Rumor Ratu Buruk Rupa

Rumor Ratu Buruk Rupa
Season 2. Identitas Qiu Yin


__ADS_3

Tapi Qiu Yin terlihat sangat terhibur dengan teaternya, dia mengamati wajah Qiuxi dengan hati-hati. "Kenapa Shijie mengatakan itu semua omong kosong? Bukankah benar perempuan itu menangis saat di tinggalkan pergi.."


Qiuxi merasa sangat malu saat di tanyai seperti itu. Baiklah, dia mengakui bahwa dia merasa sedih dengan kepergian Yin Jinze. Tapi dia tidak pernah menangis seperti aktor perempuan di dalam teater yang di lebih-lebihkan dengan segumpal kebohongan!


"Aku tidak pernah menangis seperti orang idiot. Dan lagi, Jiang Su mengubah semua skrip tidak jelas. Bagaimana dengan aku yang malu-malu kucing dia sana? Itu semua tidak benar!" Jika Jiang Su ada di dekatnya sekarag, Qiuxi akan menarik kerahnya dan menampar wajahnya.


Sedangkan Jiang Su yang tidak tahu bagaimana skripnya berubah tidak jelas, dia tiba-tiba bersin.


Saat ini Qiu Yin memandangnya dengan penuh arti. "Bagaimana dengan Shijie.. setelah semuanya, apakah Shijie punya perasaan sedikit saja para orang tampan itu?"


Qiuxi merasa bagaimana Qiu Yin terasa agak aneh. "Tidak pernah."


"Shijie sangat jahat! Kamu kejam! Tidak berhati!" Qiu Yin langsung memukul sandaran kursinya, seolah melampiaskan semua kekecewaannya.


Dia lalu bertanya dengan tidak berdaya, dan suaranya menjadi lemah. "Sedikitpun tidak pernah..?"


Qiuxi tersenyum, tapi kemudian dia bertanya pada Qiu Yin. "Mungkin jika Yin Jinze kembali, mungkin sekarang aku bisa sedikit menyukainya?"


Ketegangan di mata Qiu Yin sepenuhnya menghilang, dan dia langsung tersenyum senang ke arah Qiuxi. "Hanya sedikit saja.. Itu sudah cukup."

__ADS_1


Saat ini Qiuxi menatap Qiu Yin agak bingung, karena bagaimanapun Qiu Yin ini terasa sangat akrab. Tapi dia mengesampingkan perasaan akrab itu ke dalam dirinya.


Tiba-tiba dari sampingnya, seseorang berkata pada Qiuxi dengan suara berat dan agak serak. Bahkan bisa di dengar suaranya bergetar berat, seolah-olah gunung es membuat orang mengigil hebat.


"Maaf.."


Qiuxi tambah merasa aneh, dia bertanya pada Qiu Yin. "Kenapa kau meminta maaf?"


[Ding, kemunculan protagonis pria Yin Jinze kembali setelah menggantikan dan mendetoksifikasi racun yang ada dalam tubuh Lin Qiu Xi~]


Saat itu juga tubuh Qiu Yin mengeluarkan kabut hitam di sekelilingnya, kemudian penampilannya berubah menjadi tinggi sampai mencapai pria dewasa.


"Saat itu aku berkata aku akan menjemputmu. Tapi karena hal itu.. aku hampir.. Aku hampir tidak akan bisa menemuimu lagi." Yin Jinze menatapnya tanpa daya, dan dia tersenyum pahit pada Qiuxi.


"Aku khawatir bila aku tidak bisa menepati janjiku, saat itu.. aku mungkin akan berubah berantakan."


Yin Jinze tidak cukup keberanian menatap mata Qiuxi dan dia menutup matanya dengan suara memohon. "Kamu mengatakan akan sedikit menyukaiku jika aku kembali. Sekarang aku.. aku di sini menepati janjiku. Jadi tolong.. tetap sukai aku meski hanya sedikit."


Qiuxi duduk di samping, kemudian merenungkan bagaimana mereka bersama. Dan bagaimana perasaannya sebenarnya pada Yin Jinze ketika dia menggantikan tubuh Lin Qiu Xi yang asli selama ini.

__ADS_1


Mereka masih duduk di sana, padahal orang-orang di teater sudah pergi dan hanya menyisakan mereka berdua. Saat itu Qiuxi berkata setelah diam cukup lama hingga menimbulkan keheningan.


"Itu mustahil Lord Yin."


Sebelum Yin Jinze memalingkan wajahnya ke samping karena kehilangan arah, Qiuxi kemudian melanjutkan berbicara. "Itu mustahil jika masih tetap sedikit. Kenapa tidak bertambah banyak sering kita menghabiskan waktu bersama-sama?"


Qiuxi tersenyum, perkataannya sangat lembut dan juga sangat jernih. "Aku pikir kita bisa mencoba.. bersama."


Meskipun sangat pelan, apa yang di katakan Lin Qiu Xi sangat jelas terdengar di telinga Yin Jinze. Yin Jinze hampir menangis bahwa Lin Qiu Xi menerimanya, dan dia tidak bisa menahan diri untuk memeluk Lin Qiu Xi yang ada di depannya.


"Benarkah?" Yin Jinze mencium bibirnya sangat singkat, tapi di waktu yang sama penuh dengan kehati-hatian untuk kehilangan lagi. "Kamu di larang untuk menarik ucapan mu kembali."


Dia semakin menenggelamkan tubuh Lin Qiu Xi ke dalam pelukannya. Melalui dua tubuh yang saling berdekatan, dia bisa merasakan kehangatan satu sama lain. Nafas panas Yin Jinze tidak menahan diri untuk mencium kening Qiuxi untuk waktu yang lama.


Yin Jinze sangat yakin bahwa pengorbanan dan perasaan tulus akan terbayarkan pada akhirnya. Saat dia memeluk tubuh mungil Qiuxi, saat itulah Yin Jinze merasa apa yang telah dia perjuangan selama hidupnya..


Sekarang ada di pelukannya.. telah menjadi kenyataan.


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2