
Setelah pemberian obat untuk Mei Miyan dan sumpah kesetiaannya pada Qiuxi, Jiang Su segera keluar dari bayangan malam dan dia langsung berlutut di kaki masternya menyampaikan informasi dengan patuh. "Master, pelayan bertopeng yang selalu di sisi putri Sili sepertinya pangeran pertama Cheng."
Qiuxi hanya menjawabnya dengan tatapan dingin dan tidak lama kemudian seulas senyum terukir patuh di bibirnya. Tidak mendapatkan jawaban dari masternya membuat Jiang Su melanjutkan berkata. "Pangeran kedua Lin Yixiang jatuh sakit sepertinya telah di racuni pangeran pertama Cheng."
Mendengar laporan dari Jiang Su, Qiuxi sama sekali tidak terkejut karena di novel aslinya perebutan kekuasaan kekaisaran juga terjadi. Karena mungkin Qiuxi tidak membacanya dengan sangat teliti dia hanya tahu Lin Yixing tiba-tiba sakit parah di novelnya dan bahkan Lin Yixing hanya bisa terus terbaring seperti mayat tapi juga bukan mayat selama bertahun-tahun sebelum dia benar-benar di kabarkan telah meninggal.
Mendengar jika Lin Yixing di racuni oleh pengawal yang menggunakan topeng yang sebenarnya adalah Cheng Huo, Qiuxi tidak terlalu terkejut dan wajahnya yang sama seperti mangnolia masih terlihat dingin dan hanya dalam kelumpuhan wajah
Sambil menyesap cangkir teh, Qiuxi mulai memikirkan cara kejatuhan paling memalukan untuk musuhnya, selir resmi Ming pasti telah mengubah wajahnya menjadi Lin Sili. Keluarga Cheng sangat membanggakan repotasi mereka lebih dari tulang mereka sendiri, bagaimana jika satu Marga Cheng mendapatkan hinaan besar karna satu orang yang mereka kirim menjadi selir kekaisaran hanya berguna untuk mempermalukan wajah mereka?
Qiuxi diam menyesap teh di cangkirnya sambil mendesah malas untuk apa yang akan dia lakukan di situasi mendatang sebagai Alkemis Hantu dan saat situasi masih dalam jangkauan bidak caturnya, senyum yang memiliki hawa seorang perempuan tirani mulai terlihat jelas di antara mata dan bibirnya.
*
Di sisi lain selir resmi Ming kini mendatangi cabang paviliun di Nanfang, cabang dari paviliun terbesar di antara empat Kekaisaran yaitu jelas namanya sudah menggema sebagai Paviliun Seribu Obat. Meskipun hanya cabang kecil namun bangunan itu begitu megah dan besarnya setara sebesar mansion marga terpandang.
Selir resmi Ming di sambut dengan penjaga paviliun, melihatnya menggunakan satu set pakaian mewah tentu penjaga itu menyambut hangat selir resmi Ming yang berwajah Lin Sili.
Penjaga itu membungkuk hormat. "Salam putri Sili."
Saat memasuki paviliun selir resmi Ming di sambut seorang pria setengah sepuh. "Apa anda membutuhkan sesuatu dari Paviliun kami putri?"
Selir resmi Ming melihat pada pria setengah sepuh di depannya sebelum dia berkata. "Aku membutuhkan seorang tabib ahli di sini yang bisa mengobati segala jenis racun apapun."
__ADS_1
Pria itu tersenyum ramah. "Baik, namun permintaan putri harus melewati tuan muda kami terlebih dahulu."
Kemudian pria setengah sepuh itu menandu selir resmi Ming untuk ke ruang tunggu, meskipun masih tergolong cabang dari Paviliun Seribu Obat dan bukan paviliun utama ruangan itu masih bisa menyediakan tempat mewah untuk para tamu penting.
Di sebelah lain Bai Qingyun merasa menyesal sepanjang hari karna telah memberikan informasi pada Mei Miyan tentang Lin Qiu Xi. Dia berharap ketika dia bisa bertemu gadis kecil itu, maka Qiuxi tidak akan marah padanya atau yang lebih buruk bersikap dingin padanya. Saat memikirkan ini, berulang kali Bai Qingyun ingin mendatangi istana Nanfang, namun kehadirannya sebagai tuan muda dari Paviliun Seribu Obat akan menarik perhatian yang sebenarnya tidak di inginkan oleh Qiuxi, jadi satu-satunya pilihan Bai Qingyun saat ini adalah mengawasi dari cabang kecil, berharap bisa bertemu dengan gadis kecil yang memiliki jejak kecantikan klasik yang yang sulit untuk dia temui.
Tidak lama kemudian suara ketukan lembut dari pintu ruangannya membuyarkan lamunan Bai Qingyun, tidak lama suara pria setengah sepuh berkata padanya. "Tuan muda Bai."
Bai Qingyun membiarkannya masuk untuk melapor. "Sesuai perintah anda tuan, segala hal mengenai istana Nanfang akan di beritahukan pada anda."
"Katakan sekarang." Kata Bai Qingyun.
Pria setengah baya itu mengangguk dan berkata dengan hati-hati. "Putri Sili meminta seorang tabib ahli untuk menyembuhkan seseorang di kekaisaran."
"Dimana dia sekarang?"
Pria setengah tua itu segera menjawab dengan patuh. "Di ruang tunggu tamu penting tuan muda.."
Tidak lama kemudian karena Tuan muda Paviliun Seribu Obat mendatanginya secara langsung, selir resmi Ming tidak tahan untuk tidak terkejut.
Melihat Bai Qingyun, dia menyambutnya dengan hormat. "Anda tuan muda Bai? Suatu kehormatan di sambut secara langsung oleh anda."
Bai Qingyun melirik pelayanan di samping selir resmi Ming yang berwajah sebagai putri Sili, sebelum dia berkata dengan kesopanan. "Maaf putrikebetulan semua tabib di cabang paviliun kami sedang menjalankan tugasnya tersendiri. Karena Paviliun kami tidak akan membiarkan seorang pelanggan pulang tanpa rasa puas, maka biarkan saya memenuhi permintaan putri secara langsung."
__ADS_1
Selir resmi Ming memandang puas mendapat tabib seorang tuan muda dari Paviliun Seribu Obat karena ilmu pengobatan Bai Qingyun sudah di kabarkan menjadi salah satu terbaik di antara tabib Kekaisaran di Nanfang.
Jadi dia berkata puas. "Maka saya cukup beruntung mendapatkannya tuan muda Bai sebagai seorang tabib."
Karena Bai Qingyun ingin turun tangan secara langsung, maka mereka segera menuju istana Nanfang dan saat orang-orang melihat pakaian Bai Qingyun yang berwarna hijau melambangkan kehormatan Paviliun Seribu Obat, orang yang melihat pria muda itu akan langsung tertunduk hormat untuknya.
Selir resmi Ming membawa Bai Qingyun menuju kediaman pangeran pertama Lin Yixiang, Bai Qingyun melihat wajah yang tertidur di atas ranjang seketika membuatnya mengeryitkan keningnya.
"Aku mencari tabib kemana-mana untuk menyembuhkan kakak sepupu laki-laki Yixing ak..aku tidak tahu mengapa tapi kakakku tiba-tiba terjatuh sakit, aku berharap tuan muda Bai bisa menyembuhkannya." Kata Selir resmi Ming yang berwajah Lin Sili pada lelaki seputih giok di depannya.
Bai Qingyun mengangguk, kemudian memeriksa keadaan pangeran pertama. Setelah dirasa cukup Bai Qingyun segera berkata. "Pangeran pertama terkena racun yang sangat parah putri."
Meskipun Selir resmi Ming yang berwajah Lin Sili tahu jika Lin Yixiang terkena racun, dia tetap memasang ekspresi terkejut. "Ap..apa!? Siapa yang berani meracuni kakakku di kediamannya sendiri!"
Selir Resmi Ming berujar marah pada penjaga istana. "Penjaga! Jalankan titahku! Hukum penggal koki istana karena pekerjaannya tidak pecus karena makanan yang melewati tangannya telah meracuni pangeran pertama! Cepat penggal mereka sekarang juga!"
Penjaga istana mengangguk patuh. "Kami mengerti putri."
Bai Qingyun merasa mungkin saja keracunan pangeran pertama bukan di sebabkan oleh makanan, namun Bai Qingyun terpaksa diam tidak melibatkan dirinya untuk mencampuri urusan istana lebih jauh karena takut jika dia terlalu banyak berurusan dengan konflik kekaisaran, maka Lin Qiu Xi akan merasa berhutang padanya.
Sedangkan selir resmi Ming, berusaha menyembuhkan pangeran pertama Yixiang agar bisa bersaing secara hormat demi kebanggaan marga Cheng? Sebenarnya apa yang di inginkan oleh Cheng Ming ini? Apa lagi Kekaisaran Nanfang akan di hadiri tamu kehormatan Guru Besar, apa untuk itu selir resmi Ming berusaha keras untuk menjaga mukanya dan marganya?
"Saya sangat berharap tuan muda Bai bisa menyembuhkan kakak saya dan jika tidak, maka adik Lin akan sangat sedih begitu mendengar kabar buruk ini.."
__ADS_1