
hari Sabtu telah tiba Risana dengan semangat menyiapkan suguhan untuk acara nanti malam, ia memerintah semua pelayan menyiapkan yang terbaik hatinya sungguh berbunga-bunga karena akan segera menjadi nyonya Bima Alfiansyah.
siangnya Risana pergi ke butik di temani Yola untuk membeli gamis yang akan di kenakan nya nanti malam, ia ingin tampil cantik untuk Bima.
Risana segera menjemput Yola dan bergegas ke butik langganan nya, tak lama Risana dan Yola sampai di butik yang paling ternama di kota itu. Risana berkonsultasi dengan Novita pemilik butik sekaligus desainer yang merancang baju-baju terbaik di butik tersebut.
Risana mengatakan jika nanti malam ia harus tampil cantik di depan calon suaminya. ia ingin gaun berwarna maroon yang simpel tapi elegan.
setelah lama mengobrol dengan pemilik butik sampailah pada pertanyaan calonnya siapa Ris? tanya pemilik butik yang penasaran dengan calon Risana yang katanya super ganteng itu. tak ada rasa sungkan karena memang mereka sudah lama kenal.
"dosen kampus aku mbak". ucap Risana dengan tersenyum malu.
"wah beruntung sekali kamu di nikahi dosen sendiri ganteng lagi". seru Novita memberi pujian.
"namanya siapa Ris, soalnya suaminya temen ku juga ada yang jadi dosen di kampus kamu". tanya Novita penasaran.
"pak Bima mbak". jawab Risana lantang.
"Ris, beneran itu calon kamu?". ucap Novita terbelalak kaget mendengar nama Bima.
__ADS_1
"Iyah mbak bener". seru Risana.
"maaf ni Ris maaf banget tapi bukannya Bima sudah punya istri? soalnya istrinya itu temen aku". ucap Novita menjelaskan dengan rasa tidak enak hati.
"iya mbak aku tau tapi mbak Nafisa sendiri yang minta aku jadi madunya". ucap Risana menjelaskan.
Novita masih saja tidak percaya dengan apa yang ia dengar setelah Risana pamit pergi Novita segera menghubungi Nafisa ia takut jika Risana lah yang sengaja menggoda Bima dan menduakan Nafisa karena menurutnya penampilan bisa saja menipu.
dan benar saja dari sambungan teleponnya Nafisa membenarkan jika memang dirinya merelakan Risana dan Bima menikah atas dasar keinginannya. Nafisa juga menjelaskan alasan di balik itu semua hingga membuat Novita merasa iba. Novita tak menyangka nasib temannya begitu pahit ia hanya bisa mendoakan dan memberi semangat untuk Nafisa.
malam harinya Abah Yasir, Umi Fatma, Nafisa dan Bima berangkat menuju kediaman Risana. mereka hanya berempat menurut Bima itu bukanlah suatu acara yang penting jadi tak perlu banyak orang tau.
"nak Bima kenapa dari tadi yang bertanya malah Abah nak Bima terus?, kenapa nak Bima hanya diam saja?". cecar Bu Rossa kepada Bima.
Bima hanya tersenyum tak berkata satu kata pun. hari pernikahan Bima dan Risana sudah di sepakati tak kurang dari satu bulan jika di hitung mulai dari hari ini. semua atas keinginan Nafisa Bima hanya menurut ia tidak ingin membuat hati istrinya kecewa meskipun dalam hatinya sangat menolak perjodohan ini.
di rasa cukup membahas hari pernikahan Bima sekeluarga pamit undur diri semua keluarga Risana dan pelayan mengantar keluarga Bima sampai depan rumah hingga mobil Bima hilang di balik gerbang.
Risana sungguh sangat bahagia akhirnya bisa mendapatkan laki-laki idamannya meski harus menjadi yang kedua. terlihat agak jahat memang tapi disisi baik Risana dia merasa kasihan dengan Nafisa.
__ADS_1
Risana yang duduk senyum-senyum sendiri di depan meja rias membuat mamah Rossa mendekati nya.
"anak mamah kelihatan nya bahagia sekali". ucap mamah Rossa membelai rambut anaknya.
"iya dong mah aku bahagia banget, makasih ya mah udah merestui Risana". ucap Risana mendekap tangan mamahnya.
"mamah selalu mendoakan yang terbaik buat Risana mamah juga selalu mendoakan kebahagiaan anak mamah yang cantik ini". ucap mamah memeluk erat Risana dari belakang.
"tapi sepertinya Bima tidak peduli sama kamu ris?". timpalnya lagi.
"pak Bima emang gitu mah orangnya agak cuek tapi aslinya perhatian, kemaren aja waktu Risana di sekap Monica di gudang pak Bima panik banget mah yang nolongin juga pak Bima". jelas Risana.
"kamu habis di sekap di gudang?".
Risana hanya mengangguk
"kenapa nggak cerita sama mamah, terus Monica nya gimana?". tanya mamah Rossa
"awalnya aku maafin mah tapi pak Bima dan ketua yayasan tetap minta di kasih hukuman sesuai aturan kampus". ucap Risana beranjak dari duduknya dan pindah ke ranjang.
__ADS_1
"ya udah lain kali di hati-hati ya, untungnya ada Bima. mamah ke bawah dulu ya". ucap mamah Rossa lalu mencium kening Risana.