
Begitu mendengar Ming Feifei berinisiatif untuk mengajak bermalam bersama, Yin Jinze tercengang selama beberapa saat dan dia tidak menyangka jika babi gemuk yang dia gunakan masih bisa membuat seseorang menyukai Li Zhu.
Tapi Yin Jinze yang berada dalam tubuh Li Zhu, dia terlalu malas untuk bersandiwara jika itu bukan pada Lin Qiu Xi. "Tidak."
"Untuk seterusnya kau jangan pernah berinisiatif mendekati ku Selir Ming Feifei." Yin Jinze langsung menyelanya dan dia berkata dengan suara dingin.
Begitu mendengar penolakan Li Zhu di depannya, Ming Feifei sekali lagi mengertakkan kepalan tangannya dan dia berucap terbata. "A-apa yang membuatmu menolak ku sedemikian Kaisar Li? Meski hanya selir, A-aku juga istrimu."
Beberapa penjaga kebetulan sedang lewat melirik mereka dan pelayan wanita langsung membicarakan Ming Feifei.
"Ada apa dengan Selir Ming Feifei? Bukankah sebelumnya dia sangat jijik hanya dengan melihat wajah kaisar?"
"Mungkin saja dia terkena sihir pemikat.."
"Tidak, ini pasti posisinya sebagai permaisuri di rebut putri Qiuxi.. dia mencoba mendekati kaisar untuk gelar."
"Untuk apa merasa kalah dengan permaisuri Qiuxi itu?" Dan beberapa perkataan yang mulai melenceng terdengar di antara mulut pelayan. "Pasti putri Qiuxi memiliki wajah buruk rupa yang lebih jelek dari kaisar Li, dia selalu menutupinya dengan selendang tipis karena malu.. Menurut ku selir Ming Feifei masih jauh selangkah di depan."
Seseorang yang menyadari perubahan Li Zhu segera berkata. "Jangan membicarakannya, hati-hati lidahmu bisa tercabut."
Orang itu mengangkat bahunya. "Kaisar Li tidak pernah memotong lidah siapapun saat orang menghinanya terang-terangan, itu tidak akan mungkin."
"Aku sudah memperingati mu.. Kaisar Li akhir-akhir ini berubah.."
Meninggalkan Ming Feifei, Yin Jinze mengingat wajah orang yang menghina Lin Qiu Xi dan orang itu tiba-tiba merasa menggigil dingin saat berpapasan dengan tatapan Kaisar Li Zhu yang pernah mereka remehkan sebagai kaisar yang obesitas.
*
Keesokan harinya pelayan wanita menjerit panik begitu melihat mayat yang sudah terbujur dingin di tanah dan mayat itu terlihat sangat mengerikan karena lidah mereka terpotong.
"Ada pembunuhan di istana!"
Begitu suara melengking itu terdengar, beberapa orang mulai berkumpul untuk membereskannya dan mulai membuangnya. Dan saat mereka sedang membuang mayat itu, mereka langsung terkejut karena berpapasan dengan Lin Qiu Xi.
__ADS_1
"Putri Qiuxi, anda harus mengutamakan keselamatan anda karena tadi malam satu penjaga sudah terbunuh secara tragis."
Qiuxi hanya tersenyum sedikit mengetahui kekawatiran palsu yang penjaga itu katakan, bahkan di dalam perkataannya, dia sama sekali tidak menghormati Lin Qiu Xi sebagai permaisuri kekaisaran Beifang sedikitpun.
Jika orang itu dengan status lebih tinggi bisa menyebutnya hanya dengan putri tanpa status yang di lekatkan, tapi seorang penjaga dan pelayan menyebutnya setara itu hal yang lancang!
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku."
Setelah semuanya pergi, Shan Shie langsung muncul di sebelah Qiuxi.
"Master.."
Mengetahui apa yang ingin di tanyakan Qiuxi, Shan Shie berinisiatif untuk menjawab. "Aku mendengarnya dari Lei Xia, sebelum penjaga itu meninggal dia terang-terangan menghina anda. Lei Xia ingin membunuhnya saat itu juga, tapi itu akan membuka seni beladirinya di antara para pelayan.. jadi Lei Xia menyuruh Yan Bijun untuk membunuh penjaga itu."
"Tapi sebelum Yan Bijun melakukannya, penjaga itu sudah lebih dulu terbunuh dengan lidah yang terpotong."
Mei Rui yang sampai di sebelah Shan Shie merasa tidak bisa menerimanya. "Guru Shie, orang itu telah menghina Alkemis. Jika bukan orang lain yang memotongnya, aku yang akan melakukannya dan bahkan kepalanya tidak akan aku biarkan masih tetap menempel di lehernya sendiri!"
"Itu bagus." Qiuxi hanya tertawa kecil, jika ada orang yang berani menghinanya lagi itu akan menjadi hari ketika keluarga mereka membakar tiga dupa untuk pengingat kematian mereka sampai tidak ada lagi orang idiot yang berani untuk menyinggungnya.
Mereka boleh merendahkan Lin Qiu Xi, tapi menghinanua? Tentu saja mereka harus di beri pelajaran yang memuaskan.
Melihat luka kematian penjaga itu, pasti bukan berasal dari orang-orangnya dari pasukan Hantu Pembantai Iblis Qiuxi mengeryitkan keningnya.
Dia lalu melirik ke arah Shan Shie dan dia bertanya. "Bagaimana, setelah berbulan-bulan ini apa kau menemukan sesuatu mengenai keberadaan Feng Shui?"
Shan Shie segera menaruh lututnya di atas tanah dan dia berkata penuh hormat. "Maafkan aku master.. selain di hutan spiritual aku kehilangan jejaknya."
Qiuxi masih dengan wajah yang tidak berubah dan dia berkata dengan acuh tak acuh. "Hanya itu yang kamu dapatkan?"
Shan Shie melemaskan matanya ke tanah dan dia merasa menyesal jika dia tidak terlalu berguna untuk membantu gadis itu. "Sekali lagi maafkan aku master.. aku masih tidak berguna."
Shan Shie memang tidak terlalu menyukai Feng Shui, apalagi ketika wajah liciknya yang bermuka dua? Karena ini adalah perintah dari Masternya, dia tidak berani mencarinya dengan setengah hati. Shan Shie sudah mencarinya dengan keras, tapi kehadiran pria licik itu seperti kehadirannya tidak pernah ada dan menghilang seketika tanpa meninggalkan jejak apapun.
__ADS_1
Dia merajut alisnya saat Qiuxi menyuruhnya mencari seekor rubah putih. Shan Shie tidak pernah melihat Qiuxi berinteraksi dengan seekor rubah, jadi dia tidak tahan untuk bertanya.
"Master kenapa tiba-tiba harus mencari seekor rubah putih? Aku bisa membelikan master rubah baru di pelelangan dengan kualitas mulia dan dengan harga tinggi."
Qiuxi sedikit terkejut karena mungkin saja Feng Shui sekarang sudah berubah menjadi rubah kecil atau di jual di rumah pelelangan. Tapi kultivator di seluruh dunia kultivasi mana yang berani mengalahkan dan menjual raja para binatang spiritual seperti menjual sebuah hewan peliharaan?
"Belikan aku rubah putih dengan warna mata merah ruby." Qiuxi menekankan perkataannya dan dia tidak ada salahnya untuk mencoba. "Berapapun harganya, kau harus mendapatkannya Shie."
Mata merah ruby sangat langka, bahkan Shan Shie baru pertama kali ini mendengarnya. Namun melalui perintah Qiuxi dan ketika perintah gadis itu jatuh, Shan Shie menundukkan kepalanya langsung lenyap dengan ilmu meringankan tubuh.
"Baik, master bawahan ini akan mencarikannya."
Mendengar perintah Qiuxi pada Shan Shie, Mei Rui mencoba bertanya. "Alkemis, bukankah mata merah ruby hampir mirip dengan mata ular Xiao Boa milik Jenderal Chen?"
Mei Rui sering membawa Xiao Boa dan dulu Holy Beast ular putih itu sering dekat dengannya, untuk itu Mei Rui tidak asing dengan mata merah yang menjadi ciri khas raja para binatang spiritual.
Iris hitam Qiuxi kembali menyapu ringan Mei Rui sejenak. "Tentu saja mata merah mereka mirip, keduanya Holy Beast yang sulit di kalahkan oleh seorang tetua sekte sekalipun."
Mei Rui terkejut, dia mengatupkan mulutnya tidak percaya dan saat itu di kejauhan ada sosok Li Zhu yang mendatangi ke arah mereka.
"Wang Fei." Mata Li Zhu melihat ke arah Qiuxi dan dia tanpa berkedip sedikitpun.
Di sisi lain saat melihat Li Zhu, Mei Rui menundukkan kepalanya. "Salam, Kaisarku."
Qiuxi berdehem sedikit dan dia bertanya. "Ada apa Wang ye?"
Li Zhu tampak memelas dan dia mulai bercerita. "Wang Fei.. Wang Fei! Tadi malam ada pembunuhan di istana, dan aku.. sangat menghawatirkan mu. Aku akan ke Desa Hugo untuk menyelesaikan permasalah kekeringan. Tapi, Wang Fei kau harus tetap di istana. Di perjalanan ke Desa Hugo pasti banyak bandit penjarah, mereka sangat berbahaya.. aku takut tidak bisa melindungi mu, kamu harus tetap di istana agar tetap aman."
Diam-diam Yin Jinze mengalirkan senyuman, jika Lin Qiu Xi menganggap tubuh Li Zhu sangat lemah dan tidak berguna, gadis itu pasti ikut!
Tapi yang tidak dia duga Qiuxi mengambil tangan Li Zhu dan mengelusnya pelan. Pria gemuk di depannya sangat lemah, tapi dia begitu mengkhawatirkan keselamatannya?
"Tidak Wang ye, aku akan ikut denganmu. Bagaimana kamu yang lemah ini berusaha melindungi dan mengkhawatirkan ku?"
__ADS_1
Qiuxi tidak tahan untuk tertawa sekali. "Khawatirkan keselamatan dirimu saat ke Desa Hugo, aku tidak butuh perlindungan siapapun."