
"Di arah jam dua ada perumahan kosong yang aku temukan. Kau bawa Nona ku ke sana dan sembuhkan dia, dengan ilmu meringankan tubuh kau hanya perlu sampai di sana hanya dalam satu menit." Feng Shui berkata pada Yin Jinze. "Yang di sini biarkan aku yang mengurus semuanya."
Yin Jinze dengan acuh melirik Feng Shui kemudian lenyap dari pandangan mereka semua.
Tiga bawahan Yin Jinze secara otomatis akan mengikuti Lord Yin-nya, kemudian di dekat jurang hanya meninggalkan Feng Shui untuk menyelesaikan masalah seperti yang dia inginkan.
"Aku selalu mengingat niat baik orang lain, aku tidak akan lupa hubungan baik di masa lalu. Tapi melihat situasi sekarang pasti ada beberapa kesalahpahaman yang perlu aku dengar kejelasannya."
Dengan niat membunuhnya yang sama sekali tidak mengecil, Feng Shui bertanya pada Bai Qingyun. "Sebelum aku memutuskan apa yang perlu aku lakukan selanjutnya membunuh kalian semuanya atau melepaskan kalian."
Bai Qingyun yang di tanyai Feng Shui mulai menceritakan semua yang dia ketahui, tanpa melebihkan apapun dan mengurangi apapun.
*
Di sisi lain seperti yang di katakan Feng Shui, hanya butuh waktu satu menit bagi Yin Jinze untuk sampai di sebuah perumahan yang sepertinya sudah di tinggalkan. Yin Jinze tidak terlalu terkejut dengan Feng Shui yang mampu mengukur kecepatan kemampuannya dengan sangat akurat, padahal untuk bisa mengukur dan mengenali kemampuan Lord Yin sendiri seseorang itu pastilah bukan orang biasa.
Baru ketika Yin Jinze memasuki ke dalam dia segera mensurvei rumah itu setelah dia menemukan tempat yang cocok, barulah Yin Jinze membaringkan Qiuxi dengan hati-hati. Dengan penuh rasa kehati-hatian seolah takut dengan gerakan pelannya bisa menyakiti gadis itu.
Yin Jinze melihat ke wajah gadis pingsan itu dan mendapati wajah Qiuxi, meskipun tanpa noda darah apapun tapi seluruh wajahnya sangat pucat seperti selembar kertas yang kosong. Yin Jinze segera meletakkan tiga jarinya ke pergelangan tangan Qiuxi untuk memeriksa qi jiwanya. Ketika saat qi miliknya beredar ke Qiuxi melalui pergelangan tangan untuk memeriksanya, wajah Yin Jinze tiba-tiba berubah sangat mengejutkan.
Dia menemukan bahwa qi jiwa Qiuxi begitu sangat tipis seperti seolah-olah bisa menghilang kapanpun waktunya. Otak Yin Jinze seolah merasa kosong, darah naik ke kepalanya dan dia segera memeluk Qiuxi lebih erat. Sangat erat.. Seakan dia takut bahwa kehadiran gadis yang ada di depannya bisa menghilang kapan saja.
Tiga orang bawahan Yin Jinze sudah sampai menyusulnya, namun tidak satupun dari mereka yang berani masuk untuk menganggu Lord Yin mereka. Mereka hanya berjaga-jaga di luar, untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan seperti orang lain yang tiba-tiba ingin menerobos.
__ADS_1
Kemudian mereka melihat penampilan orang itu, mereka tidak ada yang berani menghentikannya.
Mereka tiga orang, salah satunya adalah Feng Shui. Sedangkan dua lainnya adalah seseorang yang mengenakan jubah cyan putih cerah, dan rambut mereka seperti perak putih. Mereka pernah menjadi tamu kehormatan di kekaisaran Nanfang, dan sering di sebut sebagai Guru besar La Feier dan perempuan yang memegang kipas perak bernama Rui Rhiyu.
Tidak ada kejelasan mengapa Feng Shui membawa mereka, tanpa mengucapkan apapun ketiganya masuk menyusul Yin Jinze.
Ketika La Feier melihat bagaimana keadaan Qiuxi, dia tidak tahan untuk cemas. "Kenapa dia bisa sampai ke keadaan seperti ini?! Apa yang sebenarnya telah terjadi?"
Hanya di lihat dari keadaan Qiuxi yang hampir transparan, seseorang yang melihatnya di ruangan itu semuanya tahu bahwa qi jiwa di tubuh Qiuxi sangat lemah.
Melihat Qiuxi seperti ini, Feng Shui mengepalkan tangannya. Dalam beberapa detik, ledakan rasa sakit dan rasa tidak berdaya muncul di wajahnya. "Itu sebabnya aku membawa mu ke sini."
Dia lalu melanjutkan dengan serius. "Jika aku mengatakannya kalian tidak akan percaya jika tidak melihatnya secara langsung. Sekarang kalian tahu bahwa keadaan telah separah ini, aku kali ini.. meminta tolong.. mintalah beberapa obat dari Tabib Ilahi Chu Batian, jika kalian yang memintanya.. dia akan mempertimbangkannya."
Yin Jinze memadang ke Feng Shui dengan sedikit rasa tidak berdaya. Ketika saat seperti ini.. Feng Shui mampu melakukan lebih tepat dan lebih baik dari apa yang dia bisa. Sedangkan dia.. Sedangkan dia terlalu hanyut dengan rasa kesedihan, tidak bisa berfikir tepat selain niat untuk membunuh.
Dia kali ini memulai obrolan pertama dengan Feng Shui. "Aku marasa berhutang besar padamu."
Feng Shui tersenyum, namun juga bukan sebuah senyuman. "Tidak perlu berhutang apapun, aku melakukannya bukan untuk mu."
Feng Shui kemudian mengganti topik pada Dupa Gu yang masih ada di dalam tubuh Qiuxi. "Kamu bisa menyuruhku untuk mengambil alih Dupa Gu dari tubuh Nona, untuknya aku rela menukar hidupnya dengan hidupku."
Yin Jinze tahu obsesi Feng Shui pada Qiuxi sama besarnya dengan dia, dan mereka sama-sama rela berkorban apapun untuk Lin Qiu Xi.
__ADS_1
Masih dengan wajah dingin tanpa ekspresi, Yin Jinze tidak pernah mengalihkan matanya dari setiap cun wajah Qiuxi. "Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri."
Lalu dia membelainya sangat lembut, dari ujung rambutnya, ujung hidungnya, dan terakhir mengusapnya pelan di bibir tipis yang sekarang kelihatan berwarna putih pucat sebelum Yin Jinze bergumam dengan suara serak. "Jika aku tidak selamat, katakan padanya bahwa kami sudah menikah."
Perkataannya bergetar, ujung jari yang membelai wajah Qiuxi bergetar kesakitan seolah-olah lusinan pedang panjang menancap di hati Yin Jinze. "Akulah.. akulah Wang ye-nya, suaminya, Li Zhu."
Setelah Dupa Gu berpindah mencari inang lain, karena Dupa Gu di tubuh Qiuxi lebih dari tujuh hari telah berkembang maka kinerja Dupa Gu menjadi berkali-kali lipat dari pada sebelumnya. Maka untuk itu setelah menelannya Yin Jinze tidak akan punya waktu hidup, bahkan tidak akan bisa mencapai tiga hari.
Sedangkan untuk qi jiwa Qiuxi yang lebih lemah, yang keadaannya sekarang lebih buruk dari manusia biasa. Yin Jinze bisa mempercayakannya pada Feng Shui, dia yakin setelah mendapatkan obat dari Tabib Ilahi Chu Batian kesembuhan Qiuxi bukan lagi hal yang mustahil.
Jadi Yin Jinze, entah bagaimana wajahnya berubah agak ringan dan lega. Meskipun mungkin.. Selanjutnya dia tidak akan bisa lagi menatap wajah Lin Qiu Xi untuk kedepannya, tapi menurutnya keselamatan gadis itu dengan menukar nyawanya adalah harga yang sepadan.
Jika Lin Qiu Xi selamat, Yin Jinze sudah merasa cukup.
Karena Feng Shui sudah pulih dan mengingat semuanya bahkan tanpa perlu campur tangan Tabib Ilahi Chu Batian, dia selama menjadi kucing kecil dengan empat kaki dan sembilan ekor secara alami bisa memahami semuanya.
Dan dia juga mengingat, bahwa ketika dia menjadi gumpalan putih dia akan gemetar ketakutan dan memilih bersembunyi di pakaian Yin Jinze. Jika itu adalah diri Feng Shui yang dulu, dia pasti muntah darah karena terlalu marah, sampai-sampai dia bahkan lebih memilih mati daripada mendapat perlindungan Yin Jinze.
Tapi sekarang situasinya tidak tepat untuk mencibir atau mencari permasalahan dengan Yin Jinze, jadi dia mengangguk sebelum dia berinisiatif meninggalkan ruangan, membiarkan Yin Jinze memiliki sedikit waktu lebih banyak bersama Qiuxi.
"Seperti yang kamu inginkan." Kata Feng Shui dengan suara yang bisa di percaya Yin Jinze.
"Yang kamu katakan, akan aku sampaikan pada Nona saat dia sadar nanti."
__ADS_1