Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
infeksi saluran pencernaan (39)


__ADS_3

setelah itu Bima kembali kekamar nya ia segera masuk ke kekamar mandi melihat dirinya kecermin di benaknya banyak pertanyaan kenapa setiap bersama Risana tingkah nya selalu aneh ia selalu salah tingkah dan jantungnya berdegup kencang.


"kamu kenapa Bim sebenarnya apa kamu sudah benar benar mencintai nya bim. kenapa tingkah kamu selalu begini kepada Risana". batin didalam hatinya lalu mengusap kasar rambutnya.


"aku takut kamu nggak bisa mengerti dengan perasaan ku Ris, aku takut kalo kamu nggak percaya sama aku". imbuh Bima didalam hatinya


******


siang ini Risana ada jadwal mata kuliah Bima. tapi tugas dari Bima belum selesai juga membuat Risana nampak khawatir. di kelas Risana nampak gelisah menatap terus layar laptopnya. lalu Risana memutuskan menemui Bima di ruangannya.


tok tok tok


"masuk". titah Bima dari dalam ruangannya


"permisi pak". ucap Risana membuka pintu lalu menutup nya.


"ada apa Ris". ucap Bima masih sibuk dengan laptopnya.


"ini tugas saya belum selesai pak". ucap Risana sedikit gugup sambil mendekat kearah Bima.


"duduk". titah Bima datar.


Bima hanya diam membiarkan Risana duduk agak sedikit lama menunggu, lalu menutup laptopnya berdiri dari kursinya melangkah menuju ke arah Risana.


"kita ke kantin saja". ucap Bima membuat Risana melongo


Bima lalu menggandeng tangan Risana yang masih duduk di kursi "ayo". ucap Bima menggandeng tangan Risana keluar ruangan menuju ke kantin.saat perjalanan ke kantin tiba-tiba Bima jatuh tersungkur tubuhnya jatuh kelantai membuat Risana dan mahasiswa lainnya khawatir.


"pak Bima pak, bapak kenapa pak bangun pak". teriak Risana memanggil nama Bima sambil menggerakkan badan Bima namun sama sekali tidak ada jawaban.


"ayo bantu angkat kita bawa kerumah sakit". teriak Risana khawatir dengan keadaan Bima


mahasiswa lainnya langsung mengangkat tubuh Bima kedalam mobil membawanya ke rumah sakit terdekat. Risana terus menangis 😭 khawatir dengan kondisi Bima yang tak sadarkan diri. sesampainya di rumah sakit Bima segera di bawa ke ruang UGD untuk mendapat pertolongan.

__ADS_1


"mbak tolong tunggu di luar saja ya". ucap seorang suster yang menangani Bima lalu menutup pintu UGD.


Risana sangat khawatir mondar-mandir tak jelas menunggu kabar dari Bima. selang hampir 20 menit akhirnya dokter keluar menemui Risana.


"bagaimana dok kondisi suami saya". tanya Risana dengan tangan dan suara yang masih bergetar.


"sudah sadarkan diri, bisa langsung di temui kok". ujar dokter cantik yang menangani Bima.


"beliau hanya mengalami infeksi saluran pencernaan karena pola makan yang tidak teratur dan kurang higienis. setelah tiga hari di rawat insya Allah nanti membaik". ucap dokter menjelaskan tentang penyakit Bima


"saya permisi dulu ya". imbuhnya lagi


"terimakasih ya dok". ucap Risana


"sama-sama". ucap dokter tersenyum berlalu pergi meninggalkan Risana


lantas Risana bergegas masuk ke ruang UGD untuk melihat kondisi Bima. Risana berjalan agak cepat menuju ranjang pasien dimana Bima di rawat.


"pak, bapak tidak apa-apa kan?". tanya Risana mulai menitikkan air mata nya berdiri di samping ranjang tidur Bima.


"bapak sih terlalu capek tidak memperhatikan kesehatan, jadinya sakit kan". celoteh Risana masih menangis sesenggukan.


"apa kamu khawatir?". tanya Bima


"aku sangat khawatir pak. aku takut bapak kenapa kenapa". ujar risana memeluk Bima dan masih menangis sesenggukan.


"ehm, maaf ya pasien akan segera di pindahkan ke ruang rawat inap". ucap seorang suster berdiri di samping ranjang Bima membuat Risana segera bangun dari memeluk Bima


setelah itu Bima di pindah keruang rawat inap. di ruang rawat inap dengan sabar Risana menemani Bima apapun yang di butuhkan Bima, Risana langsung sigap melayani.


"haduh pak saya lupa ngasih tau mbak Nafisa pak". ucap Risana kaget duduk di samping Bima


"udah di kasih tau kalo bukan di lingkungan kampus panggil mas aja sama kayak Nafisa". ucap Bima mengingatkan

__ADS_1


"hehehe iya mas, saya ngabarin mbak Nafisa dulu ya". ucapnya memegang handphone lalu menelfon Nafisa di luar ruangan


setelah selesai Risana segera kembali keruang rawat inap untuk menyuapi Bima makan karena sudah waktunya makan malam.


"udah mas, sebentar lagi katanya akan kesini". ucap Risana tersenyum.


"mas makan dulu ya, mas harus makan yang banyak biar cepet sembuh". ucap Risana menyuapi Bima, tapi Bima hanya diam saja tidak mau membuka mulutnya.


"ayo mas di buka mulutnya, mas harus makan biar cepet sembuh". bujuk Risana menyodorkan nasi ke mulut Bima. tapi Bima tetap menolak.


merasa pasrah Risana menaruh kembali piring berisi nasi ke atas meja. Risana hanya memandangi wajah Bima tidak tahu harus membujuk bagaimana lagi supaya Bima mau makan.


tak lama nafisa tiba di rumah sakit ia segera menuju ke arah Bima dengan wajah yang khawatir.


"Abi, Abi nggak apa-apa kan? apa kata dokter?". cecar Nafisa khawatir


"nggak apa-apa kok mbak, kata dokter cuma infeksi saluran pencernaan". ucap Risana menjelaskan


"Alhamdulillah kalo nggak apa-apa". ucap Risana sedikit lega.


"tapi mas Bima nggak mau makan mbak, dari tadi aku bujuk nggak mau buka mulut tetep diam padahal harus minum obat". jelas Risana.


"mana Ris nasinya, biar mbak yang suapin". tanya Nafisa


"ini mbak". ucap Risana menyodorkan sepiring nasi kepada Nafisa


"Abi makan dulu ya biar cepat sembuh". ucap Nafisa menyuapi nasi ke mulut Bima.


seketika Bima mau membuka mulutnya menerima suap demi suap nasi ke mulutnya. Risana yang melihat hatinya sangat sakit.


"maaf saya permisi keluar sebentar". ucapnya menahan tangis lalu berjalan keluar.


Risana menangis sejadinya perasaannya seolah terombang-ambing di permainkan Bima. ia sadar kehadirannya tak pernah di harapkan oleh Bima. tapi apa Bima harus Setega ini dengannya?

__ADS_1


"kenapa mas kamu mau makan setelah mbak Nafisa yang menyuapi, dari tadi aku membujuk mu agar mau menerima suapan dari ku. tapi membuka mulut saja kamu tidak mau. sedangkan dengan mbak Nafisa kamu menerima saja disuapi malah makan dengan lahap". Risana menangis di luar menyandarkan badannya di tembok lalu terduduk


__ADS_2