
Melihat Xue Yanhai meletakkan senjatanya di leher Lin Qiu Xi dalam kecepatan tercepat, sebagai Jenderal Hantu, Hao Xuan langsung berteriak.
"Dasar lancang apa yang kau lakukan!"
Mengetahui sikap Xue Yanhai yang ingin melukai master mereka, bahkan Jiang Su dan Qingru juga tidak lepas dari kemarahan yang sama, terlebih lagi perbuatan Xue Yanhai membuat Jiang Su ingin sekali menyiksa Mata Elang itu menggunakan kelabang spiritualnya dan meracuninya di tendon dan semua aliran darah pada siapapun yang ingin melukai Lin Qiu Xi.
"Jangan bergerak, atau aku akan melukai gadis kecil ini." Xue Yanhai sudah memperkirakan situasi seperti ini saat dia menodongkan pedangnya ke arah Lin Qiu Xi, Xue Yanhai bisa melihat ketenangan pada gadis itu seperti tidak terusik sama sekali dan mata hitam gadis itu hanya sedikit acuh tak acuh.
"Xue Yanhai." Qiuxi tertawa sekali dan suaranya jatuh dengan sangat rendah.
Mata iris hitam itu kemudian menyapu ke arah para jenderal dan berbicara dengan tenang. "Turunkan amarah kalian, jangan berisik di sini."
Hao Xuan tidak bisa tinggal diam dengan kelancangan Xue Yanhai dan dia segera menyela. "Tapi master-
Dengan sekali lirikan dari iris hitam Lin Qiu Xi maka cukup untuk membungkam Hao Xuan serapat mungkin, dan ketika dia melihat masternya dengan mata yang tajam, Hao Xuan hanya berani untuk menundukkan kepalanya.
"Baik master, kami mengerti."
Qiuxi melihat ke arah Chen Yu dengan senyuman yang ranum saat dia melihat kelakuan jendral kecilnya itu. "Jendral Chen juga turunkan senjatamu."
Chen Yu sedikit ragu kemudian menurunkan senjatanya yang dia arahkan ke sisi leher Xue Yanhai, dia berulang kali menahan diri untuk tidak mengiris leher itu ketika Xue Yanhai, meletakkan ujung senjatanya ke leher Lin Qiu Xi.
"Baik, kakak master."
Meskipun penasaran Qiuxi selalu menunjukkan wajah yang datar seperti biasanya dan tanpa berubah sedikitpun, dia membuka mulutnya dan bertanya dengan suara dingin. "Kau mengancam ku, lalu apa yang kau inginkan?"
Sebelum Chen Yu menurunkan pedangnya, Xue Yanhai merasa berkeringat dingin karena sejak kapan Chen Yu menembus pertahanannya tanpa dia menyadarinya? Begitu melihat kemampuan Chen Yu dia menelan ludah sendiri mengingat aura dingin menyentuh lehernya sebelumnya ketika perintah Lin Qiu Xi belum jatuh.
Pergerakan Chen Yu yang tidak dia sadari terjadi karena dia terlalu fokus pada para Jendral Hantu seperti Hao Xuan dan Jiang Su sampai melupakan kemampuan salah satu jendral termuda itu yang memiliki kontrak dengan raja dari binatang spiritual.
__ADS_1
Namun melihat kecepatan Chen Yu yang ada di luar batas, para Jenderal Hantu juga terkejut dan rahang mereka seperti hampir jatuh ke tanah karena tidak menyadari kehadiran Chen Yu yang tiba-tiba dan mereka selalu mengira Chen Yu hanya bisa bergantung pada Xiao Boa yang sebagai binatang kontraknya. Tapi kemampuan yang tidak biasa barusan, seketika mematahkan keraguan mereka hingga berkeping-keping membuat nyali mereka menciut ketika menyadari kemampuan monster tersembunyi di balik tubuh lelaki kecil itu.
Namun yang lebih mengerikan adalah monster itu Chen Yu, tunduk pada sosok Lin Qiu Xi.
Tanpa semuanya sadari Chen Yu berkata pada Xue Yanhai melalui transmisi suara mereka, yang hanya bisa mereka dengar. "Saat kau melakukan hal sinting lagi dan berusaha untuk menyakitinya, saat itu juga nyawamu tidak akan ada di tempatnya."
Xue Yanhai berubah gemetar dan ujung pedangnya yang tajam ragu akan dia arahkan pada Qiuxi.
Dan saat merasakannya Qiuxi hanya mendesah malas dan dia memutar sepasang mata hitamnya. "Kenapa kau ragu? Aku lebih suka niat membara saat kau mencoba membunuhku, dan itu hampir membuatku terkesan."
"Aku yakin sekali tidak pernah melatih pasukan ku untuk bertindak ragu sedikitpun begitu mereka menarik pedang dan menghunuskannya." Qiuxi berbicara seolah-olah bukan dia target dari Xue Yanhai.
Qiuxi menatap tajam orang-orang di sekitarnya, terutama ke arah Chen Yu. "Atau seseorang diam-diam mengancam mu?"
Chen Yu langsung tersenyum merkah dan wajahnya langsung berubah ceria, dia berkata pada Qiuxi sambil memperlihatkan rentetan giginya yang manis. "Bukan aku kakak master, mungkin saja tangan Xue Yanhai kesemutan karena terlalu lama memegang pedang."
Xue Yanhai, "...."
Tentu saja Xue Yanhai tidak mengalami kesemutan karena dia seorang kultivator dan tidak akan merasa kram meski mereka menyilangkan tangan atau kaki mereka selama berbulan-bulan penuh.
Qiuxi melirik bocah yang masih berusia sembilan tahun itu dan dia tidak tahan untuk tertawa. "Jenderal Chen, jangan membual yang tidak perlu."
Sedangkan untuk Xue Yanhai Qiuxi menatap tajam ke arahnya dan dia mulai memainkan senyuman yang menunjukkan setengah lingkar sabit untuk menghiasi wajahnya yang putih. Dan saat senyuman itu jatuh aura tirani miliknya langsung membuat atmosfer di ruangan itu berat dan menyesakkan untuk siapapun yang ada di sana.
Saat aura tirani dai pemimpin sebenarnya pasukan Hantu Pembantai Iblis itu keluar, maka aura penekanan itu tidak bisa di bendung lagi saat gadis itu bertanya dengan suara rendah. "Jadi ini pilihan mu?"
Tapi Qiuxi kemudian tertawa terbahak-bahak begitu melihat salah satu orangnya ingin menusuknya dari belakang. "Jika ini pilihan mu perintahkan pedangmu tanpa ragu, aku menyerahkan leherku seutuhnya."
Qiuxi melirik semua orang di sana. "Aku jamin tidak ada yang bisa ikut campur tanpa seijin ku."
__ADS_1
Para Jenderal memang sangat percaya dengan kemampuan master mereka, tapi tetap saja mereka ingin memberi pelajaran pada Xue Yanhai. Diam saja saat masternya akan di lukai? Membuat mereka hanya bisa mengetatkan rahangnya menatap ke arah Xue Yanhai.
Xue Yanhai berkata pada Qiuxi, "Meski kau gadis kecil, aku akan mengunakan kemampuan penuhku master."
Qiuxi berdehem sedikit. "Lakukan saja."
Qiuxi juga langsung mengubah ekspresi wajahnya dengan seringaian yang sangat picik dan sepasang mata iris hitam itu menyipit, saat di empunya menarik dua radian di bibirnya yang berwarna ranum.
Qiuxi terkekeh geli dan dia berkata. "Tapi kau tidak layak mengujiku apakah aku pantas menjadi tuanmu apa tidak. namun sebaliknya, apa kau layak menjadi pelayan ku? katakan alasannya pada putri ini."
Perkataan itu seperti telah membaca seluruh pikiran Xue Yanhai dan membuatnya mematung sejenak, dia memang tidak benar-benar berniat melukai Qiuxi dan hanya ingin menguji kemampuan gadis itu apakah layak sebagai tuannya, apa tidak.
Namun tidak di sangka ternyata Lin Qiu Xi bukan gadis sembarangan dan bisa membaca apa yang ada di dalam kepalanya semudah membalikkan telapak tangan.
"Aku ingin tahu, bagaimana sekarang keadaan Xue Murong?" Tanya Qiuxi tenang, seketika itu mendapat jawaban marah dari Xue Yanhai.
Kata-kata yang di ucapkan Qiuxi, sama persis seperti yang di ucapkan DouZhung untuk mengancamnya. Ternyata sama saja, gadis itu tidak ada bedanya dengan tuannya yang dulu, dan itu melelahkan untuk Xue Yanhai untuk mematuhi semua perintah dengan berupa ancaman.
Begitu nama Xue Murong di sebutkan, Xue Yanhai langsung melonjak dengan api amarah. "Kau ingin mengancam ku?! Atau sekarang orangmu ada yang bergerak untuk membunuh ibuku?! Master, kau yang memaksaku, aku akan membunuhmu dan membunuh diriku sendiri untuk menghormati jasad mu!"
Qiuxi hanya tertawa terbahak-bahak. "Bahkan jika aku memerintah seseorang, aku tidak perlu menggunakan ancaman. Apa kau berpikir demikian?"
"Dan lagi siapa yang menyuruhmu menjadi budak ku? Kau bisa pergi dan urus dirimu sendiri."
Xue Yanhai sedikit gemetar, tidak menduga seperti ini jawaban yang akandia dapatkan. Dia menarik lagi pedangnya dan meletakkannya kembali ke pinggang seperti semula.
Dia berlutut di hadapan gadis kecil itu sangat lama sebelum mengangkat kepalanya dan berkata pada Qiuxi.
Qiuxi melihatnya dengan datar dan mata yang dingin, dia melihatnya dan dalam kelumpuhan wajah saat Mata Elang itu menyatakan mengundurkan diri dari salah satu orang-orangnya.
__ADS_1
"Aku akan pergi master, kita berpisah di sini."