Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Tidak bisa bertemu kembali II


__ADS_3

Yin Jinze pernah bilang padanya di depan pintu Penginapan Gerhana Bulan Sabit untuk menunggunya selama apapunpun itu pasti Qiuxi dan Yin Jinze akan bisa bertemu kembali.


Dan karena Dupa Gu, perkataan Yin Jinze tidak lebih dari omong kosong dan Qiuxi menyadari dengan jelas bahwa pria itu sudah tidak akan bisa menemuinya lagi.


Jadi Qiuxi tidak perlu bertanya hal yang percuma seperti apa bisa.. mereka bertemu kembali?


Dan keheningan Feng Shui sudah seperti jawaban karena jelas pria lancang itu, Yin Jinze tidak akan menjemputnya untuk bertemu kembali.


Qiuxi mendesah nafas pada Feng Shui di hadapannya. Setelah mendengar semua yang ingin dia dengar, dia tidak bertanya apapun tentang Yin Jinze lebih jauh.


Qiuxi mengeluarkan kakinya dari selimut karena dia merasa sudah sedikit lebih lama dia tidak menikmati udara, jadi dia berniat untuk keluar sebentar untuk mencari kesejukan.


Tangannya di pandu lembut oleh Feng Shui yang berjalan di sampingnya dan Qiuxi kemudian bertanya. "Bagaimana dengan tuan muda Bai dan yang lainnya?"


Feng Shui membantu Qiuxi berjalan dengan hati-hati, saat dia menemukan tempat yang cocok untuk berteduh dia membantu Qiuxi untuk duduk di sana. Di bawah pohon cendana yang sejuk, dia sangat memperhatikan Nonanya dengan ketelitian, seolah-olah Feng Shui tidak akan membiarkan sesuatu bisa mengores Lin Qiu Xi sedikit saja.


"Menunggu perintah Nona untuk mengambil keputusan."


Qiuxi tersenyum kecil. "Lupakan saja mereka, entah apapun yang telah di lakukan Baili Yulai sebelumnya padaku."


Feng Shui mengepalkan tangan di balik jubahnya. Permasalah ini di mulai dari berhubungan dengan Bai Qingyun yang akhirnya membuat Baili Yulai meracuni Qiuxi karena perasaan cemburu, tapi bagaimanapun juga Bai Qingyun tidak membahayakan Qiuxi untuk itu Feng Shui bisa melepaskannya.


Tapi untuk Baili Yulai..


Baili Yulai berniat mencelakai Nonanya dan bahkan mencoba membunuh Qiuxi, bagaimana bisa Feng Shui melupakannya semudah itu dan melepaskan mereka semua seolah-olah tidak ada kejahatan apapun yang terjadi?


Tapi bagaimanapun perintah Qiuxi mutlak baginya. Jika dia di suruh untuk melupakan kejahatan Baili Yulai, maka Feng Shui mau tidak mau harus melepaskannya.

__ADS_1


Feng Shui mengertakkan gigi dan berkata dengan pelan. "Baik, sesuai keinginan Nona."


Qiuxi tahu bahwa Feng Shui selalu menunggu perintahnya untuk melakukan segala sesuatu, dia sudah terbiasa dengan sifat penurut ini. Tapi sangat di sesalkan bahwa Feng Shui tidak bebas dengan pilihannya sendiri. Dia merasa bahwa seolah-olah Feng Shui sangat terikat dan selalu bergantung pada ucapannya..


Apakah Feng Shui tidak pernah merasakan kebebasan untuk membuat pilihan untuk dirinya sendiri?


Qiuxi berharap bahwa Feng Shui bisa bebas dengan pilihannya, jadi dia tidak ragu ketika mengatakan dan membiarkan Feng Shui lepas dari sisinya.


"Feng Shui, kita akhiri kontak darah yang selama ini mengikat mu sebagai milikku dan aku tuan mu. Mulai sekarang kita akhiri kontrak darah, jangan terikat apapun dengan ku mulai dari sekarang."


Alasan kenapa Feng Shui sangat setia pada Lin Qiu Xi yang asli, ternyata sebenarnya Lin Qiu Xi di novel itu tanpa sengaja membuat kontrak dengan seekor rubah putih dan ternyata rubah dengan mata ruby itu adalah bentuk perwujudan manusia dari Feng Shui selama ini.


Karena cerita dalam novel aslinya sudah jauh melenceng, Qiuxi tidak terlalu terkejut jika ada beberapa rahasia tersembunyi yang akhirnya terkuak.


Dan saat ucapan Qiuxi jatuh yang seolah-olah tidak membutuhkan Feng Shui dan seakan mengusirnya


Dia sangat menyayangi Nonanya, mengasihinya dan menjadikan Lin Qiu Xi segalanya. Segala ucapan yang keluar dari bibir Lin Qiu Xi dia tidak pernah sekalipun membangkangnya, menolak ataupun melawan. Selain mengabulkan semuanya dengan patuh.


Semuanya Feng Shui lakukan dengan hati-hati dan dengan penuh kelembutan, dia melakukan itu semua karena ada satu ketakutan yang dia pendam dalam dirinya.


Rasa takut yang besar bahwa Lin Qiu Xi akan membuangnya suatu hari nanti.


Ketika yang paling dia takutkan itu tiba. Dan ucapan Lin Qiu Xi untuk menyuruhnya pergi telah dia dengar, seolah-olah mata air dingin menguyurnya dari atas kepala untuk membekukan tubuhnya, membuatnya mengigil hebat.


Feng Shui mengigit bibir bawahnya dengan keras, perasaannya campur aduk dan sangat kacau. Kacau dan hancur bahkan seakan ingin meledak dengan memontun keras dan dia bergetar dengan serak. "N-nona."


Suaranya bergetar dalam dan Feng Shui tidak tahan untuk berkata dengan suara memperihatinkan. "J-adi jadi.. kamu, kamu, kamu mengusirku.. pergi?"

__ADS_1


Melihat wajah menderita di depannya seperti seekor kucing yang telah di aniaya, Qiuxi menunjukkan senyuman sesal karena sebenarnya dia bukanlah seorang Lin Qiu Xi yang asli karena dia hanya segelondongan jiwa yang kebetulan melakukan transmigrasi ke dalam dunia yang sama sekali bukan kenyataan.


Meskipun demikian, Qiuxi mengharapkan untuk kebebasan bagi Feng Shui dan agar pria itu tidak terikat dengan dirinya.


Qiuxi lalu menaruh jari-jari rampingnya di atas kepala Feng Shui dan dia mengelusnya dengan lembut. "Kamu terlalu penurut sekali dan lagi, aku belum selesai berbicara kenapa kau memotong ucapan ku, apa telingamu dungu?"


Qiuxi kemudian mengulanginya tapi kali ini suaranya melembut. "Kita akhiri kontrak darah selama ini, agar kamu tidak terikat dengan ku mulai dari sekarang. Ada alasan kenapa aku ingin melakukan semua ini, itu karena aku menyayangimu."


Feng Shui meninggikan suaranya. "Menyayangi ku? Lalu kenapa Nona mengusir ku?!"


Qiuxi menghela nafas dan mulai menjelaskan, dia menepuk pundak Feng Shui dengan tekanan tidak terlalu besar, malahan terlihat sangat hangat. "Ada alasannya, itu karena kamu terlalu penurut."


"Aku merasa bahwa kamu tidak bisa bebas, jika kau tetap berada di sisiku. Dengan mempertahankan kontrak darah, itu hanya akan mengikat mu. Seakan aku hanyalah sebuah kandang yang membatasi mu dari dunia luar."


Feng Shui tidak pernah berpikiran sedikitpun seperti itu, menurutnya di sisi Lin Qiu Xi adalah kebebasannya dan dia tidak butuh dunia luar asalkan dia bisa terus ada di samping nonanya sampai kapanpun.


Dia menggelengkan kepalanya keras dan Feng Shui mencoba untuk menolak. "Tidak ingin, jangan mengusirku pergi.."


Qiuxi menyandarkan punggungnya, matanya menyimpit ke arah langit. Langit yang di penuhi awan, ratusan bintang, dan juga burung-burung yang terbang. Terlihat begitu indah dan tanpa batas, itulah yang namanya kebebasan.


Seperti kebebasan yang dia harapkan selama ini dan dia tidak ingin terikat dengan dunia ini, dia ingin memiliki semua orang yang akan berdiri di sisinya dan Qiuxi sangat takut jika seseorang akan meninggalkannya seperti apa yang terjadi pada kehidupannya yang sebelumnya seperti kematian ibunya Qiu Liang dan ayah Indonesianya, sedangkan di dunia ini adalah kematian Yin Jinze yang tidak dia harapkan yang sukses membuat ketakutan traumatisnya menjadi semakin memberat.


Sebenarnya dia tidak ingin benar-benar mengusir siapapun, tapi Qiuxi terlalu takut jika harus merasakan kematian seseorang lagi..


Jadi, dia mau tidak mau harus melepaskan satu persatu semua orang dari sisinya.


Dengan begitu dia tidak akan mendengar kabar kematian seseorang lagi yang sudah menjadi bagian berharga di dalam dirinya.

__ADS_1


__ADS_2