Salah Memilih Madu

Salah Memilih Madu
istri satu satunya (56)


__ADS_3

setelah dari kamar Nafisa, Bima segera menuju kamar Risana,mencium kening istri mudanya. dan mengucapkan terimakasih karena telah memberikan kado terindah untuknya.


"terimakasih sayang". ucap Bima mencium kening Risana penuh cinta lalu membaringkan tubunya di samping Risana


"untuk apa mas?". tanya Risana dengan wajah penuh pertanyaan


"terimakasih telah memberikanku kabar yang sangat bahagia, yang telah lama aku nantikan. ini adalah kado terindah dalam hidupku". ucap Bima memandang wajah Risana dengan lekat


"aku juga bahagia mas". ucap Risana penuh senyum


"selama satu bulan ini kamu harus istirahat, karena kandungan kamu sedikit lemah, jadi, aku juga nggak boleh bertempur dulu dengan mu".ucap Bima dengan wajah cemberut


wajah Bima yang manyun membuat Risana tertawa cekikikan karena wajah Bima menjadi lucu dan semakin menggemaskan


"kenapa malah tertawa?". tanya Bima heran


"nggak apa apa, kalo manyun gini aku jadi pengen nyubit pipi kamu mas". ucap Risana sambil mencubit pipi Bima dengan keras


"sakit sayang" pekik Bima merasakan sakit di pipinya


namum risana malah tertawa puas melihat suaminya kesakitan.


"habis gombal sih". ucap Risana terkekeh


"ini beneran lho sayang. sehari aja aku nggak bertempur dengan mu, dunia ku serasa hampa, apalagi ini satu bulan". ucap Bima terkekeh


lalu Risana terdiam sejenak menatap kembali mata Bima dengan lekat.


"mas, aku mencintaimu". ucap Risana memandang kedua mata Bima penuh cinta


"aku juga mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. terimakasih sudah mau menjadi istriku, dan aku akan selalu bersama kamu". ucap Bima memeluk Risana hingga terlelap


****


menjelang pagi Risana sudah di manjakan Bima dengan pelukan pelukan hangatnya, membelai rambutnya, mengecup keningnya, seolah Bima enggan jauh jauh dari istri Mudanya.


"mas, laper".ucap Risana manja

__ADS_1


"aku bawain sarapan kekamar ya". ucap Bima di iringi anggukan dari Risana.


segera Bima ke meja makan menyiapkan sarapan untuk Risana. saat sampai di meja makan sudah ada Nafisa yang lebih dulu sarapan sendirian.


"pagi umi". ucap Bima lalu mengecup kening Nafisa.


"abi nggak sarapan?". tanya Nafisa melihat bima mengambil piring sambil berdiri di lanjutkan mengambil nasi


"abi sarapan di kamar Risana aja mi, abi siapkan dulu sarapannya ya". ucap Bima masih sibuk sendiri.


"Umi bantu ya". ucap Nafisa masih memegang sendok


"nggak usah Mi, umi sarapan aja. Umi makan yang banyak ya biar cepet sehat". ucap Bima masih sibuk menyiapkan sarapan di meja makan.


Nafisa hanya diam melihat Bima sibuk menyiapkan sarapan, setelah selesai Bima bergegas kembali ke kamar Risana tanpa berpamitan dengan Nafisa. membuat Nafisa sedikit merasa di abaikan Bima, namun Nafisa mencoba menerima kenyataan itu.


"aku seneng mas kamu sangat perhatian dengan Risana, semoga apa yang kamu inginkan segera terwujud, menjadi seorang ayah". gumam lirih Nafisa lalu melanjutkan sarapannya.


sesampainya di kamar Risana, Bima segera duduk di ranjang di samping Risana, lalu menyuapinya sesendok demi sendok.


"hhmm senangnya punya suami perhatian, aku berasa menjadi Tuan Putri". gumam di dalam hati Risana dengan senyum tipis di bibirnya


"kenapa senyum senyum sendiri?". tanya bima heran


"enggak, orang lagi ngunyah kog". ucap Risana terkekeh


"makam yang banyak ya sayang. biar anak kita ini sehat". ucap Bima memegang perut istrinya


"siap Boss". ucap Risana tertawa dengan tangan di dahinya.


"kamu itu emang paling bisa buat aku tersenyum". ucap Bima sambil menyuapi Risana


 


hari ini Risana tidak masuk kuliah, membuat Zian dan Yola mencari Risana. mereka menunggu Risana di kantin di tempat mereka biasa bertemu dan mengobrol, tapi sampai mata kuliah dimulai Risana tak kunjung datang.


Yola yang penasaran memutuskan menghubungj Risana. karena tak biasanya Risana tidak berangkat kuliah tanpa sebab yang pasti.

__ADS_1


setelah kuliah Zian selesai ia mencoba menemui Risana di kelasnya. namun ternyata Risana tidak masuk kuliah hari ini, dan menanyakannya kepada Yola


"hai yol, Risana mana?". tanya Zian menghampiri Yola di kelasnya


"nggak betangkat tuh, lagi bedrest". ucap Yola yang sedang sibuk memainkan gadgetnya.


"bedrest?". tanya Zian penuh penasaran


"Risana sakit?". imbuhnya semakin penasaran


"nggak sakit sih, cuma disuruh bedrest aja sama dokter. soalnya kandungannya lemah".ucap Yola menatap Zian yang berdiri di depannya


"jadi Risana hamil?". tanya Zian tak percaya


"hu'um. dia juga bakal cuti satu bulan, disuruh suaminya". jelas Yola


Zian diam, nampak ia memikirkan sesuatu hal. di hatinya ada rasa sakit tidak bisa menerima kabar ini. lalu ia berjalan keluar dari kelas Risana dengan tak bersemangat.


"Ris, padahal bisa dekat dengan mu saja sudah cukup untuk ku, dan sekarang kamu malah cuti satu bulan, bagaimana bisa aku tak bertemu dengan mu selama itu Ris. kenapa rasa ini sulit menerima kabar kehamilan mu". gumam dalam hati Zian


Zian menjadi tak bersemangat ia hanya duduk melamun di taman, masih memikirkan Risana. saat di taman Zian tak sengaja mendengar jika Risana dan Monica kemarin bertengkar hingga Risana pingsan.mendengar kabar itu Zian segera mencari Monica, ia ingin memperingatkan Monica agar tidak mengganggu Risana lagi.


Zian mengelilingi kampus mencari Monica berada, setiap mahasiswa di tanyai melihat Monica apa tidak. hingga akhirnya menemukan Monica sedang duduk di kursi bersama teman temannya.


Zian segera menghampiri Monica lalu menarik tangan Monica kuat kuat hingga Monica kesakitan.


"apa sih Zian narik narik, sakit tau". pekik Monica melepaskan tangan Zian


"Monic, aku peringatkan sama kamu jangan pernah ganggu Risana lagi. jika kamu berani mengganggunya, kamu akan tau akibatnya". ucap Zian menunjuk wajah Monica


"emang kenapa kalo aku ganggu dia?".


"Zian Zian, karna cinta kamu jadi bodoh gini ya. Risana itu wanita licik, bisa bisanya kamu cinta sama dia. lupain aja, dia aja udah bahagia sama suaminya". ucap Monica dengan wajah sinisnya.


"Risana bukan wanita seperti itu, kamulah yang wanita licik".ucap Zian sedikit emosi


"emang kog Risana wanita licik, nayatanya dia mutusin Yuda tanpa sebab terus nikah sama pak Bima. selama tunangan sama pak Bima aja masih deket sama kamu". jelas Monica dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


tanpa sepatah kata Zian berlalu meninggalkan Monica, masih ada rasa sakit di hatinya dengan kata kata Monica. Zian masih berfikir tidak mungkin jika Risana seperti itu, pasti ada alasan jika Risana memanhgbersikap seperti itu.


"aku yakin kamu pasti wanita yang baik Ris, meskipun aku singkat mengenalmu tapi aku tau kamu wanita yang baik baik". gumam lirih Zian berjalan ke arah parkiran kampus


__ADS_2