Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Jangan bercanda! Kamu, kamu perempuan gagap!


__ADS_3

Di luar kekhawatiran Shan Shie, Qiuxi yang tidak memiliki kultivasi yang tinggi itu masih hanya diam dalam kelumpuhan wajah, dia hanya dengan tenang menyesap sepoci teh hangat dan ketika cangkir itu hampir sampai di bibirnya maka wajahnya yang putih terpantul di permukaan teh.


Dia meminum teh beberapa kali sampai tenggorokannya yang hampir rusak karena berpura-pura gagap sepanjang hari ini kembali seperti biasa, dan saat teh spiritual yang di minumnya habis barulah saat itu dia berbicara dengan suara tenang.


"Putri ini ingin bertanya, apakah gadis ini di mata kalian hanyalah sebatas putri kaisar yang mudah di gertak?"


Setelah Qiuxi mengatakannya, beberapa orang dari sepuluh tamu kini mulai memuntahkan darah segar dari mulut mereka secara tiba-tiba membuat udara di ruangan itu berbau anyir dan seteguk darah jatuh ke meja seperti sungai merah.


Penatua Wang yang mengetahui bahwa dia telah tanpa sengaja memakan racun, dia langsung menatap tajam gadis di depannya sambil mengusap kasar darah yang ada di dalam mulutnya.


Dia berbatuk-batuk menyediakan.  "Kau!-- gadis picik beraninya meracuni kami?!"


Qiuxi memutar iris hitamnya tepat ke arah penatua Wang dengan pandangan sedingin jurang neraka sebelum dia berkata mencibir. "Meracuni kalian? Semenjak kalian mengusik mata aku ini, kalian hanya mencari neraka."


Tetua Ma yang belum menyentuh makanan apapun segera memandang gadis berusia tiga belas tahun di depannya. "Apa kau meremehkan kami putri Lin?"


Perkataan tetua Ma terdengar begitu konyol di telinga Qiuxi dan di telinga Wajah Topeng Kabut Shan Shie, siapa yang sebenarnya meremehkan siapa? Mereka telah berani menyinggung oemimpin sebenarnya pasukan Hantu Pembantai Iblis, maka mereka harus siap menerima bayaran yang setimpal karena lebih berpihak pada selir resmi Ming.


"Sampah, menurut mu kalian sampai di sini bukan karena otak idiot kalian yang lebih memilih selir resmi Ming untuk melawan ku?"


Qiuxi menyeringai dan terkekeh mengejek. "Seharusnya aku yang bertanya, apa kalian meremehkan aku ini? Aku bahkan tidak melihat kalian lebih tinggi dari kotoran di bawah sepatuku, lalu untuk apa aku membuang napas untuk meracuni kalian?"

__ADS_1


Dia kemudian menyimpitkan setengah matanya. "Bukankah mata kalian tidak buta, semua makanan yang di sajikan di sini selir resmi Ming yang melakukannya untuk membunuhku, sepertinya wanita itu juga tidak tanggung-tanggung dengan nyawa kalian semua, dan menghabisi kalian di sini bersamaku?"


"Itu mustahil!" Penatua Wang langsung meraung. "Dia ingin membunuhku juga di sini, sialan p*lacur itu!"


"Penatua Wang, tunggu dulu.." Tetua Ma segera menengahi, karena racunnya yang di telan masih tergolong sedikit mereka masih bisa menahannya.


Melihat Lin Qiu Xi di depannya yang selama ini berpura-pura gagap, dan berpura-pura lemah, Tetua Ma tidak ingin terkecoh dengan perkataan gadis itu lagi, jadi dia segera berkata   "Penatua Wang, jangan mudah mempercayai omong kosongnya, mungkin dia berusaha untuk membuat perpecahan di kerjasama kita dengan selir resmi Ming agar bisa menyelamatkan nyawanya."


Mendengarnya, Qiuxi hanya tertawa kecil sebelum dia mendesah nafas malas. "Terserah kalian akan mempercayainya atau tidak, karena setelah ini kalian akan menerima konsenkuensi besar karena telah berani menyinggung yang tinggi ini yang tidak akan melepaskan satu lalat pun bisa keluar dari sini hidup-hidup."


Begitu mendengar ucapan sombong Qiuxi, cangkir di tangan Penatua Wang  langsung pecah karena kemarahannya.


Dia berteriak. "Bahkan jika kau meracuni ku atau bukan, karena kesombongan mu orang tua ini bisa membunuhmu hanya dengan satu tangan!"


Tapi bukan kemunculan Hao Xuan yang mengejutkan penatua Wang sampai darahnya meluap, melainkan ujung pedang Wajah Topeng Kabut Shan Shie sekarang mengarahkan pedangnya tepat ke belakang lehernya.


Merasakan besi dingin itu menyentuh lehernya, oenatua Wang terlalu marah sampai urat-urat di wajahnya terlihat menonjol. "Apa yang kamu lakukan Tuan Shie?! Aku sangat yakin jika wanita itu membayar mu lebih tinggi dari ku, kenapa kau menghianatinya?Apa kau akan memalukan pasukan Hantu Pembantai Iblis karena tidak pecus menerima tugas pembunuhan di kirim selir resmi Ming untuk membunuh Lin Qiu Xi sekarang?"


Shan Shie memandangnya diam dan matanya menyorot dingin. "Bagaimana bisa kau menyebutku berhianat? Sejak awal aku memang orangnya master, gadis yang ingin kalian bunuh itu.. sebenarnya adalah tuan ku sendiri."


Begitu suara Shan Shie jatuh, mereka semua langsung di kejutkan seperti mendengar petir di siang bolong dan mereka kebanyakan tidak mengira jika di belakang seorang Wajah Topeng Kabut sebenarnya ada sosok yang lebih tinggi, yaitu seorang gadis yang pernah di rumorkan menjadi yang terlemah.

__ADS_1


Tetua Ma juga tidak tahan untuk tidak terkejut, dia bertanya dengan tergagap. "A-apa yang kamu maksud?"


Semua telinga seperti tidak mendengarkan apa yang di katakan Shan Shie, siapa sebenarnya seorang master dari seorang Wajah Topeng Kabut. Tapi sebelum mereka sempat bertanya, situasi telah menjawabnya dan para Jendral Hantu langsung menunjukkan hormatnya pada gadis yang memakai jubah cyan merah gelap.


"Salam master.."


Qiuxi mengangguk sedikit sebagai tanggapan. "Kalian berdirilah Jendral Hao dan Jendral Jiang."


Hao Xuan dan Jiang Su mengangguk patuh dengan magical beast yang ganas masing-masing ada di sisi mereka. Dan saat binatang spiritual itu mengaum, suara serigala itu sangat melengking di ruangan itu seperti melodi penghitung waktu mundur kematian mereka.


Tetua Ma mendengus marah, dia tidak ingin berakhir di tempat ini. "Jangan bercanda! Kamu, kamu seorang perempuan gagap menjadi pemimpin sebenarnya dari Hantu Pembantai Iblis?!"


Saat Shan Shie mengatakan jika Qiuxi adalah tuannya, Tetua Ma sama sekali tidak percaya. Tapi begitu melihat para Jenderal Hantu sekelas Hao Xuan yang menahan serangan penatua Wang, dia mau tidak mau terbelalak terkejut sampai memutahkan seliter darah.


Saat memikirkan ucapan Qiuxi sama sekali tidak berbohong, Tetua Ma seketika keluar dari ruangan dengan ilmu meringankan tubuh, namun tembok baja tidak kasat mata membuatnya terpental dan jatuh dalam kecepatan tercepat.


Qiuxi yang melihat Tetua Ma sama sekali tidak bisa kabur ke manapun hanya menyimpitkan setengah matanya sebelum berkata dengan suara dingin. "Kalian merencanakan di sini akan menjadi kematian ku, sekarang lihatlah dengan mata kepala kalian jika tempat ini akan menjadi yang terakhir kali kalian bisa menghembuskan nafas."


Tetua Ma berbatu-batuk kesakitan dia melihat Qiuxi kemudian melihat dinding tipis yang menghambatnya untuk melarikan diri dan dia berteriak dengan semua fitalitas paru-parunya. "Array tingkat tinggi.. ini tidak mungkin gadis seperti mu bisa menggunakan array seperti ini! Bukankah kamu selama ini hanyalah sampah yang tidak bisa melakukan apapun?!"


Melihat Tetua Ma yang terbelalak terkejut, Qiuxi hanya menarik sudut bibirnya dan tertawa kecil. "Ada saatnya seseorang bisa berubah."

__ADS_1


"Putri ini bukanlah Lin Qiu Xi yang lemah seperti dulu atau seorang idiot yang akan merengek jika di gertak kalian semua."


"Melainkan seorang gadis yang akan membalas satu kebaikan kalian dengan sepuluh kebaikan, dan satu kejahatan kalian dengan cara balas dendam."


__ADS_2