Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
hari pernikahan (26)


__ADS_3

hari cepat berlalu sampai lah pada hari pernikahan Bima dan Risana semua sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri pesta pernikahan keduanya.


di kediaman Risana semua nampak sudah siap pelaminan yang begitu megah nan indah hidangan yang disajikan begitu spesial dan juga dekorasi yang modern dan berkelas semua di siapkan dengan sangat istimewa. bagi Mamah Rossa ia harus memberi yang terbaik untuk pernikahan anak semata wayangnya.


tak tanggung-tanggung mamah Rossa menghabiskan dana hampir 20 milyar untuk pernikahan putrinya.


di sisi lain Risana tengah di make-up di kamarnya dengan wajah sumringah ia terus saja memandangi wajahnya di cermin. ia sangat cantik berbalut kan kebaya berwarna putih dan bunga melati.


sedangkan Bima sedang bersiap di kediaman nya ia terus saja meratapi nasibnya kenapa ini harus terjadi kepada ku kenapa aku harus menikahi wanita yang bukan pilihan ku terus saja ia bermonolog dengan dirinya berharap ini semua hanyalah mimpi yang tak menjadi nyata.


"ayo Abi kita berangkat". ucap Nafisa membuyarkan lamunan Bima.


"i iya umi ayo". jawab Bima terbata.


Bima dan lainnya segera memasuki mobil dan berangkat menuju kediaman mempelai wanita. sepanjang perjalanan Bima hanya duduk terlamun entah apa yang di pikir kan nya


Nafisa yang duduk di samping Bima terus saja memperhatikan wajah suaminya ia tahu jika suaminya itu sedang tertekan tapi ini sudah keputusan mereka, mereka harus rela berbagi cinta yang dulunya utuh untuk di berikan kepada wanita lain

__ADS_1


tak berapa lama mobil pengantin telah sampai di halaman mempelai wanita, dengan langkah gontai Bima turun dari mobil yang membawanya.


"sini umi rapikan dulu jasnya". ucap Nafisa yang berdiri tepat di depan Bima.


Nafisa mulai merapikan jas suaminya "nah udah selesai Abi" ucap Nafisa lalu memeluk Bima dengan erat seolah mengatakan ini pelukan terakhir dari ku sebagai wanita satu-satunya di hatimu karena mulai hari ini aku akan membagi pelukan ini untuk wanita lain.


dengan diiringi musik khas Jawa untuk kedatangan mempelai pria Bima dengan gagah menuju meja akad yang sudah tersedia, semua mata memandang takjub dengan paras Bima yang rupawan.


sedangkan Nafisa melangkah menuju kamar rias Risana langkahnya terasa sangat berat seakan tidak ingin melanjutkan langkahnya.


"Ris kamu cantik sekali". ucap Nafisa memuji Risana yang sedari duduk di depan cermin.


"ayo kita ke depan menuju meja akad, mas Bima sudah nungguin". ajak Nafisa lalu menggandeng tangan Risana.


"Abi ini istri untuk mu semoga kelak dia bisa menggantikan aku di hatimu bisa menjadi ibu dari anak-anak mu bisa memahami semua tentang mu, abi maafkan aku yang lemah ini maafkan aku yang tak sempurna untuk mu ". batin Nafisa berderai air mata menggandeng calon madunya menuju pelaminan semua mata tertuju pada dirinya.


semua orang memuji kebesaran hati Nafisa tak banyak wanita yang rela suaminya membagi cinta dengan wanita lain. sedangkan Nafisa ia dengan suka rela menyerahkan suaminya untuk risana dengan besar hati mempersilakan wanita lain mengisi hati bima.tak mudah memang tapi Nafisa mencoba menerima semua.

__ADS_1


dengan sabar Nafisa menggandeng tangan Risana membernarkan baju pengantin yang sering kali di injak madunya.


sesampainya di pelaminan Risana segera duduk menyusul Bima di depan penghulu. dengan mantap Bima berjabat tangan dengan penghulu yang akan menikah kan nya semua persyaratan menikah sudah siap.


"saya terima nikahnya Risana Wulandari binti Sunoto dengan mas kawin tersebut tunai".


"sah". ucap saksi satu


"sah".ucap saksi dua


"Alhamdulillah". semua berucap syukur atas resminya pernikahan Bima dan Risana dengan tangis semua mengaminkan doa berharap menjadi doa yang terbaik untuk pasangan yang baru saja menikah itu.


Risana segera mencium tangan Bima dan Bima juga mencium kening Risana, sungguh sangat romantis bagaikan sepasang kekasih yang tengah bahagia di hari pernikahan.


prosesi demi prosesi telah di lalui kini tiba acara memberi selamat kepada kedua mempelai, semua tamu undangan bergantian memberi ucapan selamat kepada Risana dan Bima.


dalam acara yang semeriah itu hati Nafisa merasa sepi merasa hampa merasa sunyi, ia memandang Bima dari kejauhan melihat betapa bahagia mereka di atas pelaminan.

__ADS_1


dengan sekejap air mata nya berjatuhan segera ia menyeka air mata yang keluar berharap tidak ada orang yang mengetahui nya.


"umi bahagia untuk mu Abi semoga Risana bisa menjadi teman baik untuk mu dan juga untuk ku". gumamnya yang terus saja menyeka air mata yang seakan tak mau berhenti.


__ADS_2