
Di sisi lain dari pertemuan Xiang Xiang dengan Qiu Xize Zenbei, sekarang sudah lebih dari dua bulan bagi Feng Shui menjalani kehidupan mengembara tanpa tujuan ke mana dia akan pergi, setiap langkahnya dia merasakan bahwa kakinya semakin berat dan kesepian.
Dia selalu berfikir kemana dia harus pergi jika dia tidak pada nonanya, dan Feng Shui tidak mempunyai tujuan jika dia tidak melangkah ke arah Lin Qiu Xi.
Selama berbulan-bulan itu, Feng Shui menemui banyak kesulitan saat dia menjalani perjalanan ke daratan, dan banyak peristiwa baik atau buruk sudah dia lalui sendirian. Suatu ketika dia bertemu teman seorang perempuan muda bernama Yuang Yushi, yang sempat dia selamatkan dari sekawanan perampok.
Untuk mengucapkan rasa terimakasihnya Yuang Yushi mulai saat itu menjadi teman perjalanan Feng Shui kemanapun dia pergi. Dan Feng Shui sendiri tidak berniat untuk mengusirnya karena menghargai niat baiknya.
Setelah Yuang Yushi bergabung dalam perjalanan Feng Shui, dia tidak terlalu bodoh untuk memahami masalah apa yang di pikirkan oleh teman perjalanannya.
Mulai dari wajah Feng Shui yang selalu muram dan lemas. Hingga sampai beberapa kali Yuang Yushi dapat menghitung berapa kali Feng Shui melamun, dan matanya yang terlihat merah dan kelelahan sampai-sampai di bawah mata kemerahan Feng Shui ada dua kantong mata yang tembam.
Yuang Yushi melihatnya kemudian hanya mendesah nafas, karena faham betul bahwa itu adalah tanda-tanda gejala patah hati Feng Shui.
Yuang Yushi mulai topik pembicaraan pada Feng Shui pertama kali sedikit agak dengan bercanda. "Feng Feng kultivasi mu tinggi aku tahunya saat kau melawan perampok dengan sangat mudah, dan juga wajahmu sangat tampan."
"Dengan wajah menakjubkan seperti itu aku tidak khawatir hubungan asmara mu, kenapa kau murung seolah khawatir tidak akan ada orang yang akan menyukai mu?" Melihat ke arah Feng Shui, Yuang Yushi tersenyum kecil. Orang berkultivasi tinggi dan memiliki wajah enak di pandang seperti Feng Shui ada wanita yang menolaknya?
Yuang Yushi merasa tidak percaya karena dari segi apapun dia melihat ke arah Feng Shui, maka sosok itu akan menimbulkan decak kagum dari segerombolan para gadis.
Feng Shui masih berjalan di depan Yuang Yushi, sepenuhnya mengabaikannya.
Yuang Yushi tersenyum dan setelah beberapa saat dia kembali berbicara. "Melihat betapa labilnya wajahmu, ini adalah kekalahan pertama mu kan? Siapa orang yang mengalahkan mu, apa dia sama luar biasa tampannya seperti dirimu?"
__ADS_1
Memikirkan bagaimana Yin Jinze yang selalu bisa mengalahkannya untuk mendapatkan Lin Qiu Xi, Feng Shui memperlambat langkahnya kemudian menoleh ke belakang dan dia melihat ke arah Yuang Yushi. "Kekalahan ku yang ke dua, pada orang yang sama."
Mendengar pengakuan Feng Shu secara tidak terduga karena di tolak oleh seseorang Yuang Yushi tidak tahan untuk tidak terkejut, jadi orang itu merebut dua kali orang yang di sukai Feng Shui dan bahkan gadis itu menolaknya?
"Jadi.. siapa orang yang pertama kali kamu sukai Feng Feng?"
Ekspresi Feng Shui tidak bergeming. "Sama orang yang ku sukai sekarang."
Yuang Yushi, "...."
Yuang Yushi hampir salah bicara, kau menyukai satu orang.. dan di kalahkan dua kali? Dan di tolak dua kali? Betapa menyakitkannya itu!
Dia melangkah di sebelah Feng Shui, lalu melihat beberapa detik di wajah pucat Feng Shui yang di penuhi kesedihan dan Yuang Yushi segera menepuk pundak Feng Shui untuk menghibur. "Apa pentingnya itu? Lupakan saja! Jalan mu masih panjang!"
Yuang Yushi kemudian tersenyum. "Aku juga dulu pernah menyukai seseorang, dia cukup tampan dan berhati lembut. Ketika kami masih kecil kami bermain di dekat danau dan memancing ikan. Saat dia mendapatkan ikan sebesar satu jengkal aku bertanya 'kenapa kau melepaskannya?' Tapi kemudian orang yang aku sukai melepaskan ikan yang susah payah dia pancing, agar ikan itu bisa tumbuh dewasa dan berkembang secara layak. Saat itu aku mulai menyukainya, bahwa tidak ada pria lain yang akan sebaik hati melebihi dia."
"Setelah dewasa aku sadar.. alasan dia menolakku. Bahwa aku hanya menyukai kebaikan hatinya saat melepaskan ikan, itu hanya kekaguman. Itu bukan cinta!"
Ekspresi wajah Feng Shui agak berubah dan dia diam-diam menajamkan telinganya untuk mendengar yang di katakan Yuang Yushi padanya.
Dia lalu berjalan di belakang Yuang Yushi, dan mengikutinya. Dia mendengar Yuang Yushi di depannya bergumam sendiri sambil mengelus perutnya. "Ah, aku lapar!"
Mereka kemudian memasuki restoran kecil, memesan dua mangkuk sup dan minuman. Setelah perut mereka kenyang Yuang Yushi masih memesan tiga kue kembung beras sambil memakannya di jalan.
__ADS_1
Saat sudah makan satu Yuang Yushi melihat anak kecil melirik kue kembung beras di tangannya dan memberikannya dua, dia lalu bertanya. "Apakah itu enak, apa kau menyukainya?"
Kue itu masih panas, begitu di gigit isi roti di dalamnya akan meleleh. Anak kecil itu berkata sambil mengigit rotinya. "Karena rotinya enak, pasti aku menyukainya."
Yuang Yushi menunjuk ke orang yang menggoreng roti. "Kalau begitu kau juga menyukainya?"
Anak kecil itu melihat ke orang yang menggoreng roti, kemudian menganggukkan kepalanya. "Aku menyukainya! Tentu saja aku juga menyukai orang yang membuat roti seenak ini."
Yuang Yushi masih bertanya. "Kalau begitu apa setelah dewasa kau ingin menikahinya karena menyukainya?"
Anak kecil itu menggelengkan kepalanya. "Kata ibuku jika menikah harus dengan yang di cintai. Aku hanya menyukainya karena dia pandai menggoreng roti! Itu bukan cinta!"
Yuang Yushi tersenyum dan mengelus kepala anak kecil itu. "Kau lebih pandai sewaktu kita seumuran."
Setelah anak kecil itu pergi sambil membawa dua kue kembung beras, Yuang Yushi kemudian bertanya ke arah Feng Shui. "Apa kau tahu kekalahan mu kedua kali? Itu benar cinta atau hanya sekedar perasaan dari hal kecil, seperti kesukaan menggoreng roti atau kekaguman melepaskan ikan?"
Feng Shui melihat ke arahnya, ke arah anak kecil yang berlari kemudian termenung. Meskipun pembicaraan Yuang Yushi terdengar lelucon seperti kesukaan menggoreng ikan dan kekaguman melepaskan ikan bukan termasuk perasaan cinta pada seseorang, maka apa perasaan dia pada Lin Qiu Xi yang sebenarnya?
Perasaan Feng Shui pada Lin Qiu Xi, apa itu cinta atau kekaguman seperti Yuang Yushi dan anak kecil itu? Karena Feng Shui selalu mengklaim dirinya sendiri, bahwa obsesinya pada Lin Qiu Xi adalah cinta yang tidak berdasar dan tidak mengharapkan imbalan.
Dia hanya takut bahwa Lin Qiu Xi menjauhinya, membencinya, atau tidak ingin melihatnya.
Tapi kenyataannya sekarang gadis itu mengusirnya dan mengakhiri kontrak ikatan darah hanya karena tahu Feng Shui sebenarnya adalah seekor rubah putih yang memiliki bentuk manusia.
__ADS_1
Setelah pengusiran itu, apa dia bisa kembali ke sisi Lin Qiu Xi meskipun dia menjadi seekor binatang peliharaan?
Hanya beberapa bulan jauh dari gadis itu, sekarang Feng Shui ingin bisa melihat Lin Qiu Xi lagi.