
Mereka hanya berjalan-jalan di sekitaran Paviliun, langkah mereka juga tidak berat atau ringan. Dan entah sejak kapan orang-orang yang mengikuti Baili Yulai di belakangnya sudah tidak ada.
Dan ketika dia berjalan berdua saja dengan Bai Qingyun wajah Baili Yulai sedikit memerah, dan matanya juga mulai kemerahan merasa seolah-olah dia juga ingin menangis. "Aku sudah membujuk Tang-gege agar tidak mencari-cari masalah untuk mu. Tapi hatinya begitu lembut sampai dia tidak kuasa melihat aku sedikit menderita dan mulai membuat masalah untuk Qingyun-gege, ini semua salah Yulai'er!"
"Aku minta maaf." Baili Yulai tersenyum simpul.
Bai Qingyun ingin tertawa pahit, bahkan jika Tang Jiao tidak membuatnya mendapatkan masalah, tentu saja dia akan mendapatkannya dari arah lain karena keterlibatannya untuk menolak lamaran Baili Yulai. Tentu saja Baili Yulai membujuk Tang Jiao untuk merusak Ladang Spiritualnya, bagaimana tidak ini di sebabkan oleh Baili Yulai?
Tapi Bai Qingyun tidak mempunyai bukti untuk mengatakannya.
"Ini semua terjadi karena tuan muda Tang memiliki sedikit kesalahpahaman dengan Paviliun Seribu Obat, begitu ini berakhir. Semuanya juga akan kembali seperti sebelumnya."
Sebelumnya Lembah Ziying dan juga Paviliun Seribu Obat adalah netral, mereka tidak memiliki permasalahan apapun, dan juga hubungan keduanya tidak terlalu dekat. Bisa di bilang seperti ini.. jika kau tidak menyentuh ekornya kau pasti tidak bertemu taringnya.
Karena salah satunya dengan sengaja menyentuh ekornya, maka semuanya tidak akan berakhir dengan mudah.
Berpapasan dengan mereka para pelayan yang ingin mengantar makanan pada Qiuxi menunduk hormat. "Salam tuan muda Bai dan Nona Kekaisaran Yulai."
Bai Qingyun mengangguk sedikit, melirik makanan mereka semuanya adalah menu manis dia mulai berkata dengan suara lembut. "Jika dia tidak menyukai seleranya, tolong ganti dengan hidangan terbaik."
"Baik tuan muda Bai."
Menonton punggung pelayan itu pergi, Baili Yulai bertanya. "Apakah Qingyun-gege mempunyai tamu lain sekarang?"
Melihat Bai Qingyun memperlakukan orang itu dengan serius hanya dari makanan, Baili Yulai tidak bisa menahan cemburu. Dia tidak pernah di perlakukan oleh Bai Qingyun seperti itu! Tidak satu kali pun, bahkan saat Bai Qingyun melihat Baili Yulai dia tidak perlu repot-repot memalsukan senyumannya!
Menyadari apa yang di pikirkan Baili Yulai dari perubahan wajahnya, Bai Qingyun merendahkan suaranya. "Dia datang dari jauh dan sudah lama ini kami baru bisa bertemu."
Orang yang tuli bahkan tahu maksud Bai Qingyun. 'Dia kawan lama dan kami baru bisa bertemu, tentu harus di perlakukan dengan baik'
Membuat Baili Yulai penasaran. "Teman Qingyun-gage adalah temanku juga.. kenapa tidak memperkenalkan kami?"
Jika Bai Qingyun tidak mau mempertemukan mereka, maka Baili Yulai ingin menemui siapa tamu itu secara pribadi.
__ADS_1
*
Di halaman Paviliun duduk dua orang yang saling bertemu karena satu orang, gadis itu mengenakan jubah bersulam sutra dan emas memberikan senyuman lembut pada yang lain. Sedangkan gadis dengan surai hitam panjang itu terlihat ingin mendesah bosan, wajahnya sangat putih seolah-olah memberikan kesan yang lebih lembut dari yang lain.
Di sekitar bunga magnolia tertiup angin, gadis berpakaian emas bersulam sutra itu menyimpitkan matanya dan berkata lembut, matanya terlihat sangat cerah dan menawan.
"Aku pernah mengatakan pada Qingyun-gege bahwa aku menyukai bunga-bunga. Dan dia telah menanam mangnolia di sini. Aku sangat senang."
Pelayan kemudian menuangkan minuman dari cangkir yang sama. Baili Yulai kemudian menjelaskan. "Ini adalah teh Pembersih Hati Teratai, teh ini sangat spesial. Bahkan untuk orang-orang dari Gerbang Utama Kekaisaran mereka belum tentu bisa mencium baunya."
"Apakah nona Qiuxi keberatan meminum teh dengan ku?" Baili Yulai melirik gadis di depannya dan dia kemudian tersenyum. "Jangan khawatir, aku tidak akan mencampuri dengan sesuatu. Kamu bisa melihat kita menuang dari cangkir yang sama, jika ada sesuatu aku pasti juga akan meminumnya."
Baili Yulai meminumnya dan berkata dengan halus. "Aku hanya.. ingin memberi kesan baik untuk teman Qingyun-gege."
Saat mengatakannya kesan di wajah Baili Yulai adalah tenang dan berkarakter mulia, wajahnya yang lembut seakan dia melakukannya dengan tulus tanpa maksud lain. Jadi tidak ada hal apapun yang membuat Qiuxi untuk mencurigai Baili Yulai, lagipula mereka baru kenal dan tidak pernah terlibat dengan masalah dan lagi Qiuxi juga terlalu malas untuk mencari musuh yang tidak perlu.
Qiuxi meminumnya, seperti namanya teh Pembersih Hati Teratai mampu membersihkan hati dan pikiran seseorang menjadi lebih tenang, seolah-olah bunga teratai sudah mekar di sana. Sangat sejuk seperti ribuan bunga mangnolia yang mekar dengan semua kuncup di sekitar mereka untuk menghasilkan harum yang menyejukkan.
Jadi Bai Qingyun yang memperhatikan dari kejauhan dia tidak bisa menghela nafas tenang. Setelah menargetkan Paviliun, bisa saja Baili Yulai menargetkan Qiuxi karena dekat dengannya.
Setelah meminum teh dengan Baili Yulai, Qiuxi kembali ke kamarnya. Jujur saja dia sangat bosan dengan Paviliun Bai Qingyun dan juga orang-orangnya, tapi akan sangat tidak sopan jika mereka langsung pergi. Jadi dia diam-diam untuk menyelinap sebentar.
Saat berada di luar Qiuxi tersenyum melihat pasangan ayah dan anak. Di mana anaknya merengek meminta manisan gula, namun ayahnya tidak punya uang di lihat dari pakaian keduanya yang penuh tambalan. Bisa di pastikan mereka adalah seorang pengemis, selain kotoran debu di wajah anak kecil itu, wajahnya terlihat sangat manis dan putih.. dan ketika melihat pengemis seperti itu mengingatkannya pada kehidupannya sebelumnya di Jakarta.
Menghampiri anak kecil itu, Qiuxi bertanya dan merendahkan suaranya. ''Kamu ingin bentuk apa?"
Anak kecil itu tertegun, kemudian dia menemukan Qiuxi berbicara dengannya dia langsung terlihat cerah.
"Ah, Jiejie.. Itu.. Karena ayah sangat menginginkan daging kelinci, aku sangat sedih jika ayah memakannya karena bentuknya sangat manis. Jadi aku selalu melarangnya dan kita tidak pernah memakannya."
Qiuxi terlihat tertarik. "Jadi?"
Bocah itu tersenyum senang. "Jadi aku menginginkan bentuk kelinci untuk memakannya!"
__ADS_1
Pedagang manisan, "...."
"Bukankah kau tidak ingin memakannya karena bentuknya manis?" Qiuxi merasa ingin tertawa.
"Ah? Jiejie benar!" Setelah berpikir keras bocah itu mengganti pilihannya. "Kalau begitu aku menginginkan bentuk lain."
"Apa itu?"
"Kelinci putih!"
Pedagang manisan, "...."
Qiuxi kemudian berkata pada pedagang manisan. "Buatkan satu untuknya, dan juga taburi serbuk gula putih."
Bocah itu segara menerima manisan kelinci di tangannya, dia sangat senang, tersenyum cerah pada Qiuxi. "Jiejie, terimakasih!"
Namun yang tidak dia harapkan, saat membayarnya Qiuxi mendengar suara seseorang menerpanya dari belakang.
"Aku juga, buatkan satu manisan gula."
Padagang manisan sedikit mengeryit, dia jarang menemukan pembeli laki-laki dewasa untuk manisan gula. Jadi dia bertanya keheranan. "Apakah ini untuk dirimu sendiri? Anda ingin bentuk apa?"
Orang itu bergerak selangkah melihat contoh manisan gula, karena Qiuxi dekat dengannya tiba-tiba punggungnya terbentur dengan orang yang di belakang, napas panas mulai menyembur ke belakang lehernya.
"Tentu bukan untuk diriku sendiri, aku ingin membelinya untuk istriku."
Dia menundukkan kepalanya, dan hidung yang hangat kembali menyembur ke leher Qiuxi.
"Apa kau bisa membuatnya?"
Ujung matanya menunjukkan ketertarikan, dia meraih pinggang mungil Qiuxi seolah-olah ada percikan api yang menyala dari tangannya yang hangat, dari kulit keduanya yang berdekatan yang hanya di pisahkan pakaian tipis, panas hangat sampai merambat ke jantungnya.
Qiuxi tahu betul jenis satu orang lancang di dunia ini, dia lalu berbalik menemukan orang yang dia duga adalah benar.
__ADS_1
Dan siapa lagi kalau bukan protaginis pria Yin Jinze?!
Qiuxi menghela lelah. "Lord Yin, pernahkah kau tidak mengikuti ku?"