
Keesokan paginya ketika Qiuxi terbangun, matanya menunjukkan kelelahan dan dia merasa malam harinya mengalami mimpi buruk semalaman karena pose tidurnya benar-benar tidak nyaman dan bahkan lengannya sedikit terasa sangat kesemutan dan kebas. Dia mendesah pelan karena dalam mimpi buruknya, Qiuxi seperti di gigit dan di cium oleh seekor beruang kutub.
Seperti biasa Mei Miyan langsung melayani Qiuxi begitu gadis itu terbangun, membantunya berpakaian dan mandi kemudian berias. Mei Miyan tertegun begitu melihat bercak merah biru di sekitar leher Lin Qiu Xi dan beberapa tempat yang ambigu bahkan terlihat jelas. "Ah, Alkemis.. leher anda?!"
Qiuxi belum melihatnya dan bertanya. "Ada apa?"
"Ah, tidak! Tidak!"
Setelah selesai mandi, Mei Miyan memilih kerah yang ketat biar tanda tanda ambigu otu bisa tertutupi dan tidak terlihat banyak orang. Namun kulit leher putih yang seperti magnolia itu terlihat semakin mencolok dengan dua tanda merah yang terang di sana.
Qiuxi terpaku dan dia langsung berhenti. "Apa ini?"
Tanda itu masih baru dan masih sedikit nyeri jika tersentuh. "Mei Miyan, ambilkan aku salep gigitan serangga."
Mei Miyan, "...."
Tanpa di duga Mei Miyan, Lin Qiu Xi terlalu polos untuk mengenali gigitan nafsu. Dia tidak berani membayangkan Kaisar Li yang gemuk itu dengan Alkemis..
Seseorang yang gemuk jelek dengan seorang gadis perawan cantik? Untungnya Alkemis tidak tergilas di atas tempat tidur, dia menghela tanpa sadar. "Baik, akan saya bawakan salep gigitan serangga."
Setelah membantu menerapkan obat di leher jenjang Qiuxi, Mei Miyan memakaikan syal dengan lembut. "Hari ini bulan Oktober, cuaca semakin dingin dan salju di luar juga semakin lebat dan setinggi mata kaki. Aku harap Alkemis tidak terkena demam begitu berjalan sebentar di luar."
Jeda sejenak, Mei Miyan segera ingat dan dia bertanya. "Apakah hari ini anda akan ke pelelangan Rumah Harta?"
Qiuxi mengambil segelas teh poci yang masih hangat, lalu meminumnya. Selama beberapa hari ini Qiuxi hanya duduk-duduk di kediaman sambil memandang kolam teratai tanpa sekalipun keluar dan sangat membosankan jika dia tidak pergi ke manapun.
__ADS_1
Jadi tidak ada salahnya jika dia pergi ke pelelangan Rumah Harta, dan mencari waktu untuk bertukar rune dengan Bai Qingyun di cabang Paviliun Seribu Obat. "Benar, aku sudah bosan jika ada barang bagus di sana aku berencana untuk membelinya. Serta melelang beberapa pil yang selesai aku buat."
Qiuxi berkata tenang. "Aku akan mengajak Lei Xia dan Yan Bijun, dua orang dari Pasukan Bayang pasti kaya dengan informasi."
Tidak mudah keluar dari kekaisaran dengan identitasnya sebagai permaisuri Kaisar Li jadi Qiuxi sekarang mengenakan gaun berwarna merah gelap, syal hangat berwarna merah dan juga topeng keemasan sebagai seorang Alkemis Hantu, kemudian di belakangnya yang mengejar Qiuxi menggunakan ilmu meringankan tubuh dan sosok berjubah gelap yang mengikuti di belakangnya adalah Lei Xia dan juga Yan Bijun.
Ketiganya menuju ke pelelangan Rumah Harta, mereka kemudian berjalan ringan di tengah kerumunan agar tidak terlalu mencolok. Tapi nama Alkemis Hantu sudah terkenal di pasar gelap, dan seseorang yang hanya sekedar melihat topeng keemasan dengan jubah merah darah itu pasti langsung berdecak kagum karena mengetahui ada seorang Alkemis di benua tengah yang bisa membuat ramuan tingkat tujuh di umur yang masih tiga belas tahun.
Tentu saja rumor ini sudah menyebar dan menjadi skandal di kekaisaran Beifang, banyak kekaisaran lain yang mencoba menjalin hubungan dekat agar bisa memiliki peluang koneksi dengan Alkemis Hantu.
"Tidak aku sangka kaisar yang jelek itu mempunyai hubungan baik dengan Alkemis Hantu, dia sangat beruntung."
"Itu tidak benar, putri Qiuxi yang mengajukan permohonan untuk Alkemis Hantu. Kabarnya mereka berasal dari kekaisaran yang sama dan keduanya menjalin hubungan yang baik."
"Ah, andaikan aku yang menikah dengan putri Qiuxi. Aku pasti akan menyuruhnya mengajukan permohonan untuk mengobati penyakit istriku!"
"Ah, tidak apa-apa lagi pula wajah putri Qiuxi selalu di tutupi kain tipis. Tidak ada yang tahu apakah wajahnya buruk rupa. Jika tidak layak di tempat tidur, aku akan memanfaatkan sebaik mungkin kelebihan dia yang lain..."
"Hahaha, tun Shi Wu kau bisa saja perhatikan mulutmu udara juga mempunyai telinga."
Shi Wu adalah tuan muda dari pengusaha batu tambang yang menguasai pertambangan di kawasan empat kekaisaran, dan dia memiliki lebih dari satu istri setiap istrinya berasal dari kekaisaran yang berbeda untuk pernikahan politik. Singkatnya Shi Wu adalah orang yang kaya raya yang memanjakan semua istrinya.
Dia juga menghadiri Pelelangan Rumah Harta untuk mencari obat spiritual yang bisa menyembuhkan bekas luka wajah pada istrinya.
"Hah, aku ingin melihat dengan lidah seperti itu apa dia masih bisa hidup untuk seminggu mendatang." Lei Xia tidak sekalipun merasa simpati dengan Shi Wu karena berlidah tajam. Tempramen dan kepribadian yang jelek pasti sudah menyinggung banyak orang dan banyak juga orang yang memburu nyawanya, jadi jika Shi Wu tiba-tiba mati, Lei Xia tidak terlalu terkejut.
__ADS_1
Yan Bijun menuangkan minuman ke cangkir Qiuxi dan dja berkata. "Aku yakin banyak orang yang mengincar nyawanya, alasan dia masih hidup sekarang adalah pelayan yang dia bawa."
Pelayan yang di bawa Shi Wu memiliki kultivasi yang lebih tinggi dari Yan Bijun dan juga Lei Xia, jika dia bertindak gegabah maka akan menjadi pertarungan yang sulit sambil melindungi master mereka, tapi hal yang sama sekali tidak di ketahui Yan Bijun adalah Lin Qiu Xi sama sekali tidak memerlukan perlindungan darinya, meskipun Lin Qiu Xi memiliki kultivasi yang hampir setara manusia biasa tapi dia memiliki trik yang bisa membahayakan kultivator tingkat tinggi, apalagi dia seorang Alkemy sebagai sumber umum dunia kultivasi.
Di sisi lain pelelangan Rumah Harta pertama mereka mengeluarkan senjata spiritual jenis busur, terlihat mewah karena di lapisi berbagai permata. Sangat cocok jika senarnya di tarik oleh seorang wanita yang memiliki jari yang anggun akan menambah pesona pemikat mereka dan mampu membuat siapa yakan terbius takjub.
"Pelelangan pertama di buka senilai sepuluh keping emas!"
"Dua belas keping emas!"
"Lima belas keping emas!"
"Tuan, busur panah itu sangat bagus dan permatanya begitu indah sewaktu terpantul cahaya, alangkah sangat cocok sewaktu tanganku yang menarik senarnya. Bukankah tuan Shi Wu juga beranggapan sama?" Perempuan di sebelah Shi Wu langsung memeluk tangannya, dan menekan dua benjolan yang empuk itu dengan nada yang menggairahkan telinga Shi Wu.
Secara spontan wajah Shi Wu langsung berubah menjadi merah. "Tiga puluh keping emas!"
"Apakah ada yang masih berani menawar?"
"...."
Setelah tidak ada yang menawar lagi ketokan palu terdengar. "Terjual!"
Meskipun busur panah terbuat sangat mewah tetapi tidak bisa melebihi dua puluh keping emas, karena busur panah adalah senjata paling lemah di antara semuanya dan harus memiliki jeda fokus jika di gunakan di medan peperangan. Maka dari itu panah hanya cocok untuk berburu dan tidak memiliki harga cukup tinggi.
"Tiga puluh keping emas mereka membuang uang sangat banyak." Yan Bijun menyayangkan uangnya, karena satu keping emas bisa menghidupi satu keluarga biasa dalam waktu satu tahun. Sedangkan tiga puluh keping emas bisa membeli rumah yang cukup.
__ADS_1
Dan saat acara lelang itu selesai, kemudian seseorang kembali berteriak dengan suara keras yang cukup untuk di dengar semua orang yang ada di sana.
"Pelelangan selanjutnya adalah arak terbaik dari kota Chouyan! Arak Phoeni Ilahi yang hanya di produksi lima kendi kecil, dan juga sudah tersimpan selama seratus tahun!"