
Mendengar Qiuxi mengatakan agar dia menerima misi pembunuhan Lin Qiu Xi, Shan Shie di buat sangat termangu dan dia tidak tahan untuk berdecak terkejut. Dia bahkan tidak pernah berpikir untuk menghianati Qiuxi seujung jaripun, kenapa masternya itu membuat dia mengambil misi pembunuhan Lin Qiu Xi yaitu masternya sendiri?!
Melihat wajah gagap Shan Shie, akhirnya Qiuxi berujar tenang. "Terima saja misi pembunuhan itu, secara tidak langsung kamu hanya perlu berada di sisinya sampai aku memberimu perintah apa yang harus dilakukan selanjutnya."
Shan Shie akhirnya tahu maksud dari Qiuxi yaitu untuk berpura-pura menjalankan misi pembunuhan itu sampai Qiuxi memerintahkan dia kembali, Shan Shie mengangguk dan dia berkata dengan patuh. "Baik master.."
Setelah perkataan patuh Shan Shie jatuh, hanya untuk sekejap mata dia menghilang di hadapan Qiuxi hanya dalam hitungan detik. Melihat Shan Shie pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh, Qiuxi Kem berujar pada tiga orang di ruangannya itu dan mata hitamnya menyapu Hao Xuan, Qingru dan Jiang Su berada. "Kalian berjagalah di luar, aku tidak ingin ada yang menggangu waktu istirahat ku."
Hao Xuan, Qingru dan Jiang Su segera melaksanakan perintah master mereka namun sebelum mereka lenyap, Hao Xuan dan Jiang Su melirik Chen Yu yang masih duduk di ruangan sambil memamerkan giginya ke arah mereka.
Hao Xuan berbicara pada Qingru dan Jiang Su dengan transmisi suara yang hanya bisa mereka dengar.
"Master selalu bersikap lembut pada Jendral Chen tapi selalu ketat pada kita saja, ini membuat ku iri setengah hati dan lemas.."
Jiang Su menjawab dengan transmisi suara pada Hao Xuan dan dia merasa sependapat. "Jenderal Hao, jika kamu masih bocah berumur sembilan tahun tentu saja semua tugasmu akan di gantikan Qingru dan kamu bisa memamerkan gigi mu ke arah kita."
Qingru menjawab keduanya dengan tersenyum namun tidak bisa berkata apa-apa, karena semua tugas Chen Yu jatuh ke arahnya, dan bocah Chen Yu itu hanya memamerkan gigi ke arah mereka.
"...."
Jendral Hantu selau melakukan segala perintah dengan cepat tanpa berani membangkang master mereka, namun Chen Yu yang sebagai Jendral Hantu selalu bertindak sesuka dia. Sampai Qiuxi terlalu malas untuk memberinya perintah jadi daripada membuang-buang napas, dia membiarkan bocah yang belum genap usia seputar tahun itu bebas berkeliaran sesukanya.
Karena memiliki hewan suci Xiao Boa, Chen Yu secara tidak langsung menjadi kartu AS milik Qiuxi yang belum pernah di perlihatkan pada dunia persilatan dan keberadaan Holy Beast yang menjadi raja para binatang spiritual itu masih menjadi kekuatan tersembunyi milik pasukan Qiuxi.
__ADS_1
Xiao Boa dan Chen Yu menjadi kombinasi terkuat di pasukan Hantu Pembantai Iblis melebihi Wajah Topeng Kabut Shan Shie yang sebagi tangan kanan dari Qiuxi secara langsung.
Namun Xiao Boa dan Chen Yu memiliki sifat sama, susah sekali di atur. Hanya satu tugas yang di jalankan keduanya yaitu menyembunyikan aura Xiao Boa agar tidak menimbulkan perhatian.
Selebihnya? Maka itu menjadi tugas Qingru. Semua tugas milik Chen Yu sebagai Jendral Hantu selalu di gantikan oleh Qingru yang hanya sebagai Pasukan Hantu, jadi memikirkan ini Hao Xuan ingin sekali mengigit gigi-giginya karena merasa cemburu.
Hao Xuan, Qingru dan Jiang Su memandang Chen Yu berharap umur mereka kembali bocah, agar master mereka bersikap lebih lembut pada ketiganya. Sambil memandang iri Chen Yu, ketiganya langsung lenyap dalam kedipan mata dan mereka langsung bersembunyi ke dalam bayangan malam di luar ruangan Qiuxi, yang menjadikan hawa keberadaan mereka menjadi sulit untuk di sadari orang-orang tertentu.
Chen Yu melihat sekitar yang seketika ruangan itu menjadi sunyi, menganggu kakak masternya? Akan berakhir buruk, dia sedang beristirahat. Jadi Chen Yu ingin mengajak Xiao Boa untuk berjalan-jalan ke luar sebentar.
Chen Yu mengambil ular putih di pakainya, yang membuat Xiao Boa langsung mendengus kesal. "Aku mendapatkan beberapa keping koin perak dari Kakak master, aku akan mengajakmu membeli makanan Xiao Boa lalu apa yang ingin kamu makan di pasar?"
Xiao Boa tertawa mengejek tapi mulutnya tidak tahan untuk berliur. "Pastikan kau memberiku sesuatu yang layak, enak dan yang penting mahal!"
Chen Yu menghilang dari ruangan dengan ilmu meringankan tubuh yang seketika mengubah tempat itu menjadi kesunyian yang menusuk nyawa. Namun menjadi waktu yang di rindukan master mereka untuk beberapa hari ini, waktu untuk Qiuxi bisa tidur tenang dan tanpa terganggu apapun.
Saat menggunakan ilmu meringankan tubuh, tidak lama kemudian mereka telah berada di pasar gelap yang telah terbuka kedai dan tokoh-toko di siang hari. Banyaknya pejalan kaki membuat Chen Yu ingin bersantai dengan kaki-kakinya dan berjaln ringan saat dia menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Suara perut gemuruh terdengar dari perut putih kecil Xiao Boa memaksa Chen Yu tidak tahan untuk mengejek. "Apa Holy Beast yang agung seperti mu bisa merasakan lapar? Kau lapar? Aku akan segera membelikan mu makanan."
Xiao Boa mencibir. "Tentu saja itu bukan dari perutku! aku seorang Hewan Suci yang agung, bahkan di dunia persilatan ribuan kultivator menakutiku dan mereka akan bertekuk lutut di bawah sepatuku! Dan aku yang agung ini tidak akan pernah merasakan kelaparan duniawi!"
Namun suara perutnya menampar perkataan Xiao Bia dan dia tidak tahan untuk mengumpat, Chan Yu yang mendengarnya tidak tahan untuk berkata. "Baiklah, aku akan membelikan mu makanan segera."
__ADS_1
Chen Yu bertemu seorang pedagang yang berjualan sate hewan bakar dengan taburan serbuk putih sebagai gula manisnya di atas
Pedagang itu menawari Chen Yu. "Nak, belilah satu dagangan paman yang belum laku ini.."
Chen Yu mengangguk, dan membeli dua untuk dirinya dan juga Xiao Boa. Pedagang itu lalu memberinya dua sate ular bakar dengan taburan gula putih.
Setelah membayarnya Chen Yu menawarinya ke ular peliharaannya itu. "Makan ini Xiao Boa."
Melihat sate itu bak ular putih seperti wujudnya sendiri membuat mata Xiao Boa seketika mendelik hampir terputus.
Apalagi saat Xiao Boa melihat kayu yang menusuk tubuh sate, seketika membuatnya merasakan tubuhnya seolah di tusuk kayu besar yang membuat sumsum tulang belakangnya tiba-tiba ngilu.
Xiao Boa tergagap hebat. "Kau!.. kau!? Itu bentuk yang mulia ini!"
Dia langsung membuang sate itu ke tanah dengan mencambukkan ekornya, membuat Chen Yu menatap heran dan bertanya. "Kenapa kau membuangnya..?"
Perkataan Chen Yu terdengar dengan sedih dia kemudian mengambil makanan yang jatuh di tanah, namun ekor Xiao Boa segera mencambuknya kembali sampai kulitnya membengkak.
"Sakit Xiao Boa!" Chen Yu berdesis dan dia masih mengambil makanan itu di tanah. "Mendapat makanan kotor adalah sesuatu yang membuatku bahagia saat aku masih mencuri dulu, sepotong roti keras dan hitam cukup untuk mengganjal perut ku selama sehari, jika kau tidak mau, kau tidak perlu membuangnya."
Xiao Boa tetap mencambuk tangan Chen Yu dengan ekornya, dan dia masih mengumpat keras.
Saat dia mengumpat keras yang membuat jantungnya sakit saja, akhirnya Xiao Boa tidak tahan untuk berteriak menggertakkan semua tenaga dari paru-parunya.
__ADS_1
"Apa yang coba kau makan! Kau tak melihat bentuk ku hah!? Dasar hati asin seperti garam di lautan!"