
Sistem menunjuk dirinya sendiri dan dia bertanya. [Kau bertanya pada sistem untuk menyembuhkan lukanya? Apa kepalamu tumpul? Aku bukan seorang tabib dan kau yang seorang Alkemis kenapa bertanya padaku!]
Qiuxi, "...."
Melihat luka rubah putih itu yang seperti air mancur merah, Qiuxi segera mengeluarkan pil dan obat penyembuhan dari cincin penyimpanannya dan setelah dia membuat rubah putih itu menelan obat penyembuhan Qiuxi kemudian membalut luka berganga itu menggunakan kain kasa.
Mendapatkan perawatan dari Qiuxi, rubah putih itu membuka mulutnya dan berkata. "Alih-alih menyembuhkan luka milikku, lebih baik nona terlebih dahulu menyembuhkan luka milik nona sendiri."
Mendengar cara bicara rubah putih itu Qiuxi merasa tidak asing sama sekali, dia mengeryitkan keningnya sedikit. "Karena kau bisa berbicara berarti kau jenis binatang spiritual tingkat Holy Beast?"
Rubah putih itu menganggukkan kepalanya dan ketika dia melihat seberapa pucat wajah Qiuxi, dia merasa sangat khawatir. "Nona, apa alasan mu tiba-tiba ada di kawasan Beifang untuk mengalami luka parah seperti ini?"
Qiuxi menggelengkan kepalanya, meskipun semua luka-lukanya terlihat menyedihkan dan luka sayatan ada di sepanjang kulitnya sampai terlihat memperihatinkan, dengan sistem curang dia tidak merasakan sakit secuil pun, jadi Qiuxi tidak mempermasalahkan semua lukanya yang dia alami dari Nie Yu. "Ini bukan luka parah dan sama sekali tidak sakit, dan untuk pergi ke kawasan Beifang apa aku perlu menjelaskan dengan panjang lebar pada hewan berkaki empat seperti mu?"
Rubah putih, "...."
"Aku dengar rumor mengatakan desa di dekat Beifang terjadi kutukan turun temurun, jadi tidak ada salahnya untuk berjalan-jalan dan meredakan krisis seperti ini."
Qiuxi melihat ke arah Rong Feiyin yang dia selamatkan dan dia mendesah nafas sekali. "Menjadi orang baik juga tidak terlalu buruk.."
Mendengar ucapan Qiuxi, rubah putih itu mengangakat kepalanya dan bertanya dengan serius. "Jadi.. nona terluka hanya karena desa itu?"
Karena terlalu pucat seperti selembar kertas minyak, Qiuxi berbatuk sakit beberapa kali dan tiba-tiba sistem kembali berdenging.
[Aku menemukan identitas rubah putih itu, apa kau penasaran?]
Qiuxi mengangguk sedikit dan sistem kembali berkata. [Apa kau tahu pelayan pria Lin Qiu Xi yang bernama Feng Shui?]
__ADS_1
"Maksudmu Feng Shui?"
Sistem mengangguk. [Feng Shui adalah rubah putih itu saat berwujud manusia dan dia sebenarnya memiliki kultivasi yang lebih tinggi daripada Wajah Topeng Kabut Shan Shie yang berada di tahap duo ling.]
Melihat Qiuxi diam tidak menjawab, sistem tertawa gembira. [Kau ingat di cerita aslinya Feng Shui setia sama Lin Qiu Xi tanpa alasan? Ya, sebenarnya Feng Shui ini adalah seekor rubah yang pernah di selamatkan oleh Lin Qiu Xi maka Feng Shui selalu menjaga protagonis dari belakang dan setia sampai mati. Makanya dia bisa tiba-tiba datang ke sini dan melindungi mu dari kultivator iblis Nie Yu!]
Sistem lalu bertepuk tangan. [Selamat, kamu mendapatkan hewan peliharaan secara dadakan~]
Qiuxi, "...."
"Berhenti berbicara omong kosong, jika aku tahu lebih awal rubah putih itu adalah Feng Shui, aku sendiri tidak akan membiarkannya terluka bahkan untuk seujung jaripun."
*
Di desa kecil yang terletak tidak jauh dari hutan tempat perjanjian dengan menumbalkan Rong Feiyin dengan kultivator iblis, terlihat seorang pria berusia empat puluhan tahun mendekam di dalam rumahnya tepatnya di dalam kamar bernuansa klasik kuno. Kamar itu penuh dengan lukisan mantra yang tidak bisa dia baca dan juga terlihat sangat rumit, namun dia yakin kertas mantra itu bisa mengusir roh kegelapan yang mengancam desa miliknya.
Seorang wanita paruh baya berumur tiga puluh tahunan terlihat gelisah, dia memaksa menutup jendela-jendela yang bergetar karena dobrakan angin kencang dengan kedua tangannya. Dia melirik seorang pria di ruangannya dengan sangat cemas.
"Suami, angin malam ini terasa sangat menakutkan dan aneh, apakah ini kemarahan sang kegelapan untuk desa kita? Dan bukankah desa sudah memberikan Rong Feiyin sebagai tumbal yang mereka minta?"
Pria itu terlihat panik namun dia tetap mencoba menguatkan istrinya.
"Malam ini tidak akan terjadi apa-apa, kita sudah memberi tumbal untuk memenuhi perjanjian para leluhur." Kata seorang pria tua itu yang tidak lain adalah ketua desa dan dia segera memeluk istrinya. "Tenang saja, jangan takut desa tidak akan mengalami kasulitan dan kutukan, kita sudah memberikan tumbal yang mereka minta."
Wanita itu mendongak ke wajah suaminya tepatnya ke matanya, dia bisa melihat sorot ketakutan yang di tutupi keyakinan.
Saat tiba-tiba angin dingin berhembus ke dalam, ketua desa itu tidak tahan untuk mengigil kedinginan, dia melihat ke arah istrinya dan mulai berkata. "Istriku, kamu tidurlah bersama ibu mertua malam ini sedangkan aku akan berjaga-jaga."
__ADS_1
Sebelum istrinya menggelengkan kepalanya menolak, ketua desa itu buru-buru berkata pelan. "Ku mohon, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu."
Begitu istrinya pergi, dia kemudian memanggil warga desa yang berdiri di luar pintu dan ketua desa itu memerintahkan untuk mengantar istrinya ke kamar ibu mertua agar aman.
Salah satu warga itu segera mengangguk. "Baik ketua desa."
Ketua desa itu tersenyum lembut saat melihat langkah kaki istrinya menjauh, entah naluri apa dia merasakan seperti tidak akan bisa melihat matahari pagi lagi.
Wanita paruh baya itu tidak kuat dan dia menengok ke belakang tepatnya ke arah suaminya, dan saat itu air matanya menderai bebas yang tidak bisa dia hentikan.
Setelah istrinya pergi dan tidak terlihat, ketua desa itu langsung menutup pintunya serapat mungkin sampai suara apapun tidak akan terdengar dari celah lubang pintu kayu sedikitpun.
Saat itu kepala desa itu melihat ke arah kegelapan dan berkata dengan suara takut. "Pastinya ada yang ingin anda tanyakan wahai para kultivator iblis."
Tidak butuh waktu lama seorang pria dengan seringainya muncul di hadapan Ketua desa dan hanya dengan kehadirannya, maka secara naluri membuat Ketua desa menunduk tidak berani untuk mendongakkan kepalanya sedikitpun, dan semua kulit-kulitnya terasa bergetar karena ketakutan.
Kultivator iblis itu segera berkata dengan suara dingin. "Aku bertanya, apa kau membual soal menjanjikan tumbal untuk kami?"
Dari perkataannya secara samar keluar tekanan mendominasi yang kuat membuat Ketua desa itu langsung gemetar ketakutan, dan seolah-olah perasaan takut itu langsung menyerbu ke dalam tulang dan darahnya.
Ketua desa itu berkata dengan suara gagap. "A-aku telah memenuhi janjiku, saat bu-bulan purnama semua warga desa sudah mengirim seorang gadis di dalam sepanduk merah, yang rendah ini benar-benar ti-tidak berani berbohong."
"Ka-kami baru saja mengirim gadis itu ke hutan." Ketua desa yang tergagap takut dan dia mengulangi suaranya dengan gemetar. "To-tolong kultivator percaya, yang rendah ini tidak berani berbohong se-sedikitpun."
Kultivator iblis itu menyimpitkan setengah matanya dan dia dengan sengaja menyebarkan aura pembunuh di sekelilingnya. "Benarkah? Lalu kenapa sekarang aku tidak mendapatkannya?"
Saat aura kedinginan dan mencekam itu keluar, kultivator iblis itu menarik sudut bibirnya ke atas dan dia berkata dengan suara dingin.
__ADS_1
"Sesuai isi perjanjian, jika kau tidak sanggup memberikan satu gadis pun maka jangan salahkan aku untuk menghancurkan desamu sampai rata ke tanah."