Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Menyamar sebagai Kaisar Li


__ADS_3

Qiuxi selalu bersikap tenang di segala situasi dengan ekspresi wajah yang tidak mudah berubah, tapi kali ini dia menaikkan suaranya untuk mencibir. "Lord Yin, apa kau tidak pernah mendengar bahwa kau terlalu percaya diri dengan penampilan mu?"


Yin Jinze melepaskan topeng peraknya dan dia lalu menyibak rambut legamnya ke belakang. Penampilannya jauh lebih maskulin saat dia berkata dengan nada yang luar biasa. "Aku tidak pernah mendengarnya, tapi aku percaya diri jika wajahku lah yang paling tampan yang pernah kamu lihat. Apa ada pria tampan lain yang bisa di bandingkan dengan wajah ku?"


Qiuxi berbatuk kecil melihat kepercayaan diri pria di depannya itu. "Kurasa tidak, Guru Besar Fei juga pria yang tampan dan mulia. Bahkan Lord Yin tidak bisa di bandingkan dengan ujung jari kakinya."


Yin Jinze, "...."


Qiuxi mulai tertawa renyah. "Tentu saja tidak, apa Lord Yin lupa jika wajah suamiku cukup adil untuk bersaing."


Yin Jinze menarik sudut bibirnya. "Kau terlalu menyanjung suamimu, kurasa dia memang pria yang layak selain tubuhnya yang gemuk. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang bernama Li Zhu itu?"


Qiuxi diam sebentar, melihat pria itu sama sekali tidak terkejut mendengarnya sudah memiliki suami, ternyata informasi yang di dapatkannya sangat cepat atau karena Yin Jinze memang selalu diam-diam mengawasinya?


Qiuxi sedikit melirik Yin Jinze, dia kemudian tersenyum. "Lord Yin terlalu mencampuri urusan pribadi orang lain kurasa."


"Jika kau mengatakannya, aku akan berhenti mengejar mu bagaimana?" Yin Jinze memandang tidak sabar.


Qiuxi berkata cepat dengan wajahnya yang berseri-seri. "Dia seorang pria yang kuat. Kau tahu, dia juga pandai menghangatkan tempat tidur di malam pertama kami. Aku tidak pernah mengira untuk menikahi pria seperti itu.. seberapa di berkati nya kehidupan baruku."


Yin Jinze mengangguk melihat Qiuxi dan dia kemudian tersenyum . "Dia pandai menghangatkan tempat tidur? jika itu aku, aku tidak akan membiarkan mu tidur di malam hari."


Qiuxi, "...."


Yin Jinze berdehem ringan. "Kau tahu, aku hanya bercanda. Apa kau bisa menemaniku sebentar untuk menyambut ku sebagai tamu di Beifang?"


Qiuxi terlihat malas. "Aku bisa menyuruh beberapa pelayan untuk menemanimu."

__ADS_1


Yin Jinze kembali tersenyum. "Jika kau menolak, aku akan selalu mengusikmu."


"Aku akan menemani mu berjalan-jalan hanya lima belas menit." Qiuxi memutar matanya terpaksa.


Hanya lima belas menit, cukup untuk Yin Jinze merasa puas. Setelah mereka berjalan beberapa saat Yin Jinze mulai membuka suaranya. "Kau ingin bertukar cerita dengan ku Xiao Qizi?"


Qiuxi hanya diam, Yin Jinze mulai menarik sudut bibirnya dan bercerita. "Ini hanya sekedar kehidupan biasa yang berulang. Kau tahu aku akan menceritakan perjalanan seorang pemuda yang luar biasa..


Dikatakan dulu, pemuda itu seorang piatu yang hidup bertepatan dengan kematian ibunya. Pemuda itu adalah anak terakhir dari tiga bersaudara, Marga mereka terkenal menyeramkan dan penguasa. Ayah mereka sangatlah kuat, sampai-sampai yakin tidak ada kekuatan yang mampu menandinginya. Tapi suatu hari, salah satu anaknya membuat konspirasi penurunan tahta.


Peristiwa yang maha dahsyat terjadi, pembantaian yang di lakukan seorang pemuda, dia mulai membunuh ayah kedua saudaranya dan semua keluarga di marganya secara membabi buta, peristiwa itu mulai berkembang menjadi cerita mengerikan dan mulai di kenal sebagai Kehancuran Prefektur Beiba.


Pemuda itu mengalami luka serius, dia terlempar ke dunia manusia kemudian di obati oleh seorang gadis desa. Dan tidak butuh waktu lama mereka mulai menumbuhkan benih cinta, selain kehadiran sosok ketiga yang mengaggu mereka, kehidupan pasangan itu hanya berlangsung sejenak..


Istrinya mengalami kematian, hingga reinkarnasinya juga melupakan sang suami. Tapi, hal mengejutkannya, perasaan pemuda itu tidak pernah berubah. Ketika melihat mata istrinya lagi dan lagi, pemuda itu berdebar keras hingga memunculkan tekat untuk membuat gadis itu jatuh cinta lagi padanya."


Yin Jinze melirik Qiuxi yang masih diam datar, gadis itu mulai membuka mulutnya. "Sia-sia.."


Yin Jinze mempertajam pendengarannya. "Kamu ingin bilang apa?"


Qiuxi mulai tertawa geli. "Sia-sia, selama lima belas menit ini kau terus membual berbagai pembicaraan konyol. Lord Yin,  jika itu kau, kau bisa membuat daftar selir sebanyak yang kau inginkan. Aku kira selir lima tidak akan cukup melihat seberapa pandai nya kau berbicara omong kosong."


Yin Jinze, "...."


Yin Jinze menyatukan alisnya, dengan cepat memojokkan Qiuxi ke dinding. "Jika kau menganggapnya pembicaraan yang omong kosong, apa itu karena kau takut jatuh cinta pada ku?"


Qiuxi terbelalak lebar merasakan tubuhnya terhempas seketika ke dinding dengan keras dan hampir membuatnya tidak bisa berkutik, dia menatap tidak percaya pada pria yang dua kali lipat lebih tinggi dari tubuhnya, dia mencoba menggerakkan tangannya meskipun sudah jatuh dalam kendali Yin Jinze.

__ADS_1


Wajah Yin Jinze mendekat ke wajah Qiuxi, hingga memisahkan tertipis kertas di antara mereka. "Aku tidak akan berbicara omong kosong tanpa alasan, aku bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat mu memiliki perasaan untuk ku."


Qiuxi menaikkan bahunya tidak berdaya, saat Yin Jinze membungkuk dan mencium bibirnya dengan tiba-tiba. Dia menatap lemas dan semua matanya menyusut, Qiuxi di buat terbengong dan dia tidak pernah di cium paksa oleh siapapun sebelumnya bahkan di dua kehidupannya!


Dan ketika dia di pojokkan oleh Yin Jinze, sekarang keadaannya tidak lebih dari orang yang sedang kacau.


Tanpa bisa bereaksi lebih lanjut, Yin Jinze mulai mencium lebih kejam dan keras. Yin Jinze sedikit tertegun sejenak saat dia merasakan nafas yang panas mulai menguar dari kulit di bibirnya dan dia mulai menurunkan momentumnya dengan perlahan dan lembut untuk menekan bibir tipis Qiuxi.


Qiuxi segera mendorongnya menjauh, menyeka mulutnya dengan keras dan dia langsung pergi dengan wajah yang berubah pucat seperti selembar kertas minyak, dan gadis itu pergi tanpa mengatakan apapun.


Merasakan penolakan Qiuxi, wajah Yin Jinze berubah sedikit tenggelam dan dia mencoba tersenyum.


Dia memang sudah menikahi Qiuxi sebagai seorang pria gemuk, statusnya sebagai suami membuatnya kehilangan kesabaran dan memaksakan dirinya terhadap gadis itu.


Memang benar jika Yin Jinze tidak bisa menahannya lebih jauh saat Lin Qiu Xi ada di dekatnya, maka dia akan kehilangan kendali jika kesabaran yang dia miliki sudah habis.


Melihat punggung Qiuxi pergi, Yin Jinze mulai mengusap ujung bibirnya dan dia tersenyum tipis. "Bibirnya sangat lembut.."


Tang Yue yang melihat semuanya tidak bisa menahan wajahnya berubah merah, dia segera menjentikkan ujung jarinya dan muncul di hadapan Yin Jinze. "Lord Yin, kau seharusnya tidak berubah sembarangan.''


Begitu melihat bagaimana perubahan ekspreksi wajah Yin Jinze yang terbiasa mengalami kelumpuhan dan acuh tak acuh, Tang Yue tidak tahan untuk bertanya.


"Lord ku, aku baru tahu bahwa kau sepandai ini dalam hal merayu seorang gadis. Apakah ini alasannya mengapa kau harus menyamar sebagai Kaisar Li?"


"Bukan." Yin Jinze sedikit merasa buah keberuntungan berpihak padanya dan dia kemudian berkata dengan suara rendah.


"Ini hanya kebetulan, pria gendut itu mati tidak sengaja saat aku mengalami kenaikan kultivasi."

__ADS_1


__ADS_2