
Bima segera membalikkan badan melanjutkan membaca wirid dzikir selepas sholat. sedangkan Risana ia kembali kekamar membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan baju santai.
Risana masih sibuk dengan dirinya, ia mulai membersihkan wajah dari sisa-sisa make up. di kuncirnya rambut ke atas asal-asalan tapi tetap terlihat imut dan cantik.
dari belakang datang lah bima ia memilih duduk di sofa memperhatikan Risana. Bima menatap Risana dari pantulan cermin ia melihat seksama Risana yang terlihat imut dan menggemaskan. Bima mulai memperhatikan leher dan dada Risana yang sedikit terbuka.
di dekatinya Risana memeluk nya dari belakang menciumi setiap tengkuk lehernya tangan Bima mulai aktif meraba dada Risana. Bima menikmati setiap kecupan di leher istrinya, ia mulai merasakan nafas yang menggebu-gebu dan hasrat yang sudah memuncak. seketika Bima tersentak kaget dari lamunannya saat Risana manggil-manggil nama Bima.
"pak Bima pak jangan melamun pak". teriak Risana menyadarkan Bima dengan melambaikan tangannya di depan wajah Bima.
"eh Ris, iya". ucap Bima gugup mencoba mengalihkan pandangannya.
"tadi melamun ya pak, jangan sering-sering melamun pak nanti kesambet lho". ejek Risana lalu duduk di samping Bima.
__ADS_1
"kenapa kamu pakai baju terbuka gini Ris?". tanya Bima
"biasanya aku juga pakai baju gini pak kalau mau tidur, ya menurut aku nyaman aja". jelas Risana
"tadi melamun kenapa pak, kangen sama mbak Nafisa?". tanya Risana lagi.
"iya kangen Ris, tapi besok kan udah balik ke sana". ucap nya sedikit gugup.
Risana hanya mengangguk pelan mereka terdiam keadaan menjadi hening lagi, Bima masih merasakan nafas yang tersengal jantung nya masih berdetak kencang.
Bima segera mengambil bantal dan juga selimut untuk alas tidurnya. Risana yang melihat Bima mengambil selimut di hentikan nya
"tidur di atas aja pak bareng saya, kasihan bapak kalau tidur di bawah pasti dingin, apalagi AC nya nyala. nanti di kasih batas aja". ujar Risana memberi masukan.
__ADS_1
tanpa sepatah kata Bima mengiyakan permintaan Risana, Bima segera berbaring di ranjang menghadap kesamping membelakangi Risana. sedangkan Risana duduk di ranjang menatap layar handphone berselancar di dunia Maya.
ia mencurahkan semua perasaan nya di sosial media betapa bahagianya bisa menikah dengan orang yang di cintai, Risana juga menambahkan tak buruk juga menjadi istri ke dua dan status nya menuai banyak kritik dari teman sosmed nya.
merasa ngantuk Risana mulai membaringkan tubuhnya meletakkan handphone nya di meja lalu mendekatkan wajahnya ke kepala Bima ia menikmati setiap hembusan nafas Bima.
"aku bahagia pak untuk hari ini terimakasih untuk semua". ucapnya lirih
Risana segera membaringkan tubuhnya kembali mencoba terlelap kedalam mimpi indahnya. Bima yang biasa terbangun di sepertiga malam mendapati istri barunya tengah terlelap dengan wajah menghadap Bima, ia terus menikmati setiap detik wajah Risana memandangi penuh rasa cinta.
"maafkan saya Ris membuat mu menderita dengan pernikahan ini, tapi saya akan mencoba belajar mencintai mu meskipun sedikit sulit". batin Bima yang terus saja memandangi wajah istri mudanya.
"kamu cantik manis mempunyai segalanya, kenapa mau di nikah kan dengan ku yang sudah mempunyai istri?". batin Bima bertanya-tanya.
__ADS_1
puas memandangi wajah Risana ia segera beranjak ke tempat sholat memohon ampun atas semua kesalahannya. meminta maaf telah menyakiti hati dua wanita yang tak bersalah