Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Berpisah dengan Bai Qingyun


__ADS_3

Sejurus kemudian rombongan Qiuxi telah sampai di hutan spiritual zona dua, begitu melihat lima orang datang bersama nonanya dengan selamat membuat Feng Shui tidak bisa melepaskan senyuman untuk nonanya sekalipun dan dia terus tersenyum hangat ke arahnya.


Qiuxi lalu memerintahkan tiga puluh lebih orangnya untuk berpencar di pasar gelap namun harus di dekat Penginapan Gerhana Bulan Sabit, karena jika tiga puluhan organ-organya menginap di penginapan yang sama pasti akan menarik perhatian yang tidak perlu.


Qiuxi membuka mulutnya dan berkata tenang. "Aku sekarang berada di Penginapan Gerhana Bulan Sabit, tidak akan bagus jika aku pulang membawa orang sebanyak ini."


Dengan sekali kedipan mata, puluhan orang itu langsung lenyap menghapus keberadaan mereka seperti tidak pernah ada di sana sebelumnya dan hanya menyisakan beberapa orang di sekitar Qiuxi.


Hao Xuan di hadapan Qiuxi kemudian menunduk dan berlutut, setelah mendapat anggukan dari Qiuxi dia lenyap dan langsung menyusul puluhan orang lainya yang sudah pergi lebih dulu. Dan kemudian di sana menyisakan tiga orang, Qiuxi Feng Shui dan Chen Yu.


Chen Yu berkata hati-hati saat mata hitam Qiuxi menatapnya tajam dan dingin, dia berkata dengan takut. "Aku tetap ingin bersama kakak master.."


Qiuxi tetap datar di wajah yang tanpa ekspresi, dia tidak mengangguk juga tidak menggeleng jadi Chen Yu menganggap diamnya Qiuxi sebagai tanda kesetujuan lagi.


Chen Yu berkata senang. "Trimakasih!"


Itulah sebabnya Qiuxi tidak ingin memiliki anggota pasukan anak kecil, itu akan membuatnya kerepotan di masa mendatang. Saat memikirkan dia akan di ganggu tingkah Chen Yu, Qiuxi sudah lebih dulu memijat kepalanya yang berdenyut.


Ketiganya lalu langsung menuju Penginapan Gerhana Bulan Sabit dan Qiuxi terbang dengan rune dan dua lainnya mengunakan ilmu meringankan tubuh mereka yang tidak terlalu lambat juga tidak terlalu cepat, namun dengan kecepatan yang pas untuk mengikuti langkah gadis itu di belakangnya.


Sesampainya di penginapan dan tepatnya di depan kamar yang di pesan Qiuxi, di sana sudah berdiri seorang pria berumur hampir dua puluh tahun memperlihatkan wajah putihnya yang semakin mendominasi di wajah yang sangat tampannya, Bai Qingyun berdiri dan menunggu di sana, sosoknya memakai stel pakaian berwarna hijau rumput yang menyenangkan mata seolah-olah memamerkan keagungan Paviliun Seribu Obat.


Bai Qingyun ingin memasuki kamar Qiuxi, kamar yang begitu hening tanpa tanda kehadiran di dalamnya dan tangannya terulur gagang pintu berniat membukanya, tapi sekejap kemudian dia menghentikan aksinya dan memilih untuk berbalik dan pergi. Namun saat dia berbalik, dia melihat dua orang yang di kenalnya itu datang bersama seorang anak laki-laki asing berusia sembilan tahun.


Kali ini Feng Shui yang pertama kali angkat bicara padanya. "Apa yang sedang kamu lakukan?"


Bai Qingyun buru-buru berkata. "Aku hanya ingin memberi tahu Qiu'er, kalau kami akan segera kembali ke Paviliun kami. Jadi.."


Sudah lebih satu minggu mereka berada di pasar gelap dan menginap di Penginapan Gerhana Bulan Sabit, sudah waktunya Bai Qingyun kembali menjalankan tugas sebagai manager Paviliun Seribu Obat yang telah lama tertunda.

__ADS_1


Kemudian Bai Qingyun melanjutkan untuk berkata. "Datanglah berkunjung kapanpun, pintu Paviliun kami akan selalu terbuka."


Qiuxi sedikit tersenyum dan berbicara sopan tanpa implikasi apapun saat dia berhari-hari ini mengenal Bai Qingyun, dengan bantuan dari paviliun Bai Qingyun serta mengenal penatua Huaran dan Bi An semuanya menjadi lebih mudah dari apa yang dia perkirakan. Dan jika dia tidak mendapat bantuan seperti ini, mungkin dia sudah tertangkap oleh Xiao Sishan jauh sebelumnya.


Namun perioritasnya bukan lagi tentang dirinya sendiri untuk menjadi orang yang berbeda dengan dia sebelumnya, melainkan karena keegoisannya sebagai seseorang yang mengalami traumatis di Jakarta, dia sampai melupakan keluarga dari tubuhnya yang dia pinjam dan membahayakan beberapa orang.


Dia melihat Bai Qingyun kemudian Qiuxi tersenyum tulus. "Terimakasih, aku tidak akan menolak niat baik kalian."


Begitu melihat senyuman Qiuxi untuk pertama kalinya, bukan seolah-olah senyuman dingin dan acuh tak acuh tanpa keterikatan apapun, begitu melihatnya Bai Qingyun terdiam sejenak.


Bai Qingyun terpaku melihat senyum pertama kali dari gadis bergaun semerah darah di hadapannya itu. Matanya juga melihat iris hitam Qiuxi yang sedikit menyipit, dan sedikit melengkung ke bawah dan juga senyuman yang tulus dan tanpa di buat-buat.


*


Di pagi harinya, Huaran dan Bai Qingyun kembali menemui Qiuxi untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum mereka kembali ke Paviliun Seribu Obat setelah mengemasi beberapa barang-barang mereka.


Melihat Qiuxi, Huaran mendesah nafas. "Aku selalu ingin melihat lebih jauh kejutan darimu Qiu'er, sepertinya orang tua ini tidak memiliki kesempatan dalam waktu dekat."


Huaran langsung terkesiap melihat Qiuxi tidak lagi memanggilnya orang tua seperti sebelum-sebelumnya, tetapi gadis kecil itu bahkan sekarang memangil nama serta gelarnya tidak seperti biasanya, Huaran berkata dan tersenyum sambil mengusap pucuk ekor matanya yang sedikit berair.


"Qiu'er kamu akhirnya melunak juga, orang tua ini sampai tersenyum bahagia dan orang tua ini merasa sedikit tersentuh."


Bai Qingyun memberi isyarat untuk segera pergi. "Penatua Hua."


Huaran mengangguk dan kemudian mereka terbang menggunakan pedang, saat beberapa langkah Huaran berbalik. "Sampai bertemu kembali."


Qiuxi mengangguk sebagai tanggapan.


Dengan perintah Qiuxi, Chen Yu dan Feng Shui kembali memasuki kamar penginapan Qiuxi. Saat mereka berjalan, Feng Shui melihat ke arah Chen Yu.

__ADS_1


"Tunggu dulu apa yang ada di dalam pakaian mu?"


Chen Yu menatap Feng Shui heran kemudian mengeluarkan ular putih dari pakaiannya. "Ular yang aku kontrak darah dengan bantuan kakak master."


Feng Shui menatap ular yang tertidur di tangan Chen Yu yang tidak bisa membuatnya menahan tertawa yang hampir meledak. "Aku tidak memperhatikan sebelumnya kalau kau berhasil menjinakkan ular ini."


Chen Yu masih menatap Feng Shui heran, dia bertanya lagi. "Kenapa kamu menertawakannya?"


Feng Shui semakin tertawa keras tak tertahankan dan dia terus tertawa terbahak-bahak. "Jika kau tahu betapa angkuhnya ular itu, dia pasti langsung muntah darah mendapat bocah ingusan seperti mu menjadi pemiliknya."


Karena ular Chen Yu adalah raja dari para binatang liar, dan seekor Holy Beast terkenal dengan kesombongan dan keangkuhannya jadi saat tahu pemiliknya seorang bocah yang rambutnya belum sepenuhnya tumbuh, seekor Holy Beast akan muntah sampai berdarah-darah.


Chen Yu membuka mulutnya dan dia berkata. "Dia tadi telah muntah darah saat aku mengikat kontrak dengannya."


Feng Shui, "...."


Feng Shui berhenti tertawa. "Hmm itu bagus, kamu sudah memberinya nama?"


Chen Yu mengangguk kemudian berkata dengan percaya diri. "Dia kecil dan terlihat seperti ular Boa. Maka Xiao Boa, nama ular kecil ini Xiao Boa."


Feng Shui berbatuk pelan. "Uhuk! Hei.. apa kau tahu seberapa besar wujud dia sebenarnya? Kenapa memberinya nama Xiao?"


/Xiao : kecil.


"Aku tahu, besarnya hampir setengah dari gua raksasa di hutan spiritual zona satu." Chen Yu mengangguk.


Feng Shui mengeryitkan sebelah keningnya. "Bukankah ukurannya terlalu besar untuk nama Xiao?"


Chen Yu menatap heran Feng Shui, dia bertanya serius sambil mengulurkan tangannya. "Lihatlah bukankah Xiao Boa sekarang ular kecil yang muat tidur di tanganku?"

__ADS_1


Feng Shui, "...."


__ADS_2