
Setelah Shan Shie kembali ke ruangan Qiuxi dan berbicara dengan gadis itu, Xue Yanhai hanya berdiri di sebelah pintu keluar, begitu pintu itu terbuka dan langsung memperlihatkan postur milik Shan Shie, dia bertanya.
"Bagaimana saudara Shie?"
Shan Shie juga segera berkata pada Xue Yanhai. "Kau harus mengakuinya sebagai master. Jika kau tidak bisa, kau boleh pergi."
"...." Xue Yanhai hanya diam.
Dia mengepalkan tangannya, Xue Yanhai hanya perlu menilai apakah Lin Qiu Xi yang lemah dan pengecut itu pantas menjadi tuannya apa tidak, karena rumor Lin Qiu Xi hanyalah sepotong keledai yang cuma bisa merias wajah, gagap dan lemah.
Beberapa bulan setelah Pasukan Bayang terbentuk. Shan Shie memimpinnya dengan baik dengan memberikan mereka latihan seni bela diri, setelah seperkian kali mereka belajar, banyak dari mereka yang sudah menguasai teknik bersembunyi seperti Shan Shie dalam bayang malam dan menyempurnakan keberadaannya.
Teknik bersembunyi seorang Wajah Topeng Kabut, ratusan orang itu mulai menguasai medan gelap dalam bayangan malam yang di tugaskan untuk menjadi penyusup dan seorang informan.
Mereka di sambut hangat oleh master baru mereka dan banyak dari mereka yang awalnya mereka ragu karena umur masternya yang sangat muda, namun setelah berada di dekat Lin Qiu Xi untuk waktu terakhir ini, mereka semakin menghormati gadis kecil itu dalam pembuatan kertas rune yang hampir tidak bisa di buat oleh siapapun, namun sebenarnya Lin Qiu Xi adalah seorang jenius rune yang berbakat.
Bukan kemampuan itu yang membuat mereka semakin mengagumi sosok Lin Qiu Xi yang pernah di rumorkan dengan jelek, tapi aura yang tidak biasa yang terpancar dari gadis kecil itu yang selalu mengenakan pakaian merah darah telah beberapa kali menekan mereka, dan telah benar-benar membuat mereka semua mau tidak mau akan mengagumi sosok itu.
Dan saat mereka semua melihat sosok Lin Qiu Xi maka aura yang memeluk dan juga aura menundukkan paksa datang secara bersamaan dari seorang putri kaisar yang sekaligus pimpinan pasukan Hantu Pembantai Iblis yang sebenarnya.
Xue Yanhai juga merasakan beberapa peningkatan setelah menjadi Pasukan Bayang karena mendapatkan pil kualitas tinggi dan sumber daya yang cukup. Setelah beberapa hari ini, dia bisa merasakan ketenangan untuk hari-hari yang sudah lama dia lupakan, yang dia berpikir tidak akan bisa mendapatkannya jika dia mengikuti jejak gadis itu.
Pasukan Bayang sangat jarang mendapat perintah Qiuxi secara langsung, jadi Xue Yanhai memiliki waktu senggang untuk kembali ke rumah kecil yang berada di tengah desa.
Sebelum ke rumah tujuannya, dia menyempatkan diri untuk membeli beberapa makanan di pasar dan setelah mendapat apa yang dia inginkan, Xue Yanhai langsung melesat pergi dengan ilmu meringankan tubuh.
Seperti biasa seorang wanita paruh baya menyambutnya dengan senyuman yang hangat, begitu meluluhkan di mata Xue Yanhai.
__ADS_1
"Aku senang sekali, akhir-akhir ini anakku sering mengunjungi ku. Tidak ada hal yang lebih bahagia melihat kedatangan mu Yanhai."
Xue Yanhai mengeluarkan makanan yang di belinya untuk di hangatkan, setelah selesai dia menaruhnya di atas meja dan berkata. "Ayo kita makan."
Wanita itu terkejut senang mendengar Yanhai memanggilnya ibu yang seketika membuatnya berubah bahagia, tapi ketika Xue Yanhai membuka bingkisan itu, dia berubah ekspresi.
Xue Yanhai sempat membaca surat dari Lembah Ziyang yang entah bagaimana bisa berada di bingkisan makanan yang dia beli, setelah selesai makan dia langsung pergi ke Lembah Ziyang dan di sambut seorang Penatua yang biasa dia temui.
"Anda adalah orang beliau, aku telah menemukan orang yang beliau perintahkan dan menyerahkannya pada anda."
Xue Yanhai kemudian mengikuti Penatua itu, dia langsung di hadapkan dengan seorang pria setengah baya yang tidak sadarkan diri, Xue Yanhai bisa melihat bahwa orang itu adalah ayah dari masternya dan seorang kaisar di Nanfang.
Xue Yanhai mengeryitkan keningnya dan bertanya. "Kenapa anda menyerahkannya padaku?"
Penatua itu segera menjawab. "Ini perintah beliau, karena anda dekat dengan mereka."
"Baiklah." kata Xue Yanhai, kemudian dia membopong kaisar Lin Chen di pundaknya dan langsung melesat pergi ke Nanfang.
"Jendral Chen, ada seseorang yang pingsan di sini."
Chen Yu mengerjapkan matanya dan melihat ke arah Xue Yanhai, dia lalu melompat ringan dan mendarat mulus ke tanah.
"Aku sepertinya kenal dia.." timbang Chen Yu.
Xue Yanhai ingin sekali menjitak kepala bocah itu karena Lin Chen adalah ayah kakak master mu, dia tidak mengenalinya?
Xue Yanhai hanya berkata. "Dia kaisar Nanfang yang pernah menghilang."
__ADS_1
Chen Yu segera terkejut. "Kenapa bisa ada di sini?!"
Xue Yanhai mendesah nafas. "Bukan itu yang menjadi prioritas, kita harus membuatnya segera sadar."
Setelah Lim Chen sadar, Xue Yanhai menatapnya datar melihat dan kemudian melihat Chen Yu membawa kaisar Lin Chen pergi untuk menemui Lin Qiu Xi yang sibuk dengan urusan perempuan kekuasaan dengan keluarga Cheng.
Dan saat Xue Yanhai melakukan perintah itu tanpa pikir panjang, dia sedikit binggung dengan beberapa hal yang dia lakukan, apa dia telah mengakui Lim Qiu Xi sebagai masternya?
Yang Xue Yanhai tahu dengan jelas sekarang dia tunduk oleh dua tuan, seorang gadis kecil dan seorang pria misterius yang di temuinya sekali.
Xue Yanhai tersenyum tipis, secara tidak langsung si Mata Elang telah di perbudak dua orang yang mendominasi dan dia hanya sekor elang yang tidak pernah terbang bebas, Xue Yanhai.
*
Saat Xue Yanhai menutup matanya dan membukanya perlahan dia ingat kejadian beberapa bulan sebelumnya, saat dia bertemu dengan seorang pria misterius Yin Jinze dan mengatakan Perguruan Bukit Darah akan hancur, dan saat dia pertamakali mengabdikan diri sebagai orang Lin Qiu Xi, dia menemukan kaisar Lin Chen dan menyerahkannya pada Chen Yu.
Dan sekarang dia berhadapan secara terbuka dengan Lin Qiu Xi dan Xue Yanhai segera berlutut patuh di hadapannya. "Salam, master."
Melihat Xue Yanhai yang patuh Qiuxi mengangkat sedikit radian bibirnya dan seketika itu juga senyumannya seolah-olah mengukir sikap yang angkuh saat dia berkata dengan suara tenang. "Kamu yang bernama Xue Yanhai, aku akan memberimu perintah."
Xue Yanhai menatap gadis kecil itu, yang masih duduk santai di dekat jendela tanpa pertahanan apapun. Dan setelah menemukan Lin Qiu Xi tidak memiliki pertahanan yang sempurna, dia akhirnya berkata. "Sebelum anda memberi perintah, ada satu hal yang ingin aku lakukan.."
Seperti seekor elang yang menukik Xue Yanhai bergerak gesit ke sisi Qiuxi dengan keadaan yang senyap dan tidak terlihat dalam mata telanjang. Bahkan Jiang Su yang bersembunyi dibalik bayang-bayangan malam merasa terkejut melihat peningkatan Xue Yanhai yang berubah dengan sangat drastis.
Dan ketika pergerakan Xue Yanhai terjadi di belakang Qiuxi para Jenderal Hantu seketika keluar dari persembunyian mereka dan saat itu juga mereka ingin menebas Xue Yanhai menjadi berkeping-keping.
Hao Xuan terlihat marah dengan emosi yang tidak bisa dia tahan sedikitpun dan dia segera menjentikkan jarinya keluar dari bayang-bayang malam.
__ADS_1
Melihat Xue Yanhai meletakkan senjatanya di leher Lin Qiu Xi dalam kecepatan tercepat, sebagai Jenderal Hantu, Hao Xuan langsung berteriak.
"Dasar lancang apa yang kau lakukan!"