Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Perempuan asing menghambat kereta Qiuxi


__ADS_3

Saat dalam perjalanan ke Nanfang menggunakan kereta, selain Qiuxi semua rombongannya menunggangi kuda seperti Chen Yu dan Feng Shui mereka adalah orang yang mengikuti di bagian belakang Qiuxi.


Karena merasa tidak biasa dengan berjalanan yang jauh, Chen Yu mengusap kepala Xiao Boa dan bergumam. "Apa kau bisa berubah menjadi besar? Aku ingin naik ke kepalamu dan tidur karena perjalanan ini sangat melelahkan.."


Mendengar perkataan Chen Yu yang merendahkan harga dirinya, Xiao Boa langsung mengeluarkan aura pembunuh tanpa sengaja membuat ratusan prajurit kekaisaran menggigil ketakutan dengan tubuh tiba-tiba meremang yang mereka tidak tahu apa sebenarnya penyebabnya.


Saat Xiao Boa marah karena seolah-olah harga dirinya sebagai raja para binatang spiritual tidak ada harganya batang setipis kertas di hadapan Chen Yu membuat Feng Shui berkata pada Xiao Boa dengan transmisi suara mereka.


"Hei Ular kau mau ku buat cacat sekarang juga?" Dalam transmisi suara, Feng Shui berkata sangat dingin.


Karena merasakan anggota kekaisaran kurang beraturan, Qiuxi juga memarahi ular itu menggunakan transmisi suara. "Jika kau tidak menarik kembali aura pembunuh itu, maka aku pastikan kau tidak akan bisa mengeluarkannya lagi."


Perkataan keduanya sedingin jurang neraka membuat Xiao Boa menelan ludah sendiri dan menarik kembali aura pembunuhnya, ketika dia sudah menarik kembali hawa dingin yang dia keluarkan maka langsung membuat beban yang menekan ratusan prajurit hilang tanpa tersisa.


Xiao Boa mendengus kesal dan berkata dengan dirinya sendiri. "Dasar! Keduanya berhati kejam!"


Perjalanan kembali ke Nanfang akan menempuh waktu sehari penuh jika dengan ilmu meringankan tubuh, namun membutuhkan sekitar empat hari jika menggunakan kereta kuda, apalagi rombongan dengan ratusan prajurit akan menghambat waktu mereka sampai ke Nanfang menjadi tujuh harian penuh.


Di dalam kereta Qiuxi mendesah malas melihat kecepatan lambat rombongan mereka dan irisnya yang berwarna hitam kini terlihat perlahan semakin menyimpit saat si empunya merasa bosan, ketika dia merasa bosan sewaktu hidup pertamanya di Jakarta dulu dan masih memiliki perusahaan JX grup, maka ayahnya dan Qiu Liang akan mengajaknya pergi ke manapun tapi Qiuxi lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama ayahnya dengan memainkan game online di komputer.


Tapi sekarang dia berada di zaman kuno, jadi untuk menghindari rasa kantuknya Qiuxi hanya bisa memainkan catur dengan melawan dirinya sendiri, dan dia menggerakkan pion hitam sebagai Pasukan Hantunya dan pion putih adalah pengganti musuhnya. Setiap pion dia letakkan dengan cara hati-hati dengan pikiran matang, saat pion putih mendesak pion hitam Qiuxi tidak tahan untuk tersenyum picik di bibirnya karena dia sangat suka melihat skala kemenangan menari sesuai keinginannya.

__ADS_1


"Dan putri ini sangat suka bermain peran kakak sepupu perempuan Lin Sili. Jika kamu bermain peran berpura-pura baik, kenapa putri ini tidak boleh bermain peran dengan berpura-pura lemah?"


Saat Qiuxi bergumam kecil dengan dirinya sendiri, dia tiba-tiba merasakan kreta kudanya berhenti dan tidak lama kemudian mulai terdengar di luar adalah suara seorang perempuan yang berusaha untuk menghentikan laju keretanya.


"Kumohon bawa aku bersama kalian, kalian rombongan Kekaisaran Nanfang? Aku bisa melakukan apapun asalkan bisa bertemu putri Lin kalian!"


Tetua Ma mendatanginya, dan dia langsung menaruh pedang di leher perempuan yang menghadang jalan rombongan itu sebelum dia bertanya dengan suara mengancam. "Apa yang kamu inginkan dengan menemui putri kami?"


Perempuan itu tergagap takut. "Ak.. aku..."


Karena kegaduhan itu Qiuxi kemudian melihatnya di balik tirai tandu kereta dan seorang perempuan berumur dua puluh tahunan yang terlihat begitu terengah-engah karena energi spiritualnya terkuras habis untuk mengejar rombongan kekaisaran. Dan saat Qiuxi melihat perempuan itu dia ingat pernah bertemu perempuan itu sekali saat di turnamen Huoli yaitu perempuan bertangan kidal sebelumnya.


Mengetahui identitas orang yang menghentikan keretanya, Qiuxi berujar pada Tetua Ma. "Biarkan dia berbicara padaku, putri ini mengizinkannya."


Mendapatkan persetujuan Tetua Ma dan Qiuxi perempuan itu kemudian masuk ke dalam tandu Qiuxi yang bisa di tempati empat orang, dia berkata penuh hati-hati. "Ma..maaf menganggu perjalanan anda Yang Mulia Putri..''


Qiuxi menghela nafas malas dan dia berujar. "Siapa namamu, dan alasan apa bagimu untuk menemui putri ini?"


Perempuan itu segera menjawab dan memperkenalkan dirinya. "Saya adalah Mei Miyan, apa anda ingat pil yang anda kasih padaku sewaktu dalam turnamen?''


Mei Miyan pernah mendapat pil dari Alkemis Hantu sewaktu di turnamen yang ada di pasar gekal. Dan dia kemudian memberi pil itu untuk adiknya Mei Rui yang sakit dalam selama bertahun-tahun, dengan sisa harapannya memegang satu pil itu mungkin bisa menyembuhkan adiknya yang hampir tidak bisa di sembuhkan oleh tabib manapun.

__ADS_1


"Lalu bagaimana..?" Ujar Qiuxi.


Mei Miyan berkata gentar, memperlihatkan butiran putih bening di kedua ekor matanya. "Saya sangat berterimakasih pada anda Alkemis.. adik saya berangsur membaik dan kini wajahnya tidak lagi sepucat mayat seperti sebelumnya."


Mei Miyan kemudian berkata. "Saat memberikan pil itu pada saya, seolah-olah Anda tahu keadaan saya membutuhkan pil berharga yang tidak bisa saya peroleh untuk kesembuhan Mei Rui maka anda memberikannya untuk saya secara cuma-cuma, untuk membalas kebaikan anda tapi saya sendiri tidak tahu apa saya bisa berguna nantinya atau tidak.."


Tentu saja Qiuxi tahu keadaan Mei Miyan yang mendorongnya untuk bertarung di turnamen untuk mendapatkan pil pengobatan bagi Mei Rui, karena Qiuxi membaca novelnya dan tahu jenis penyakit apa yang ada di dalam tubuh adik Mei Miyan, Qiuxi secara khusus membuat pil yang hanya di buat untuk kesembuhan Mei Rui.


Tapi Qiuxi bukan jenis orang yang akan mengakuinya jika dia tahu semuanya, jadi Iris hitam Qiuxi menyapu tubuh Mei Miyan yang masih di penuhi beberapa luka dan dia menggelengkan kepalanya pelan. "Aku memberi pil itu untuk menyembuhkan lukamu dan bukan untuk adikmu. Dan katakan alasan apa sampai kau mengetahui putri ini adalah Alkemis Hantu?"


Mei Miyan berkata hati-hati. "Saya mengetahuinya dari Tuan muda Bai dari Paviliun Seribu Obat dan tilong Alkemis jangan menyalahkannya karena saya yang terus berusaha memaksa padahal Tuan muda Bi tidak ingin memberi tahu apapun tentang anda sedikitpun."


Qiuxi memasang ekspresi datar di wajah seputih gioknya yang tertutupi oleh sebuah kain tipis, Mei Miyan masih melanjutkan. "Dan alasan saya berusaha keras menemui anda karena saya yakin anda memang berkeinginan untuk menyembuhkan adik saya, jadi Alkemis tolong sembuhkan saudara saya Mei Rui. Untuk pil sebelumnya yang anda berikan memang benar telah berangsur membaik sekarang, namun adik saya belum pernah sekalipun untuk siuman."


Qiuxi menjawab enggan. "Tidak ada alasan apapun bagi putri ini untuk membantu mu, jadi lupakan saja dan pergilah."


Berpikir tidak ada keuntungan apapun dari membantu Mei Miyan, Qiuxi mendesah malas itu hanya akan membuang waktunya. Tapi jika Mei Miyan mau menjadi salah satu orang-orangnya, dengan semua kemampuannya Qiuxi akan membantu untuk menyembuhkan adik Mei Miyan.


Mei Miyan berkata penuh harapan. "Aku bisa menyerahkan hidupku untuk kesembuhan Mei Rui dan apapun yang anda inginkan, saya akan melakukannya."


Ketika ucapan yang di tunggu-tunggu Qiuxi jatuh dari mulut Mei Miyan, Qiuxi langsung mengangakat bibirnya tipis ke atas, meskipun senyumannya tertutupi oleh selembar kain sekalipun, saat merasakannya semua kulit-kulit Mei Miyan tiba-tiba bergidik seolah-olah dia hampir menyesali keputusannya untuk patuh pada gadis itu, adalah keputusan yang benar atau tidak.

__ADS_1


Qiuxi tersenyum dan berkata dengan suara rendah. "Jika kau patuh dengan semua yang aku katakan, maka secara alami putri ini tidak akan menolak untuk menyembuhkan pernyakit adik mu yang hampir tidak bisa di sembuhkan."


__ADS_2