
Bima segera ke UGD, duduk di ruang tunggu, menunggu dokter keluar dari UGD dengan penuh was was. hatinya kalut perasaan nya takut, ia ingat akan kejadian Nafisa dulu waktu sakit. dan mendapat kabar yang tidak mengenakkan hati.
Bima takut jika Risana juga mengalami hal yang sama dengan Nafisa. lama menunggu akhirnya dokter yang menangani Risana keluar dari ruang UGD lalu menghampiri Bima yang berdiri dengan rasa kecemasan.
"bagaimana dok istri saya?" tanya Bima khawatir
"itu biasa pak, di Minggu pertama kehamilan biasanya memang seperti itu. ada rasa pusing mual, muntah dan juga badan terasa lemas. jadi saya sarankan istri bapak banyak banyak istirahat ya, juga jangan banyak fikiran". ucap dokter menjelaskan
Bima begitu kaget mendengar pernyataan dokter. di hatinya ada rasa tidak percaya jika dirinya akan menjadi seorang ayah. dengan gugup dan tangan bergetar Bima berjabat tangan dengan dokter memastikan jika semua benar adanya.
" maksud dokter istri saya hamil?". tanya Bima memastikan dengan perasaan yang masih tak percaya.
"iya pak, kehamilannya baru sekitar empat Minggu, jadi harus di jaga dengan hati hati. saya permisi dulu ya". ucap dokter berlalu meninggalkan Bima
" iya dok terimakasih". ucap Bima dengan perasaan yang sangat bahagia
lantas Bima bergegas menghampiri Risana yang masih terbaring di ranjang pasien. Risana nampak lemas, wajahnya juga pucat, Bima yang datang menghampiri Risana langsung mencium kening Risana. ia sangat tidak ingin istri dan calon anaknya kenapa-kenapa.
"sayang, kamu lemas? pusing?". tanya Bima masih was was
namun Risana hanya mengangguk pelan, masih memegangi kepalanya yang terasa sakit, sesekali perut Risana terasa mual dan ingin muntah, rasa di perutnya seperti penuh.
"mas, kata dokter aku kenapa?". tanya Risana merintih
"kamu nggak apa-apa sayang, kamu hanya perlu banyak istirahat dan minum vitamin". ucap Bima tak henti-hentinya mengecup kening Risana
"sayang biasanya kamu haid tanggal berapa". ucap lagi Bima memastikan
"biasanya tanggal sepuluh mas, ini udah tanggal berapa emangnya?". tanya Risana yang belum sadar jika dirinya hamil
"ini sudah akhir bulan sayang".ucap Bima dengan senyum bahagianya
"berarti aku telat mas?". ucap risana dengan polosnya
__ADS_1
Bima hanya mengangguk masih dengan senyum bahagia di bibirnya, tak hentinya menciumi tangan Risana. berucap syukur kepada Allah atas kepercayaan yang diberikan untuk nya.
"berarti aku hamil?". tanya Risana tidak percaya
"iya sayang, mulai sekarang kamu jangan terlalu banyak fikiran, jangan kecapekan. dan satu lagi mulai hari ini kamu nggak boleh berangkat kuliah. nanti aku atur cuti kamu". ucap Bima dengan semangat nya
"kenapa mas?". tanya Risana heran
"aku nggak mau, kamu dan calon anak kita di sakiti orang, aku pengen kamu dirumah jaga kesehatan, jaga calon anak kita dengan baik". ucap Bima menyakinkan
ia sangat-sangat bahagia hari ini, tak henti hentinya bersyukur atas kebahagiaan yang di berikan kepada nya. kabar yang telah lama di nanti akhirnya kini datang kepadanya.
sementara itu di rumah, Nafisa merasa badan nya semakin lemas. kepalanya pusing dirinya juga susah untuk berjalan, Bik Sumi yang melihat Nafisa sempoyongan segera menghampiri Nafisa lalu membantu duduk di kursi lagi.
"nyonya istirahat dulu, kata tuan, nyonya jangan kecapekan. obat nya juga jangan lupa di minum". ucap Bik Sumi membaringkan Nafisa di sofa
"bibik ambil air minum dulu ya" ucap bibik berlalu menuju dapur
Nafisa memikirkan jadwalnya besok untuk kemoterapi, ia masih ingat rasanya kemoterapi yang kemarin membuatnya susah tidur dan susah bernafas.
"duh nyonya, nyonya kenapa nangis? minum dulu ya nyonya".ucap Bik Sumi memberikan gelas untuk Nafisa
"udah Bik". ucap Nafisa lirih
"bibik antar kekamar ya". ucap Bik Sumi
"iya Bik". ucap Nafisa lalu berdiri di bantu Bik Sumi menuju kekamar nya.
saat keadaan Risana sudah membaik ia sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. dengan catatan harus istirahat total karena kandungannya yang sedikit lemah.
sesampainya di rumah Bima penuh perhatian memperlakukan Risana, karena kamar Risana ada di lantai dua dengan terpaksa Risana menaiki anak tangga satu persatu.
namun karena kandungan Risana yang lemah membuat Bima tidak mengijinkan Risana menaiki tangga. dengan cepat Bima menggendong Risana menuju kamarnya di lantai dua.
__ADS_1
mata Risana tak hentinya menatap Bima, Risana bersyukur karena memiliki suami yang siaga seperti Bima. sesampainya di kamar Risana, dengan hati hati Bima membaringkan Risana di ranjang tidur.
"istirahat ya sayang, kalo pengen apa apa panggil aku". ucap Bima mencium kening Risana penuh cinta
"kamu nggak tidur di kamar mbak Nafisa?". tanya Risana
"malam ini aku tidur sama kamu, tapi aku mau kekamar Nafisa dulu. ya". ucap Bima mengusap lembut pipi Risana
lalu Bima berlalu pergi menuju ke kamar Nafisa, ia melihat Nafisa tengah tiduran di atas ranjang, lantas Bima menghampiri Nafisa menanyakan kabar dan memberi tahu jika Risana tengah mengandung.
"Umi". ucap Bima duduk di tepi ranjang
"Umi kenapa belum tidur?". tanya Bima mengusap lembut pipi Nafisa.
"ini baru mau tidur Abi". ucap Nafisa tersenyum
"keadaan Umi gimana? udah minum vitamin kan?". tanya Bima lalu mencium kening Nafisa
"Alhamdulillah udah baik Abi, cuma masih lemes". ucap Nafisa sambil mengangguk
"Umi, malam ini Abi tidur sama Risana ya, karena Risana saat ini tengah mengandung, dan kandungan nya masih lemah. jadi kalo butuh apa apa ada Abi di samping nya". ucap Bima dengan memegang tangan Nafisa
"apa benar Abi?". tanya Nafisa dengan wajah bahagia
"iya mi, baru empat minggu. kandungannya juga lemah, karena banyak fikiran dan kecapekan". ucap Bima menjelaskan
"Abi, jaga Risana dan calon anaknya dengan baik ya, jangan sampai terulang lagi seperti dulu". pinta Nafisa mengingat kejadian dirinya saat kehilangan calon anaknya untuk kedua kali.
"terimakasih ya Mi untuk pengertian nya, maaf malam ini Abi nggak bisa nemenin Umi. seharusnya malam ini jadwalnya Abi tidur bareng Umi". ucap Bima sedikit tak enak hati
"iya Abi, Umi sangat mengerti. jaga Risana baik-baik ya". ucap Nafisa dengan senyum manisnya.
kemudian Bima mengecup kening Nafisa dan berlalu menuju kamar Risana. di dalam hati Nafisa ada rasa bahagia karena Risana telah mengandung anak dari Bima. karena itu adalah keinginan Bima sejak lama.
__ADS_1
"beruntung kamu Ris, kamu akan segera menjadi seorang ibu. semoga kamu dan bayi dalam kandungan mu sehat. aamiin". ucap Nafisa lalu terlelap dalam tidurnya.