
pandangannya mulai gelap entah apa yang terjadi selanjutnya dengan Risana. saat terbangun sudah ada Yuda di samping nya, menemaninya di rumah sakit hingga Risana tersadar.
dari tempat kecelakaan hingga ke rumah sakit Yuda yang mengurusi semua. padahal saat itu Yuda sedang ada meeting dengan klien penting nya
namun setelah tau Risana kecelakaan Yuda bergegas pergi ke tempat kejadian tanpa mengindahkan klien nya yang terbilang cukup penting bagi rumah sakitnya itu.
ddrrtttt ddrrtttt
"iya". ucap dokter Yuda dengan datar
"boss wanita yang anda suruh ikuti kecelakaan di jalan xxxx dan keadaannya tidak sadarkan diri". ucap seorang pria dari sambungan telepon
"oke aku segera kesana". ucap Yuda berlalu meninggalkan ruang meeting tanpa berpamitan
dengan cepat Yuda melajukan mobil nya, wajahnya nampak khawatir dengan keadaan Risana. terlihat jelas jika Yuda masih sangat mencintai Risana, ia takut jika terjadi apa apa dengan Risana.
"kirim ambulans sekarang di jalan xxxx. SEKARANG". ucap Yuda sedikit keras kepada petugas rumah sakitnya.
rasa panik di hatinya benar benar telah menguasai emosinya. setelah sampai di tempat kejadian Yuda segera menolong Risana, membaringkan nya di brankar ambulans menemani Risana sampai ke rumah sakit.
sedangkan keadaan pak Selamet mengalami luka di bagian kaki, dan sudah di tangani tenaga medis dan di bawa kerumah sakit. karena panik pak Selamet sampai lupa memberitahu Bima jika mobilnya mengalami kecelakaan.
"ya Allah saya lupa ngasih tahu Tuan Bima jika non Risana kecelakaan". ucap pak Selamet saat masih di dalam ambulans
ddrrtttt ddrrtttt
"hallo pak Selamet". ucap Bima di sebrang sana
"Tuan mobil saya mengalami kecelakaan, sekarang sedang menuju rumah sakit B. sedangkan non risana tidak sadarkan diri". ucap pak Selamet masih dengan suara yang gemetar karena sock
"astagfirullah haladzim gimana keadaan Risana pak. parah apa tidak?". tanya Bima panik yang sedang perjalanan pulang kerumah
"luka luka Tuan dan tidak sadarkan diri". jelas pak Selamet
"saya kesana sekarang pak". ucap Bima lalu melajukan mobilnya dengan cepat.
selama perjalanan Bima berfikir untuk pulang kerumah dulu karena ia sudah janji mengantarkan Nafisa kerumah sakit. sedangkan Risana juga sedang di bawa kerumah sakit yang sama
sesampainya di rumah Bima bergegas memberi tahu Nafisa jika Risana mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri. mendengar berita itu Nafisa juga panik dan meminta Bima untuk segera kerumah sakit.
__ADS_1
"cepat sedikit Abi kasian Risana apalagi sama kandungannya, semoga semua baik baik saja". ucap Nafisa khawatir dengan keadaan madunya.
sesampainya di rumah sakit Bima dan Nafisa segera menuju UGD, mencari tahu informasi tentang korban kecelakaan di jalan xxxx. nampak ada beberapa polisi yang berjaga di UGD.
"pak bagaimana keaadaan korban kecelakaan di jalan xxxx pak". tanya Bima pada seorang polisi
"apa anda keluarga nya?". tanya balik pak polisi
"saya suaminya pak". jelas Bima dengan perasaan sangat khawatir
"menurut saksi yang melihat di tempat kejadian mobil istri bapak di tabrak sebuah truk dari arah berlawanan. padahal pada waktu itu keadaan jalan lengang, besar kemungkinan supir yang mengendarai truk tersebut mengantuk atau sedang dalam pengaruh alkohol atau obat terlarang". jelas pak polisi menerangkan
"akan kami dalami lagi kasus ini pak, karena truk tersebut melarikan diri setelah insiden kecelakaan ini". imbuh pak polisi menerangkan
"saya minta tolong di urusi secepatnya pak. dan pelaku tersebut harus segera tertangkap agar mempertanggungjawabkan perbuatannya". ucap Bima dengan perasaan emosi
"lalu bagaimana keaadaan istri dan supir saya pak". tanya Bima masih khawatir
"supir bapak mengalami luka luka dan kakinya patah. sedangkan istri anda juga mengalami luka luka dan tidak saadarkan diri". ucap pak polisi menjelaskan
"terimakasih pak". ucap Bima lalu duduk di kursi ruang tunggu
tak hentinya Bima berharap di dalam hatinya agar Risana dan calon buah hatinya diselamatkan.
"ya Allah hamba tau ini teguran untuk hamba, tapi hamba mohon selamatkan lah istri dan calon anak hamba ya Allah. anak yang sangat hamba harapkan selami ini, hamba janji akan menjaga anak hamba dengan baik". ucap dalam hati Bima memohon agar calon buahhati nya terselamatkan
dari pintu UGD nampak seorang suster mencari keluarga dari korban kecelakaan. lantas Bima segera berdiri dan menghampiri suster tersebut.
"keluarga nona Risana". tanya suster kepada Bima
"saya suaminya sus". ucap Bima cemas
"korban sudah sadarkan diri dan mencari suaminya. silahkan pak untuk menemuinya". ucap suster kepada Bima
Bima segera masuk ke ruangan UGD, mencari di mana Risana dirawat di temani Nafisa di sampingnya. setelah menemukan Risana Bima segera memeluk istri mudanya
Bima takut sangat takut kehilangan Risana dan juga calon anaknya. Bima terus saja memeluk sesekali mencium kening Risana entah mengapa ia sangat takut akan hal itu.
padahal ada dokter Yuda berdiri di samping ranjang pasien. berdiri menatap Risana berada di pelukan Bima. Yuda paham jika Bima sangat mencintai Risana
__ADS_1
"terlihat jelas suami mu sangat mencintai kamu Ris. dari pandangannya dari sikap nya. dari pandangan mu pun sama, terlihat jika kamu juga sangat mencintai suami mu. sangat berbanding terbalik dengan tatapan mu kepada ku. kini aku mengerti cinta mu memang bukan untuk ku, aku akan mundur Ris, semoga kamu selalu bahagia". gumam dalam hati dokter Yuda tersenyum tipis melihat kemesraan Bima dan Risana
"dokter Yuda". ucap Nafisa pelan melihat dokter Yuda berdiri di samping ranjang pasien
"iya". ucap dokter Yuda tersenyum dan mengangguk
"dokter yang menangani Risana?". tanya Nafisa
"iya". ucap dokter Yuda masih tersenyum
"bagaimana keadaan Risana dan kandungan nya dok?". tanya Nafisa nampak khawatir
"keadaan Risana sudah membaik, hanya masih sock saja. dan beruntung nya janin dalam kandungan nya kuat, tapi masih perlu minum obat penguat kandungan, mengingat kandungan nya baru berusia 8 minggu takutnya nanti luruh". ucap dokter Yuda menjelaskan
"alhamdulillah". ucap Nafisa bersyukur Risana dan kandungan nya tidak apa apa
"Umi kenal dengan dokternya?". tanya Bima berdiri dari memeluk Risana
"ini sepupunya dokter Noval, dulu dokter Noval pernah beli kue di toko kue Umi. dan kemarin saat Umi periksa ternyata dokter Noval dokter disini". ucap Nafisa menjelaskan
melihat percakapan mereka Risana hanya diam, ia masih saja takut jika Yuda berbicara yang sebenarnya. sesekali Risana melihat kearah Bima dan Yuda yang sedang mengobrol
"Abi, Umi ke pendaftaran dulu ya, Abi temani saja Risana. sekalian Umi mau melihat keadaan Pak Selamet". ucap Nafisa lalu mendekat kearah Risana
"Ris mbak keluar dulu ya, nanti mbak kesini lagi". ucap Nafisa cipika cipiki dengan Risana
"iya mbak". ucap Risana tersenyum
melihat Nafisa pamit Yuda juga ikutan pamit dari Bima dan Risana lalu mengejar Nafisa yang sudah berjalan keluar ruangan.
"mbak, dari kemarin dokter Noval mencari mu. dia juga menunggu mu di rumah sakit". ucap dokter Yuda berjalan disamping Nafisa
"kenapa mencari ku?". tanya Nafisa heran
"sepertinya dia suka sama kamu". ucap dokter Yuda jujur
Nafisa hanya tersenyum tetap berjalan kearah pendaftaran, dan Yuda masih tetap berjalan di samping Nafisa.
"kenapa ngikutin aku?". tanya Nafisa heran
__ADS_1