
Begitu melihat yang berbicara adalah Huaran, Tao Fei terkejut. "Kamu? Penatua Hua?"
Setelah mengetahui orang yang telah memukuli orang-orang dari lembah Ziying adalah Huaran, Tao Fei kembali menyarungkan pedangnya dan dia tidak tahan untuk mendesah nafas.
Tao Fei seorang Penatua dari Lembah Ziying, dia bukan hanya memiliki kecakapan yang baik. Dia juga bisa berlaku baik untuk membedakan mana yang salah dan benar, dia tahu jika ada masalah yang menyangkut orang-orang di Paviliun Seribu Obat, maka orang-orangnya terlebih dahulu telah mengusik Paviliun Seribu Obat yang membuat kerusakan di bisnis ladang spiritual mereka.
Tao Fei segera menangkupkan tangannya dan berbicara. "Aku yakin ini di mulai dari kesalahan orang-orang ku. Akulah yang kurang pecus mengurus mereka."
Mata Tao Fei sudah menunjukkan niatnya, dia menatap tajam ke dua orang yang setengah babak belur di sebelahnya. Dia pasti akan memberi pelajaran pada Chang Hui dan Gao Hang setelah kembali Lembah Ziying.
"Aku akan memberi Chang Hui dan Gao Hang pelajaran dengan jelas sampai mereka tidak akan berfikir untuk berurusan dengan Paviliun Seribu Obat di kemudian hari!"
Chang Hui tidak puas dengan Tao Fei karena tidak memberi masalah berlanjut pada Huaran, namun dia juga tidak bisa melakukan apapun pada Huaran jika tidak ada bantuan dari salah satu Penatua.
Jadi dia dan juga Gao Hang di seret kembali ke luar oleh Tao Fei.
Tao Fei keluar menyeret mereka karena masalah ini pasti perintah dari Tang Jiao dan Tao Fei selalu merasa bahwa Tang Jiao tidak terlalu kompeten sebagai tuan muda dari Lembah Ziying setelah melihat berbagai permasalahan yang di timbulkan Tang Jiao, Tao Fei tidak tahu apakah keputusan Tan Lang menjadikan Tang Jiao sebagai tuan muda Lembah Ziying akan menghancurkan Lembah Ziying atau akan menaikkan Lembah Ziying karena telah menjalin hubungan dekat dengan Baili Yulai dari Gerbang Utama Kekaisaran adalah keputusan yang tepat atau salah.
Begitu hari sudah menjadi lebih gelap dan mereka telah kembali, Bai Qingyun berencana membiarkan Qiuxi untuk menginap semalam di dalam paviliun.
Dia menarik satu pelayan, dan berkata padanya. "Kamu bersihkan kamar tamu untuk tiga orang."
Pelayan wanita itu segera mengangguk. "Baik, tuan muda Bai."
Tapi Lei Xia buru-buru menyanggahi. "Tuan muda Bai, anda hanya perlu menyiapkan satu kamar untuk Master. Aku dan juga Yan Bijun tidak terlalu akan menggunakannya."
Lei Xia merasa bahwa dia sebagai Pasukan Bayang tidak terlalu membutuhkan kamar di karenakan dia dan juga Yan Bijun sudah terlalu terbiasa bersembunyi di balik bayang dan jika mereka memiliki kamar, maka kamarnya akan lebih banyak waktu kosong dari pada di tempati nantinya.
Karena sudah lama tidak saling bertemu, menginap semalam di paviliun adalah hal yang baik jadi Qiuxi mengangguk sedikit.
"Baiklah."
__ADS_1
Di dalam kamar yang sudah di bersihkan pelayan sebelumnya, Qiuxi menurunkan tirai tempat tidur. Dia menggeser bantalnya, berbalik lebih dari dua kali kemudian mendesah malas. Akhir-akhir ini dia sudah terbiasa tertidur jika ada Li Zhu di sampingnya, entah kenapa rasanya kali ini kasur menjadi lebih keras padahal kasur di kamar tamu bisa di nilai memiliki kualitas terbaik.
"Apakah dia akan marah jika aku pulang terlambat?" Setelah berfikir Qiuxi menggelengkan kepalanya.
"Ah lupakan."
*
Di ruangan yang penuh dengan dokumen permohonan dan keluhan, seorang pria yang memiliki jemari tangan yang lebih tebal dari alat tulis itu menekuk wajahnya dengan ekspereksi yang cemberut.
Dua orang pelayan di sampingnya hanya melirik dan tidak berani berkata-kata, sebelum pintu ruangan terbuka dan Ming Feifei masuk.
"Kisar Li kamu terlihat sangat tertekan apakah ada permasalahan rumit yang sedang-sedang ini terjadi?" Ming Feifei meletakkan minuman dan cemilan di meja kemudian melihat beberapa dokumen. "Jika kamu lelah kamu memiliki ku untuk membantu mu."
Orang yang terlihat seperti Li Zhu itu terlihat sangat gelap, bahkan kabut di sekitarnya akan terasa dingin. Dia hanya melirik ke mana Ming Feifei duduk, lalu berkata. "Keluar!"
Ming Feifei yang baru duduk di sebelah Li Zhu segera terkejut. "A-apa yang kamu katakan?"
"Keluar sekarang."
Li Zhu kemudian berkata pada dua pelayan. "Panggilkan Tang Yue."
"Baik, Kaisar ku."
Tang Yue segera datang dan melihat ruangan berantakan. Tang Yue segera tahu bahwa Lord Yin-nya sedang dalam emosi buruk. Jadi dia mengunggu agar kabut yang di keluarkan Yin Jinze semakin menipis menampilkan sosok tubuh pria yang sangat sempurna.
"Bolehkah aku tahu kenapa Lord Yin dalam suasana hati yang buruk?"
"Istriku belum pulang, aku mengira dia akan dekat dengan pria lain sekarang." Yin Jinze mengganti pakaiannya, sambil ekspresi wajahnya berubah menekuk.
"Aku pergi, kamu urus yang ada di sini." Tang Yue hanya menyaksikan Yin Jinze langsung menghilang menggunakan ilmu ilmu meringankan tubuh dan meninggalkan semua tugas kekaisaran untuk dia kerjakan.
__ADS_1
Tang Yue tidak bisa berkata untuk menolaknya sedikitpun. "Baik, sesuai keinginan mu Lord ku."
Keesokan harinya orang yang menjaga gerbang Paviliun Seribu Obat itu melihat ada kedatangan kereta yang cukup megah, kemudian seseorang perempuan turun dari sana.
"Bisa kalian panggilkan tuan muda Bai mu kemari?"
Perempuan itu mengenakan pakaian kekaisaran yang rumit, gaunnya sangat panjang. Ketika berjalan membutuhkan dua orang untuk mengangkat gaunnya, meskipun pakaian yang dia kenakan terlihat tidak nyaman namun sangat pas untuk di pakainya. Wajahnya sangat putih dan cantik, bahkan suaranya seperti air yang langsung mengalir ke telinga para penjaga.
Penjaga itu takjub, dan matanya sangat cerah. "De-dengan siapa anda ingin menemui tuan muda Bai kami?"
Perempuan itu tersenyum dan kembali ke kereta. "Baili Yulai."
Setelah jeda sejenak, Baili Yulai kembali berbicara. "Pastikan tuan muda Bai datang secepat mungkin, aku akan menunggu di kereta. Jika tidak datang, aku bisa masuk sendiri dan Qingyun-gege tidak perlu repot-repot untuk menyambut ku."
Tidak lama setelah penjaga itu masuk ke Paviliun untuk melaporkan kedatangan tamu, seorang pria dewasa mengenakan pakaian hijau obat itu langsung menghampiri kereta Baili Yulai.
Bai Qingyun melihat kedatangan tidak di undang Baili Yulai secara tidak sadar mulai mengkerutkan alisnya, meskipun samar Baili Yulai hanya tersenyum dan berkata. "Qingyun-gege, apa kau suka dengan hadiah kecil yang aku berikan?"
Apa yang di berikan Baili Yulai ke Bai Qingyun beberapa hari yang lalu adalah sumber daya yang langka. Dan sangat berguna untuk Paviliun Seribu Obat yang sekarang sedang kekurangan sumber daya untuk meracik obat kualitas pertama.
Hadiah Baili Yulai sangatlah penting namun Bai Qingyun tidak berencana untuk menerimanya sedikitpun, dan dia bahkan sampai beberapa kali mengembalikannya pada Baili Yulai.
Bai Qingyun masih terlihat tenang, Meskipun wajahnya terlihat acuh tak acuh masih ada kesopanan di suaranya. "Yulai kau tidak perlu mengirimkan hadiah apapun, aku takut aku tidak bisa menyimpannya."
Baili Yulai tidak marah atau apapun, dia mengeluarkan kipasnya dan tersenyum manis. "Qingyun-gege tidak perlu merasa terbebani untuk menerima hadiah yang Yulai'er berikan dan jangan mengembalikannya."
Dia juga memerintahkan orang-orang untuk memasukkan hadiahnya ke Paviliun. "Yulai'er tidak memberikannya pada Qingyun-gege tapi untuk gudang paviliun mu yang hampir kosong. Bukan hanya sumber daya, aku takutnya akan di penuhi oleh tikus-tikus karena sudah tidak ada barang yang perlu di bersihkan di sana."
Setelah beberapa saat, Baili Yulai berkata
"Ayo Qingyun-gege biarkan Yulai'er masuk."
__ADS_1
Melihat rombongan dari Gerbang Utama Kekaisaran di belakang kereta Baili Yulai, Bai Qingyun menghela nafas sebelum membiarkannya untuk masuk.
"Baiklah, aku akan merepotkan mu untuk berjalan-jalan ke dalam sebentar."