
"deg" hati keduanya sama sama tersentak kaget
mata mereka saling memandang lama, tak ada satu kata yang terucap. di mata Yuda nampak masih ada cinta yang tulus, tatapannya begitu menghanyutkan. hatinya begitu bahagia melihat Risana ada di depannya, ingin sekali ia memeluknya.
rasa rindunya yang sudah lama ia pendam, hingga akhirnya kini bisa bertemu kembali. Risana yang sadar akan tatapan Yuda, ia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"ini adalah adik sepupu saya, namanya Yuda". ucap dr. Noval memperkenalkan dr.Yuda kepada Nafisa
"Nafisa". ucap Nafisa tersenyum kepada dr. Yuda
tapi tatapn dr.Yuda masih menatap Risana dengan mesra seolah tidak ingin mengalihkan pandangannya dari Risana. Nafisa yang melihat dr.Yuda menatap Risana mesra merasa ada yang aneh, namun Nafisa mencoba menutupinya.
dr.Noval merasa mengenali wajah Risana, ia ingat akan foto Yuda dengan kekasihnya yang wajahnya mirip dengan Risana.
"sepertinya saya pernah melihat kamu, tapi dimana ya?". ucap dr.Noval mengingat wajah Risana
tapi dr. Yuda segera memotong pembicaraan keduanya, karena dr.Yuda tau pasti Noval akan membicarakan foto yang ada di meja kerjanya.
"dr. Noval bukankah anda ada pasien yang harus di operasi?". tanya dr.Yuda asal dengan senyum terpaksa
"sepertinya tidak ada ".jawab dr.Noval dengan wajah mengingat yang di ucapkan Yuda
di dalam hati Risana ia sungguh sangat ketakutan jika Yuda buka suara mengenai hubungan mereka dulu.
"semoga saja Yuda tidak membuka masa lalu ku di depan mbak Nafisa"gumamnya dalam hati dengan wajah cemas
"maaf dokter Noval, saya harus keruangan dokter Baskoro, karena sudah giliran saya". ucap Nafisa berlalu meninggalkan dr. Yuda dan dr.Noval
dr.Yuda masih berdiri menatap Risana yang sudah menjauh membuat dr.Noval heran, dan melambaikan tangannya di depan wajah dr.Yuda.
"Yud, kamu baik baik saja kan?".tanya dr.Noval dengan heran
"wanita tadi bukannya yang foto dengan mu itu Yud?". imbuhnya lagi masih penasaran
tanpa menjawab pertanyaan dr.Noval, dr.Yuda berlalu kembali keruangannya dan diikuti dr.Noval di belakangnya.
"hey Yud, kenapa tidak di jawab pertanyaanku?". pekik dr.Noval masih mengikuti langkah Yuda hingga sampai di ruangannya.
dengan cepat dr.Noval melihat foto yang ada di meja dr.Yuda dan mencoba mengingat wajah Risana kembali
"iya, benar, ini wanita yang tadi"
"apa kalian pernah ada hubungan yud?". tanya dr.Noval semakin penasaran, namun dr.Yuda masih tetap diam seribu bahasa.
__ADS_1
dr. Noval masih memegang foto Risana dan Yuda, ia menatap memahami foto keduanya. lalu segera menghampiri dr.Yuda yang merebahkan dirinya di sofa.
"ya sudah yud kalau tidak mau bercerita, mentang mentang aku dokter baru disini, jadi aku tidak boleh tahu semua tentang mu". ucap dr.Noval mencoba merayu dengan sedikit merajuk
"ah iya iya, aku cerita".ucap dr.Yuda mendengus kesal
"cewek tadi namanya Risana, dia memang mantan kekasih ku dulu. kita sudah putus 6 bulan yang lalu". ucap Yuda tak semangat
"tapi kenapa tadi kalian seperti tidak saling mengenal Yud?". tanya Noval semakin penasaran
"entahlah Val, dulu dia mutusin aku sepihak. tanpa alasan apapun, jadi aku mau menyapa dulu merasa sungkan". ucap Yuda masih tidak bersemangat.
"jadi, apa kamu kenal dengan wanita yang aku suka Yud?".tanya Noval lagi
Yuda menggeleng pelan "tidak, setauku Risana anak tunggal. mungkin itu temannya". ucap Yuda menebak
dalam fikiran Yuda tiba tiba teringat akan Monica, lantas Yuda segera menghubungi Monica mencoba mencari tahu tentang kehidupan Risana yang sekarang.
****
dr. Noval melamun sendiri di ruangannya, ia berdiri menatap jendela memikirkan Nafisa. perasaannya masih penasaran, sakit apa yang sebenarnya di derita Nafisa.
"kamu sakit apa sebenarnya sa, lama aku mencari mu kenapa kita bertemu saat kamu sedang sakit". gumamnya lirih merasa iba dengan Nafisa
"hallo dr.Baskoro"
"iya"
"ini dengan dr.Noval. apa jam praktek dokter sudah selesai?"
"belum masih setengah jam lagi"
"nanti saya mau keruangan dokter, ada yang mau saya bicarakan"
"iya dokter Noval, nanti saya tunggu di ruangan saya".
sementara Risana dan Nafisa sudah sampai di rumah, keduanya sudah berada di kamar masing masing. nampak Risana masih mengingat Yuda, perasaannya begitu was was karena takut Nafisa tahu tentang Yuda.
"untung aja tadi Yuda diem". gumamnya lirih menatap dirinya di cermin meja rias.
"maafkan aku Yud bukan berarti aku tidak mengakuimu sebagai mantan kekasih ku, aku hanya belum siap jika mbak Nafisa dan mas Bima tau tentang hubungan kita dulu. nanti dikiranya aku wanita jahat karena meninggalkan mu demi menikah dengan pak Bima". ucapnya lagi merasa bersalah.
****
__ADS_1
hari sudah berganti Monica nampak hatinya berbunga bunga karena hari ini dr.Yuda akan menemuinya di kampus. dengan sedikit sombong ia bercerita dengan teman temannya jika sedang dekat dengan seorang pria pemilik rumah sakit swasta di kota tersebut.
Nampak ada wajah iri dari teman teman Monica dan menganggap Monica beruntung karena bisa dekat dengan pemilik rumah sakit terbesar di kota itu.
"kamu memang wanita beruntung Nic, dulu bisa dekat dengan Zian.sekarang dekat dengan pemilik rumah sakit B". ucap teman Monica membuat Monica semakin berasa di atas angin
saat Yuda datang semua mahasiswi berkerumun untuk melihat Yuda secara dekat .karena semua teman Monica tahu jika akan ada pemilik rumah sakit B datang untuk menemui Monica.
Zian yang lewat merasa penasaran ingin tahu ada apa, karena banyak mahasiswi berkerumun dan berdesakkan. lalu zian menannyakan kepada salah satu mahasiswi yang ada di situ.
"ada apa sih kog heboh sekali". tanya Zian kelada seorang mahasiswi
"itu, Monica di samperin cowoknya kesini. katanya sih pemilik rumah sakit B". ucap mahasiswi itu
"oke terimakasih". ucap.Zian berlalu pergi.
pikiran Zian tertuju kepada Yuda mantan kekasih Risana pemilik rumah sakit B. namun hatinya masih tidak percaya.
"masak iya Yuda dekat dengan Monica?". gumamnya penasaran
"aku cari Risana aja deh, siapa tahu memang iya. soalnya kemarin kan Monica membahas tentang dr.Yuda". gumamnya lagi berlalu mencari Risana yang ada di kelas
sesampainya di kelas Risana, Zian bergegas mengajak Risana untuk melihat Monica. ia mengatakan jika Monica membuat ulah lagi. Risana yang awalnya enggan bertemu dengan Monica di paksa Zian hingga mau.
saat sampai di fakultas Tarbiyah matematika mata Risana memandang sekumpulan mahasiswi yang berkerumun lalu menanyakan kepada Zian. ada apa sebenarnya
"ini ada apa,? kenapa mahasiswi pada kumpul?" tanya Risana penasaran.
"iya, karena Monica berulah lagi".ucap Zian dengan sinis
Risana pun penasaran dan ingin melihat langsung apa yang Monica lakukan sebenarnya, ia mencoba melihat dengan berdesakkan dengan mahasiswi lainnya.
betapa terkejutnya Risana melihat ada Yuda di samping Monica. "permainan apalagi yang kamu buat Nic".ucapnya berlalu meninggalkan kerumunan dan juga Zian
"Nic aku pamit dulu ya, masih banyak kerjaan di rumah sakit. nanti aku hubungi lagi". ucap Yuda berlalu meninggalkan Monica dan teman temannya.
dengan perasaan senang Monica mengangguk cepat dan mengantar Yuda sampai parkiran kampus.
"oh ya Nic, nanti malam aku jemput ya. aku mau ngajak kamu makan malam". ucap Yuda lalu masuk kedalam mobil
"iya dr.Yuda aku mau"ucap Monica sedikit gugup dengan ajakan dr.Yuda.
setelah mendengar jawaban Monica, Yuda bergegas kembali kerumah sakit. karena memang masih banyak pekerjaan. tapi di fikirannya masih penasaran dengan Risana.
__ADS_1