
Qiuxi sama sekali tidak menggubris ucapan Yin Jinze sedikitpun, dan jari-jari tangan rampingnya masih sibuk dengan berbagai ramuan yang perlu dia racik.
Di sungai tercemar sejauh lima kilometer dari desa Hugo. Airnya sudah berwarna keruh, berbau tajam, sengat dan tidak bisa di konsumsi untuk warga desa. Seperti yang di katakan Yin Jinze, sungai itu sudah tercemar ramuan tingkat tujuh yang gagal dan di buang ke sana.
Bukan hanya warga desa Hugo saja yang terkena wabah beracun, hewan yang sudah minum air di sungai itu juga akan berperilaku aneh.
"Sepertinya sungai ini bermuara ke sumber air di desa, mungkin karena itu para warga terkena wabah dari sini." Qiuxi melihat aliran air yang bercabang menuju desa. Para warga memanfaatkan airnya untuk kebutuhan, mereka tidak tahu jika air yang mereka makan mengandung ramuan pembusukan tingkat enam.
Qiuxi mengingat saat memotong tubuh para warga yang telah membusuk, semuanya bersumber dari sungai yang tercemar ini, dia kemudian berkata. "Aku perlu membuat ramuan netralisir tingkat tujuh."
Yin Jinze mendekat ke sebelah Qiuxi. "Kamu bilang saja bahan apa yang di butuhkan, aku akan mencarikannya untuk mu."
Qiuxi mengangguk, dia lalu mengatakan semua bahan dan sumber daya yang perlu dia butuhkan untuk membuat ramuan tingkat tujuh. Sekitar ada dua puluh lebih bahan yang berbeda dan dia mengatakannya. "Lord Yin, apa kau bisa mengingatnya?"
Yin Jinze hanya tersenyum, dia memang seorang kultivator tingkat tinggi. Jika ada seorang penghuni langit dan bawah mendengar namanya, mereka pasti akan gemetar takut. Hanya saja Yin Jinze tidak bisa mengingat hal sepele lebih dari sepuluh nama bahan saja
Jadi dia hanya bisa tersenyum kering. "Aku telah mengingat semua yang kamu katakan, aku akan mencarinya dan tidak akan kekurangan satu bahan pun."
"Hmm." Qiuxi mengangguk menonton Yin Jinze yang pergi. Dia lalu mengeluarkan tungku pembakaran dan mulai membuat ramuan netralisir tingkat tujuh.
Yin Jinze melirik ruang di sebelahnya. "Kamu keluarlah, dan cari semua bahan yang di butuhkan."
Setelah perkataan Yin Jinze jatuh, Yin Yifei kemudian keluar dari portal ruang. Yin Yifei tidak sengaja mendengar percakapan Qiuxi dan tidak di sangka Yin Jinze memanfaatkannya sebagai buku catatan. "Aku mengingat semua bahan dua puluh lebih itu, tapi.. Lord ku, ada satu bahan yang sulit di cari."
Yin Jinze berkata ringan. "Itulah tugas mu untuk mencari semuanya."
__ADS_1
Yin Yifei memandang lesu, dia tahu ini akan terjadi. "Aku mengerti."
"Bagaimana dengan Tabib Ilahi Chu Batian, apa kau sudah menemukan jejaknya di benua timur?" Sudah beberapa waktu ini Yin Jinze mencari Chu Batian di benua tengah dan tidak menemukan apapun, dan kemungkinan besar Tabib Ilahi itu berada di benua timur menjadi lebih besar.
"Aku mendengar informasi dari pasangan tua yang menderita penyakit parah, ada kemungkinan besar yang menyembuhkannya adalah Tabib Ilahi. Tapi dari jejaknya, dia sepertinya melakukan perjalanan kemari ke desa Hugo."
"Baiklah, kamu bisa pergi. Aku sendiri yang akan mencari Chu Batian."
Untuk itu Yin Yifei tidak sengaja melihat Yin Jinze dan Qiuxi di desa Hugo. Yin Yifei langsung menghilang mencari dua puluhan bahan yang di perlukan untuk membuat ramuan tingkat tujuh. "Baik, Lord ku."
Tidak lama setelah itu, datang surat dari Nanyue yang di ikat di kaki burung camar. Mengatakan jika Nanyue sudah mendapatkan jejak Chu Batian di kota Chouyan.
Yin Jinze langsung terbang ke arah kota Chouyan, dia berhenti di bangunan tua seperti yang di katakan Nanyue. Dia melihat seorang perempuan yang melambaikan tangannya dengan buntalan warna putih.
"Lord ku. Apakah dia yang selama ini kita cari?" Nanyue menunjuk seorang pengemis tua yang sedang mabuk dan pengemis itu tergeletak di tumpukan bangunan yang lapuk sambil membawa dua guci arak di tangannya.
Yin Jinze mengamatinya, wajah Chu Batian terlihat jauh lebih tua jika di bandingkan dengan apa yang dia bayangkan.
"Apakah memang benar dia seorang tabib yang ahli?" Nanyue menjadi sedikit ragu setelah melihat langsung Tabib Ilahi Chu Batian karena tidak sesuai dengan harapannya, di hadapannya sekarang tidak jauh berbeda dengan seorang kakek-kakek yang suka meminum arak.
Pandangan Chu Batian sedikit linu, dia melihat ke arah Nanyue dan Yin Jinze. "Hah? Siapa kalian? Kalian para perampok arak?! Asalkan kalian tau, aku memilikinya karena di kasih seorang! Hem.. seorang pasangan tua!"
Yin Jinze mengeluarkan tiga guci arak dan meletakkannya di sebelah Chu Batian. "Aku bisa memberimu arak lebih banyak dengan kualitas tinggi. Tapi kamu harus membantu ku."
Chu Batian melihatnya, dia langsung meludahkan arak yang dia telan. "Kamu pikir aku seorang pengemis?!"
__ADS_1
"Lihatlah! Kau memberiku tapi aku tidak mau meminumnya. Hanya seorang pria dengan dua lubang hidung berani menyuruh ku untuk membantunya?! Terlalu berharap!"
Nanyue melihat Yin Jinze yang mengepalkan tangannya, aura pembunuh terlihat mengudara di sekeliling pria bertopeng perak itu. Yin Jinze adalah seorang Lord Yin, tidak ada seorang yang masih hidup setelah menghinanya. Nanyue tersenyum sumbang, dia buru-buru menghibur Yin Jinze.
"Lord ku, tolong sabarlah! Hentikan amarahmu.."
"Dia hanya sedang mabuk dan dia tidak bermaksud mengatakannya."
"Jika aku tidak mudah bersabar, kepalanya sudah aku putus ratusan kali." Yin Jinze menghela nafas, jika dia tidak sedang membutuhkan Chu Batian maka kepala Chu Batian adalah satu-satunya kepala yang masih berdiri di tempatnya setelah menghina seorang Lord Yin dan jika bukan karena mengingat kejadian masa lalu yang pernah membantunya untuk menemukan cermin waktu.
Yin Jinze berkata pada Nanyue. "Kamu ke depannya harus lebih menghormatinya. Aku punya satu hutang Budi pada Chu Batian, hormati dia setara kamu menghormati ku."
Nanyue terkejut tidak percaya. "Lord ku, hutang budi apa yang pernah di lakukan Chu Batian?"
Jika ada seseorang yang membuat seseorang Lord Yin mengakuinya, pasti orang itu tidak bisa di provokasi ataupun di singgung. Tapi Nanyue.. dia baru saja merendahkan Chu Batian hanya karena dia terlihat seperti kakek tua yang mabuk.
Nanyue segera membungkukkan badannya ke Chu Batian. "Aku.. minta maaf tentang anda."
"Benarkah anda seorang tabib yang handal?" Nanyue menjulurkan tangannya dan memperlihatkan gumpalan putih yang masih tertidur yaitu seekor rubah yang merupakan wujud lain dari Feng Shui. "Tolong, sembuhkan dia."
Chu Batian meliriknya, dan dia langsung membuang wajah. "Batu giok dingin.. dua tahun aku berjuang, berfikir dan menulis tapi sedikit yang menghargai. Uhuk, dingin.. Masyarakat yang dingin. Tulis! tulis! tulis!"
Nanyue langsung menghela nafasnya. "Lord ku, Chu Batian benar-benar masih mabuk. Dia semakin ngelindur tidak jelas."
Nanyue segera memberi solusi yang tepat untuk Yin Jinze. "Jika seperti ini, dia tidak akan mau menyembuhkan rubah kecil. Lord ku, kamu perlu memaksanya.."
__ADS_1
Yin Jinze tahu betul sifat Chu Batian seperti apa, dia tidak mau menyembuhkan orang saat di paksa atau di bayar tinggi. Chu Batian hanya bergerak berdasarkan naluri dan hatinya. Tapi beda ceritanya jika Chu Batian mendapatkan arak terbaik dari kota Chouyan.
Jika kehadiran Chu Batian di sini, dia pasti telah mengincarnya. "Itu tidak perlu, sepertinya aku perlu bertamu di kedai arak terkenal di dekat sini."