Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Maksudmu sainganku hanya seorang pria gemuk?


__ADS_3

Jia Lun yang melihat gadis kecil di depannya yang terlihat bosan, dan karena dia sebagai seorang pegawai kedai mulai berkata untuk menghibur gadis itu.


"Apa kau suka dengan hewan berbulu halus?"


Qiuxi mulai memikirkan rubah putih yang tidak lain merupakan identitas tersembunyi dari Feng Shui, dan saat memikirkan keberadaan Feng Shui yang tidak di ketahui di manapun, entah mengapa Qiuxi merasa ada yang hilang dari sebelah sisinya.


Qiuxi hanya menjawabnya dengan malas. "Ya, aku suka."


Jia Lun kemudian menjelaskan jika dia mempunyai seekor musang berbulu hitam yang bernama Xiao Mu. Jika gadis itu mau, dia bisa memperlihatkan Xiao Mu padanya.


"Kau terlihat bosan, aku akan mengajakmu melihat Xiao Mu dan dia adalah seekor musang yang berbulu hitam."


Karena merasa bosan Qiuxi merasa tidak ada salahnya untuk mengikuti Jia Lun dengan Qiuxi menunggangi serigala spiritual Hao Xuan di sepanjang jalan. Sampai di halaman rumah, dia melihat musang hitam memanjat rumah dengan beberapa ikan kering di mulutnya.


Jia Lun yang melihatnya langsung berteriak. "Xiao Mu! Jangan mencuri ikan milik pedagang!"


Jia Lun mencoba meraih musang itu, tapi kaki gempal dan tangan pendeknya tidak cukup untuk mencapai ke loteng rumah, jadi musang itu melompat ke wajah Jia Lun dan memberinya beberapa cakaran di sana.


Seperti kucing yang mau di rebut makanannya, musang itu menggerang sampai tubuh gemuk Jia Lun itu jatuh ke tanah.


Jia Lun meringis sedih karena wajah jeleknya akan semakin jelek karena ulah cakaran musang dari hewa peliharaannya.


"Namanya Xiao Mu?" Qiuxi mengangakat sedikit tangannya untuk membelai musang itu dan langsung berubah lebih jinak.


Musang itu melompat jauh dari Qiuxi, dan Qiuxi langsung mengejarnya. "Xiao Mu."


Namun saat Qiuxi berlari tanpa memperhatikan jalan, tiba-tiba dia menabrak seorang pejalan tepat di hidungnya.


Dan saat Qiuxi mengelus hidungnya yang sakit, iris hitam di matanya langsung terkunci dengan api kemarahan begitu dia melihat seorang pria yang di tubruknya adalah pria lancang yang pernah mencium matanya secara sembarangan!


Tentu saja Qiuxi tidak akan pernah melupakan bagaimana penampilan seorang protagonis pria Yin Jinze, dan Qiuxi langsung mengeryitkan keningnya saat dia melihat seorang pria yang mengenakan topeng perak menutupi sebagian wajahnya dan membuat penampilan sosok itu jauh lebih misterius.


Qiuxi termangu sejenak saat dia melirik ke arah pinggang pria itu yang menggantung seruling sehitam malam. Dan saat berpapasan dengan Yin Jinze secara tidak terduga, Qiuxi tiba-tiba menghela nafas karena untung saja dia berubah menjadi seorang gadis yang berusia lima tahun..


Dan seberapapun pintarnya Yin Jinze, dia tidak akan mengira balita lima tahun itu adalah Lin Qiu Xi.


Seseorang di sebelah Yin Jinze tiba-tiba ikut berhenti dan dia bertanya. "Ada apa Lord ku?"


Alih-alih membalas pelayan di sebelahnya, Yin Jinze terlihat lebih tertarik dengan sosok gadis berumur lima tahun yang menabraknya.


Jadi Yin Jinze segera bertanya pada Qiuxi dengan suara yang rendah. "Apa itu sakit aku menabrak mu?"


Qiuxi diam sejenak, sepertinya berubah menjadi umur lima tahun berhasil dan dia akan tetap melanjutkan penyamarannya untuk mengetahui apa sebenarnya motif tersembunyi Yin Jinze yang selalu mengawasi semua pergerakan Lin Qiu Xi dari belakang.

__ADS_1


Qiuxi tersenyum kecil dan dia berpura-pura menjadi seorang gadis lima tahun pada umumnya. "Y-ya sakit, ayah.."


Yin Yifei melihat ke arah Yin Jinze kemudian berkata ke arah Qiuxi dengan gugup, takut Yin Jinze akan marah.


"Ah, gadis kecil. Lord ku bukanlah ayahmu.."


Qiuxi jatuh ke kaki Yin Jinze dan memeluk kaki tinggi itu dengan tangannya yang masih pendek, dia lalu mengangkat setengah kepalanya ke atas dan menunjuk marah ke arah Yin Yifei.


"Ayah, paman itu menindas ku! Dia menindas ku!"


Yin Yifei, "..."


Yin Jinze melihat ke arah Yin Yifei sekilas dan tatapannya yang sejenak itu sudab cukup untuk membungkam takut Yin Yifei sampai ke semua aliran darahnya.


Karena merasa bersalah, Yin Yifei menjongkokkan badannya setara dengan tinggi badan Qiuxi.


Yin Yifei kemudian bertanya dan merendahkan suaranya. "Baiklah, kau bisa panggil aku paman Fei jadi siapa namamu adik kecil?"


Qiuxi tersenyum dan berkata manis. "Xi."


Yin Yifei sedikit memiringkan kepalanya. "Apa? Hanya Xi?"


Mengetahui seberapa idiotnya Yin Yifei, mata Qiuxi berubah dingin dan malas, jika bukan karena untuk menjilat dan berpura-pura manis seperti anak kecil, dia tidak akan bersikap seperti anak kecil sungguhan!


Sedangkan Qiuxi, adalah seonggok jiwa yang tertempel.


"Xi'er" Yin Yifei mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Qiuxi, namun gadis kecil itu segera berlari ke arah Yin Jinze.


"Ayah, paman Fei akan menamparku! Selamatkan aku ayah!"


Yin Yifei, "...."


Qiuxi mendongak kepalanya ke atas, mengetahui wajah pria itu hanya tetap dalam kabut kedinginan dan datar, serta wajah Yin Jinze juga terlihat acuh tak acuh.


Qiuxi, "...."


Dia sudah menjatuhkan harga dirinya dan bersikap manis seperti ini, masih tidak berhasil?


Qiuxi menarik pakaian berwarna hitam gelap itu dan memgoncang-goncang jubah cyan itu. "Ayah.. kau mengabaikan aku?"


Yin Jinze menatap gadis kecil yang tingginya tidak mencapai tinggi kakinya dengan mata yang sedikit tajam, dan dia hanya melihatnya sebentar.


Dan setelah memperhatikan Qiuxi sejenak, Yin Jinze lalu mengangkat tubuh kecil itu dan menggendongnya dengan tangan kirinya.

__ADS_1


"Kau yang menginginkannya memanggil ku seperti itu." kata Yin Jinze. "Di masa depan kau harus selalu memanggil aku dengan sebutan ayah."


Yin Yifei dan Qiuxi, "...."


Qiuxi tersenyum kering, tidak tahu harus bagaimana. "Ya te-tentu saja.. kau kan ayah."


Merasa tidak nyaman Qiuxi ingin turun. "Ayah.. Xixi bisa berjalan sendiri."


Yin Jinze berkata ringan. "Kakimu pendek."


Yin Yifei buru-buru berkata. "Lord ku, aku bisa mengendong Xi'er untuk mu."


Yin Jinze melihatnya dengan tajam sebelum dia beralih untuk bertanya pada Qiuxi. "Kamu pilih mana, dia atau aku?"


Qiuxi malas sekali untuk menjawab pria itu, tetapi dia tidak punya pilihan lain selain berkata. "Tentu saja ayah! Paman Fei terlihat jelek! Xixi tidak suka!"


Yin Yifei, "...."


Yin Jinze menarik bibirnya ke atas, dengan seringaian puas. "Bagus."


Qiuxi menaruh tangannya ke wajah seolah berpikir keras dan dia tiba-tiba membuka topik pembicaraan. "Kata para orang dewasa nama Xixi mirip dengan putri Lin Qiu Xi, ayah ingin menikahinya?"


Yin Jinze berdehem. "Mn?"


"Sepertinya ayah harus mundur, karena kabarnya putri Lin Qiu Xi sudah memiliki tunangan."


"Dan sepertinya ayah akan di tolak dengan sangat memperihatinkan."


Yin Jinze melihatnya serius. "Kenapa?"


Qiuxi melihat ke arah Jia Lun dan dia menunjuknya. "Ayah tahu, tunangan putri Lin adalah pria gendut seperti dia! Sangat nyaman di gunakan bantal tidur yang empuk, jika aku adalah Lin Qiu Xi aku juga lebih memilih pria gemuk!"


Yin Jinze melihat yang di tunjuk Qiuxi, dia melengkungkan sudut bibirnya dengan tatapan intens.


"Maksudmu sainganku hanya seorang pria gemuk?"


Qiuxi menganggukkan kepalanya. "Benar."


Yin Jinze menyeringai di balik topengnya yang berwarna perak dan juga topeng yang menutupi sebagian wajahnya saat Yin Jinze berkata dengan perkataan berat.


"Ini aneh.. kau bukan dia, tapi kau sangat tahu tentangnya seperti punggung tanganmu sendiri."


Yin Jinze mengeryitkan sebelah alisnya. "Apa kau adiknya?"

__ADS_1


"...."


__ADS_2