
Sekarang seorang Wajah Topeng Kabut Shan Shie bersama tiga puluh lebih orang dengan binatang spiritualnya bersembunyi dibalik kegelapan dan bayanganan, sedangkan semua mata mereka mengintai bangunan di depan mereka adalah bangunan megah dari sebuah organisasi yang melakukan kultivasi di jalan sesat dan melatih kultivasi di jalan yang tidak beradab yaitu Perguruan Bukit Darah.
Perguruan Bukit Darah adalah organisasi yang bersemayam ratusan kultivator jahat sampai kultivator iblis sekalipun. Mereka juga sejenis organisasi yang telah membuat istri Shan Shie sebagai tumbal dan dia tidak lepas di jadikan sebagai objek percobaan manusia saat Perguruan Bukit Darah menjalani pelatihan kultivasi di jalur yang bengkok. Ketika di manfaatkan oleh Perguruan Bukit Darah sampai seperti itu Shan Shie mengalami kerusakan dantian yang membuat hidupnya berakhir menjadi manusia sampah.
Tentu saja semua jenis penderitaan dan rasa sakit seperti itu terjadi sebelum ada gadis yang menolongnya, yaitu seorang gadis kecil yang menggunakan jubah cyan berwarna merah darah kehitaman, juga sosok yang menyembunyikan setengah wajahnya di balik topeng keemasan bernama Lin Qiu Xi yang berasal dari Nanfang.
Untuk tuan barunya itu Shan Shie selalu menorehkan rasa hormatnya yang tidak terbatas, bahkan jika Qiuxi ingin memanfaatkannya atau berada di bawah kaki gadis itu adalah sebuah penderitaan, asalkan Shan Shie mempunyai peluang untuk membalaskan dendam kematian istrinya seperti sekarang, bahkan jika dia harus melewati neraka sekalipun, Shan Shie tidak akan pernah menghianati Lin Qiu Xi sampai kapanpun itu.
Sekarang melihat objek balas dendamnya yaitu Perguruan Bukit Darah di depan matanya, Shan Shie mengepalkan kuat sampai kuku-kuku tangannya menembus daging tangannya sendiri, urat-urat di wajah Shan Shie juga begitu terlihat jelas dan matanya terus menatap bangunan itu, bangunan yang membuat hidupnya hancur dan matanya menyipit dengan api kemarahan tanpa berkedip sedikitpun.
Sedangkan untuk beberapa orang yang ada di sebelahnya, yang lebih tepatnya tiga puluh orang pasukan menunggu aba-aba dari Shan Shie, Hao Xuan berkata pada seseorang yang menggunakan Topeng Kabut di sebelahnya. "Semua pasukan telah siap senior Shie."
Shan Shie melirik Hao Xuan, dan dia kemudian berkata pada Qingru secara tegas. "Buat celah kita untuk masuk secara bersamaan tanpa di ketahui siapapun."
Qingru mengangguk, secepat kemudian membuat ular hitamnya yang sudah dia kontrak langsung merayap di tubuh penjaga gerbang utama perguruan itu untuk mengigit dengan meninggalkan racun mematikan. Satu penjaga gerbang langsung terjatuh tak bernyawa yang langsung membuat penjaga lainya terkesiap siaga, sebelum mengetahui apa yang terjadi, kamudian penjaga itu menyusul kematian rekannya tanpa bisa menimbulkan suara yang menarik perhatian.
"Bagus." Qingru mengusap ular hitamnya yang kembali di tangannya dengan cara berdesis.
Saat tangan kanan Shan Shie terangkat, dalam waktu hanya berselang sedetik semua puluhan pasukan itu kemudian menghilang dengan ilmu meringankan tubuh dan keberadaannya lenyap seketika di sana. Sampai-sampai yang terlihat di mata Shan Shie hanyalah puluhan bayangan hitam terbang memasuki Perguruan Bukit Darah ketika perintahnya itu jatuh.
Tidak lama kemudian Shan Shie menyusul dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh dan dia berhenti di sebuah kamar tertutup, dan di dalam ruangan itu mulai terlihat seorang pria berumur enam puluh tahun sedang bersantai bersama dengan tiga gadis menemaninya yang hampir dalam keadaan setengah telanjang.
__ADS_1
Gadis berumur dua puluhan tahun di sebelah orang itu kemudian menuangkan sebuah arak ke cangkir, sambil tersenyum menggoda dia berkata pada pria berumur di tengah-tengah mereka. "Penatua DouZhung, gadis ini menuangkan segelas arak. Bagaimana jika kita melanjutkan permainan selanjutnya?"
DouZhung merangkul tiga gadis di sebelahnya secara bersamaan dan dia berkata dengan setengah mabuk. "Tentu saja untuk para kekasih ku apa yang tidak aku kabulkan!"
Lantas ketiga gadis itu bertingkah manis sambil melepas sehelai demi helai pakaian DouZhung, sampai mereka menyelesaikan kegiatan mereka tanpa rasa malu bahwa sebenarnya di antara mereka, lebih tepatnya di antara kegelapan yang tidak bisa di lihat siapapun, Shan Shie mengamati dan memantau mereka dengan keinginan pedangnya tidak tahan untuk menebas kepala mereka.
Di atas atap dalam bayangan segelap malam seorang Wajah Topeng Kabut sedang mengintai yang tepatnya dia mengamati pria tua bernama DouZhung yang telah melenyapkan istrinya, dan ketika dia melihat wajah DouZhung sedikit saja maka Shan Shie mendengus jijik.
Shan Shie keluar dari bayang-bayang saat dia mengeluarkan aura membunuh yang kuat, yang tidak bisa dia bendung lagi.
Begitu mereka melihat seseorang yang tiba-tiba ada di depan mereka dengan niat membunuh yang kental, Ke-tiga gadis itu sontak berkeringat dingin di seluruh tubuhnya yang meremang sangat hebat saat mereka melihat Wajah Topeng Kabut Shan Shie. Ketiganya buru-buru berlari ketakutan sampai tak mempedulikan tubuh mereka sedang tak memakai sehelai kain apapun, yang mereka harapkan sekarang hanya tidak ingin berakhir menjadi potongan daging pada pedagang yang berayun di depan mereka.
Shan Shie melirik ketiga gadis yang berlari, dalam satu tebasan pedang Shan Shie, dua kepala langsung terpotong dari tempatnya dan satu bagian tubuh terbelah menjadi dua bagian dan saat melakukannya, matanya menyorot sangat dingin ke arah DouZhung.
DouZung mulai mengambil pedangnya di meja, dia mengusapnya perlahan di ujung pedang yang runcing dan dia mulai bergumam pada Wajah Topeng Kabut itu yang ada di depannya dengan mata Shan Shie yang di penuhi oleh kemarahan.
Dia berkata pelan. "Sepertinya dantian mu hancur, dari mana kekuatan itu berasal? Apa kamu lupa jika aku praktisi dou king? Kamu kesini hanya akan mengantarkan nyawa mu saja?"
Saat DouZhung mengatakannya, dia tidak tahan untuk tertawa terbahak-bahak. Karena Shan Shie masih tahap praktisi dou ling tingkat puncak, melawan praktisi dou king.. tentu akan menjadi kemenangan pria tua DouZhung!
Dalam satu tarikan nafas DouZhung langsung memukul Shan Shie dengan kepalan tangannya. Shan Shie terdesak ke posisi bertahan dan mundur satu langkah dan darah mulai menetes dari mulutnya.
__ADS_1
Satu pukulan telah mendarat sukses di tubuh Shan Shie, DouZhung membuka mulutnya untuk mengejek. "Kamu cukup nekat melawan ku dengan datang sendirian, maka terima saja kematian mu!"
Shan Shie meludahkan darah dari mulutnya, setelah beberapa saat dia mengangkat kuat pedangnya dan bergumam dengan suara pelan. "Aku memang nekat tapi aku tidak datang sendirian."
Bersama ucapan Shan Shie yang datang tidak terlalu rendah, langit mulai memancarkan warna merah darah yang menyilaukan mata siapapun orang yang melihatnya. DouZhung terbelalak kaget melihat langit lewat jendela kamarnya, berwarna merah seperti darah yang mengalir.
DouZhung seketika tersulut amarah. "Apa yang kamu lakukan di organisasi ku!?"
Shan Shie tak menyembunyikan senyuman kepuasan saat pasukan Hantu Pembantai Iblis yang di buat oleh masternya itu telah membantunya dengan sukses, dia lalu melihat ke wajah DouZhung dan dia tidak tahan untuk mencibir. "Untuk penebusan dosa mu di alam baka!"
Tak bisa mengendalikan kemarahan dan rasa ingin tahunya yang tinggi DouZhung menatap tajam ke arah Shan Shie, keinginan DouZung sekarang ingin cepat-cepat menghabisi Wajah Topeng Kabut secepatnya untuk mencari tahu apa yang terjadi di langit organisasinya, karena Perguruan Bukit Darah tidak akan bisa di singgung siapapun semudah ini, apalagi hanya karena seorang Wajah Topeng Kabut Shan Shie yang pernah menjadi budak dan sampah sebelumnya!
Shan Shie berujar tenang, dan cara dia melihat hampir sama persis ketika Qiuxi merendahkan lawan bicaranya. "Jangan khawatir di luar sedang terjadi pembantaian, maka aku akan membuat mu segera menyusul kematian mereka."
Mendapatkan pengejekan, DouZhung ingin sekali mutah darah, dia berteriak. "Jangan bercanda!"
DouZhung kemudian menebas Shan Shie dengan pedagangnya namun berhasil di tahan sempurna oleh pedang Shan Shie. DouZhung sangat terkejut melihat pedang Shan Shie tidak hancur melawan pedangnya yang tingkat tujuh.
Lebih dari tiga serangan tidak terlihat goresan apapun di pedang Shan Shie malahan pedang milik DouZhung kian retak akhirnya berakhir menjadi dua bagian sebelum pedangnya bisa hancur menjadi berkeping-keping DouZhung melihat ke arah Shan Shie dengan mata yang tajam, sekaligus mata yang haus akan kemarahan yang meluap dan ketidakpercayaan.
DouZhung berteriak karena sangking terkejutnya. "Bagaimana mungkin! Senjatamu hanya tingkat enam berhasil mematahkan senjata spiritual ku yang levelnya tujuh?!"
__ADS_1
Shan Shie menebas tangan kanan DouZhung seperti ketika dia memotong selembar kertas, matanya menyimpit dan dia berkata dengan suara rendah. "Memang tingkat enam."