
"tidak pak, kita pulang saja saya capek". ucap Risana dengan perasaan takut jika bertemu Yuda lagi
"baik non". ucap Pak Selamet berdiri dari kursi dan segera menuju ke parkiran
sepanjang perjalanan nampak ada rasa cemas di wajah Risana. ia takut jika ada yang melihat ia dan Yuda berpelukan. pasti nanti Bima akan sangat marah dan tidak akan memaafkan dirinya
sesampainya dirumah, Risana sudah di tunggu Bima di kamarnya. Bima sangat khawatir dengan Risana apalagi Risana tidak membawa handphone nya. dengan perasaan yang masih takut Risana masuk ke kamar dan kaget melihat ada Bima di kamarnya.
"mas, kenapa ada disini ?". tanya Risana sedikit kaget
"kenapa sayang? kamu seperti orang ketakutan?". tanya Bima menghampiri Risana
"nggak apa apa mas, maaf tadi aku pergi keluar sebentar nggak pamit dulu sama kamu". ucap Risana lalu memeluk Bima
"iya, lain kali bilang dulu ya sama mas. terus jangan lupa handphone nya di bawa biar mas nggak khawatir". ucap Bima membalas pelukan istri mudanya
"mas". ucap Risana
"iya sayang". jawab Bima
"besok aku berangkat kuliah ya, aku udah kangen sama temen temen". ucap Risana manja
"tapi, kamu jangan kecapekan. di jaga baik baik anak Abah ini ya". ucap Bima lalubberlutut di perut Risana dan mencium perut Risana
Risana hanya mengangguk tersenyum senang padahal di dalam hatinya ia masih merasa takut akan Yuda yang tiba tiba datang di kehidupan nya lagi
"sayang udah makan?". tanya Bima berdiri dari berlutut nya
"belum". ucap Risana sambil menggeleng
"makan dulu sayang". bujuk Bima
"aku pengen di suapin, pengen makan di kamar aja". ucap manja Risana memeluk lagi suaminya.
__ADS_1
"biar mas suruh mbak Anik nyiapin dulu ya. kamu bersih bersih badan dulu. bau asem". ucap Bima mencubit kecil hidung Risana
Risana tertawa puas karena sikap romantis Bima lalu Bima segera pergi menuju dapur. merasa capek Risana membaringkan tubuhnya di ranjang, di fikitannya masih mengingat kejadian tadi dengan Yuda.
"semoga tidak ada yang melihat pertemuan tadi, apalagi saat Yuda meluk aku". gumam lirih Risana menatap langit langit kamarnya
"kenapa harus seperti ini, aku capek ya Allah. setiap hari harus berbagi suami, sekarang malah di tambah kedatangan Yuda". gumamnya lagi lalu bangun dari ranjang nya
Risana segera membersihkan dirinya, saat di kamar mandi ia masih saja melamun memikirkan Yuda. hingga ia kaget dengan kedatangan Bima membuka pintu kamar mandi
"sayang mandi nya cepat sedikit ya, makanannya keburu dingin". ucap Bima membuka sedikit pintu kamar mandi
melihat Risana kaget membuat Bima heran, seakan Bima tahu jika istri mudanya sedang banyak pikiran. kemudian Bima mendekat kearah Risana memeluknya dengan mesra dari belakang.
"jangan banyak fikiran ya nanti kasian dedeknya". ucap Bima berbisik di telinga Risana
mendapat bisikan di telinganya membuat Risana geli tertawa cekikikan. melihat istrinya tertawa geli Bima malah melanjutkan menciumi seluruh leher istrinya hingga meninggalkan tanda cinta.
keduanya semakin menikmati pemanasan yang berlangsung lama, puas menciumi leher Risana berbalik badan berbalas menciumi Bima membuka pakaian suaminya satu persatu, lalu menciumi dari leher, turun kedada, turun lagi ke perut, turun lagi kebawah
Bima semakin dibuat panas dingin dengan kecupan Risana di setiap pangkalnya. suara suara kenikmatan semakin menggebu keluar dari mulut Bima. ia merasa puas sangat puas dengan permainan yang di lakukan istri mudanya.
"aku akan memuask*n kamu mas, apapun akan aku lakukan agar kamu menjadi milik ku satu satunya". gumam dalam hati Risana masih memainkan barang milik Bima
Risana sudah berdiri dari aktivitasnya menatap mata Bima penuh gair*h. kemudian Bima menciumi bibir Risana menggigit lembut penuh hasrat cinta. puas pemanasan Bima tak sabar ingin memasukan barang nya yang sudah mengeras kedalam sarangnya
"kita coba pelan pelan ya". bisik Bima di telinga Risana mengingat kadungan Risana yang lemah
aaahhhhh keduanya saling menikmati gempuran di bawah air shower yang membasahi tubuh keduanya. semakin dalam Bima mendorong membuat Risana semakin mersakan nikmatnya surga dunia.
acara yang tadinya makan berdua malah menjadi makan ternikmat yang ada. setengah jam berlalu akhirnya Bima mencapai pelepasannya.
di sisi lain Yuda masih memikirkan pertemuan dirinya dengan Risana tadi. padahal ia sengaja menyuruh orang untuk mengintai rumah dimana Risana tinggal sekarang.
__ADS_1
saat Risana keluar ia segera pergi menuju tempat yang dituju Risana. sebelumnya ia di beritahu seseorang dari sambungan telepon jika Risana akan pergi ke supermarket C.
perasaan semangat ada di dalam jiwa Yuda, karena setelah satu minggu mengintai akhirnya Risana keluar rumah sendirian. setelah sampai di supermarket C, Yuda mencoba mencoba mencari keberadaan Risana.
lelah mencari keliling supermarket akhirnya Yuda menemukan Risana tengah memilih produk sampo. ia melihat Risana tidak bisa mengambil sampo tersebut yang berada di rak paling atas.
dengan pelan Yuda mencoba mendekat kearah Risana, membantu nya mengambil sampo. lalu segera memeluk Risana.
"meskipun kamu sudah menikah aku tidak akan menyerah , aku akan merebut mu kembali". gumam Yuda lirih duduk di kursinya
"ah apalagi kamu cuma istri kedua Ris, pasti kamu tidak akan lama bertahan dengan status mu itu". ucapnya lagi dengan senyum sinisnya
Yuda menatap kearah jendela dengan lama, tiba tiba di kagetkan dengan kedatangan Monica membawakan oleh oleh untuknya.
"Yuda, aku bawa oleh oleh nih buat kamu". ucap Monica mencium pipi Yuda
"lagi melamunin apa sih, sampe sampe aku datang kamu nggak tau". tanya Monica mendekat kewajah Yuda
"hanya memikirkan pekerjaan Nic". jelas Yuda tanpa menatap Monica
di meja Yuda, Monica masih melihat ada foto Risana membuatnya mencoba menanyakan kepada Yuda apa dia masih mencintai Risana
"Yud foto ini agak mengganggu sepertinya". ucap Monica menatap ke arah foto di meja Yuda
"apa kamu masih mencintai nya Yud?". tanya Monica denga hati membara
lama Yuda berfikir hingga akhirnya ia menjawab pertanyaan Monica dengan tegas.
"iya aku masih mencintai nya, bahkan sampai sekarang aku masih menginginkan nya kembali. aku tadi bertemu dengannya juga, aku memeluknya tapi seperti nya dia sudah tidak mencintai ku". ucap Yuda berkata jujur kepada Monica
mendengar ucapan Yuda membuat Monica sakit hati, ia sudah bersusah payah merebut hati Yuda namun nyata nya Yuda masih mencintai Risana.
"awas kamu Ris, aku akan menyingkirkan mu. karena kamu sudah merebut cinta orang orang yang ingin aku miliki". gumam dalam hati Monica merasa dendam dengan Risana
__ADS_1