Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Xize menghilang


__ADS_3

Kabar kematian Yin Jinze untuk menggantikan keselamatannya sudah menjadi perasaan traumatis yang merambat ke dalam jantungnya dan seolah-olah lusinan pisau meyayat dirinya sampai membuat semua darah Qiuxi seakan menguap dan seluruh tubuhnya tiba-tiba mengalami rasa sakit yang hebat.


Qiuxi dengan canggung mengerahkan telapak tangannya di dekat dadanya dan dia mengerahkan sedikit kekuatan internal untuk menjalani meridiannya dengan hati-hati dan saat dia menemukan tempat yang sangat rawan berupa Tanzhong di dalam dirinya, Qiuxi bisa merasakan kekuatan spiritual hangat Yin Jinze yang tersisa saat pria itu menyedot Dupa Gu keluar secara paksa.


Mengetahui kenyataan Yin Jinze mengorbankan nyawanya untuk menetralisir racun pada dirinya sendiri, Qiuxi merasa jika perasaan yang di berikan Yin Jinze padanya sangat tulus dan mungkin menjadi artikulasi kasih sayang yang tanpa harap.


Namun dia tidak tahan untuk merasa penasaran, siapa yang sebenarnya di sukai oleh Yin Jinze sebenarnya?


Lin Qiu Xi yang tubuhnya dia pinjam, atau dia Qiuxi dari abad lain?


Meskipun pertanyaan itu bisa terjawab secara jelas, karena bagaimanapun jawaban itu akan menjadi hal yang percuma begitu tahu Yin Jinze sudah tidak ada.


Dan Qiuxi meskipun mengalami kesempatan kehidupan kedua dan berjanji untuk tidak kehilangan seseorang lagi, dia tidak bisa menghentikan untuk kehilangan Yin Jinze.


Karena dia tidak cukup kuat untuk mempertahankan seseorang di sisinya, Qiuxi mencoba membiarkan Feng Shui pergi dan menjadi seorang pengelana yang bebas.


Apapun Feng Shui, hari ketika mereka berpisah akan tiba. Apapun itu perpisahan antara kematian, atau hal yang mengharuskan mereka berpisah. Tapi perpisahan sudah menjadi bagian dari roda alam, baik itu ketika seseorang memelihara kucing lemah tidak sampai sepuluh tahun maka kucing itu akan mengalami kematian. Tapi begitu memelihara seekor harimau, dia tidak akan bisa hidup terkekang karena dunianya adalah kebebasan seperti seekor rubah putih yang menjadi bentuk perwujudan lain dari Feng Shui.


Memikirkan ini, Qiuxi mengangkat dagu Feng Shui dan kembali mengelus kepalanya.


Saat itu, Feng Shui tetap memohon. "Kamu tahu kan nona, bahwa aku.. siluman rubah. Jika tidak di sisimu, aku.. aku mudah mengamuk. Menghancurkan desa, membunuh orang, dan juga.. melindungi nyawa sendiri tanpa peduli ketika harus mengorbankan orang lain. Tapi dengan berada di sisimu, aku.. aku menjadi baik. Jika aku tidak mengarah kepada mu, kemana lagi aku harus melangkah?"


Qiuxi tertegun sejenak dan dia tidak mengatakan apapun.


Melihat ke arah Feng Shui dengan mata hitamnya setengah menyimpit, cara pandangan Qiuxi bukan acuh tak acuh atau dalam kelumpuhan wajah seperti sebelumnya.

__ADS_1


Alisnya terangkat sedikit kuat namun tidak juga halus, dan setelah beberapa saat akhirnya Qiuxi masih mengulanginya. "Aku ingin kamu bebas."


Untuk waktu yang lama Feng Shui menurunkan tangan Qiuxi dari kepalanya, dia berkata dengan lembut dan tersenyum lembut. "Baik, sesuai keinginan nona."


Biasanya jika Feng Shui dalam bentuk manusia, paling jauh Qiuxi hanya mau mengelus kepalanya. Mengetahui ini adalah perpisahan dia dengan nonanya, dia memberanikan diri menaruh wajahnya di pangkuan Qiuxi.


Feng Shui berkata dengan merajuk. "Tapi jangan akhiri kontrak darah, jika aku jauh dari nona aku masih bisa merasakan bahwa nona sedang dalam bahaya memalui kontrak ikatan darah. Dan saat itu tiba, apakah aku boleh.. menyelamatkan nona?"


Diamnya Qiuxi menandakan bahwa dia setuju.


Jika Feng Shui hidup mengembara, dia setiap harinya pasti mengharapkan itu akan tiba, tapi juga tidak ingin saat itu tiba. Saat Lin Qiu Xi dalam bahaya, Feng Shui mempunyai alasan untuk menemuinya dan dia bisa melihat wajahnya. Tapi dia juga tidak ingin hal bahaya apapun terjadi pada Lin Qiu Xi.


Feng Shui kemudian segera berubah menjadi gumpalan putih yang manis dan dia ekornya panjang dan halus. Bentuk rubahnya mempunyai kaki empat kecil dengan cakar kecil, bulunya putih seakan tanpa debu terlihat sangat pas seolah-seolah ketika meringkuk akan menjadi gumpalan salju berbulu putih dan mata kemerahan seperti batu ruby itu menatap Qiuxi dengan berkaca-kaca. Dan saat melihat wajah gadis itu, pupilnya berubah membesar seperti kristal permata merah, yang berkilau.


Melihat punggung Feng Shui yang pergi dan perlahan mengecil dari pandangan matanya Qiuxi melihatnya seolah-olah perasaannya akan tenggelam. Karena cuma berlangsung sebentar dari kabar Yin Jinze, tidak sampai satu hari dia harus mengalami perpisahan dari dua orang.


Biasanya dalam keadaan tiba-tiba seperti ini, Xi Ze akan berbicara dan meraung-raung di lautan pengetahuannya. Namun setelah Qiuxi sadar, dia tidak merasakan bahwa Xi Ze akan berbicara dengannya.


Dan sebagai seseorang yang bersembunyi di lautan pengetahuannya, biasanya Xi Ze akan berbicara padanya dengan nada mencibir dan mengejek, meskipun demikian sosok Xi Ze selama ini telah menjadi mentor yang akan membimbing semua permasalahannya, dan beberapa kali mengajarinya dalam mengolah pil.


Qiuxi memanggil Xi Ze di pikirannya sendiri dengan suara yang rendah. "Xi Ze, apa kau bisa mendengar ku?"


Namun tidak ada jawaban apapun.


Karena kontrak yang mengikat Xi Ze dengan Qiuxi melalui Manual Racun Jiwa membuat keduanya akan mengalami dampak yang sama. Jika Qiuxi harus menelan situasi kritis dari racun Baili Yulai, maka Xi Ze di dalam lautan pengetahuannya akan merasakan hal yang sama.

__ADS_1


Apakah Xi Ze bisa selamat saat Qiuxi di ambang batas kematian Dupa Gu?


Qiuxi mengulanginya. "Jika kau dengar, maka jawablah."


Sampai lebih dari tiga kali dia berbicara, tapi tidak mendapatkan respons apapun dari Xi Ze. Jadi Qiuxi menyerah untuk memanggilnya. Seperti dirinya yang selamat, pasti Xi Ze juga selamat. Mungkin setelah qi jiwa Qiuxi melemah, Xi Ze yang hanya berupa kepingan jiwa harus terpaksa tertidur sementara.


Dia sangat penasaran dengan latar belakang Xi Ze, seolah-olah keberadaan Xi Ze adalah kepingan misterius yang ada di dalam dirinya. Jika dia bisa berbicara pada Xi Ze, dia ingin berbicara panjang lebar untuk mengetahui apa hubungannya dengan ibu protaginis asli Lin Qiu Xi yang bernama Xiang Xiang.


Qiuxi adalah tipe orang yang tidak percaya dengan istilah kebetulan, pasti ada alasan bahwa kenapa Xi Ze memilih dia untuk menetapkan sebagai kepingan jiwa dan bersemayam di lautan pengetahuannya. Seolah Xi Ze telah menunggu lama agar dia bisa membentuk tubuh jiwanya sendiri untuk bisa berbicara dengannya.


Qiuxi menunggu beberapa saat agar Xi Ze terbangun sendiri dan mulai mengangkat obrolan dengannya.


Tapi waktu setengah bulan sudah berlalu, dan Xi Ze sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan kemunculannya.


Melihat Xi Ze tidak pernah muncul setelah setengah bulan berlalu. Mengetahui ini, entah bagaimana dia merasa sangat khawatir.


Apakah saat qi jiwanya menipis, saat itulah keberadaan Xi Ze sudah menghilang?


Awalnya Qiuxi takut menggunakan energi internalnya untuk memeriksa keberadaan Xi Ze di lautan pengetahuannya. Karena dengan energi internal, itu bisa mempengaruhi bentuk jiwa yang sudah Xi Ze kumpulkan susah payah.


Begitu tidak ada jejak apapun dari Xi Ze di dalam dirinya, Qiuxi sedikit ragu menggunakan energi internalnya untuk memeriksa Xi Ze.


Namun setelah energi internalnya beredar di setiap meridian, dia harus sekali lagi menegak rasa kekecewaan.


Bahwa Xi Ze di dalam dirinya yang akan mengejeknya tanpa pandang bulu ke arahnya, mencibir atau untuk menguruinya belajar Alkemis dari manual racun, sekarang sudah tidak ada.

__ADS_1


__ADS_2