Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
Curhat (12)


__ADS_3

di sisi lain Risana masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya kemarin. mondar-mandir tak jelas jalan kesana-kemari di kamarnya yang luas. Risana pun merebahkan dirinya di kasur.


"apa yang harus aku lakukan kalau nanti ketemu sama pak Bima, haduh bisa stres aku mikirin ini semalam. Iyah aku harus bersikap seperti biasanya, huhuhu tapi tetep aja aku malu. mau di taruh mana mukaku ini. mana hari ini ada jadwalnya pak Bima lagi". Risana bermonolog dengan dirinya sendiri.


dia sungguh bingung menyikapi keadaan, tak tau harus berbuat apa. hati kecilnya mengatakan suka, tapi bagaimana lagi ternyata Bima memang sudah mempunyai istri. tentu Risana juga harus menjaga perasaan Nafisa, apalagi dia tau kalau Nafisa tengah sakit.


karena tak ingin terlambat Risana segera berangkat ke kampus, ia meminta supir untuk mengantarkan. Risana merasa hatinya masih gemetar atas apa yang menimpanya kemarin.


tak berapa lama mobil Risana sudah memasuki pelataran kampus, Risana bergegas turun dari mobil, dilihatnya kekanan kekiri kesamping ke atas "hhuuft aman". batin Nafisa lega karena tidak menemukan keberadaan Bima.


"saya pamit ya non". ucap pak supir meninggalkan Risana.


Risana segera menuju ke kelasnya ingin mencari sahabatnya dan menceritakan semua yang di alaminya kemarin. saat perjalanan ke kelas tak hentinya kepala Risana melihat kanan kiri seolah-olah maling yang takut ketahuan.


"hai Ris". sapa sahabat Risana yang sudah menunggu kedatangannya.


"ayo cepetan ikut aku". dengan cepat Risana menarik tangan sahabatnya.


"kita mau kemana Ris?".


"ke kantin, mau makan". ucap Risana.

__ADS_1


"tumben kamu jam segini makan di kantin, biasanya juga sarapan di rumah Ris". ucap sahabat Risana.


"aku lagi bingung yol, aku nggak nafsu makan, aku bingung. kemarin aku abis melihat peristiwa langka yang menggemparkan dunia". oceh Risana yang baru sampai di meja kantin.


"peristiwa apa sih, kog sampai menggemparkan dunia segala". tanya Yola penasaran


"hufftt aku ceritain tapi jaga mulut ya, jangan ember, juga jangan kaget". imbuh Nafisa


Yola hanya mengangguk kecil.


"yol, pak Bima". kata Risana


"kenapa sama pak Bima?". tanya Yola terkaget.


"what". teriak Yola kaget. sampai membuat mahasiswa lainnya melihat mereka berdua.


"jangan keras-keras, kan aku udah bilang jangan kaget juga". ucap Nafisa sedikit berbisik dengan mata melotot.


"yah Ris udah nggak ada harapan lagi deh, patah hati aku Ris". kata Yola memanyunkan bibirnya.


"terus yang buat kamu bingung apa Ris?". imbuh Yola bertanya.

__ADS_1


"jadi, aku tuh kenal sama istrinya pak Bima. tapi selama berteman aku nggak tahu kalo ternyata dia itu istrinya pak Bima. terus kemarin malah...". Risana memotong kalimatnya membuat Yola tidak sabar ingin mendengar cerita Risana.


"kemarin aku ketemuan sama pak Bima, sama istrinya juga. terus... aku di suruh menikah sama pak Bima". ucap Nafisa pelan karena takut ada yang mendengar


"Ris kamu nggak bercanda kan, oke oke aku tau kamu suka sama pak Bima, kamu juga cinta sama pak Bima. tapi jangan sampe ngarang gitu deh, jangan berkhayal tinggi-tinggi nanti jatuh malah sakit lho". ucap Yola menasehati.


"ini beneran yol, jadi istri pak Bima kan lagi sakit nggak bisa ngasih anak buat pak Bima, terus aku di suruh jadi istri kedua. tadinya aku juga nggak percaya yol". kata Risana menjelaskan.


"terus jawaban kamu gimana Ris?".ucap Yola.


"nggak tahu yol". kata Risana sambil menggelengkan kepalanya.


keduanya lalu melanjutkan sarapan mereka.


setelah selesai sarapan lalu bergegas kembali ke kelas.


Risana duduk terlamun dalam fikiranya mulai sibuk memikirkan tentang Bima, tentang nafisa, juga tentang dirinya. suara kelas yang riuh tiba-tiba menjadi hening.


"suara itu.... aku kayaknya kenal". gumam Risana mulai mengarahkan kepalanya melihat arah suara itu.


Risana mulai salah tingkah, ia gugup, badannya terasa panas juga terasa dingin, ia tak tahu harus berbuat apa. dilihatnya Bima sedang duduk di kursi dosen sibuk menyiapkan materi kuliah.

__ADS_1


"haduh aku harus gimana?" gumamnya dalam hati.


__ADS_2