Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Yin Jinze yang melindungi dan membantunya dari belakang


__ADS_3

Yin Jinze membuat Qiuxi berbaring di tempat tidur dan dia menarik selimut sebelum berbaring di sebelahnya, Qiuxi menatap ke arahnya dengan mata hitamnya yang terbuka lebar.


"Ayah, kau juga tidur?"


Yin Jinze berdehem ringan. "Mn."


"Tidak, bisakah ayah keluar dari sini?"


"Kau bisa tidur di lantai jika perlu." Kata Yin Jinze.


Melihat Qiuxi hanya bisa patuh dengan ucapannya membuat Yin Jinze menarik sedikit radian bibirnya ke atas, dan dia kemudian melepaskan topeng perak yang menutupi wajahnya dan meletakkannya.


Dan begitu topeng keperakan itu terbuka maka sekarang sosok Yin Jinze bisa di lihat secara jelas oleh Qiuxi. Dan meski di dominasi warna hitam gelap seperti pakaian yang di kenakan Yin Jinze, tapi dia tidak menyangkalnya jika pria itu adalah yang yang paling menawan yang pernah Qiuxi temui di dunia ini.


Melihat semua fitur di wajah Yin Jinze dengan tegas dan jelas, Qiuxi hampir di buat terbengong karena pria di depannya sungguh sangat rupawan dan orang yang paling tampan yang pernah dia lihat.


Yin Jinze memiliki alis yang mengesankan, mata hitam gelap mengkilat, hidung tinggi dan bibir tipis dengan seringaian tajam. Rambutnya hitam panjang seperti pakaian yang dia kenakan, serta aksesoris perak menggantung di antara pakaiannya memunculkan kualitas mulia yang mendominasi sebagai seorang kultivator yang hampir selangkah dengan keabadian.


Qiuxi mematung di sana, matanya sejenak lupa berkedip melihat wajah sempurna Yin Jinze di depan mata kepalanya dan sangat dekat.


Yin Jinze tiba-tiba tersenyum. "Apa yang kau amati di wajahku sampai diam terkejut? Apa ada bunga yang tumbuh di wajahku sampai membuatmu terbengong?"


Qiuxi menyimpitkan setengah matanya. "Ayah, kau memiliki wajah yang sempurna untuk di tutupi."


"Hm, apa menurutmu aku sebaiknya tidak menggunakan topeng perak itu?"


Qiuxi tahu betul jika Lord sebelumnya hampir tidak pernah melepaskan topeng peraknya.Topeng perak dengan ukiran rumit itu melambangkan kehormatan seorang Lord Yin dan seorang pemimpin dari Mansion Yin.


"Apakah jika Xixi meminta ayah melepasnya, apa ayah akan melepasnya?"


Yin Jinze berdehem sedikit dan mengangguk setuju. "Tentu."

__ADS_1


Qiuxi sedikit tertawa. "Maka ayah, biarkan Xixi meminjamnya sebentar karena Xixi ingin memainkannya."


Yin Jinze menyerahkan topeng peraknya pada Qiuxi dan Qiuxi mengambilnya dan dia langsung membelakangi Yin Jinze dengan punggungnya.


Begitu dia mendapatkan topeng perak itu, Qiuxi langsung membolak-balik topeng itu namun dia tidak menemukan hal aneh apapun atau hal yang istimewa selain sekedar berpola rumit. Jika di dalam buku aslinya, dan cerita aslinya, Qiuxi pernah mendengar Lord terdahulu yang bernama Yin Raizen pernah kehilangan topeng peraknya dan hampir membunuh setengah penghuni Mansion Yin.


Jadi Qiuxi ingin tahu, apakah Yin Jinze juga akan seperti itu jika kehilangan topeng peraknya?


Qiuxi mengembalikannya pada Yin Jinze dan Yin Jinze menerimanya sambil bertanya. "Kenapa? Apa kau sudah puas meneliti?"


Mata Qiuxi melebar karena terkejut. "Ma-maksud ayah?"


Yin Jinze menarik sudut bibirnya ke atas. "Menelitinya untuk di gunakan sebagai mainan. Jika kau tidak suka, aku akan meminta para pelayan membawakan mainan sebanyak apapun untuk mu."


Qiuxi terlalu malas untuk bersandiwara dengan beberapa pelayan yang idiot karena dia sekarang hanya ingin bermalas-malasan dan tidur. Memikirkannya saja Qiuxi mendesah nafas, andaikan dia bisa kembali ke kediamannya pasti dia bisa tidur tenang karena para Pasukan Hantu miliknya tidak akan berani menganggunya sedikitpun.


Dan saat hampir setengah tertidur dia kemudian berkata dengan sedikit linglung. "Bisakah ayah memainkan seruling ayah, agar Xixi bisa cepat tidur?"


Hanya beberapa saat Yin Jinze sudah menarik seruling itu dari bibirnya dan dia tersenyum melihat Qiuxi yang sudah tertidur hanya dengan satu alunan melodi.


Yin Jinze menarik selimut untuk menutupi gadis kecil itu, dia berbisik pelan. "Meski kau tidak mengenaliku, aku tetap akan mengenalimu dengan segala bentuk."


Bahkan jika di depannya sekarang hanya abu milik Lin Qiu Xi, Yin Jinze tetap akan mengenalinya. Dia membelai lembut wajah itu dan mencium keningnya sangat lama seolah mengangumi seberapa lama dia menanti reinkarnasi ini, dia tidak akan kehilangannya lagi.


Dia lalu bergumam tipis. "Lin Qiu Xi."


*


Keesokan paginya Qiuxi terbangun dan dia terkejut saat dia langsung mengedarkan matanya ke segala arah dan dia melihat ke samping yang sudah kosong di karenakan tinggalkan dan Qiuxi bisa merasakan bantal di sebelahnya masih hangat yang artinya Yin Jinze baru saja pergi ketika dia membuat matanya.


Sedangkan oara pelayan yang ada di sana mengetahui gadis kecil itu sudah terbangun, mereka kemudian langsung bergegas menghampirinya.

__ADS_1


"Nona Xi'er, saya akan mengurus keperluan anda."


Mulut pelayan itu sangat manis untuk berbicara dengan anak kecil berusia lima tahun mereka sangat menghormatinya. Qiuxi meliriknya, namun entah kenapa membuat pelayan itu menelan ludah gugup.


"Di mana?" Qiuxi hanya bertanya dengan dua patah kata dan pelayan itu diam sejenak tidak mengerti, tapi kemudian mereka segera tau yang di maksud gadis itu adalah Yin Jinze.


"Lord Yin sedang mandi sekarang, dan meminta saya untuk membantu nona Xi'er bersiap."


Selesai mandi para pelayan mulai menata rambut Qiuxi, dia melihat pantulan cermin gadis kecil itu yang sangat menggemaskan.


"Nona Xi'er anda akan menjadi perempuan yang sangat cantik saat telah dewasa kelak."


Qiuxi tidak berbicara apapun dengan para pelayan selain mendesah malas, sampai dia di bawa ke meja dengan berbagai jenis makanan yang megah.


Para pelayan membuat gadis itu duduk di kursi dan mereka berkata dengan sopan. "Nona Xi'er bisa makan terlebih dahulu tanpa menunggu Lord kami."


Qiuxi melihat hidangan di depannya, dia tidak menyentuh yang lain selain menuangkan cangkir teh dan mulai menyesapnya. Setelah meminumnya dia menghela nafas tenang merasakan teh hangat yang tidak kalah dari buatan Feng Shui. Namun teh spiritual buatan Feng Shui masih yang paling utama, dia mulai penasaran Feng Shui membuat teh yang biasanya dengan bagaimana, kenapa rasanya begitu enak dan benar-benar sesuai dengan selera Qiuxi.


Tiba-tiba suara berat berbicara pada Qiuxi tepat di belakangnya. "Kau di Mansion ku dan meminum teh buatan ku, tapi masih memikirkan pria lain?"


Qiuxi yang membayangkan seorang Lord berkutat di dapur untuk membuat minuman teh hanya bisa tertawa terbahak-bahak. "Ayah, kamu berbohong tentang membuatnya sendiri."


Yin Jinze menarik sudut bibirnya tipis karena memang dia membuat teh itu sangat lama dan berkutat di dalam dapur seorang diri dan juga saat tehnya sudah dingin, dia membuangnya dan menggantinya dengan yang baru sampai gadis itu terbangun.


Qiuxi melanjutkan perkataannya. "Kenapa Xixi memikirkan pria lain, jika ayah ada di sini?"


Meski tidak tersenyum Yin Jinze terlihat sedikit senang di wajahnya yang sedingin es. "Bagus, tetap memikirkan ku."


"...."


Qiuxi tidak tahu harus bagaimana tapi dia ingin mencari informasi mengenai Yin Jinze yang melindungi dan membantunya dari belakang.

__ADS_1


Apa bantuan Yin Jinze yang diam-diam itu, ada untuk membantunya hanya karena dia menggunakan tubuh Lin Qiu Xi?


__ADS_2