
laki-laki itu tersenyum licik karena telah mengerjai Nafisa, menurut nya karyawan memang pantas di kerjai karena dia sudah di bayar oleh bosnya.tetapi Nafisa dengan sabar melayani pembeli itu.
dari meja pembeli Risana melambaikan tangan ke pada Nafisa. Nafisa juga membalas lambaian tangan Risana setelah pelanggan laki-laki tadi membayar segera Nafisa pergi menuju ke meja yang di duduki Risana.
"hai ris". ucap Nafisa sembari duduk di kursi sebrang Risana
"hai mbak". kata Risana tersenyum.
"ada apa mbak nyuruh aku kesini?". tanya Risana.
"langsung ke intinya aja ya . gini Ris ... ".saat hendak memberitahu Risana tentang lamaran darinya, laki-laki pelanggan tadi tersenyum kepada Risana dan Nafisa. membuat Nafisa menghentikan obrolannya dengan Risana
"siapa mbak tadi?". tanya Risana heran
"nggak tau Ris, tadi habis beli kue". timpal Nafisa lalu melanjutkan obrolannya.
"Ris maaf kalau kemarin aku nggak ngasih tau kamu tentang siapa mbak sebenarnya. tapi kamu nggak usah sungkan ya sama aku. karena aku udah anggap kamu seperti adik aku sendiri.
Risana hanya tersenyum kecut karena dia memang masih malu dengan kejadian yang lalu.
Nafisa lalu menggenggam tangan Risana " Ris kamu mau menikah sama mas Bima?". tanya Nafisa penuh harap.
"tapi, pak Bima sudah punya mbak. kalian pasangan yang sempurna mbak pasangan yang saling melengkapi". ucap Risana dengan menatap Nafisa lekat.
__ADS_1
"mbak ikhlas Ris, mbak ingin kamu sama mas Bima bahagia. dan aku rela berkorban demi apapun untuk kebahagiaan mas Bima. termasuk aku rela mas Bima menikah sama kamu". kata Nafisa sambil meneteskan air mata.
"mbak jangan nangis ya. aku malah bingung mbak". ucap Risana dengan polosnya.
Nafisa dengan segera mengusap air mata nya. "jangan bingung Ris mbak tau kalau kamu sayang sama mas Bima , dan mbak ingin menyampaikan kalau mbak mau melamar kamu untuk mas Bima". kata Nafisa dengan memaksakan bibirnya tersenyum.
suasana menjadi hening. keduanya sama-sama mengunci mulut mereka. fikiranya traveling entah kemana.
"aku.....". Risana menghentikan ucapannya.
"iya mbak aku mau. tapi aku bicara dulu sama mamah aku ya." kata Risana dengan gugup.
"iya Ris nanti kmu kabari mbak ya. biar mbak siapkan semuanya". sambung Nafisa lalu memeluk Risana.
karena sudah sore Risana lalu berpamitan dengan Nafisa. dan berencana memberitahu mamahnya jika Risana akan di lamar seseorang lelaki dan akan menjelaskan juga jika lelaki itu sudah mempunyai istri.
Risana segera melajukan mobilnya dan bergegas pulang.
setelah satu jam perjalanan mobil Risana kini sudah memasuki gerbang rumahnya. Risana segera turun lalu menghampiri mamahnya yang sedang bersantai di teras lantai dua.
"mamah". ucap Risana memeluk mamahnya.
"mamah lagi ngapain?".
__ADS_1
"ini anak pulang bukannya salam dulu sama mamahnya". kata mamah Risana dengan tersenyum.
"iya mamah, assalamualaikum mamah ku sayang". ucap Risana lalu mengecup pipi mamahnya
Risana dengan mamahnya memang seperti sahabat keduanya selalu menceritakan tentang apa yang di lalui sehari-hari. meskipun sibuk mamahnya selalu menyempatkan waktu untuk putri semata wayangnya jika ingin mencurahkan isi hatinya.
"mamah lagi ngapain?". tanya Risana.
"ini lagi ngecek keuangan pabrik ris. hari ini dari mana aja?". tanya mamahnya.
"itu tadi dari toko kue temen, terus ngobrol sampai sore mah". kata Risana.
"dari toko kue kog mamah nggak di bawain kuenya?". goda mamah Risana.
"hehehe iya mah lupa". kata Risana tertawa.
"kamu ini ya selalu lupa". ucap mamah Risana lalu ikut tertawa.
"mah".
"iya".
"aku mau cerita sama mamah juga mau ijin sama mamah". ucap Risana gugup.
__ADS_1
"ijin apa Ris?". tanya mamah Risana bingung.