
Qiuxi memanggil salah satu Pasukan Bayang yang Shan Shie bawa dari Perguruan Bukit Darah sewaktu Shan Shie melakukan pembantaian besar-besaran dalam satu malam itu yang telah membebaskan sebagian besar orang-orang yang ada di sana dan salah satu orang yang terbebas dari sana dalah Xue Yanhai.
Xue Yanhai menjadi mata-mata terhebat yang pernah di miliki Perguruan Bukit Darah sebelumnya dan menjadi salah satu orang unggulan bersama Wajah Topeng Kabut Shan Shie. Dulu sebelum Shan Shie kehilangan dantiannya mereka sering menjalankan misi bersama sebagai pembunuh yang menebas dalam senyap dan mulai terkenal sebagai Mata Elang Xue Yanhai.
Xue Yanhai meringis samar melihat seorang pria yang terpaksa dia layani, saat menerima perintah maka Xue Yanhai akan menerima luka cambukan setiap kali dia menghadap Xiao Sishan.
Xiao Sishan duduk di kursinya dengan cambuk hitam panjang dan dua wanita di sisinya melirik dengan mata berbinar kekaguman melihat wajah Xue Yanhai.
Plak!
Xiao Sishan menampar salah satunya dan juga mencambuk Xue Yanhai. "Kamu hanya anjing di organisasi beraninya menggoda wanitaku di depanku!"
Belasan cambukan memecut keras di punggung Xue Yanhai membuatnya beberapa kali meringis, tulang punggungnya itu meremang dan terluka setiap Xiao Sishan mencambuknya tanpa ampun.
Wanita lain melihat wajah Xue Yanhai yang tampan itu menahan kesakitan dia langsung bergerak cepat dan memeluk tangan Xiao Sishan.
"Kamu awasi Lembah Ziyang." kata Xiao Sishan pada Yanhai.
Xue Yanhai hanya bisa berkata dengan sangat patuh. "Baik penatua Xiao."
Xue Yanhai bergerak cepat menuju Lembah Ziyang. Lembah Ziyang adalah perguruan besar di benua tengah dan dia memata-matainya akan menjadi misi pertaruhan nyawa. Xue Yanhai bergerak hati-hati dan bersembunyi di bayang-bayang malam dan mendengarkan pertemuan rahasia Penatua Lembah Ziyang dengan seorang pria misterius.
Pria misterius itu mengenakan jubah hitam, dan topeng hitam tanpa pola. Melihat Penatua yang begitu menghormatinya dan jamuan makanan berkualitas tinggi pasti latar belakang pria itu tidak bisa di singgung sebagian besar kultivator di seluruh dunia persilatan.
"Suatu kehormatan bagi Lembah Ziyang, di hadiri legenda seperti anda." Kata Penatua itu dengan senyuman terbaiknya.
Pria itu hanya acuh dan berkata dengan suara dingin. "Tidak masalah, aku kemari memang memiliki beberapa urusan."
"Aku ingin kau mencari seseorang." Pria itu memberi sebuah gambar dan meletakkannya di meja.
Penatua mengambilnya dan melihat itu adalah lukisan kaisar Nanfang. "Baik, saya akan mencarinya. saya dengar dia menghilang karena berhubungan dengan Perguruan Bukit Darah."
"Setelah kami menemukannya, apakah saya harus menyerahkannya pada anda?"
__ADS_1
Pria bertopeng gelap itu menjawab malas, dan dia tertawa tipis. "Letakkan di manapun terserah kalian."
Dia sedikit terhenti merasakan aura orang lain memata-matai pembicaraan mereka dan penatua lembah Ziyang segera berteriak.
"Siapa!?"
Pisau buah langsung dia layangkan dan menembus dinding ruangan dan ujungnya bergetar keras saat meleset beberapa sentimeter dari wajah Xue Yanhai.
Xue Yanhai bergetar panik karena merasa ketahuan. Tanpa di duga Yanhai, pria misterius itu berkata dengan suara rendah. "Aku belum memperkenalkan kalian, dia adalah orang ku."
Xue Yanhai, "?"
Xue Yanhai dan penatua Lembah Ziyang itu mendengar tidak percaya, tentu dengan dua ekspresi yang berbeda.
"Ma-maafkan kelancangan saya, saya telah mencurigai salah satu dari orang anda tanpa alasan." Kata Penatua Lembah Ziyang dengan gagap dan canggung.
Xue Yanhai diam sejenak, jika dia perlu hidup maka dia harus mengikuti aliran situasinya dan berpura-pura menjadi salah satu orang misterius itu.
Dia berbohong dan berkata sambil membungkukkan setengah badannya. "Maafkan saya tuan karena datang terlambat dan menimbulkan kesalahpahaman."
Setelah keluar dari perguruan, Xue Yanhai langsung mengambil jarak waspada darinya.
"Kamu tidak perlu takut." Kata pria itu yang sukses membuat Xue Yanhai menurunkan kewaspadaannya.
"Kau? Apa yang kau inginkan?!" Tanya Xue Yanhai.
Xue Yanhai menangkap kertas yang di layangkan ke arahnya.
"Tiga hari dari sekarang akan terjadi pertunjukan yang menyenangkan, kau kenal Wajah Topeng Kabut kan? Dan tetaplah di samping gadis yang bersamanya."
Xue Yanhai membuka kertas itu yang memperlihatkan lukisan gadis kecil yang sangat cantik, dia segera mengeryitkan keningnya dan bertanya. "Kau menyuruhku untuk menyusup di antara mereka?"
"Menyusup? Tentu saja tidak, aku hanya merekomendasikan untuk mu tempat yang baru karena Perguruan Bukit Darah akan segera di hancurkan."
__ADS_1
Mendengarnya Xue Yanhai menggertakkan gigi-giginya karena dia tidak ingin memiliki tuan yang baru, dia tidak ingin lagi di perintah oleh seseorang dan dia hanya ingin kebebasan yang tidak bisa dia capai.
Apalagi harus di suruh untuk menunduk di bawah kaki seorang gadis berusia tiga belas tahun?
Lin Qiu Xi?
"Kamu sepertinya datang pada orang yang salah, aku tidak ingin di perintah seperti anjing gila lagi, dan lagi, aku bisa menusuk seseorang dari belakang sesuka ku kapanpun yang aku mau. Jadi meskipun aku menjadi orang-orang dari gadis itu, aku tidak akan menjamin kesetiaan ku padanya."
Pria bertopeng gelap itu tidak berkata lebih jauh, dia kemudian menghilang di depan mata Xue Yanhai sebelum dia berkata dengan acuh tak acuh. "Terserah."
Melihat pria bertopeng misterius itu hampir menghilang, Xue Yanhai segera berteriak. "Tunggu dulu, siapa namamu aku akan memikirkan untuk menjadi budak gadis itu atau tidak."
"Yin Jinze." Kata pria misterius itu sebelum dia benar-benar menghilang dan hawa keberadaannya seolah tidak ada di sana sebelumnya.
Xue Yanhai hanya bisa kembali ke Perguruan Bukit Darah, dengan terpaksa tanpa bisa memberikan informasi yang berguna pada Xiao Sishan.
Xiao Sishan melihat ke arahnya dan bertanya. "Kau kembali sangat cepat, apa yang kau dapatkan?"
Xue Yanhai menggunakan tenaga dalam untuk mengatur penciumannya dan berkata. "Maaf, dengan berat hati saya kembali tanpa bisa membawa informasi berharga apapun."
Xiao Sishan sudah terlihat ekspresi kesal di wajahnya, dia menarik cambuk hitamnya yang langsung dia gunakan untuk memecut Xue Yanhai. "Kau adalah Mata Elang! Bagaimana kau kembali tidak membawa informasi apapun! Apa kau tidak berguna?!"
Suara cambukan seketika menggema di ruangan itu dan Xue Yanhai berkali-kali meringis kesakitan, dia tidak bisa menggunakan tenaga dalam untuk menghentikan lukanya, karena itu adalah peraturan dari Xiao Sishan.
Xue Yanhai kemudian membuka mulutnya. "Lembah Ziyang mengadakan pertemuan khusus dengan seorang pria misterius, penatua Lembah menyebutnya sebagai legenda."
Mendengarnya Xiao Sishan segera menarik kembali cambuknya, dan begitu seorang kultivator yang di kabarkan sebagai legenda di sebutkan, Xiao Sishan langsung bertanya penasaran.
"Siapa orang itu yang melakukan pertemuan dengan Lembah Ziyang?"
Xue Yanhai masih mengingat seorang pria yang mengenakan topeng hitam yang berpola rumit dan dia bisa menyakini jika sosok itu memiliki kultivasi yang paling tinggi di benua tengah, dan kultivasi pria misterius itu seakan hampir mencapai tahap Immortal dan hampir selangkah menuju keabadian.
"Dia mengatakan namanya dengan sangat jelas.."
__ADS_1
"Yin Jinze."