
Di sisi lain rombongan kereta Qiuxi dan Mei Miyan, sehari sebelumnya sebelum Qiuxi berangkat dia sudah menyuruh Jiang Su sebagai salah satu Jenderal Hantunya untuk menyelidiki seorang pelayan bertopeng yang ada di sebelah Lin Sili yang pernah di laporkan oleh Chen Yu.
Dan sesuai perintah Qiuxi kini Jiang Su mengamati seorang pelayan bertopeng yang di curigai oleh masternya yaitu pelayan Lin Sili yang menggunakan topeng untuk menyembunyikan wajahnya, meskipun wajahnya tertutupi rapat namun perawakan tubuhnya menunjukkan umur dua puluhan akhir dan saat ini di bawah pengawasan Jiang Su pria itu memasuki kamar yang lumayan terpencil yang ada di pelosok kekaisaran juga sebagai tempat yang jarang tersentuh.
Saat mengikuti pelayan bertopeng itu ke salah satu tempat yang terisolasi, betapa di kejutkannya Jiang Su mengetahui ada seorang pria lain yang tergeletak di atas ranjang dengan muka seperti mayat yang tertidur, pria bertopeng itu terlihat gelisah seakan menyesal dengan apa yang dia lakukan dan dia mundar mandir tidak karuan karena di gelapkan oleh perasaan sesat sesaat. Tidak lama kemudian Lin Sili mendatanginya dan matanya terbelalak melihat pria yang terkapar di atas ranjang itu.
Lin Sili membentak pada pelayan bertopeng itu. "Cheng Huo! Kau menghancurkan semuanya! Apa yang kamu lakukan pada pangeran Yixing!?"
Dalam bayang malam Jiang Su bersembunyi, dahinya mengernyit kebingungan. "Pelayan bertopeng itu adalah pangeran Cheng pertama? Apa aku tidak salah dengar..?"
Cheng Huo itu berkata berkata juga pada Lin Sili. "Katakan apa yang harus aku lakukan? Pasti pangeran Yixing yang akan menjadi kaisar selanjutnya ibu, padahal dirikulah pengeran pertama di kekaisaran ini kenapa dia harus menjalani kaisar yang selanjutnya!"
Semakin mendengar perkataan Ceng Huo, maka semakin membingungkan untuk Jiang Su karena menjalankan perintah masternya sendirian, dia hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri. "Jadi Lin Sili itu sebenarnya adalah Ceng Ming, kenapa dia menggunakan topeng manusia dan mengubah wajahnya menjadi seperti Lin Sili?"
Cheng Huo masih tidak terima karena kursi kaisar lebih dekat untuk Lin Yixing meskipun dia sendiri adalah putra tertua, maka dia tidak bisa menerimanya dan meracuni Lin Yixing. Karena ibunya, Cheng Ming tidak tahu maksud tindakannya, Cheng Huo berteriak keras. "Apa salahnya tindakanku ini katakan padaku ibu, jika aku tidak meracuni Lin Yixing maka sampai kapanpun aku tidak akan bisa menjadi seseorang kaisar?!"
Lin Sili yang sebenarnya Cheng Ming memasang ekspresi rumit. "Kau seharusnya bertanya dulu padaku, menurutmu aku melakukan semua ini untuk siapa kalau bukan untukmu dan keluarga Cheng kita?"
Mendengar ucapan Cheng Ming, seketika tawa keras keluar dari mulut Cheng Huo. "Hahaha apa ibu kira aku percaya? Pasti ini semua hanya karena harga dirimu sendiri dan kamu sebenarnya tidak pernah sepenuhnya peduli dengan anakmu sedikitpun!"
-Plak!
__ADS_1
Cheng Ming yang mendengarnya langsung tidak tahan untuk menampar Cheng Huo. "Cheng'er jangan lewati batasan mu! Semua yang ibu lakukan untuk keluarga Cheng kita, kamu hanya perlu mengingat itu baik-baik!"
Cheng Huo langsung mengusap pipinya yang membengkak dan tangannya mengepal keras saat mendapatkan tamparan dari Cheng Ming, dia melirik Lin Yixing yang setengah sekarat karena racunnya sebelum dia mengendus marah dan pergi keluar dari ruangan itu.
*
Ketika sudah sampai di Nanfang, Qiuxi memandang suasana halaman Fu yang selama ini dia tinggalkan dan meskipun waktu kepergian Qiuxi terhitung cepat namun terasa seperti setahun penuh dia meninggalkan istana Nanfang itu.
Dan saat rombongannya tiba di kediaman putri kedua kekaisaran Nanfang, saat Qiuxi pertamakalinya menginjakkan kakinya di sana dia langsung melihat ribuan bunga magnolia mekar segar di malam hari dan setiap kelopaknya berwarna penuh putih seolah-olah membius mata siapapun yang melihatnya .
Di bawah cahaya bulan, iris hitam milik Qiuxi menyapu sosok pria rupawan yang berdiri di belakangnya, yang juga orang yang sama yang telah menanam ribuan magnolia di setiap kediaman milik nonanya itu, Feng Shui.
Qiuxi juga bertanya. "Apa kau ingin menjadi seorang tukang kebun yang rendahan?"
Feng Shui tersenyum lembut melihat nonanya yang mencibir di depan matanya. "Itu adalah bunga magnolia, bunga yang sangat mirip dengan kulit putih milik nona. Jadi jika saya menjadi tukang kebun rendahan juga tidak apa-apa."
Qiuxi diam tidak berkata lebih lanjut karena dia juga merasa kulit putihnya yang berbeda dengan kulit putih manusia pada umumnya. Apalagi ketika kehidupannya yang pertama tinggal di iklan tropis Indonesia dulu, merasakan kulitnya lebih putih dari salju, dia seringkali tercengang dengan kulit putihnya sendiri.
Setelah diam sejenak, tiba-tiba ada suara perempuan yang halus terdengar di belakangnya.
"Adik sepupu perempuan Lin kamu telah datang? Betapa khawatirnya kakak yang selalu memikirkan keselamatan mu di luar kekaisaran sana.." Lin Sili berkata dengan kedua alis lemas layu, eskpresi begitu rindu untuk sosok adik perempuannya karena mereka telah lama tidak bertemu satu sama lain. Tapi Qiuxi tahu dengan jelas jika ekspreksi kekhawatiran di mata perempuan itu sebenarnya hanya palsu.
__ADS_1
Iris hitam Qiuxi menyapu bersih kekhawatiran kakaknya dan ketika melihat Lin Sili seketika air bening jatuh dari kedua iris hitam milik Qiuxi dan badan perempuan berusia tiga belas tahun itu tiba-tiba menggigil gemetar dengan perasaan ketakutan yang hebat.
Qiuxi berkata dengan tergagap dan matanya yang terbiasa tirani untuk keseluruhan pasukan Hantunya, tiba-tiba menjadi sangat lembut dan lemah. "Ka-kakak sepupu, putri ini sangat takut setiap harinya.. dan ba-bagaimana jika kekaisaran Nanfang hancur karena keegoisan ku sendiri yang kabur di saat situasi sedang su-sulit membuat keberadaan ayah kaisar dan ibu permaisuri me-menghilang. Kakak sepupu, ma-maafkan putri ini.."
Melihat kepura-puraan Qiuxi, Mei Miyan menatap gadis bergaun semerah darah itu penuh dengan tanda tanya, apakah yang di depannya adalah gadis berumur tiga belas tahun yang tadi duduk bersamanya di dalam kreta? Karena perubahan yang sangat tidak mungkin! Jelas-jelas di depannya sekarang hanyalah putri Lin yang kehilangan ayah dan ibunya bukan seorang Alkemis Hantu bertopeng emas dengan senyum ranum yang tersembunyi aura tirani!
Karena jelas-jelas gadis bergaun darah itu seperti rumor Lin Qiu Xi yang lugu, lemah dan cengeng!
Chen Yu dan Xiao Boa juga tidak luput dengan pertanyaan yang sama, kemana perginya kakak master yang selalu memiliki ekspresi sedingin jurang neraka? Seorang pemimpin Pasukan Hantu sekarang hanyalah putri kaisar yang sangat polos dan ringkih, seolah-olah gadis itu bisa patah jika di sentuh sedikit saja.
Lin Sili kemudian memeluk tubuh adiknya yang gemetar, tangannya menepuk halus pundak Qiuxi dan dia berkata dengan suara khawatir. "Kamu istirahatlah dulu adik sepupu perempuan Lin karena tubuh mu butuh istirahat dari perjalanan panjang. Jadi kamu istirahatlah dan kakak sepupu ini akan memerintahkan dua orang untuk menjaga kediaman mu."
Lin Sili tersenyum menatap wajah seputih bunga magnolia milik adiknya itu dan sekejap kemudian Qiuxi membalasnya dengan senyuman ranum juga senyuman yang tidak bisa sembarangan orang mengartikannya karena senyuman Qiuxi tersembunyi trik yang licik yang akan dia siapkan untuk orang yang berani mengusiknya.
Qiuxi menyimpitkan setengah matanya, dua orang untuk menjaga di kediamannya sendiri?
Orang-orang itu pasti di tugaskan untuk mengawasi segala gerak gerik Qiuxi dalam jangkauan rencana mereka, namun perhitungan mereka tidak pernah menyangka jika lawan yang mereka singgung sebenarnya adalah pemimpin pasukan Hantu Pembantai Iblis yang namanya telah mengguncang di seluruh dunia persilatan.
Dan dia adalah Lin Qiu Xi yang tidak akan pernah seperti dengan rumor, karena dia lebih baik mengigit terlebih dahulu daripada di gigit.
Qiuxi tersenyum kecil. "Ba-baiklah, putri ini akan mengikuti keinginan kakak sepupu.."
__ADS_1