
Feng Shui berjalan di tengah desa yang ramai orang lalu lalang, tanpa sengaja melihat seorang wanita yang memegang seekor kucing putih di tangannya. Kucing itu memiliki bulu yang halus dan lembut, bergizi baik dan terlihat dalam perawatan baik.
Tiba-tiba wanita yang memeganginya terlihat kesakitan dan kemudian pingsan, orang-orang di sekelilingnya kemudian membawa wanita itu ke tandu perawatan. Ketika melihatnya, kucing itu seakan tidak ingin mereka terpisah.
Dia menggunakan cakarnya, keempat kakinya untuk menahan orang-orang yang membawa wanita itu. Tapi usahanya gagal, lalu dia mencoba merangkak naik ke tandu perawatan wanita itu, seakan dia tidak ingin meninggalkannya dan bersikeras untuk tetap di sisi tuannya, bahkan kucing itu ingin menangis seolah-olah dia berharap bisa menukar kesehatannya untuk wanita itu.
"Apa yang kau lihat Feng Feng?"
Yuang Yushi tertarik untuk melihat ke arah Feng Shui melihat, dan setelah beberapa saat Yuang Yushi bertanya. "Oh, kucing itu sangat manis. Dia berjuang keras untuk bersama tuannya yang sakit dan lihatlah orang-orang yang membawa perempuan itu pergi, tapi apa yang bisa di hentikan kucing lemah dengan cakarnya?"
Feng Shui berbicara terendam dan suaranya terdengar pelan. "Setidaknya kucing itu mencoba memiliki waktu sedikit lebih banyak bersama tuannya."
Mata Feng Shui berubah sedikit berbeda, dia tiba-tiba bertanya pada Yuang Yushi seolah-olah hidupnya hanya bergantung pada ini.
Dengan hati-hati Feng Shui bertanya dengan sangat serius. "Apakah itu perasaan cinta? Kucing itu.."
Yuang Yushi berbatuk. "Kamu bertanya, bagaimana perasaan seekor binatang peliharaan?"
Menghadapi mata Feng Shui yang tiba-tiba, Yuang Yushi merasa sedikit gugup meskipun jawaban pertanyaan Feng Shui sangat jelas dan mudah dia katakan. "Maksudmu perasaan kucing itu pada tuannya? Apa kau bertanya apa itu perasaan cinta?"
Feng Shui menjawab dengan tegas. "Ya."
Yuang Yushi terkejut, jika dia adalah orang lain. Dia pasti tertawa mendengar seorang pria dewasa bertanya serius bagaimana perasaan seekor kucing! Yuang Yushi mengusap air di ujung matanya dan dia menahan agar perutnya tidak terpelintir karena tertawa terbahak-bahak.
Melihat Feng Shui mengangguk sedikit, Yuang Yushi tidak tahan untuk mendesah nafas. "Memang benar bahwa pasti kucing itu rela mati untuk tuannya, tapi perasaan itu hanya sebatas memiliki dan di miliki. Itu kasih sayang, tapi jelas bukan cinta!"
__ADS_1
Mendapat jawaban jelas dari Yuang Yushi, cahaya redup di mata Feng Shui seolah-olah telah menghilang secara perlahan. Rasa letih dan kesedihannya selama dua bulan terakhir ini, menghilang tanpa bekas seperti daun pohon cendana yang menggugurkan satu persatu daunnya dan hilang karena di guyur musim.
Kasih sayang ya..?
Itu tidak buruk juga sebagai artikulasi kasih sayang yang sebenarnya dan tanpa harap apapun, mungkin sama seperti dia yang menyayangi Lin Qiu Xi yang tidak mengharapkan imbalan apapun.
*
Di sisi lain Mei Miyan sangat sibuk akhir-akhir ini, terutama dia dalam menyiapkan perayaan untuk kesembuhan Qiuxi. Seperti seberapa antusiasnya Jiang Su ataupun Hou Xuan saat menyiapkan segala kebutuhan perayaan, sampai-sampai koki kue kering kena marah Hou Xuan karena kue yang di buatnya sedikit terlalu asin.
"Kau membuat kue dengan seluruh lautan garam? Ini sangat asin! Buat lagi!"
Kepala koki kue itu mau tidak mau harus mengulanginya lagi, tapi dalam toping kue keringnya memang sedikit asin dengan baluran keju yang menjadikan kuenya lebih terkenal dari kue manis biasanya.
Kepala koki kue itu kemudian membuatnya lagi, kali ini dia mengganti toping kue menjadi cokelat.
Kepala koki, "...."
Ini adalah kesekian kalinya kepala koki kue mengulanginya, tetapi kali ini dia tidak menaruh toping keju atau cokelat. Dia sangat yakin kuenya tidak akan terlalu asin ataupun manis.
Saat mencicipinya Hou Xuan mengerutkan keningnya. "Ini bahkan lebih hambar dari apapun yang pernah aku makan, ulangi lagi!"
Jiang Su mengganguk setuju. "Kita seharusnya mendatangkan koki terbaik, agar tidak membuat kesalahan seperti ini."
Lei Xia merasa kasian pada kepala koki kue dan dia hanya bisa menghela nafas sambil berkata pada Jiang Su. "Tapi dialah koki terbaik di kekaisaran, kue buatannya sangat enak dan juga terkenal, tidak mungkin dia membuat kesalahan karena terlalu asin atau manis apalagi hambar."
__ADS_1
Lei Xia mencicipinya dan dia langsung berdecak kagum. "Ini sangat enak! Berasal dari mana jenderal Huo mengatakan ini sangat hambar?"
Huo Xuan berbatuk tiga kali kemudian Lei Xia mengusir keduanya dari pada membuat kesalahan di dapur.
Tanpa terasa malam sudah menjelang, dan perayaan sederhana yang mereka siapkan untuk kesembuhan Qiuxi entah bagaimana sedikit agak mewah dan semuanya menurut selera Hou Xuan dan Jiang Su.
Mereka berdua menatap perayaan yang di siapkan dengan puas dan setelah berkeliling mereka baru kemudian mengangguk. "Ini baru yang namanya perayaan."
Beberapa bulan lalu mereka membeli Mansion besar di Beifang yang agak tua. Setelah di renovasi secara menyeluruh mansion itu terlihat sangat baru, pilar-pilar berdiri kokoh dan di penuhi lampu kertas merah menyala. Dan juga dinding-dindingnya tidak kalah ramai dengan hiasan merah. Meja di penuhi dengan berbagai jamuan mewah, dan juga arak segar.
Meskipun tidak ada orang luar, namun hanya dengan para Pasukan Hantu perayaan itu menjadi sangat meriah seperti pesta tahun baru.
Semuanya satu persatu mulai menyerahkan semua hadiah yang baru mereka beli pada Qiuxi. Melihat kebaikan hati semua orang, Qiuxi tidak tega merusak suasana perayaan yang sudah di buat dengan menolak semua hadiahnya. Jadi dia menerima semuanya sampi semua hadiah menumpuk di sebelahnya seperti gunung.
Huo Xuan adalah orang terakhir yang memberikan hadiah. Qiuxi menerimanya dan tersenyum. "Terimakasih, aku juga mempunyai sedikit hadiah untuk kalian semua yang sudah berkerja dengan ku."
Tepat setelah Qiuxi mengatakannya, langit langsung meledak keras dan di penuhi dengan warna emas menyala dan juga hujan kertas merah, membuat langit di atas Mansion itu sangat menakjubkannya di malam hari. Begitu kembang api di tembakkan ke langit, saat itu juga turun ratusan kertas berwarna merah. Seseorang mengambilnya dan di dalamnya di penuhi dengan uang kertas yang lumayan banyak.
Saat ini Qiuxi berkata pada semua orang. "Aku juga menyiapkan sedikit hadiah, itu adalah ampao. Aku menyiapkannya untuk kalian semua."
Semua orang sangat senang bahwa mereka bisa mendapatkan ampao saat mereka memberikan hadiah. Perayaan ini, seperti perayaan tahun baru yang hanya di siapkan di dalam Mansion mereka.
Jiang Su yang berdiri di samping Qiuxi kemudian menaruh lututnya ke tanah, dan mengulurkan tangan kanannya. "Kami mempunyai satu hadiah lagi untuk di tunjukkan pada master."
Qiuxi sedikit mengeryit, tapi masih memberikan tangan kanannya ke tangan Jiang Su.
__ADS_1
Tidak lama berjalan keduanya langsung sampai di pertunjukan teater. Jiang Su menyiapkan satu kursi istimewanya dan dengan sopan membiarkan Qiuxi duduk di sana.
Jiang Su segera berkata dengan lembut. "Ini adalah tempat paling bagus untuk menikmati teater. Untuk kesembuhan anda, kami harap master bisa melupakan kepergian Lord Yin."