rubah putih itu sendiri.


"Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja dan sudah dalam keadaan yang terluka parah."


"Rubah ini terluka parah di dalamnya." Kata Yin Jinze yang seketika membuat Chen Yu terkejut.


"Dia terluka parah?"


Yin Jinze berdehem sedikit dan memberi pertanyaan yang lebih penting pada Yin Yifei. "Apa tadi rubah ini sempat bertemu dengan gadis itu?"


Perkataan Yin Jinze menggantung sedikit kemudian berbatuk pelan. "Gadis kecil yang memanggilku ayah."


Yin Yifei tertegun sejenak lalu tersenyum penu. "Ah! maksudnya Xi'er?"


"Tentu saja belum." Kata Yin Yifei.


Yin Jinze seperti memiliki ekspreksi lega, tapi wajahnya tetap dingin seperti es. "Bagus, jangan pertemukan mereka dulu tanpa perintah ku."

__ADS_1


Karena sedikit aneh, Yin Yifei mencoba bertanya. "Ke-kenapa Lord ku?"


Yin Jinze menjawabnya tenang. "Dia menyukai hewan kecil yang berbulu halus, dan aku tidak suka."


Yin Yifei, "...."


Wajah Yin Jinze semakin dingin seperti bisa membekukan udara di ruangan. Dia mulai mengingat saat rubah itu berubah menjadi pria rupawan yang selalu menjadi penengah dengan Lin Qiu Xi, sungguh dia ingin membakar dan meremukkan Feng Shui menjadi berkeping-keping!


Yin Yifei hanya bisa tersenyum kering, maksudnya Lord Yin tidak ingin kalah popularitas di depan gadis kecil dengan seekor rubah?


"Haha.. Xi'er pasti lebih memilih anda Lord ku."


Chen Yu yang dari tadi diam kemudian membuka mulutnya dan bertanya. "Apakah anda pemilik Xiao Ruby?"


Begitu mendengarnya Yin Jinze langsung berkata dengan dingin. "Bukan."


Chen Yu bertanya lagi. "Bisakah aku yang membawanya, sampai Xiao Ruby bertemu dengan pemilik aslinya?"


Yin Jinze berdehem, lagi pula dia tidak ingin rubah kecil itu mengganggunya untuk selalu menempel di sekitar Lin Qiu Xi. Dia berencana untuk mengembalikannya setelah menemukan Tabib Ilahi, tapi tentu saja Yin Jinze tidak ingin rubah itu sembuh dengan cepat dan berubah menjadi manusia bernama Feng Shui, kemudian pria menjijikkan itu akan menempel pada nonanya setiap waktu.


Memikirkannya saja Yin Jinze ingin memijat kepalanya, tapi dia tidak lupa untuk memberikan perintah. "Cari Tabib Ilahi di manapun."


Dia mengangguk kemudian menghilang seperti tertelan ruang.


Di sisi lain Chen Yu masih saja tertegun melihat pembelah dimensi milik Yin Yifei, jika pria sehebat itu tunduk di depan Lord Yin dan menundukkan kepalanya, maka pasti kekuatan Yin Jinze tidak bisa di ragukan lagi lebih hebat dari siapapun.


Dan tiba-tiba, suara gadis kecil terdengar di belakang mereka. "Ayah!"


Chen Yu menatap terpaku seorang gadis kecil yang terlihat amat muda darinya yang terlihat begitu anggun. Tapi ekspresi itu segera tersingkir menjadi tatapan tidak percaya melihat Yin Jinze mengendong gadis kecil itu hanya dengan satu tangan dan terlihat begitu dekat, seperti keluarga bahagia antara ayah dan anaknya. Dan ekspereksi dingin di wajah Yin Jinze langsung menguap di telan asap begitu ada kehadiran gadis kecil itu.


Dia tidak pernah mendengar Lord Yin yang terhebat di dunia kultivasi memiliki seorang putri!


Seperti tahu pikiran Chen Yu, Yin Jinze sedikit menarik ujung bibirnya. "Dia bukan putriku."


Gadis kecil itu mengembung kesal. "Huh! Ayah kau tidak mengakui ku?"

__ADS_1


Iris Qiuxi menyapu bocah kecil yang sangat tidak asing baginya, bukankah itu Chen Yu yang menjadi salah satu dari Jenderal Hantu yang dia punya?


Kenapa bisa ada di Mansion Yin?


Setelah menghilang membawa pergi rubah putih sebelumnya, Yin Yifei muncul dan seketika itu dia lalu berbisik di telinga Yin Jinze. Dan saat mendengar laporan itu, Yin Jinze menerimanya dan melirik ke arah Qiuxi. "Aku sekarang mempunyai beberapa urusan, kalian bisa pulang dan bermain sendiri."


Qiuxi, "...."


Dia lalu memerintah Yin Yifei untuk mengantar mereka kembali, Yin Yifei langsung berkata patuh. "Baik, Lord ku."


Yin Jinze langsung menghilang setelah menerima laporan dari Yin Yifei.


Yin Yifei kemudian berjongkok dan mengulurkan dua tangannya ke Qiuxi. "Ikut paman Fei, Xi'er."


Qiuxi tidak mempedulikannya, dia masih menatap tempat Yin Jinze yang telah kosong. "Paman Fei, kenapa ayah buru-buru sekali?"


"Tentu saja Lord ku harus menyelesaikan urusan yang mendesak." Kata Yin Yifei.


Urusan mendesak bagi seorang Lord Yin, pasti bukanlah urusan sepele. Jika tidak ada sangkut pautnya dengannya Qiuxi tidak peduli jadi dia segera mengulurkan tangannya dan menyambut tangan Yin Yifei untuk bisa mengendongnya.


Melihat gadis kecil itu yang sebelumnya hanya patuh pada Lord Yin membuat Yin Yifei sekarang tersenyum senang.


Yin Yifei kemudian mengambil Chen Yu untuk di dekatnya lalu menghilang bersama.


Saat berada di Mansion Yin, Qiuxi sedikit mengingat sesuatu dia kemudian berkata pada Yin Yifei. "Paman Fei, bisakah kita ke bukit Huiyi sebentar?"


Yin Yifei sedikit terkejut. "Xi'er kau mengetahui sesuatu tentang bukti Huiyi?"


Qiuxi menganggukkan kepalanya. "Bagaimana aku tidak tahu paman Fei, aku tinggal di Nanfang yang dekat perbukitan Huiyi, tentu saja aku akan tahu."


"Seolah menyesal Yin Yifei berkata dengan sedih. "Aku tidak bisa membawamu kesana tanpa persetujuan dari Lord."


Qiuxi bertanya. "Kenapa? Aku ingin ke sana."


Dan saat turun Qiuxi tidak lupa untuk menginjak kaki Yin Yifei dan berteriak marah. "Paman Fei selalu menindas ku dan Xixi akan mengadukan pada ayah!"

__ADS_1


Dia kemudian menarik tangan Chen Yu dan berlari, Qiuxi juga menoleh ke arah Yin Yifei. "Jangan mengikuti kami! Atau aku benar-benar mengadukan pada ayah bahwa paman Fei seorang penindas!"


Yin Yifei, "...."


__ADS_2