
Fang Li mencibir ke Shi Wu. "Coba keluarkan suara lagi, aku akan kasih setengah keping perunggu untuk suara babimu."
Shi Wu sudah mengepalkan tangannya menjadi hijau dan putih, bagaimana dia seorang tuan yang kaya raya di hargai cuma sampai satu perunggu! "Hmmp! Tidak ada uang setengah perunggu!"
Fang Li melemparkan sekeping perunggu lalu memotongnya menjadi dua bagian, setengahnya terbang ke arah Shi Wu. Dan saat potongan logam itu mengenainya Shi Wu tambah marah, dia menatap papan harganya. "Seratus keping emas!"
Fang Li tersenyum dan terlihat semakin cantik. "Ya, seratus keping emas! Ambil itu untuk mu!"
Shi Wu terlihat semakin marah. "Kau tidak menawar lagi?"
Fang Li acuh tak acuh. "Tidak, dari awal aku tidak ingin membelinya. Pil kecantikan? Bahkan wajahku sudah cantik tanpa barang busuk itu."
Shi Wu, "...."
Shi Wu segera tahu jika Fang Li mempermainkannya dan sengaja menaikkan harganya, dia Shi Wu akan membalasnya berkali lipat apa yang dia dapat hari ini!
Setelah Shi Wu selesai melakukan pembayaran, Lu Ye segera mendatangi blok lantai Qiuxi dan dia menjelaskan. "Nona, simpan uangmu kembali karena kami akan memotongnya dengan harga yang baru saja anda dapatkan."
"Empat pil, setiap pil seratus keping emas.."
"Anda mendapat total empat ratus keping emas, di potong tiga ratus keping emas." Lu Ye menyerahkan sisanya. "Kami kembalikan seratus keping emas untuk sisanya."
Lei Xia menerimanya dan dia langsung memasukkannya ke penyimpanan. "Terimakasih."
Sebelum rombongan Qiuxi pergi, ada ketukan kecil dari blok samping. Fang Li berkata pada mereka. "Apa aku menganggu mu, nona?"
"Tidak, tapi kami baru ingin pergi." Qiuxi melihat Fang Li bersandar ke berbatas kayu. "Tadi hal yang bagus."
"Kau tidak ingin mengucapkan terimakasih padaku?" Fang Li memperhatikan ekspresi Qiuxi yang datar, dia seperti tidak akan mengatakan terimakasih.
"Kalau begitu aku terimakasih untuk diriku sendiri. Karena dinding blok ini sangat tipis aku sampai bisa mendengar pembicaraan pelayanan Lu Ye yang mengatakan jika ada seseorang yang kekurangan uang untuk membayar dan menukarnya dengan empat pil kualitas tiga! Jika aku tidak sengaja mendengarnya dan memancing anjing itu untuk menaikkan harga, aku takut gadis di hadapan ku akan pulang dengan setumpuk catatan hutang!"
Lei Xia, "...."
__ADS_1
Fang Li memasang wajah kecut, karena Qiuxi sama sekali tidak menggubrisnya dan dia masih mengamati gadis itu berjalan pergi. "Baiklah, kalau ada waktu undang aku untuk satu cangkir teh."
Qiuxi acuh tak acuh dan dia bergumam sedikit. "Ya, aku akan mengundang mu lain kali."
Begitu keluar dari Pelelangan Rumah Hart, Lei Xia buru-buru menyusul Qiuxi dan dia berdiri di belakangnya. "Master, apa kalian saling mengenal?"
Qiuxi menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku baru bertemu dengannya sekarang."
Lei Xia bertanya. "Kalau begitu, kenapa dia membantu kita?"
Qiuxi juga tidak tahu. "Kalau begitu tanyakan saja padanya kalau kalian bertemu nanti."
Lei Xia menggaruk kepalanya. "Tapi kulitku tidak cukup tebal untuk mendengar perkataan pedasnya!"
Setelah beberapa saat, Yan Bijun mendatangi mereka dan dia menatap pandangan bermakna pada Lei Xia sebentar. "Master, kita akan ke mana selanjutnya?"
"Cabang Paviliun Seribu Obat." Qiuxi mengenakan topeng keemasan dan ketika angin menerpa sebagian rambutnya yang panjang maka rambut itu terlihat seperti arus sungai yang mengalir, dia kemudian berkata dengan suara rendah. "Menyapa teman lama, Bai Qingyun."
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di gerbang utama cabang Paviliun Seribu Obat, penjaga yang mengetahui identitas Lin Qiu Xi sebagai tamu istimewa segera mengantar mereka untuk menemui Bai Qingyun.
Bai Qingyun segera datang, dia mengenakan pakaian set hijau berlambang peracik obat. Ikat pinggang hijau, dan liontin giok hijau menggantung di pinggangnya yang ramping, sangat pas dan penampilannya menunjukkan delapan poin ketampanan, dan tujuh poin kesopanan.
Begitu melihat Qiuxi, Bai Qingyun langsung tersenyum. "Aku sudah lama tidak melihat Qiu'er dan aku begitu senang kau berinisiatif menemui ku terlebih dahulu."
"Ya, ruan muda Bai." Qiuxi melihat Bai Qingyun yang tidak ada perbedaan dengan terakhir kali mereka bertemu, melihatnya Qiuxi tersenyum kecil. "Kamu masih seperti dulu, tidak hal yang sudah berubah sedikitpun dan tidak ada yang mengejutkan."
Bai Qingyun secara pribadi menunagkan minuman ke cangkir mereka yang biasanya bisa di lakukan para pelayan. "Aku memanggil mu Qiu'er tapi kau masih tetap memanggil ku ruan muda Bai, orang-orang bisa mengira akan ada jurang di antara kita. Bukankah kita sudah akrab satu sama lain, panggil aku dengan namaku."
Qiuxi tersenyum. "Bai Qingyun."
Bai Qingyun tertegun, dia segera menurunkan alisnya lembut dan mencoba tersenyum. "Bagaimana dengan.. Suami mu? Pernikahan mu?"
Memikirkan Li Zhu, Qiuxi hanya berdehem sedikit. "Tidak buruk."
__ADS_1
Sambil memikirkan Li Zhu setiap pagi akan kesulitan mengancingkan pakaiannya, Li Zhu akan berteriak pada pelayan untuk mencarikan pakaian yang lebih kecil. Dan mengamati wajah pelayan saat pelayan itu tidak berarti bilang. "Tapi Kaisar, anda membutuhkan pakaian yang lebih besar..."
Qiuxi tersenyum ranum sampai hanya memperlihatkan bibirnya di antara topengnya yang berwarna keemasan. "Dia sedikit imut."
Bai Qingyun tahu jika dia tidak bisa menjadi pelakor di kehidupan Lin Qiu Xi meskipun dia tidak pernah menyukai seorang gadis manapun, dan menyukai Lin Qiu Xi adalah yang satu-satunya dan pertama kalinya. Tapi pertama kali bagi Bai Qingyun menyukai seseorang dan dia sadar jika dia mempunyai perasaan pada Lin Qiu Xi, namun dia satu langkah jauh di belakang orang lain.
Seperti pria gemuk yang tidak pantas di sejajarkan dengan ujung jari kakinya adalah yang mendapatkan Lin Qiu Xi.
"Baguslah, aku senang mendengarnya."
Setelah beberapa saat, Bai Qingyun kembali berkata. "Kau adik ku untuk ku.. jika Kaisar Li tidak memberi mu kebahagiaan, aku akan menarikmu."
Iris hitam Qiuxi langsung mengkilat saat dia mendengarnya dan dia tertegun dengan perasaan tulus Bai Qingyun. Dia tersenyum karena tiba-tiba perasaannya menjadi lebih baik.
"Terimakasih."
Bai Qingyun segera terkejut, dia langsung tersenyum senang. "Tidak ada terimakasih di antara saudara."
Setelah semuanya Bai Qingyun tiba-tiba merasa lembut meskipun dia tidak bisa memiliki Qiuxi untuk menyukainya. Tapi dia memiliki kesempatan memiliki Qiuxi untuk menyayanginya, sebagai saudara dan dia bisa menjaganya, melindungi nya dan menyayanginya.
"Kau kesini untuk menemui ku, apa ada beberapa hal yang ingin kamu katakan?"
"Aku kesini hanya karena bosan." Qiuxi mengatakan dengan tenang, tidak mungkin jika dia mengatakan karena kekurangan uang kan?
"Bagaimana dengan kertas rune, apa stok yang kamu miliki sudah menipis?"
"Seminggu yang lalu kita sudah bertukar, dan karena itu baru beberapa hari masih ada beberapa stok rune di gudang penyimpanan." Bai Qingyun berkata dengan rendah.
Seminggu lalu dia sudah memborong semua Rune Pemikat Lin Qiu Xi dan rune itu sangat mudah terjual. Terutama para kultivator yang kesulitan untuk membeli senjata spiritual tingkat tinggi, mereka lebih memilih membeli rune untuk meningkatkan senjata mereka. Tapi Bai Qingyun terlalu banyak memborong, dan semua Rune Pemikat itu belum sepenuhnya habis dan masih tersimpan di gudang penyimpanan mereka sampai menumpuk.
Huaran yang kebetulan lewat wajahnya langsung seperti melihat petir begitu matanya menangkap gaun darah itu.
Dia berteriak senang. "Qiu'er! Aduh cucuku!"
__ADS_1
Qiuxi menatap pria berumur dan dia tersenyum pada Huaran kemudian melirik perempuan di sebelahnya yang tidak lain adalah Bi An.
"Lama tidak bertemu pak tua Hua, dan... bibi Bi An."