
Ketika Qiuxi selesai dengan sepoci teh miliknya, dia melihat ke arah Shan Shie dengan mata yang dingin.
Dia bertanya. "Tidak menemukan ibu tiri ku? Di manapun? Lalu bagaimana dengan anaknya Chen Huo itu?"
Shan Shie mulai menjelaskan secara terperinci saat dia mendapatkan tugas dari Qiuxi untuk menyelidiki permasalahan internal di dalam kekaisaran Nanfang, dia berkata dengan hormat dan mulai menjelaskan semua yang bisa dia tahu.
"Kabarnya keluarga Cheng mulai bersiteru dengan Dongfang karena Xiao Sishan gagal memiliki anda. Sebelumnya entah dengan tabiat apa Cheng Ming meminta bantuan dari Perguruan Bukit Darah untuk membantunya mengambil alih tahta kaisar Lin Chen, tapi siapa yang tahu bahwa Perguruan Bukit Darah akan membelok arah dan mendukung Lin Sili. Dan keputusan itu berujung ke peperangan yang berhasil membunuh Cheng Huo, mengetahui anaknya mati Cheng Ming menjadi gila dan keberadaannya kemudian tidak di ketahui siapapun, dia seperti lenyap dan menghilang tanpa meninggalkan jejak."
Mendengar penjelasan Shan Shie, Qiuxi merasa sedikit tidak masuk akal, bukan karena dia tidak mempercayai Shan Shie atau meragukan kemampuan mantan Wajah Topeng Kabut itu untuk mengorek informasi. Namun kenapa Perguruan Bukit Darah bisa membuat konflik dengan Nanfang sebenarnya bermula dari sampah yang tidak lebih dari kotoran Cheng Ming ini.
Tapi bukan itu yang paling mengganggu pikiran Qiuxi. Kekaisaran Nanfang adalah tempat terlemah dengan sedikit kultivator, pengaruhnya tidak akan terdengar oleh sekte besar ataupun perguruan seperti Perguruan Bukit Darah. Lalu sejak kapan Cheng Ming yang hanya bangsawan kecil memiliki hubungan baik dengan Perguruan Bukit Darah untuk menjalin kerjasama sebelumnya?
Qiuxi menghela nafas enggan, dia berujar tenang pada Shan Shie dan matanya menyimpit dengan sangat malas. "Bagaimana keadaan kakak sepupu laki-laki Lin Yixing?"
Shan Shie tidak berbasa-basi menjawab pertanyaan Qiuxi yang juga seorang master di depannya. "Seperti Lin Sili, dia telah di bebaskan juga."
Iris hitam Qiuxi sedikit menyipit, dia terkekeh begitu licik sampai sukses membuat bulu kuduk Shan Shie meremang ketika dia di hadapkan dengan masternya yang sampai-sampai hanya melihat matanya saja, dia tidak tahan untuk mengigil kedinginan.
Qiuxi tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. "Ini semakin menarik, apa mereka kira putri ini hanyalah putri kaisar yang lugu dan lemah?"
"Baiklah, mari kita bermain trik dan putri ini hanya akan mengikuti alurnya." Qiuxi kemudian berkata pelan sambil tersenyum ranum saat senyuman itu juga memperlihatkan lingkar sabit di bibirnya yang merah dan tipis, namun jenis senyuman yang seperti itu sebenarnya tersembunyi aura tirani dari seorang putri kaisar yang siapapun melihat ke arahnya, akan secara refleks menundukkan kepala mereka dan tidak ada orang yang berani untuk membantah.
__ADS_1
Karena akar spiritual Shan Shie sekarang sudah sembuh, Qiuxi memerintahkan Shan Shie untuk membalaskan kematian istrinya dengan bantuan pasukan Qiuxi yang berjumlah tiga puluh lebih orangnya yang bertujuan juga untuk mengukur seberapa jauh pasukan yang dia buat dan seberapa mengerikan moster yang dia buat dari pelatihan menegak racun.
"Lakukan pembalasan kematian isrtimu segila mungkin, mengamuk lah mencabiklah itu terserah dirimu sendiri. Tunjukkan pada dunia persilatan bahwa Wajah Topeng Kabut kembali membawa moster haus darah yang baru, tebar teror ke manapun sampai ketakutan mengakar ke tulang siapapun saat mereka mendengar nama pasukan Hantu Pembantai Iblis!"
Itulah perkataan gila dari mulut gadis berwajah lugu yang sebenarnya adalah seorang putri kaisar yang di kabarkan sangat lemah, namun kenyataannya gadis itu sebenarnya lebih mengerikan dan juga lebih berbahaya.
Siapapun yang melihat kecantikan gadis itu, siapa yang menyangka wajah cantik seputih bunga magnolia dan kulit seperti giok sebenarnya bisa menyembunyikan aura tirani yang begitu kuat?
Qiuxi terkekeh pelan. "Kamu hanya boleh membuat kematian tragis dan pastikan siapapun yang mengusikmu, mereka akan bermandikan darah mereka sendiri."
Tepat ketika perintah Qiuxi jatuh, dan bahkan jika masternnya itu tidak memintanya, Shan Shie tetap akan membalaskan kematian istrinya yang telah di jadikan percobaan untuk kultivasi sesat di Perguruan Bukit Darah. Dan dia sebagai seorang Wajah Topeng Kabut yang baru Shan Shie juga akan merobek siapapun di jalannya saat dia mencoba membalaskan dendam. Jadi ketika Qiuxi memberikan penawaran untuk membantunya membalaskan dendam dengan menggunakan pasukan Hantu Pembantai Iblis, dia semakin manaruh hormatnya pada perempuan yang ada di depannya itu yang sekarang sudah menjadi tuannya.
Dengan sekejap mata Shan Shie menghilang dari pandangan semua orang seolah-olah keberadaannya tiba-tiba lenyap dari ruangan itu, saat Shan Shie sudah menghilang Qiuxi memerintahkan Feng Shui untuk mencari informasi lebih mengenai Lin Sili yang mengirimkannya surat untuk menyuruhnya datang ke Nanfang dalam waktu satu bulan lagi.
Mendengarnya Feng Shui segera berlutut di kaki Qiuxi dan berkata dengan patuh, sebelum dia sekejap kemudian menyusul keberadaan Shan Shie yang sudah menghilang di hadapan semua orang. "Baik nona.."
Satu bulan, waktu yang cukup untuk melambungkan nama pasukannya di dunia persilatan. Jadi Qiuxi dalam waktu singkat itu, dia pasti akan melambungkan nama pasukan bayarannya sampai-sampai semua orang saat mendengar sedikit tentang pasukan Hantu Pembantai Iblis mereka akan berlari terpontang-panting ataupun mengigil ngeri kedinginan hanya sekedar mendengar namanya saja.
Pasukan yang penuh dengan monster yang mengerikan, yang darah setiap anggotanya lebih mengerikan dari racun.
Pasukan Hantu Pembantai Iblis!
__ADS_1
Setelah kepergian dua orang dari ruangan itu, sekarang hanya menyisakan Chen Yu dan Qiuxi di sana. Saat mendengarkan perintah kakak masternya, Chen Yu ingin berkata pada master barunya dan dia mencoba berkata dengan hati-hati karena takut gadis itu akan memberinya tatapan tajam saat mendengarkan perkataannya atau sekedar mengusik gadis di hadapannya itu.
"Kakak master.." Chen Yu berkata takut-takut pada gadis bergaun semerah darah yang sedang menyesap teh hangat di dekat jendela, yang ketika Qiuxi sedang meminum sepoci teh dia akan secara tidak sengaja memperlihatkan wajahnya yang sangat putih, dan ketika wajah Qiuxi tertimpa cahaya sedikit saja, keberadaannya seolah-olah transparan dengan apapun yang ada di dunia ini.
Qiuxi menyapu iris hitam di matanya ke arah Chen Yu, setelah beberapa saat matanya sedikit mengeryit karena dia hampir saja melupakan keberadaan Chen Yu yang berada tepat di hadapannya.
Qiuxi berdehem sedikit sebagai tanggapan.
Setelah mendapat persetujuan dari Qiuxi akhirnya Chen Yu mulai berkata. "Aku ingat jika kakak master melarangku mencuri lagi, tapi bagaimana ini? Perutku sudah merasa lapar.."
Qiuxi merasa terlalu malas menjawab pertanyaan Chen Yu, jadi dia hanya melirik makanan di depan mejanya. Mendapatkan penawaran makan dari Qiuxi, Chen Yu buru-buru menarik kursinya dan mulai mengambil makanan beberapa.
"Selamat makan!"
Setelah Chen Yu selesai makan dan hampir menghabiskan semuanya sampai tidak tersisa, dia berkata lagi pada Qiuxi. "Apa kakak master ingin menggemparkan dunia persilatan dengan memamerkan moster dari kami?"
Ekspresi datar dan sekaligus dingin dari gadis bergaun darah dia depannya tiba-tiba tersenyum licik sampai memperlihatkan lengkungan sabit di wajahnya yang sedikit putih pucat. Saat Chen Yu menghardiknya, alih-alih merasa marah dia justru di buat tertarik dengan bocah lelaki berusia sembilan tahun di depannya yang dengan mudah bisa menebak pikiran Qiuxi tanpa harus menjelaskan panjang lebar.
Qiuxi berhenti menyesap tehnya, dia meletakan cangkir di meja sampai suara cangkir terdengar seolah-olah memotong suasana yang sunyi.
"Kamu cukup pintar."
__ADS_1