
Huaran berbatuk kecil mengetahui perasaan patah hati Bai Qingyun. "Uhuk! Kita sudah lama tidak bertemu dengan Qiu'er.. Tidak bagus setelah bertemu kita harus membicarakan permasalahan internal."
Bi An merasa apa yang di katakannya terlalu terburu-buru, dia menghela nafas. "Ah, maafkan aku. Kita bisa melanjutkannya lain kali."
Seperti biasa jika Huaran berpergian di luar Paviliun Seribu Obat, dia pasti akan menyeret orang-orang masuk ke dalam kedai.
Mereka lalu memesan tiga kursi tempat duduk dan meninggalkan Bi An untuk mengurusi Ladang Spiritual.
"Bagaimana dengan kabar mu akhir-akhir ini?"
Qiuxi sedang tidak mengenakan topengnya dan dia sudah berganti pakaian yang di berikan oleh Bi An sebelumnya dan masih berwarna merah hingga bisa menampilkan kesederhanaan ataupun kelembutan untuk orang yang melihatnya terutama pada wajah cerah Lin Qiu Xi.
Cukup di sayangkan wajah seperti itu lebih sering di tutupi. Alasan sekarang Qiuxi melepaskan topeng keemasannya karena akan lebih repot bila dia berkeliaran sebagai seorang Alkemis Hantu.
"Seperti yang kamu lihat sekarang, bukankah aku cukup sehat?"
Qiuxi memerintahkan Yan Bijun yang berada di meja sebelah untuk mengeluarkan cangkir yang baru mereka beli. Kemudian menaruhnya tiga cangkir di depan mereka.
Huaran menatap cangkir di depannya, setelah meminumnya dia bersendawa puas. "Rasa ini! Luar biasa!"
"Aku baru pertama kali ini merasakan arak sesegar ini! Aku sering minum di kedai ini tapi rasanya kali ini lebih segar!" Huaran memperhatikan cangkirnya kemudian menemukan tempelan kertas rumit, mengangguk puas seolah-olah merasa takjub.
Melihat reaksi antusias Huaran, Bai Qingyun mengambil seteguk untuk meminumnya.
Qiuxi tersenyum, jari-jari rampingnya mengetuk sisi cangkir. "Cangkir ini memang sangat berkualitas, aku baru mendapatkannya dari pelelangan."
"Coba kamu meminumnya lagi." Dia sendiri menuangkan secangkir arak di depan Huaran. "Cangkir pertama akan meningkatkan rasa menyegarkan dari arak yang tidak murni, dan cangkir yang kedua bisa menghilangkan perasaan lelah untuk menenangkan diri. Pasti Penatua Hua pusing karena bisnis Paviliun sedang jatuh, cangkir ini sangat pantas untuk mu."
Huaran memincingkan alisnya. "Bukankah banyak alat yang kegunaannya sama? Aku tidak terlalu terkejut."
Memang tidak terlalu mengejutkan karena teh yang biasa di seduh Qiuxi akan memiliki efek yang sama.
Qiuxi menggelengkan kepalanya. "Ini untuk cangkir ke tiga, bisa memulihkan kondisi qi peminumnya. Kamu tidak perlu bersusah payah menyilangkan kaki dan tangan mu untuk mengembalikan qi setelah mengalami pertempuran."
__ADS_1
Huaran mencicipi cangkir ketiganya, dia segera menemukan apa yang di katakan Qiuxi memang benar. Dia baru saja mengalami pertempuran kecil dengan orang-orang yang merusak Ladang Spiritual nya, hanya dengan meminum dari cangkir ini telah mengembalikan qinya sebanyak sepuluh persen. Jumlah yang banyak setara seseorang mengonsumsi pil tingkat tinggi pemulihan qi, bahkan Huaran tidak perlu repot-repot menyilangkan kaki untuk menarik qi alam.
Huaran berfikir, saat dia kehabisan qi di tengah pertarungan. Yang dia perlukan hanya untuk meminum! Sangat efesien!
Qiuxi mengetahui apa yang di pikirkan Huaran. "Tidak perlu menggunakannya di pertempuran, karena jika kau melakukannya itu maka hanya memberi lawanmu celah untuk mengirim mu sendiri luka fatal."
Huaran kembali berbatuk. "Hanya berangan-angan, sama sekali aku tidak akan melakukannya. Hanya terlintas saja bukan berarti benar-benar akan ku lakukan."
Qiuxi berkata serius. "Satu lagi, itu terlihat konyol sebagai ahli beladiri."
Huaran, "...."
Sial! Apa yang di katakannya benar!
"Lalu, ini bukan berarti aku bisa memilikinya." Huaran masih terlihat berminat.
"Jika Penatua Hua menginginkannya aku bisa menjualnya, aku pasti akan memberi harga yang pantas mengingat kita saling mengenal dengan baik."
Huaran bertanya. "Berapa?"
Dia hanya membelinya tiga ratus keping emas di pelelangan dan Qiuxi menjualnya seribu?
Yan Bijun, "....."
Huaran segera tersedak. "Uhuk! Kau tidak sedang memerasku kan?"
Bai Qingyun sudah tidak tahan lagi dengan kebodohan Huaran. "Penatua Hua, seribu keping emas itu harga yang cocok."
Kemudian menjelaskan. "Pil pemulihan qi secara umum pil tingkat satu, satu butirnya lima puluh keping emas. Jika kau menggunakan cangkir itu selama satu tahun, dengan kualitas seperti itu kau harus mempersiapkan uang delapan belas ribu keping emas.. Bagaimana jika Penatua Hua menggunakannya selama dua tahun, tiga tahun? Kau bisa menghitungnya sendiri."
Huaran sangat terkejut, delapan belas ribu keping emas setara setahun!
Huaran segera mentransfer seribu keping emas ke penyimpanan Qiuxi. Sedangkan Qiuxi matanya menyipit, dan bibirnya melengkung. "Yakinlah, kau tidak akan rugi apapun."
__ADS_1
Di meja samping Lei Xia hanya menggelengkan kepalanya melihat jumlah emas yang di transfer.
Bai Qingyun segera tersenyum pahit. Krisis keuangan Paviliun Seribu Obat sedang jatuh. Tidak sampai setengah waktu cangkir teh, Huaran langsung mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar!
Huaran berbatuk kecil lalu menyimpan cangkir itu ke dalam cincin penyimpanannya seperti harta nasional. "Bai'er tidak perlu memasang wajah kecut! Aku menggunakan uangku sendiri!"
Bai Qingyun tidak bisa menahan untuk bernafas lega.
Pintu kedai tiba-tiba terbuka dan tidak lama kemudian menampilkan sekitar tiga orang yang masuk dan dua lainnya sedikit memar.
"Penatua Tao! Dia orangnya yang telah memukuli ku!" Mereka menunjuk ke arah meja rombongan Qiuxi.
Di sisi lain orang yang mereka tunjuk terlihat sangat tenang, seolah-olah tidak mendengar keributan yang baru masuk. Dia sempat memakan irisan biji melon ke mulutnya, Huaran menggosok telinganya yang tiba-tiba gatal.
"Padahal aku paling tidak suka masalah muncul saat aku bertemu dengan Qiu'er."
Tao Fei berjalan ke arah mereka, karena dia hanya melihat punggung Bai Qingyun dan Huaran dari belakang. Jadi pedangnya cuman mengarah ke wajah Qiuxi, Tao Fei sempat tertegun dengan kecantikan Qiuxi sebelum angkat bicara.
"Kalian! Yang mencari masalah dengan orang-orang ku dari Lembah Ziying?!"
Qiuxi tidak berniat menjawab perkataan Tao Fei, dia tidak meliriknya dan dia hanya menghela nafas malas, dia tersenyum tidak mengindahkan ketiga orang yang baru datang sedang menodongkan senjata ke arahnya.
Pedang Tao Fei masih mengarah ke Qiuxi sebelum pedang itu di turunkan oleh orang lain, Yan Bijun berkata dengan dingin. "Aku selalu mengingat dengan jelas jika masterku tidak suka pedang terhunus ke arahnya."
Karena Yan Bijun terlihat lemah, Tao Fei tidak ragu memberi beberapa serangan untuk peringatan. Yan Bijun langsung menarik pedangnya dan bertukar lima serangan dengan Tao Fei.
Tao Fei sempat terkejut bahwa serangannya masih bisa di tahan oleh Yan Bijun, sebelum serangan berikutnya memberi pukulan mundur pada Yan Bijun.
Huaran melepaskan qinya untuk memblokir pedang Tao Fei. "Penatua Tao. Akulah yang memukuli orang-orang mu. Jangan bermain seperti anak yang belum puber. Datang dan merusuh di sini!"
Beberapa pelanggan kedai yang terkena tekanan pertempuran antara pedang Yan Bijun dan Tao Fei segera berlari mencari tempat aman. Karena sebagian besar pelanggan adalah orang-orang biasa, mereka takut untuk terlibat pertempuran kultivator menyebabkan banyak di antaranya melarikan diri bahkan sebelum sempat membayar tagihan mereka.
Huaran mengelus jenggot putihnya, menegakkan punggungnya kemudian meludahkan sepatah kata.
__ADS_1
"Pertarungan di dalam Kedai itu membuat perhatian yang tidak perlu. Terutama untuk pemilik kedai yang sepertinya orang melarat, kasian, dia akan rugi banyak."