Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
selingkuh (36)


__ADS_3

Risana terus berjalan dengan butiran air yang berjatuhan dari matanya. Risana menangis dengan kerasnya ia duduk di kursi panjang taman belakang kampus.


"apa harus sesakit ini pak mencintaimu". gumamnya dalam hati matanya terus saja mengalirkan air mata.


dari kejauhan Zian memperhatikan Risana Zian nampak khawatir dengan keadaan Risana. semenjak berhubungan dengan Bima hidup Risana di benci sebagian temannya apa lagi setelah menikah Risana semakin banyak mendapat tekanan.


"Ris aku ingin sekali meluk kamu , menghapus air mata mu juga menghapus kesedihan kamu. tapi apalah daya ku Ris sekarang kamu sudah milik orang lain". gumam Zian lirih memperhatikan Risana dari kejauhan.


tak tahan melihat Risana terus menangis Zian memutuskan menghampiri Risana.


"Ris". ucap Zian ikut duduk di samping Risana.


"yang sabar ya jangan nangis nanti kamu tambah cantik, aku malah tambah jatuh cinta nanti sama kamu". ucap Zian menggoda.


Risana sedikit tersenyum tapi masih dengan mata yang basah. seketika Zian memeluk Risana erat seakan ingin ikut merasakan apa yang Risana rasakan.

__ADS_1


"aku akan selalu ada buat kamu ris, aku janji akan buat kamu bahagia meskipun kamu sudah milik pak Bima". batin Zian dalam hatinya yang terus memeluk Risana.


dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan Zian dan juga Risana. seorang mahasiswi yang terus mengawasi sambil merekam video kejadian Zian dan risana.


"ini bisa jadi bukti kalo Risana udah selingkuh dari pak Bima, terus nanti Risana bakal di tinggalin deh sama pak Bima". gumam lirih dari mahasiswi tersebut dengan senyum liciknya.


"udah Zian nanti kalo ketauan yang lain dikiranya aku selingkuh sama kamu. nanti pak Bima bisa marah". ucap Risana melepaskan pelukan Zian.


"maaf Ris aku cuma nggak tega lihat kamu nangis seperti ini. Monica itu emang bener bener keterlaluan. awas aja nanti". ucap Zian mengepalkan tangannya.


"gitu gitu juga mantan kamu kan". ucap Risana mengingat kan.


Risana hanya diam mendengarkan cerita Zian.


"berati aku juga sama dong". ucap Risana menyakinkan

__ADS_1


"kamu beda Ris, meskipun aku mengenal mu sangat singkat tapi aku nyaman sama kamu. kamu manis kalem sederhana nggak banyak tingkah. dan sekarang aku hanya mencintaimu hanya kamu, aku akan menyimpan baik baik rasa cinta ini. entah kenapa aku sangat yakin suatu saat kamu akan menjadi milikku". batin Zian dalam hatinya memandang Risana dengan tatapan yang indah tatapan cinta yang tulus.


"Zian hey Zian melamun lagi kan". kata Risana membuyarkan lamunan Zian.


"eh iya Ris kalo kamu beda tidak seperti cewek lainnya". ucap Zian memandang ke depan


"tadi katanya semua cewek itu sama". ucap Risana menggoda


"maaf Ris salah ucap". ucap Zian dengan senyum lebarnya dengan dua jari yang di angkat ke atas membentuk huruf V


"em aku masuk kelas dulu ya Zian sebentar lagi ada kelas". ucap Risana berdiri meninggalkan Zian.


"aku Anter ya Ris sampe depan kelas". ucap Zian berlari kecil mengikuti Risana.


Risana hanya tersenyum terus berjalan menuju kelasnya. dan Zian berjalan di samping Risana sambil bercanda canda.

__ADS_1


"kita berteman ya Ris, mau kan?". tanya Zian


"iya mau kalo cuma berteman nggak apa-apa, asal jangan teman tapi mesra ya ". ucap Risana sambil melotot ke arah Zian.


__ADS_2