
Sehari berlalu setelah itu dan tirai putih di kamar Li Zhu perlahan terbuka dan langsung memperlihatkan seorang gadis yang masih berusia tiga belas tahun. Yin Jinze masih mengamatinya sambil memasang senyuman di wajahn buruk rupa milik seorang gemuk Kaisar Li.
Qiuxi duduk di depan cermin dan dia melihat pantulan Kaisar Li, yang tidak lain Li Zhu di belakangnya dan dia kemudian berkata. "Wang ye, kenapa kau terus menatap ku? Jika kau terus menatapnya, bunga akan mekar di wajahku."
Yin Jinze menarik sudut bibirnya ke atas. "Memang sudah mekar Wang Fei, bunga putih seperti magnolia dan batu giok berwarna seputih salju."
Qiuxi melihat bahwa Li Zhu sudah berada di belakangnya dan pria gendut itu berkata pada Mei Miyan."Biar aku yang merias rambut Wang Fei."
Mei Miyan melirik ke arah Qiuxi setelah mendapat persetujuan, dia mengangguk. "Baik, Kaisar Li."
Li Zhu meraih lembut rambut hitam panjang Qiuxi dan menyisirnya perlahan. "Wang Fei, apa aku lupa mengatakan jika kau sangat cantik saat memakai gaun merah muda?"
Lin Qiu Xi yang mendengarnya langsung tersenyum kecil. "Jadi maksud Wang ye, sebelumnya aku tidak terlalu cantik?"
"Tidak, hari ini istriku jauh lebih cantik." Li Zhu sedikit memelas, di hari pernikahan sampai sekarang Lin Qiu Xi masih menutupi wajahnya dengan selendang tipis bahkan saat di hadapannya.
"Wang Fei, bolehkah kau melepaskan kain tipis yang menutupi wajahmu?"
Qiuxi melirik ke belakangnya. "Aku takut wajahku tidak sesuai dengan harapan mu Wang ye, jadi aku menutupinya."
"Tidak apa." Li Zhu membuka pelan selendang tipis Lin Qiu Xi, begitu terbuka dia mengeryitkan keningnya saat di depannya memperlihatkan wajah yang sangat buruk rupa.
Qiuxi melihatnya dan bertanya. "Bagaimana, apa aku sudah menghancurkan harapanmu?"
Li Zhu tersenyum lembut sambil memandangi wajah Qiuxi. "Kamu cantik Wang Fei, kamu istriku yang paling cantik satu dunia dan aku cukup beruntung bisa memiliki mu."
"Sepertinya kamu tidak berbohong." Qiuxi mengangguk sedikit sebagai tanggapan dan wajahnya masih tetap tanpa ekspresi, dan tidak berubah sedikitpun.
Di pantulan mata pria gemuk di belakangnya, sama sekali tidak ada jejak kebohongan jadi Yin Jinze yang sebagai Li Zhu itu tersenyum. "Aku memang berkata jujur."
Bukan hanya dia yang bermain jelek, sekarang Lin Qiu Xi bermain topeng buruk rupa?
Yin Jinze tersenyum sarkas, dia memang tidak ingin melihat wajah cantik Lin Qiu Xi bisa di lihat banyak orang. Jadi daripada merasa kecewa dengan topeng yang membuat penampilan Lin Qiu Xi menjadi gadis buruk rupa, Yin Jinze semakin menyukai gadis itu lagi, dan lagi.
__ADS_1
Setelah menata rambut Qiuxi menjadi dua punuk kecil, Li Zhu memberinya jepit rambut bunga putih dan dia mengikatnya dengan pita merah. Di ujung rambut hitam Lin Qiu Xi yang mengkilat Li Zhu memberinya pita perak yang membuat penampilan gadis itu bisa memikat siapapun yang melihat ke arahnya.. jadi Yin Jinze tidak tahan untuk mencium Lin Qiu Xi cepat-cepat meskipun dia sedang berpenampilan menjadi Li Zhu, yaitu sebatas seekor sapi gemuk.
Qiuxi, "...."
Qiuxi sedikit tertegun karena cara Li Zhu yang tiba-tiba mencium matanya dari kanan ke kiri mengingatkannya pada karakter protagonis pria Yin Jinze!
Dia terbengong selama beberapa saat sebelum Li Zhu kembali membuka suaranya. "Kau tertegun Wang Fei, apa kau tidak menyukainya jika aku.. mencium mu?"
Qiuxi, "...."
Sebelum sempat berbicara, suara seseorang terdengar di belakang mereka dan suara itu berbatuk-batuk.
"Akhem! Ibu suri Jia Li ingin seorang cucu laki-la-
Saat itu juga Qingru yang berpenampilan dengan topeng putih segera muncul di depan mereka. "Kaisarku, kereta ke desa Hugo sudah datang."
Li Zhu mengangguk sedikit sebagai tanggapan dan karena kali ini Lin Qiu Xi ikut maka dia harus mempersiapkannya dengan sedikit tertunda dan dia juga membiarkan gadis itu untuk mengambil beberapa pengawal untuk menemani perjalanan mereka ke desa Hugo.
Di depan kereta yang sudah di siapkan Qiuxi melihat Jiang Su yang duduk di kursi pacuan kuda, dan ketika Jiang Su melihat ke arahnya menundukkan kepalanya di langsung menyapa dengan hormat. "Master, ijinkan aku mengikuti mu ke desa Hugo karena aku kira Kaisar Li tidak sanggup melindungi mu saat ada bandit penjarah.. jadi biarkan aku yang akan melindungi anda."
"Tentu kau boleh ikut."
Di kejauhan Hao Xuan menjerit dengan wajah yang sedih dan dia buru-buru duduk di sebelah Jiang Su.
"Saat siang Jenderal Jiang yang akan memacu kudanya, saat malam aku akan menggantikannya. Jadi, biarkan aku ikut juga master!"
Qiuxi, "...."
Seorang kultivator tidak mudah lelah, bahkan terjaga selama satu bulan penuh mereka juga akan mustahil untuk lelah jadi tentu saja Jiang Su tidak membutuhkan usulan Hao Xuan.
Qiuxi masuk ke dalam kereta dan hanya menyapu Hao Xuan sebentar. "Jenderal Hao, aku ke desa Hugo untuk meredakan kasus kekeringan."
Dan dia kemudian menyimpitkan setengah matanya dan berkata dingin. "Bukan untuk rekreasi."
__ADS_1
Hao Xuan, "...."
Mendengarnya Jiang Su langsung menendang Hao Xuan pergi dari sebelahnya. "Kali ini aku yang menang jadi kau harus cukup penurut untuk menjadi anak yang baik dan tetap di sini atau berkutat ke dapur!"
Hao Xuan mengusap perutnya yang nyeri dan punggungnya membentur tanah, dia langsung berteriak. "Sialan kau Jenderal Jiang! Kau berani menendang ku?!"
Mendesah sekaki Jiang Su langsung mencambuk kudanya. "Apa yang tidak aku berani? Aku hanya takut untuk master, untuk selebihnya aku siap bertarung bahkan itu dengan mu!"
Menyaksikan kereta itu perlahan pergi, Hao Xuan semakin merasa sedih. Qingru yang ada di sampingnya mencoba membantunya. "Kau tidak apa-apa Jenderal Hao?"
Jika kereta dengan ukuran normal itu adalah kereta Lin Qiu Xi dengan Jiang Su, sedangkan kereta yang berukuran dua kali lipat lebih besar itu di tumpangi Li Zhu dan Tang Yue.
Kali ini Yin Jinze tidak tahan untuk mengumpat, dia tertawa masam karena harus berpisah kereta dengan Lin Qiu Xi. Karena kereta dengan ukuran normal tidak akanmuat untuk tubuh gemuk Li Zhu yang sudah memenuhi setengah isi kereta!
Tang Yue segera berkata untuk menghibur. "Kaisarku, di sini hanya ada kita saja anda bisa berubah menjadi Lord Yin."
Mendengar perkataan Tang Yue ada benarnya dengan segera aura hitam yang pekat mulai membanjiri kereta dengan perlahan-lahan, dan tangan yang gemuk itu yang penuh dengan seonggok lemak mulai kembali ke ukuran sempurna milik Yin Jinze yang profesional.
Dan setelah kembali ke wujudnya sendiri Yin Jinze hanya membuka mulutnya dengan acuh tak acuh.
"Apa adikmu sudah mendapatkan informasi Tabib Ilahi Chu Batian?" Yin Jinze bertanya karena sedikit khawatir Nanyue akan mengabaikan tugasnya.
Tang Yue segera menjawabnya. "Kurasa dia akan mendapatkan informasi yang terbaik, Nanyue akhir-akhir ini terlihat lebih senang."
Yin Jinze tahu apa alasan kesenangan Nanyue pasti karena rubah putih itu, dia berdehem sedikit dan mulai mengangkat jari-jari rampingnya untuk membuka jendela di kereta dan melihat laju kereta Lin Qiu Xi.
Jalan menuju desa Hugo harus melewati jalur tanpa pemukiman, tapi tidak sedikit para penjarah akan merampok kereta bangsawan kaya. Seperti sekarang baru beberapa waktu melewati jalur itu, kereta Jiang Su yang membawa Lin Qiu Xi langsung di hentikan sekumpulan para penjarah yang menodongkan senjata tajam.
"Tinggalkan barang berharga kalian maka aku akan membiarkan kalian hidup-hidup!"
Jiang Su menghela nafas, haruskah dia menggunakan nyamuk spiritualnya dan menyebar racun agar lebih mudah? Tapi sebelum Jiang Su sempat bereaksi, Li Zhu sudah lebih dulu berdiri di depan kereta mereka dan dia menggunakan tubuh besarnya sebagai tameng untuk kereta Lin Qiu Xi.
Pria gemuk itu terlihat sangat ketakutan. "Ma-maafkan aku! Aku akan pergi! Aku akan pergi! Tapi tolong kalian jangan menyakiti istriku sedikitpun!"
__ADS_1
Para bandit penjarah itu saling melihat dan mereka hampir tertawa melihat ke arah Li Zhu, salah satunya mulai bertanya. "Ketua, melihat pria gemuk itu sangat memuja istrinya, pasti istrinya adalah wanita yang cantik. Bagaimana jika kita membawanya saja?"
Ketua bandit itu berpikir tentang seberapa masuk akalnya perkataan bawahannya dan dia segera berteriak. "Apa yang kau katakan memang ada benarnya, cepat! Seret perempuan itu kesini dan ayo kita lihat apakah wajahnya memang layak!"