
setelah lama memilih pria itu malah memborong semua jenis kue Nafisa. Nafisa yang mendengar menggelengkan kepalanya merasa jika sedang di kerjai pria itu.
"saya mau beli semua kue disini. tolong segera di kemas". teriak pria itu kepada pelayan toko.
"pak kenapa tidak dari tadi anda bilang beli semuanya. kenapa harus muter-muter dulu milih kue". tanya Nafisa sedikit kesal
namun pria itu hanya tersenyum licik lalu meninggalkan Nafisa. Nafisa yang sedikit kesal langsung pergi menuju ruang kerja.
"ya Allah kog ada ya manusia yang seperti itu. kerjanya bikin orang kesel aja". gumam Nafisa yang terduduk di kursi kerja
"apa dia tidak tau siapa aku, sehingga seenaknya memperlakukan ku seperti itu". timpalnya lagi yang masih kesal.
lamunan Nafisa seketika buyar setelah mendapat pesan dari Risana, ia mengatakan jika dirinya sudah sampai di toko dan duduk di meja pengunjung. Nafisa yang mengetahui Risana sudah datang langsung menuju tempat di mana Risana berada.
"udah lama Ris?". tanya Nafisa lalu cipika-cipiki dengan Risana.
"baru aja kog mbak, aku liat toko mbak lagi rame jadi aku langsung chat mbak takut ganggu yang lainnya". kata Risana.
"mau minum apa Ris?. tanya Nafisa sembari duduk di depan Risana
"orange jus mbak". ucap Risana.
"mbak mau ngomongin masalah lamaran kemarin ya". tanya Risana.
"iya ris. rencananya hari Sabtu kamu sama mas Bima tunangan. kamu nggak keberatan kan?". tanya Nafisa.
__ADS_1
Risana menghela nafas panjang "iya mbak aku setuju aja, nanti biar aku ngomong sama mamah buat nyiapin acara tunangan". ucap Risana dengan senyuman bahagia.
"makasih ya Ris. kalau gitu nanti kita pilih cincin buat kamu ya". kata Nafisa yang ikut bahagia.
setelah itu mereka pergi ke toko perhiasan untuk membelikan Risana cincin pertunangan. Risana memilih cincin emas putih dengan diamond yang begitu elegan. Nafisa juga setuju dengan pilihan Risana. karena sudah mendapatkan apa yang di inginkan mereka berdua memutuskan untuk pulang.
hari sudah malam Bima yang selalu pulang larut selalu mendapati istrinya sudah tertidur. tapi malam ini Nafisa sengaja menunggu Bima pulang semalaman menunggu dengan membaca ayat suci Alquran .
"umi belum tidur?". tanya Bima di depan pintu kamar.
"umi nunggu Abi pulang". ucap Nafisa mendekati Bima yang duduk di samping ranjang.
"Abi bersih-bersih badan dulu ya. nanti ngobrol lagi". kata Bima meninggalkan Nafisa.
Nafisa hanya mengangguk tersenyum ia sungguh iba melihat suaminya kerja dari pagi hingga larut. Nafisa segera menyiapkan pakaian untuk Bima dan juga membuatkan teh.
Nafisa menatap wajah Bima lekat "Abi. tadi umi sudah bicara sama Risana dan dia setuju Sabtu besok Abi sama Risana tunangan". kata Nafisa.
"apa umi sudah yakin?". tanya Bima menatap Nafisa lekat.
"sudah Abi. Abi tidak usah memikirkan umi ya. yang terpenting kebahagiaan buat Abi.
"besok kita kerumah Abah ya. Abi minta restu sama Abah. jadi besok Abi minta ijin kampus cuti satu hari". ucap Nafisa memeluk Bima
"iya umi. kita tidur ya udah malem". ucap Bima mencium kening istrinya.
__ADS_1
******
sore harinya Bima dan Nafisa bersiap-siap berkunjung kerumah orang tua Bima. 45 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Abah Yasir.
Nafisa dan Bima di sambut hangat oleh Abah Yasir dan ibu sambung bima. Abah Yasir memutuskan menikahi Fatma setelah Bima berumah tangga karena menurut Abah, Bima harus belajar tanggung jawab dan hidup mandiri. jadi Bima dan Nafisa tinggal terpisah dengan abah.kemudian mereka di persilahkan masuk untuk melepaskan rasa kangen.
"Abah kangen sekali sama kalian, kenapa lama tidak kerumah Abah?. tanya Abah Yasir.
"Nafisa sedang sakit bah, jadi menunggu Nafisa sehat baru main kesini ". ucap Bima menjelaskan.
disisi lain Nafisa sedang membuatkan teh untuk Bima , umi Fatma dan Abah Yasir setelah selesai lalu menyuguhkan di meja dan ikut duduk mengobrol.
"bah Bima mau minta restu sama Abah". ucap Bima gugup.
"restu apa Bim, kamu mau menikah lagi?". tanya Abah ngasal .
"dari mana Abah tau?". tanya Bima bingung.
"jadi benar kamu mau menikah lagi Bim?". tanya Abah santai.
" apa sudah di fikirkan dengan matang sebelumnya?. apa kamu akan bisa berlaku adil?
mempunyai dua istri itu tidak mudah Bim. mental kamu harus kuat batin kamu juga harus kuat. harus bisa menjaga perasaan satu sama lain". jelas Abah kepada Bima.
Bima hanya tertunduk diam membolak-balik an fikiran nya.
__ADS_1
"bagaimana dengan Nafisa?". tanya Abah lagi.
"insya Allah Nafisa siap bah jika mas Bima mau menikah lagi. lagi pula yang meminta mas Bima menikah lagi itu Nafisa sendiri. insya Allah Nafisa bisa berteman dengan istri mas Bima nanti.". ujar Nafisa menjelaskan.