Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
enak apa nggak (43)


__ADS_3

sesampainya di kamar Risana,.Bima segera membuka pintu kamar dan berlari menuju kearah Risana yang sedang ketakutan. Bima memeluk erat Risana mencoba menenangkannya.


"aku takut mas, aku takut gelap, aku takut suara petir". ucap Risana ketakutan dengan suara bergetar


"tenang lah Ris, tenang ada saya. saya akan menjaga kamu". ucap Bima mendekap Risana semakin erat.


Bima begitu nyaman memeluk Risana, sesekali Bima melihat mata Risana yang terpejam. mencium lama kening Risana. menikmati setiap detik hembusan nafas yang beriringan. suara petir yang bersahut an seolah mendukung suasana yang terasa dingin.


Bima tersenyum melihat tingkah Nafisa yang lucu, di pandangi lama wajah Risana di pandangi bibir manis Risana. bima mulai merasakan panas yang membara, jantung nya berdetak tak karuan, ia merasa sedikit sulit menelan Saliva nya.


"haduh kenapa lagi ini". gumam dalam hati Bima dengan keringat menetes bercucuran di udara yang dingin.


Bima mendekat perlahan ke bibir Risana, menciuminya lembut, Risana yang kaget dengan ciuman Bima langsung membuka matanya mbelalak, Bima semakin menikmati nya. Risana yang hanya diam kini membalas ciuman Bima, keduanya semakin memanas.


puas mencium bibir, Bima menatap kembali mata Risana tanpa berkata, isyarat mata seakan mengatakan rengkuh lah malam ini bersama ku. dengan senyum Bima kembali menciumi bibir manis Risana menikmatinya lebih dalam, lalu menurun menciumi leher meninggalkan tanda cinta nya.


Risana semakin di buat panas dingin dengan sentuhan Bima, lidahnya menari-nari menyusuri leher Risana yang jenjang meninggalkan tanda cinta di setiap ciumannya. hanya di terangi cahaya kilat Bima mulai menyusup kedalam baju Risana melepaskan dalaman satu persatu meremas dada Risana dengan lembut.


"aaahhhhh ".******* nikmat keluar dari bibir Risana membuat Bima semakin bergairah, Bima segera melepaskan baju Risana menikmati tubuh Risana setiap jengkalnya.


gairah Bima semakin memuncak, dirasakannya bagian bawah yang sudah mengeras, tak sabar untuk masuk ke sarang barunya 😁. dengan cepat Bima melepaskan baju dan celananya, menaiki Risana mencium keningnya, Risana melingkar kan tangannya di leher Bima di rasakan ya sakit yang teramat hebat.


persendiannya seakan lepas tak kuat menahan sakit, tapi Bima semakin kuat mendorong nya mencoba masuk menerobos jalan yang begitu sempit. Risana merintih kesakitan membuat hati Bima iba.


"tahan ya" ucap Bima lirih


"sakit mas". ucap Risana lirih


"iya, nanti juga nggak sakit". ucap Bima merayu.


akhirnya jalan yang sempit berhasil di lalui nya, Bima semakin bersemangat mendorong lebih dalam naik turun hingga mencapai pelepasannya, dirasakannya kenikmatan yang sudah lama tak di rasakan nya hingga keringat bercucuran membasahi keduanya


Bima tak percaya jika Risana masih bersegel tapi nyatanya Risana adalah wanita baik-baik yang selalu menjaga kesuciannya


Bima sangat puas malam ini, dengan memeluk Risana Bima mengecup lama kening Risana

__ADS_1


"masih sakit?". tanya Bima melepaskan kecupannya


Risana hanya mengangguk pelan


"terimakasih". ucap Bima pelan


"untuk apa". tanya Risana heran


"terimakasih untuk malam ini, terimakasih untuk semuanya". ucap Bima memeluk erat Risana


"bukan kah itu memang sudah tugas seorang istri?". tanya Risana mendekapkan wajah nya di leher Bima


"benar" Bima menghentikan ucapannya sejenak


"sebagai seorang suami aku minta maaf malam itu aku belum bisa melakukannya dengan mu. karena aku takut menyakiti hati mu juga hati Nafisa". ucap Bima menjelaskan


Risana hanya diam menikmati malamnya bersama Bima yang sejak lama ia inginkan. tiba-tiba Risana teringat akan Nafisa yang sejak tadi di cari tapi tidak ada.


"mas".


"hhmm".


"nginep di rumah Bunda, kalo Bik sumi pulang kampung".


"kenapa bisa barengan ya?". ucap Risana dalam hatinya, curiga bila Nafisa dan bik Sumi sengaja mengosongkan rumah.


tak diambil pusing dengan senyum mengembang malam ini Risana sangat teramat bahagia bisa memiliki Bima seutuhnya, menikmati malam yang sangat di impikan nya selama ini bersama Bima.


keduanya terlelap menikmati pelukan di malam yang dingin mendekap kehangatan sepanjang malam.


fajar menyingsing Bima segera beranjak dari tidurnya, melihat kearah Risana Bima tersenyum puas melihat darah per*w*n Risana yang berceceran di atas sprei. Bima menaikkan selimut menutupi tubuh polos Risana, dengan lembut ia mengecup kening Risana berterima kasih untuk malam yang indah ini


Bima bergegas mandi lalu melaksanakan sholat subuh, Bima hanya membiarkan Risana tertidur karena Bima tau pasti Risana capek dan masih merasakan sakit setelah melakukan serangan tiga ronde.


pagi tiba Risana merasakan tubuhnya seperti tak bertulang sakit menjalar diarea sensitive membuatnya susah berjalan, Risana enggan untuk beranjak ia hanya ingin tiduran melepaskan rasa sakitnya itu

__ADS_1


bersamaan Bima datang dari balik pintu membawa nampan berisi nasi dan teh hangat, Bima memang laki-laki yang pengertian apalagi dengan wanita yang di cintai nya bisa-bisa seperti ratu di rumahnya.


"udah bangun?" tanya Bima berjalan kearah Risana


Risana mengangguk sambil tersenyum manis


"sarapan dulu ya". ucap Bima meletakkan nampan di atas meja.


"sini aku bantu duduk". ucap Bima lagi membantu Risana duduk bersandar di ranjang.


sesekali Risana membenarkan selimut yang melorot ke bawah.


"nggak usah di tutup in". ucap Bima tersenyum genit.


"iihhhh malu ah". ucap Risana terkekeh


"kenapa malu, bukan kah aku sudah melihat semuanya? bahkan aku sudah menikmatinya".ucap Bima membuat Risana semakin malu wajahnya berubah memerah


"sarapan dulu ya, mau aku suapin?".


Risana hanya mengangguk. Bima segera mengambil piring di atas meja menyuapi Risana sendok demi sendok.


"enak apa nggak". tanya Bima memperhatikan Risana


"enak". jawab Risana yang masih malu-malu


"ini aku masak sendiri buat kamu, spesial lho". ucap Bima tersenyum menyuapkan nasi ke mulut Risana


"hhmmm ini enak banget mas beneran. andaikan bisa seperti ini setiap hari aku pasti seneng pake banget". ucap dalam hati risana , ia masih malu dengan Bima untuk mengungkapkan nya


"kamu tiduran aja di kamar sampai kamu merasa udah enakan". ucap Bima


"iya mas, aku masih ngantuk tidur lagi boleh ya". tanya Risana


"iya, mumpung ini hari Sabtu aku jadinya free nanti aku temenin. aku kebawah dulu mau beres-beres dapur". ucap Bima mencium kening Risana.

__ADS_1


"ya ampun mas kamu romantis gini, aku jadi makin dalam mencintai kamu aku tambah takut kehilangan kamu. beruntung nya mbak Nafisa bisa memiliki kamu dulu mas. andaikan aku yang ketemu kamu duluan pasti rumah tangga kita bahagia". gumam dalam hati Risana melihat Bima hilang di balik pintu


Risana mengingat ingat kejadian malam tadi, senyum-senyum sendiri ingin rasanya bersama Bima setiap saat, ingin rasanya selalu memeluk Bima.


__ADS_2