
Yin Jinze mengambil tabung ramuan dan meneliti tingkat kemurniannya dengan matanya, ketika kemurnian itu sangat tinggi dia merasa beruntung memiliki gadis yang penuh talenta seperti Lin Qiu Xi untuk menjadi miliknya.
Dia lalu bertanya pada Lin Qiu Xi. "Kau bisa membuat ramuan tingkat tujuh?"
Sambil menyembuhkan beberapa luka penyakit para warga, Qiuxi berkata pelan saat Yin Jinze bertanya padanya. "Aku belum pernah mencobanya, kurasa aku hanya memerlukan ramuan tingkat empat."
Di seberang lain, Ming Feifei melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Qiuxi, mengambil ramuan tingkat tiga dan empat untuk menetralisir wabah yang sudah menjangkit warga.
Seorang perempuan tua menerimanya, saat dia tidak lagi merasakan sakit di area perut, perempuan tua itu langsung mengambil tangan Ming Feifei dengan penuh syukur. "Terimakasih selir resmi Ming Feifei. Anda adalah sosok kemuliaan untuk perempuan Beifang. Jika ada kehidupan kedua, saya ingin melihat anda menjadi ratu untuk kekaisaran ini.."
Ming Feifei hanya tersenyum simpul melihat ketulusan perempuan tua di depannya, pernafasannya menjadi sedikit lebih berat dan sesak mengetahui perasaannya mudah untuk tersentuh.
"Tidak, ini bukan karena aku. Jika kamu ingin mengucapkan terimakasih, katakanlah pada Alkemis Hantu. Saya tidak melakukan apapun."
Perempuan tua itu menggeleng. "Meskipun seorang selir, anda sangat rendah hati dan lebih berjasa dari pada permaisuri Qiuxi. Kami tidak sengaja mendengar dia hanya tidur di dalam tenda setelah kedatangannya ke sini bersama Kaisar Li. Dia benar-benar seorang gadis yang pemalas."
"Dia hanya berusia tiga belas tahun, wajar saja jika dia tidak bisa mengemban tugas yang semestinya." Ming Feifei melirik seseorang yang semuda Lin Qiu Xi, yaitu seorang gadis yang mengenakan pakaian merah gelap dan topeng keemasan. "Dan ada juga beberapa orang yang lebih dewasa dari usianya."
Setelah melihat sendiri bagaimana Alkemis Hantu meracik ramuannya, Ming Feifei merasa mengaguminya. Bukan hanya pandai dalam bidang Alkemis, tapi juga pandai dalam kertas sihir seperti Rune Pengganda saat produksi masal, Ming Feifei baru tahu jika ramuan bisa di cetak dan masih memiliki kemurnian sangat tinggi. Hal yang di lakukan Alkemis Hantu, belum pernah sekalipun Ming Feifei mendengarnya di dunia para Alkemy sekalipun!
Saat membantu cara pengerjaannya, Ming Feifei telah belajar banyak hal, dan menggunakan metode paling praktis dari Alkemis Hantu. Bukan hanya itu saja, dia menjadi bisa membuat beberapa resep baru untuk ramuan tingkat dua yang setara tingkat Alkemy nya. Ming Feifei merasa beruntung bisa mengetahui banyak hal.
Dengan membawa tabung-tabung yang sudah kosong Ming Feifei mendatangi Alkemis Hantu, dia tertegun sejenak melihat pria bertopeng perak yang terlihat akrab dengan gadis itu.
__ADS_1
"Alkemis, blok barat sudah selesai. Lalu.. siapa seseorang di sebelah mu?"
Blok barat di khususkan untuk warga yang terjangkit wabah ringan, dan para warga yang sudah terjangkit parah di tangani Lin Qiu Xi di bagian blok timur.
Ming Feifei merasa hampir muntah melihat tangan salah satu warga yang sudah membusuk dan berbelatung, dia menahan mulutnya menggunakan tangan sambil mengamati bagaimana cara Alkemis Hantu memotong tangan itu secara cepat dan lalu membalutnya dengan perban.
Qiuxi memberikan ramuan tingkat tiga setelah menyelesaikan perbannya. "Wabah ini sangat parah, saat menghimpun untuk waktu lama di dalam tubuh bisa menyebabkan pembusukan. Minum ramuan ini untuk menetralisirnya."
Ming Feifei semakin tertegun kagum, bukan hanya pandai membuat ramuan, Alkemis Hantu juga pandai dalam peran seorang tabib yang profesional. Saat di usia yang masih sangat muda, gadis itu telah bertindak secara tepat tanpa ragu-ragu dan berani untuk memotong bagian tubuh yang membusuk. Ming Feifei tidak pernah melakukannya, dia akan merasa mual dan pusing terlebih dahulu saat melihat daging yang penuh belatung menggeliat dan bau busuk menyengat.
Ugh! Baru berpikir, Ming Feifei sudah tidak kuat dengan bau yang menyengat. Dia merasa pusing, kepalanya berputar dan dia buru-buru berpegangan pada tiang kayu untuk berdiri. Tapi dia tidak mengira, dia telah memegangi pakaian segelap malam oleh seorang pria bertopeng perak, saat mata Ming Feifei hampir menyatu dengan mata di depannya, wajahnya langsung berubah semerah tomat, dan kulitnya menjadi sedikit panas.
Yin Jinze melihat tangan orang lain menggantung di lengan pakaiannya, segera menepisnya dengan dingin. "Jauhkan tanganmu atau aku akan memotongnya sekarang."
Ming Feifei langsung terkejut, dia menarik tangannya menjauh. "Maafkan aku, aku merasa.. sedikit pusing dan lelah."
Ming Feifei tidak pernah menerima perlakuan sedingin ini dari seorang pria manapun sebelumnya, kecuali.. akhir-akhir ini Li Zhu juga berperilaku sama dinginnya. Ming Feifei adalah seorang gadis yang cantik, berasal dari keluarga terpandang, dan mempunyai segudang bakat. Dan yang paling menarik, dia memiliki bibir tipis yang menggoda, yang pastinya membuat siapapun yang melihatnya ingin memakannya atau menghargainya, tapi sekarang dia merasa seperti di tolak seorang pria jelek yang gemuk dan seorang pria misterius di depannya membuat kebanggaannya langsung jatuh ke tanah paling dalam!
Ming Feifei tidak tahu, wajah apa yang di sembunyikan di balik topeng perak itu. Apakah wajah tampan, ataukah wajah buruk rupa karena cacat. Hanya saja dia tidak tahu, dia juga tidak mudah jatuh cinta untuk seorang pria tampan pun sebelumnya. Tapi, dia mudah sekali jatuh hati dengan pria di depannya, seperti dia yang tiba-tiba jatuh hati pada Kaisar Li meskipun wajah gemuk itu sangat jelek.
Ming Feifei buru-buru pergi untuk beristirahat, wajahnya memang sedikit pucat dan tidak ada kebohongan di sana.
Melihat punggung Ming Feifei pergi, Qiuxi langsung tersenyum geli. "Lord Yin, ku kira kau akan pandai sekali menggoda para gadis. Aku masih tidak percaya kau tidak merayu gadis secantik Ming Feifei. Selera mu yang terlalu rendah, ataukan selera mu yang lebih tinggi?"
__ADS_1
Saat hanya berdua Yin Jinze tidak keberatan untuk melepaskan topengnya. "Kau tahu, setiap mili di wajahku sangat sempurna jadi tentu saja seleraku sangat tinggi."
Qiuxi memutar matanya, meskipun dia sudah melihat wajah Yin Jinze beberapa kali tapi tetap saja begitu melihatnya sempat membuatnya tertegun. "Kau terlalu percaya diri dengan penampilan mu."
Karena terlalu sibuk dan fokus, sampai tidak mempedulikan penampilannya. Daun kering pohon cendana itu menggantung di rambutnya, Yin Jinze mengambilnya dan sedikit menahan tawa.
Qiuxi berbaik, iris hitamnya menunjukkan kemarahan. "Kau baru saja menjambak rambutku dan menertawai ku?!"
Yin Jinze semakin tertawa, kali ini lebih keras. "Tolong dengarkan baik-baik ceritaku sejenak. Saat aku kebetulan melakukan perjalanan ke sini, aku melihat pria gemuk berjalan sekitar lima kilometer di dekat sungai."
Yin Jinze menahan tawanya lagi. "Dia benar-benar berjuang keras dan gigih, untuk seorang manusia biasa dia berjalan sejauh itu. Sekarang, dia pasti telah menderita karena kehilangan berat badannya."
Qiuxi mengeryitkan keningnya. "Dia berjalan? Bagaimana dengan kereta yang di tumpangi nya?"
Dia mencoba bertanya karena sepertinya Yin Jinze sama sekali tidak berbohong jika mengingat karakter Li Zhu yang bersikap ceroboh maka Qiuxi tidak cukup terkejut jika pria gemuk itu akan tertimpa beberapa masalah.
Yin Jinze sambil mengingat di mana keretanya di ceburkan ke jurang oleh Tang Yue karena dia buta arah, dia kemudian berkata dengan suara rendah. "Keretanya jatuh ke jurang. Tidak perlu khawatir, dia sudah kembali ke sini dengan selamat."
Qiuxi segera menuju tenda Li Zhu, jika pria itu jatuh ke jurang dia pasti menderita berbagai luka yang parah. "Aku harus menemuinya."
Melihat gadis itu yang ingin pergi, Yin Jinze langsung meraih tangannya dan menghentikannya. "Tidak perlu khawatir, dia hanya kehilangan berat badan.."
Setelah jeda sejenak, Yin Jinze tersenyum. "Dia mungkin sekarang sudah menjadi sedikit langsing dan mungkin akan menjadi orang yang sedikit lebih tampan."
__ADS_1
"Bagaimana, apa kau sudah mulai menyukainya?"