
Qiuxi sudah kembali seperti sebelumnya dan dia sekarang sudah kembali menjadi seorang gadis yang berusia tiga belas tahun. Tapi dia sangat berbeda dengan gadis biasa yang pernah ada karena Lin Qiu Xi memiliki kharisma seorang putri kaisar serta aura pemimpin pasukan Hantu Pembantai Iblis yang bisa menundukkan siapapun yang melihat ke arahnya.
Wajah putihnya yang seperti lautan salju itu entah kenapa akhir-akhir ini gadis itu jarang sekali mengenakan penutup wajahnya membuat penampilan gadis itu semakin mengagumkan tanpa berniat menutupinya lagi sedikitpun.
Jiang Su yang melihat seberapa putihnya kulit-kulit Lin Qiu Xi itu sedikit tidak menyukainya ketika kecantikan masternya di lihat banyak orang secara sembarangan. Dan memikirkan wajah Lin Qiu Xi bisa di lihat siapapun, dia membeli sesuatu saat di Beifang untuk masternya itu. Tapi berulang kali Jiang Su mengumpat dan ingin mencibir dirinya sendiri karena dia memberikan bingkisan yang berharga murah, seharusnya dia membeli yang paling mahal!
Qiuxi sedikit berkata pada pria itu. "Kau tiba-tiba terlihat sedang menderita Jendral Jiang.."
Jiang Su tidak mungkin mengatakan dia menderita karena ingin memberi masternya barang murah, dia mengalihkan topik dan meringis sedih.
"Semua kas penyimpanan ku habis master.. untuk membeli informasi di Pagoda Emas tadi." Jiang Su hanya bisa bergumam dengan suara lemas.
Qiuxi berujar tenang. "Aku tidak menyuruhmu membelinya, aku memintamu untuk mengamatinya."
Dia lalu melihat ke arah Qingru. "Bukankah begitu?"
Qingru mengangguk. "Benar."
"Jika semua uangmu habis, maka kesalahan mu sendiri karena menjadi idiot."
Jiang Su, "...."
Mei Miyan menyisir rambut Qiuxi dan berkata sedikit menggoda pada Jiang Su. "Jendral Jiang, aku tadi melihatmu membawa bingkisan yang unik."
Mei Miyan berkata pada Qiuxi. "Alkemis, sepertinya Jendral Jiang memiliki gadis yang di sukai karena dia diam-diam membeli sebuah hadiah."
Jiang Su sedikit berbatuk. "Tidak master.. Miyan mungkin salah melihat."
__ADS_1
Mei Miyan tersenyum sedikit, lalu membantu Qiuxi mengenakan pakaian luaran kas dari kekaisaran. Melihat Qiuxi memakai pakaian lengkap seorang putri kaisar dari cermin, sungguh memperlihatkan kecantikan klasik yang anggun yang akan membuat orang lain langsung terbius takjub.
"Sungguh cantik Alkemis.."
Qiuxi memandang datar ke arah cermin dan melihat dirinya sendiri, dan dia hanya bisa mendesah nafas karena seberapa bagus wajah yang dia gunakan bukanlah miliknya, melainkan milik Lin Qiu Xi.
Jiang Su buru-buru mengambil bingkisan di dalam pakaiannya, dia sungguh tidak ingin kecantikan masternya di lihat orang lain.
"Master.. aku meminta maaf tidak membelikan mu sesuatu yang layak, tapi.."
Qiuxi mengambilnya dan membuka kotak itu yang di dalamnya ada sebuah selendang tipis berwarna merah. Dan tanpa berpikir dia langsung memakainya karena akan sangat berguna untuk menutupi wajahnya sekarang dari pada mengenakan topeng emasnya yang bertanda seorang Alkemis Hantu.
"Trimakasih Jendral Jiang, kau sangat membantu dan tahu apa yang aku butuhkan."
Jiang Su menutup mulutnya yang hampir terbuka menahan perasaan bahagia, uang kas penyimpanannya selama tiga bulan habis tapi tidak ada hal yang lebih baik saat masternya mengenakan barang yang Jiang Su beli dengan uangnya sendiri!
*
Mei Rui baru-baru ini dia belajar seni beladiri, tapi kemampuannya sekarang hampir menyeimbangi kemampuan Lei Xia sebagai Pasukan Bayang yang kultivasinya tidak tergolong rendah.
Lei Xia bergumam sedikit. "Ah, apa Ketua Shie mengajari mu dengan keras?"
Melihat cara berlatih Mei Rui pasti gadis itu tidak berhenti saat Shan Shie menyuruhnya berhenti waktu menjelang sore. Lei Xia lalu melirik bocah laki-laki yang berumur sembilan tahun yang menjadi lawan tanding Mei Rui.
"Aku dengar Jendral Chen mempunyai kemampuan besar.. pasti master tidak akan memberi posisi Jendral pada sembarang orang, bukankah begitu Jenderal Chen?"
Yan Bijun datang dan meletakkan cemilan dan minuman untuk Mei Rui dan Chen Yu yang sedang berlatih, dia berkata pada keduanya. "Kalian lelah setelah bertanding, makanlah lebih dulu dan istrirahatlah."
__ADS_1
Mei Rui menyeka keringat yang mengucur, dia tetap berlatih sendiri meski Chen Yu sudah menghampiri makanan yang di bawa Yan Bijun.
Chen Yu duduk di sebelah Lei Xia dan mengeluarkan ular putih di balik pakaiannya dan dia kemudian berkata pada Yan Bijun. "Apa kau punya polong biji teratai?"
Yan Bijun membuka salah satu makanan yang dia bawa, dia mengetahui jika Xiao Boa dan Chen Yu menyukai polong biji teratai jadi Yan Bijun membawakannya khusus untuk mereka.
Chen Yu mengupas beberapa polong biji teratai untuk di makan Xiao Boa. Dia lalu melihat ke arah Mei Rui yang berlatih tanpa henti, dia kemudian berkata pada gadis itu untuk berhenti sejenak dan menemaninya sedikit berjalan-jalan.
Mei Rui meletakkan pedangnya kembali ke penyimpanannya. "Baik Jendral Chen aku akan menemanimu berjalan-jalan sejenak."
Mereka hanya berjalan-jalan ke area pasar, seperti biasa jika Chen Yu datang ke sini dia akan membeli sate belut hitam dengan taburan gula putih. Tapi entah kenapa Xiao Boa selalu marah jika Chen Yu membelinya, jadi dia memberikan satu pada Mei Rui.
"Cobalah, ini enak."
Xiao Boa sudah biasa jika Chen Yu memakan sate belutnya, tapi begitu Mei Rui ingin memakan sate seperti bentuknya yang seperti ular, ular putih itu langsung mencambuk tangan Mei Rui. Chen Yu langsung mengambil sate yang hampir jatuh dan memarahi Xiao Boa.
Xiao Boa memalingkan wajahnya dan mengendus kesal ke arah Mei Rui. "Hmmp! Jangan pernah kau memakannya, apa kalian berdua tidak memiliki hati sedikitpun melihat bentuk ku yang seekor ular putih, dan kalian memakan belut putih di depan mataku?!"
Mei Rui tertawa kecil, lalu menarik mereka ke toko yang ramai kemudian seseorang berkata padanya dan mendekati mereka.
"Cobalah beberapa stel pakaian di toko kami."
Mei Rui sedikit tertarik lalu memasuki toko pakaian yang di tawarkan. Pelayan toko terlihat berbinar ke arah Chen Yu dan Mei Rui saat melihat ke arah mereka, meski keduanya masih muda mereka sudah terlihat cantik dan tampan. Jadi pelayan toko itu segera menawari mereka karena akan lebih bagus jika Chen Yu dan Mei Rui mengenakan stelan pakaian dari tokonya untuk menarik perhatian pelanggan lebih banyak.
Pelayan toko itu berkata pada Mei Rui. "Hari ini kami memberi diskon setengah harga untuk satu set pakaian pasangan, apa kalian ingin mencoba?"
Dia lalu memandu Mei Rui untuk melihat-lihat. "Anda berdua sangat cantik dan tampan, untuk itu kami memberi pakaian gratis."
__ADS_1
Pelayan toko itu tersenyum ramah, dia bisa memberi Chen Yu dan Mei Rui pakaian gratis untuk mengenalkan produk toko pakaiannya serta menarik perhatian pelanggan di waktu yang sama. Mereka tidak rugi melainkan untung, jika bisa menggunakan wajah rupawan dua bocah di depannya.
Mei Rui terlihat senang dia berkata pada Chen Yu. "Jendral Chen, aku ingin mencobanya."