
acara pertama pertunjukan tarian tradisional Indonesia, lalu di lanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya. acara terus berlanjut hingga sampai pada acara yang didisi oleh Zian.
Risana kaget karena baru tau kalau Zian ikut meramaikan acara malam ini. dengan gagah Zian naik ke atas panggung membawa gitar untuk mengiringi nyanyian nya. sesampainya di atas panggung Zian memberi sedikit sambutan mengenai kampus nya yang sedang memperingati hari jadi. Zian juga menjelaskan akan menyanyikan lagu untuk orang yang dia sayangi.
"ini adalah lagu yang teramat dalam untuk saya, lagu ini saya persembahkan untuk seseorang yang sangat saya cintai, seseorang pemilik hati saya namun saya tak pernah bisa memiliki nya. meski begitu cinta ini masih membara tak akan pernah padam sampai nanti dia sendiri yang memadamkan nya". ucap Zian menjelaskan panjang tentang lagu yang akan di bawakan nya.
"padamu pemilik hati yang tak pernah ku miliki
yang hadir sebagai bagian dari kisah hidup ku
engkau aku cinta dengan segenap rasa dihati
selalu ku mencoba menjadi seperti yang engkau minta
aku tahu engkau sebenarnya tahu
tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
kau sembunyikan rasa cintaku
di balik topeng persahabatan mu yang palsu
kau jadikan aku kekasih bayangan
untuk menemani saat kau merasa sepi
bertahun lamanya kujalani kisah cinta sendiri
mungkin memang benar
cinta itu tak lagi berharga
__ADS_1
semua percuma
bila engkau tak punya ikatan"
Risana terpanah melihat Zian di atas panggung dia tahu, sebenarnya lagu itu di tujukan untuk dirinya, karena Risana hanya menganggap Zian sebagai sahabat. dulu saat hati Risana bimbang dengan Bima, Risana selalu menghabiskan waktu bersama Zian.
hanya Zian yang mampu menghibur Risana, meskipun Zian tidak tahu jika Risana sudah bertunangan dengan Bima. Zian dengan tulus mencintai Risana, menyayangi dan selalu ingin membahagiakannya. baru kali ini hatinya benar benar bertekuk lutut dengan seorang gadis yang tidak mencintainya, yang hanya menganggap nya sahabat
padahal Zian adalah playboy cluster tertinggi di kampus itu, hampir semua cewek pernah di baperin Zian tapi akhirnya hanya sebagai pelampiasan dan kesenangan.
Risana yang hampir tak berkedip melihat Zian di atas panggung membuat Bima sedikit kesal, karena bagi Bima seorang istri harus bisa menjaga pandangannya baik dari laki laki lain juga dari maksiat lainnya dan agama Islam juga sudah menjelaskan tentang itu.
lagu Zian sudah selesai Risana masih saja melihat kearah Zian, membuat Bima sedikit cemburu. hatinya sakit melihat Risana memperhatikan laki laki lain padahal ada suaminya di sampingnya.
dua jam berlalu akhirnya acara kampus sudah selesai, Bima dan Risana bergegas pulang meninggalkan kampus. saat di parkiran mobil Risana melihat Monica dan teman-temannya sedang berkumpul, dengan sengaja Risana memeluk lengan Bima dengan mesra sembari melirik ke arah Monica,.ada senyum licik di bibir Risana.
Monica yang melihatnya dibuat semakin panas, hatinya berkecamuk, marah melihat Risana sekarang yang lebih berani. dengan wajah cemberut Monica masuk kedalam mobilnya melaju dengan cepat tanpa menghiraukan teman temannya.
"aaarrgghh" teriak Monica marah memukul kemudi nya dengan keras
"b*ngs*t kamu ris, aku yang cinta mati sama pak Bima tapi malah kamu yang dapetinnya. aku nggak rela Ris, aku akan buat hancur hubungan kamu sama pak Bima". teriak Monica marah marah tak jelas di dalam mobilnya
sedangkan di dalam mobil Bima hanya terdiam, pandangannya hanya fokus kedepan tanpa melihat Risana sedikit pun. sikap aneh Bima di sadari oleh Risana, Risana yang merasa tidak bersalah mulai bingung dengan sikap diam Bima.
"mas, kamu kenapa diam saja". tanya Risana dengan hati hati takut salah bicara.
"tidak apa-apa". sahut Bima dengan ekspresi datar masih menatap kearah depan.
"terus kenapa diam saja? apa aku punya salah?". tanya Risana menyakinkan.
"tidak". jawab Bima dengan singkat
__ADS_1
Risana tahu jika sekarang Bima sedang marah, dari ucapan dan nada bicaranya menandakan suasana hatinya sedang tidak bagus. Risana memutuskan untuk diam saja melihat kearah jendela dengan perasaan yang masih bingung.
sesampainya di rumah Bima langsung masuk kamar Nafisa tanpa menghiraukan Risana. Risana hanya terdiam melihat Bima masuk kekamar Nafisa, dia berdiri mematung hatinya sakit, bingung tidak tahu apa kesalahannya, tiba-tiba didiamkan seperti itu.
"mas kamu kenapa lagi? kenapa selalu bersikap seperti ini sama aku? kadang baik kadang nyebelin, kadang romantis kadang juga nggak peduli. aku kira kamu dewasa mas, tapi nyatanya sikap kamu seperti anak-anak". gumam dalam hati risana masih mematung di depan kamar Nafisa.
dengan sekuat tenaga Risana berjalan menuju ke kamarnya menaiki satu persatu anak tangga. "lemas rasanya tidak bersalah tapi di diemin gini". gumam lirih Risana menaiki satu persatu anak tangga dengan tidak bersemangat.
sesampainya di kamar Risana berbaring di atas ranjang, memikirkan sikap Bima yang masih labil.kadang baik kadang jutek kadang romantis. lelah memikirkan membuat Nafisa terlelap hingga pagi.
sedangkan di kamar Bima ia bergegas sholat dan minta ampun an kepada sang pencipta. ia mengungkapkan kekesalannya kepada Risana karena memandang Zian seperti tadi.
"aku cemburu ya Allah melihat istri ku menatap laki-laki lain dengan mata yang berbinar, yang seharusnya tatapan itu hanya boleh untuk aku suaminya. maafkan hamba yang telah salah mendidik istri hamba. hamba sangat menyayangi nya juga Nafisa, selalu jadikan hamba dewasa ya Allah". ucap Bima berdoa dalam sholat nya.
Bima segera membereskan sajadah nya, dalam pikirannya mulai bingung kenapa selalu bersikap seperti anak-anak jika dengan Risana.
"ya Allah". ucap Bima mengusap wajahnya
"kenapa selalu bersikap kekanak-kanakan gini kalo sama Risana, apa karena dia masih muda?". gumam Bima bingung sendiri dengan sikap nya.
Bima dan Risana beda usia 13 tahun, Bima sudah berusia 34 tahun sedangkan Risana berusia 21 tahun. jarak yang jauh membuat Bima dan Risana sama sama labil dengan sikap masing-masing.
meskipun Bima sudah berkepala tiga namun wajah Bima masih terlihat muda, tak jarang yang mengira jika Bima masih berusia 25 tahun.
sama sama capek Bima memilih tidur di kamar Nafisa karena malas berdebat dengan risana. paginya Bima jalan jalan pagi sendiri mengelilingi kompleks. Risana yang terbangun mengelilingi rumah mencari keberadaan Bima namun tidak di jumpai
Risana semakin takut jika Bima benar-benar marah dengannya. kemudian Risana berjalan kearah meja makan dilihatnya sudah tersaji sarapan di sana.
"pasti ini yang buat mas Bima, tapi dia kemana? jangan jangan dia nyusul mbak Nafisa, hufftt aku kan takut sendirian". oceh Risana sembari mengambil piring dan nasi di depannya
"mas Bima emang suami idaman, pagi pagi gini udah nyiapin sarapan hihihi. akunya malah masih tidur". ucap Risana cekikikan
__ADS_1