
Sebelumnya, bukan hanya Chen Yu yang melakukan penyelidikan ke Nanfang secara diam-diam melainkan juga seorang pria yang di kabarkan paling setia di cerita aslinya yaitu Feng Shui.
Dalam sekejap mata Feng Shui melesat berbaur dengan warga kekaisaran Nanfang, sosoknya itu memakai topeng berwarna hitam dan berpola merah gelap yang sukses menyembunyikan setiap kulit dan wajahnya yang tampan. Namun meskipun memakai topeng menyeramkan sekalipun tapi sosoknya yang memiliki tubuh sempurna, dan rambut hitam panjang miliknya tetap mampu menarik perhatian banyak gadis yang tidak sengaja melihat ke arahnya, dan ketika seseorang melihat ke arahnya maka seseorang itu di pastikan akan langsung tersipu malu dan wajahnya berubah semerah tomat begitu melihat keperawakan Feng Shui yang tidak memiliki kecacatan.
Seperti sekarang ada beberapa gadis yang memberanikan diri menghampiri Feng Shui yang berpakaian cina kuno dengan jubah cyan berwarna hitam malam, topeng hitamnya bercorak rumit serta warna merah itu semakin membuatnya terlihat bagaikan immortal pengembara yang sulit untuk di sentuh siapapun.
Seorang gadis berumur enam belas tahun dengan wajah cantik memberanikan diri untuk berbicara dengannya terlebih dahulu. "Tuan pengembara..
Gadis itu tidak bisa menyembunyikan tatapan tertariknya pada Feng Shui, matanya terpaku menatap pada pria itu tanpa berkedip sedikitpun yang membuat Feng Shui mendesah nafas beberapa kali.
Sebelum gadis itu bertanya siapa namanya, dalam sekejap mata Feng Shui lenyap di hadapan mereka dan seseorang yang mampu lenyap seketika, pastilah memiliki praktisi yang sangat tinggi membuat semua orang yang melihatnya akan terbius takjub.
Tetapi sosok yang di kagumi semua orang sampai seperti itu, di mata hitam Feng Shui yang bisa berganti merah gelap tidak ada yang dia lihat selain untuk melihat nonanya dan matanya hanya ada untuk melihat ke arah Lin Qiu Xi.
Feng Shui kemudian melesat denga ilmu meringankan tubuh dan menuju kediaman putri pertama marga Lin, dia kemudian mendarat di loteng bangunan dan menyembunyikan hawa keberadaanya sambil mengamati sekitar Fu. Namun setelah dia mengamati setiap kediaman itu tidak ada jejak-jejak keanehan apapun, semuanya masih seperti sebelumnya saat Feng Shui masih di Nanfang bersama Lin Qiu Xi sebelumnya.
Setelah agak lama Feng Shui menelusuri setiap jengkal bangunan dalam bayangan malam dan dia tak sengaja mendengar perkataan seorang penjaga di sana.
"Hanya perempuan dengan wajah buruk rupa kenapa Sili gongzhu menyuruh seorang praktisi tinggi dari Perguruan Bukit Darah untuk mengawasi satu tahanan?"
__ADS_1
Suara penjaga lain juga terdengar mengeluh. "Semenjak posisi kaisar dan permaisuri kosong membuat Nanfang sangat lemah sampai-sampai Sili gongzhu mulai berubah perilakunya seperti orang lain saja."
"Aku juga tidak mengetahui kabar putri Lin Qiu Xi sekarang bagaimana, oh dewa semoga putri ketiga kami selamat dan dia baik-baik saja, karena meskipun dia lemah kalau wajahnya yang mengagumkan itu rusak akan membuat gigiku sakit dan ngilu saat melihatnya saja."
Feng Shui tersenyum puas melihat penjaga mengkhawatirkan keadaan nonanya tapi dia juga tersenyum kecil mendengar penjaga itu mencibir nonanya, jika para penjaga itu bukan dari Nanfang yang di sayangi oleh Lin Qiu Xi, maka Feng Shui sudah tidak tahan untuk menebas kepala mereka sampai keluar dari tempatnya.
Karena Mendengar ada tahanan yang memiliki wajah buruk rupa yang di kurung, Feng Shui juga penasaran dengan tahanan perempuan yang terkurung di ruang bawah tanah itu jadi dia segera melesat menuju ruang bawah tanah Nanfang.
Dan ketika dia sampai di sana benar saja beberapa orang dari Perguruan Bukit Darah memang sedang menjaga satu tahanan perempuan yang wajahnya sangat jelek dan hampir membuat orang yang melihatnya akan berlari ketakutan. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Feng Shui, melainkan bukankah sangat berlebihan satu orang di jaga lima praktisi da dou shi?
Karena para penjaganya bukan main-main seperti menjaga harta berharga nembuat Feng Shui kelabakan penasaran, namun begitu Feng Shui melihatnya, dia tetap saja tidak tahu tahanan itu karena luka yang membanjiri wajah si perempuan yang melikuk-likuk dan menjalar di setiap kulitnya sampai berkopeng dan membusuk.
"Kenapa kita harus menjadi penjaga perempuan jelek, lebih aman jika kita bunuh saja perempuan itu."
"Kita hanya menjalankan perintah Penatua Wang, kau bisa melakukannya jika ingin di keluarkan dari Perguruan Bukit Darah."
Seseorang penjaga itu tertawa kecil. "Kenapa juga kita masih mendekam di perguruan yang sudah di bantai oleh Wajah Topeng Kabut? Dan kita harus menjadi rendahan untuk menjaga perempuan jelek?"
Saat dua orang itu sibuk berbicara, Feng Shui kemudian mengeluarkan dupa aroma dari cincin penyimpanannya dan tidak lama kemudian sekitar lima penjaga dari Perguruan Bukit Darah itu langsung terbius pingsan, membuat perempuan di tahanan itu terbelalak.
__ADS_1
Melihat tumbangnya para penjaga perempuan buruk rupa itu berkata lemas tanpa daya dan putus asa. "Seseorang tolong aku! Kumohon.. aku harus keluar dari sini!"
Suara serak keluar sangat nyaring seolah-olah sulit di keluarkan karena tenggorokan pemiliknya juga mengalami luka dan begitu terdengar pilu menurut telinga siapapun yang bisa mendengarnya. Namun tidak membuat Feng Shui menghampirinya, Feng Shui hanya tetap diam di bayang malam dan mengawasi keadaan perempuan itu lebih lanjut.
Feng Shui berpikir pasti seseorang yang telah menghancurkan wajah dan tenggorokan perempuan itu, tujuannya pasti tidak menginginkan perempuan itu di kenali siapapun jadi sangat sulit untuk bisa mengenalinya dari wajah dan suara yang sudah rusak, karena tidak bisa mengenali identitas perempuan itu, Feng Shui tidak mengambil gerakan apapun.
Tidak kunjung ada pergerakan dari seseorang yang akan menolongnya membuat perempuan itu tidak lagi merasa ada harapan untuk hidupnya, dia memohon tanpa daya dan berteriak dengan semua fitalitas paru-parunya. "Kumohon.. siapapun yang ada di sana tolong keluarkan aku.."
Feng Shui tidak berniat melakukan apapun selain langsung melesat pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh dan untuk keluar dari kekaisaran Nanfang menuju Penginapan Gerhana Bulan Sabit, karena dia bukan jenis tipe orang yang akan menolong siapapun jika tidak ada hubungannya dengan Lin Qiu Xi.
Jadi dalam sekejap mata kemudian Feng Shui muncul dan ketika dia melihat seorang gadis yang dia sayangi sebagai nonanya maka dia tidak tahan untuk tersenyum lembut melihat Qiuxi kini tertidur tenang, dan wajah putih Qiuxi yaitu seorang perempuan yang jenius dalam membuat kertas rune, dan perempuan tirani yang menjadi pemimpin dari organisasi pembunuh bayaran sekalipun, sebenarnya adalah sosok yang ringkih yang mengalami traumatis hebat yang tidak ingin dia ulangi di kehidupannya kedua ini.
Namun perempuan bergaun semerah darah yang terlelap tidur, di wajahnya yang putih pucat sebenarnya adalah kecantikan yang begitu lugu juga sejenis kecantikan tanpa pertahanan yang tidak bisa di lihat orang lain secara sembarangan.
Bisa menghargai wajah nonanya sampai puas seperti ini, Feng Shui berjalan pelan takut gadis kecil berusia tiga belas tahun itu membuka matanya, setelah dia sampai di sebelah tempat tidur Qiuxi kemudian Feng Shui berhati-hati duduk di sisi ranjang seperti yang biasa dia lakukan sampai nonanya terbangun, juga jenis kebiasaan yang dia lakukan Feng Shui selama bertahun-tahun tanpa bisa membuatnya merasa bosan sedikitpun.
Sambil menyentuh rambut hitam panjang milik nonanya, Feng Shui berkata hangat. "Nona.. kamu telah banyak berubah seolah-olah kamu tidak memerlukan perlindungan dariku lagi."
Dia bergumam lembut. "Kamu sudah menjadi sosok yang kuat tapi ini membuat ku takut jika nona tidak membutuhkan aku lagi, jadi.. aku takut kamu akan membuangku suatu hari nanti."
__ADS_1