
Selir resmi Ming melirik sekitarnya, dia sekarang sedang mengadakan pemilihan kaisar baru. Banyak pejabat yang memilih pangeran Yixiang sebagai kaisar selanjutnya. Sedangkan banyak pejabat lain yang memilih putra tertua Kekaisaran Nanfang, pangeran pertama sebagai kaisar baru yang entah bagaimana telah muncul secara tiba-tiba baru-baru ini.
Qiuxi hanya memandang situasi di depannya dengan mendesah malas, matanya yang berwarna hitam tidak sengaja menyapu kursi tamu kehormatan Guru Besar Fei sampai untuk beberapa detik mata mereka tidak sengaja bertemu satu sama lain sebelum Qiuxi langsung memutar matanya dengan enggan.
Meskipun cara pendangan Qiuxi terkesan acuh tak acuh tapi dia berpikir sehebat apa dua orang yang duduk di depannya dengan pakaian seputih sutra yang telah di panggil selir resmi Ming secra pribadi? Menilai dari tingkat kultivasi sosok yang mengenakan pakaian putih itu ikut campur.. Qiuxi tidak tahu harus berbuat apa untuk melawan sosok yang berkultivasi tinggi seperti itu.
Saat mengamati mereka, Xiao Boa keluar dari lengan pakaian Qiuxi dan berkata melalui transmisi suara. "Aku harap dua orang itu hanya menonton dan diam saja karena kultivasi mereka sangat mengerikan!"
Qiuxi berujar tenang melalui transmisi suara. "Sepertinya mereka tidak tertarik dengan ambisi selir resmi Ming, tapi jika mereka ikut campur.."
Dia tersenyum agak kering, jika Guru Besar Fei yang hampir selangkah menuju keabadian menjadi musuhnya, maka dengan kekuatan yang baru terbentuk dan para pasukan organisasinya Qiuxi masihlah segelondongan ubi kentang yang siap untuk di cincang karena dia masih berada di tahap fre dou qi.
Seperti tahu apa yang ada di pikiran Qiuxi, Xiao Boa juga mendesah nafas. "Tenang saja nona Lin, jika mereka ikut campur aku dengan senang hati akan menemanimu ke jembatan ketidakberdayaan untuk berinkarnasi."
Mendengar jawaban Xiao Boa, Qiuxi tertawa mengejek. "Apa menurutmu jika aku mati di dunia ini akan berkesempatan untuk berinkarnasi?"
Dia bahkan tidak di lahirkan kembali, melainkan jiwanya mengalami trasmingrasi ke dunia lain. Entah itu kehidupan di dunia novel atau kehidupannya yang sebelumnya yaitu Qiuxi hanyalah seonggok pengemis yang membusuk di Jakarta dulu saat dia masih di abad ke-21, jadi mungkin saja jika dia mengalami kematian di dunia ini maka semuanya telah berakhir bagi Qiuxi.
"Jika tidak memasuki roda reinkarnasi, jadi kemana kalau anda mati?"
Qiuxi tersenyum tapi juga bukan sebuah senyuman, melainkan bibirnya sekedar tertarik tipis ke atas dan dia kemudian berkata dengan suara rendah. "Lempeng neraka."
__ADS_1
Mendengar suara Qiuxi yang tanpa hasrat apapun, ular putih kecil itu terdiam sejenak sebelum keduanya kembali mengamati pemilihan kaisar untuk menggantikan posisi Lin Chen yang sekarang sudah kosong.
Setelah beberapa saat pemilihan itu berakhir dengan hasil pangeran pertama Cheng Huo menjadi kaisar Nanfang yang baru karena dialah putra tertua Lin Chen dan dia terpilih tanpa suara semua orang-orang istana, melainkan terpilih karena pemunduran baik-baik pangeran kedua Lin Yixing yang sama sekali tidak berniat mengambil kursi tahta.
Memikirkan bahwa sebenarnya pewaris tahta adalah Lin Yixing yang menjabat dalam novel aslinya setelah kesembuhan Lin Yixing dari penyakit misterius, Qiuxi juga terkejut karena Cheng Huo yang akan meneruskan kursi kekaisaran, tapi karena semua cerita yang seharusnya sudah sedikit melenceng akibat Qiuxi yang menjalankan misi secara semena-mena adalah semua yang terjadi akibat dari ulahnya sendiri.
[Peringatan!]
Sistem berdegung di dalam kepala Qiuxi. [Jangan biarkan Cheng Huo sebagai pewaris kaisar, dia adalah orang yang kikir, korup dan tidak pecus untuk memimpin. Bantu Lin Yixing untuk mewarisi kekaisaran atau Nanfang akan di terpa penderitaan karena mendapatkan kaisar kejam!]
Mendengarkannya Qiuxi ingin sekali memijat kepalanya yang nyut-nyutan, dia bahkan belum sembuh dari misi pertama untuk menerima racun selir resmi Ming, tapi kenapa dia harus menjalankan misi kedua untuk menghentikan kudeta sekaligus membuat Lin Yixing sebagai kaisar selanjutnya?
Qiuxi mendesah nafas. "Baik, akan aku lakukan lain kali tapi tidak sekarang."
Qiuxi mengangguk sedikit sebagai tanggapan sedangkan matanya mulai kembali mengamati perempuan yang menggennakan topeng manusia sebagai Lin Sili.
Selir resmi Ming menatap pangeran pertama yang duduk di kursi tahta dengan senyuman puas, lalu dia melirik Wajah Topeng Kabut Shan Shie karena pemimpin organisasi pembunuh bayaran itu telah menjalankan misinya untuk membunuh Lin Qiu Xi.
Selir resmi Ming menghirup udara segar dan dia bergumam dengan dirinya sendiri. "Ini adalah keberhasilan, setelah Ceng Huo menjadi seorang kaisar maka seluruh kekaisaran akan aku miliki, membunuh Lin Qiu Xi sudah di lakukan, menghancurkan Lin Sili dan mengendalikan Lin Yixing sebagai boneka pemerintahan."
Qiuxi yakin jika dua orang berpakaian seputih sutra itu tidak akan mencampuri urusan mereka, namun dia juga bertanya-tanya kenapa mereka, Guru Besar Fei dan adiknya bisa di kekaisaran Nanfang ini bukankah di dalam novelnya mereka seorang Immortal yang selalu melakukan kultivasi tertutup? Semakin di pikirkan, semakin membuat gadis itu mendesah malas panjang. Mata iris hitamnya langsung menyapu selir resmi Ming yang memiliki nama lengkap Cheng Ming seketika membuat tubuh selir resmi Ming yang bergumam puas langsung semua kulit-kulitnya gemetar ketakutan dan mengigil hebat.
__ADS_1
Saat semuanya ada dalam genggaman rencana selir resmi Ming, tiba-tiba suara yang cukup di kenalnya terdengar di telinganya.
"Yang tinggi ini ingin bertanya, kenapa putri ini ingin di bunuh?"
Meskipun suara Qiuxi tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu rendah, tapi suara yang pas untuk bisa di dengar semua orang. Saat gadis itu mengatakannya suara yang keluar terdengar sangat lembut dan aura seorang putri kaisar juga bisa di rasakan oleh semuanya, alih-alih suara yang rapih dan ringkih, suara yang di katakan Qiuxi seolah-olah kabut kedinginan yang bisa membekukan apapun, termasuk membekukan rasa kepuasan Cheng Ming.
Selir resmi Ming yang tidak tahu identitas sebenarnya dari Qiuxi, seorang gadis bernama Lin Qiu Xi yang ingin dia bunuh sebenarnya adalah seorang Alkemis Hantu yang tidak bisa dia singung sedikit.
Karena tidak tahu identitas tersembunyi Qiuxi yang hanya segelintir orang yang bisa mengetahuinya, jadi dia segera bertanya. "Apa yang kau katakan Alkemis, mana berani putri ini berniat untuk melakukan nya?"
Qiuxi yang mendengar wajah idiot selir resmi Ming, dia hanya mengangkat sedikit sudut area di sekitar matanya. Sudut bibirnya juga tertarik ke atas, dan bibirnya yang ranum terlihat tersenyum seolah-olah membentuk setengah lingkaran bulan sabit yang enak untuk di pandang siapapun, sampai-sampai yang melihatnya akan berdecak kagum untuk menghargainya tanpa bisa berkedip sedikitpun.
"Seorang selir rendahan Cheng Ming, bukan hanya sekedar menyewa seorang pembunuh bayaran untuk mengakhiri nyawa putri ini melainkan membuat kegaduhan dengan kudeta internal untuk kursi kekuasaan?"
Qiuxi menarik bibirnya dan tersenyum mengejek. "Apa kau lupa bercermin untuk melihat seberapa sampah dan idiotnya otak mu?"
Mendengar itu selir resmi Ming tidak tahan untuk terbelalak terkejut, tangannya segera menunjuk gadis di depannya yang mengenakan topeng keemasan di wajahnya.
"Tidak mungkin!" Dia berteriak tidak percaya dan mata selir resmi Ming melebar seolah-olah dia baru saja tertimpa petir di siang bolong.
"Kamu kamu kamu.. kamu.."
__ADS_1
"Si cengeng Lin Qiu Xi yang gagap?!"